Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Makna Budaya dalam Ungkapan Melayu Manado pada Transaksi Jual Beli di Pasar Karombasan Palar, Dwianita Conny
Kajian Linguistik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35796/kaling.3.1.2015.9127

Abstract

Marketis a place where the interaction between seller and buyer happened. Marketbecomes social media that connect the used language in communication betweenseller and buyer who exist in traditional market of Manado and come fromvarious etnics. The researcher see the language which is used by buyer andseller in their buyer selling transaction. This thing is interested to beinvestigated. The aim of this research are (1) to identify form  and meaning of expression in using of ManadoMalay language at the buying-selling transaction in Karombasan traditionalmarket, Manado, and (2) to explain cultural meaning which contained in the useof Manado Malay language at buying-selling transaction in Karombasantraditional Market, Manado. Thisresearch employed descriptive method with qualitaitve approach. In collectingthe data, the method of Listening and Speaking of Surdayanto (1993) is used.Listening method is firstly used by using Listening Technique. Secondtechniques which are used are Listening Speaking Involment and ListeningSpeaking Free Involvement. In analyzing the collected data, theories of Cook(1969), Chaer (2007) and Kridalaksana are used to classify the language form ofexpression that are found. Then to get the cultural meaning that contained inthe expression, theory of Foley (1997) is used. There were 48 informantsactively involved in this research.Inthis research, the researcher found 8 forms of word  classified into basic word, repetition wordand compound word, namely: fresco, bos tabuang-buang, baminya-minya, tandatangan, masa pohong and masa karbit, 3 phrases expressions are also found suchas, kuli kadongdong, kuli duriang, and ikang pegawai. Then, sentence forms ofexpressions that are found namely ‘Om ini, kurang mo kase abis’, ‘Ngana petomat pe warna sama deng warna spanyol’, ‘Tanta kiapa depe mata ikang somerah’. Throughthis research, it can be concluded that this cultural-meaning expressioncontains cultural meaning, both positive meanings such as fresh thinking, likehelping other people, respect each other, good attitude, behavior, knowing goodand meet cultural life, having competence and negative meanings, such as badbehaviour, talkactive, not creative and having no competence. Based on theconclusion, the researcher suggests to the next researcher, to be morecomprehensive related to the use of Manado Malay language expression indifferent background and contexts in order to get a whole description aboutexpressions system of Manado Malay language.  Keyword: The Cultural Meaning, Tradisional Market
PKM Manfaat Jamur Antagonis bagi Peningkatan Hasil Pertanian Desa Ongkaw Dua Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan Umboh, Stella Deiby; Rondonuwu, Frans Bernhard; Palar, Dwianita Conny; Langoy, Marnix L.D; Montong, Vivi B.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/dqjqtr66

Abstract

Tanaman pertanian seringkali terhambat dengan adanya serangan hama dan penyakit tumbuhan. Penggunaan pestisida dalam mengendalikan hama dan penyakit tumbuhan seringkali berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Agen pengendali hayati merupakan salah satu alternatif yang yang ramah lingkungan dan cukup efektif dalam mengendalikan penyakit tumbuhan yaitu dengan memanfaatkan mikroba antagonis. Salah satunya adalah jamur antagonis yang mempunyai kemampuan dalam menghambat perkembangan patogen tanaman. Yang menjadi faktor kelemahan yang sering dijumpai dikalangan petani yang ada di Ongkaw Dua yaitu kurangnya pengetahuan mereka tentang dampak penggunaan pestisida dan pemanfaatan pengendalian hayati dengan menggunakan jamur antagonis sebagai solusi alternatif pilihan lain dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman pertanian. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah bentuk penyuluhan. Berdasarkan hasil analisis, didapati peserta yang sangat antusias mengikuti kegiatan, menyimak, merespon, dan menanggapi  secara positif terhadap pemaparan materi oleh narasumber. Selain itu pula,terjadi peningkatan pengetahuan peserta dan penguasaan akan materi penyuluhan, ditandai dengan 17 orang peserta yang memahami dari 20 peserta dan terjadi kenaikan pemahaman peserta  dari nilai pra kegiatan (pre-test) ke akhir kegiatan (post-test) sebesar 65%.
English Language Acquisiton by Treader in Sanggigi Beach: A Study of Ethnography Sri Martini; Palar, Dwianita Conny; Mutria Farhaeni
PENA : Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Pengajaran Vol. 4 No. 01 (2024): PENA: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Pengajaran
Publisher : HAMJAH DIHA FOUNDATION bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this research discusses how English is learned by beach traders in Sanggigi, Indonesia. The globalization and technology on the rise, having strong English skills is becoming increasingly important to be competitive in various fields, including tourism. This study uses qualitative methods, specifically ethnography study, to examine how these traders acquire English language. The research explores two main approaches: formal education (courses, high school) for those with a traditional learning background, and informal learning through listening, remembering, imitating, and direct interaction for those without formal schooling. Based on the results of data analysis conducted by researcher, can conclude that the second language acquisition on the beach traders Sanggigi is through several processes, namely: traders who have a formal education base in obtaining a second language, such as Following Course Institution, high school and second language that can be through lectures. and traders who do not have a formal school education background get a second language through Listening, Remembering and Imitating, and experience directly.
Kajian Semiotik terhadap Pengaruh Rekonstruksi Relasi Gender dalam Mitologi Toar Lumimuut pada Tou Minahasa Rottie, Dina Chatrina Magdalena; Palar, Dwianita Conny; Kojong, Maxi
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 6 (2025): EduTIK : Desember 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis rekonstruksi relasi gender dalam mitologi Toar Lumimuut sebagai bagian dari pembentukan identitas Tou Minahasa. Asal-usul Tou Minahasa tidak semata-mata didasarkan pada fakta sejarah dan biogenetik, tetapi juga pada mitologi dan sistem simbolik yang membentuk kesadaran kolektif masyarakatnya. Melalui pendekatan semiotik, penelitian ini menafsirkan tanda, simbol, dan narasi yang terdapat dalam mitologi Toar Lumimuut untuk mengungkap representasi gender, dinamika relasi kuasa, serta implikasinya terhadap struktur sosial-budaya Minahasa. Metode penelitian bersifat deskriptif dengan memanfaatkan studi pustaka dan wawancara narasumber yang kompeten guna menelaah konteks mitologis dan perspektif masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa mitologi Toar Lumimuut berperan sebagai medan ideologis yang mereproduksi sekaligus menegosiasikan identitas gender, terutama dalam masyarakat Minahasa yang memiliki sejarah sistem kekerabatan matrilineal dan kepemimpinan perempuan. Simbol-simbol alam, konsep keibuan, serta figur perempuan sebagai penjaga adat merefleksikan konstruksi gender yang kompleks dan dinamis. Melalui analisis semiotik, mitologi ini dapat dibaca ulang sebagai sumber reflektif yang memperlihatkan bahwa relasi gender dalam budaya Minahasa tidak bersifat statis, melainkan terus direkonstruksi melalui interaksi antara nilai tradisional dan perubahan sosial kontemporer.