Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SOSIALISASI CEK KLIK (KEMASAN, LABEL, IZIN EDAR, KADALUARSA) UNTUK MENDUKUNG PENGGUNAAN OBAT DENGAN AMAN DAN CERMAT DI ERA NEW NORMAL PANDEMI COVID-19 Ni Made Dharma Shantini Suena; Debby Juliadi; I Gede Made Suradnyana; Rr. Asih Juanita; Nyoman Budiartha Siada; Ni Putu Udayana Antari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i11.1853

Abstract

Masyarakat dapat mengetahui keamanan dan mutu obat, serta kesesuaiannya dengan keluhan yang diderita, dengan cara mencermati dengan baik informasi obat sebelum digunakan. Cek KLIK merupakan Slogan yang dicetuskan oleh BPOM yang merupakan singkatan dari Cek Kemasan, Label, Izin Edar, Kadaluarsa, dari obat maupun olahan pangan yang akan dikonsumsi. Namun sebagian masyarakat belum mengetahui dengan baik langkah-langkah Cek KLIK maupun pentingnya melakukan hal ini demi menjamin penggunaan obat dengan tepat dan aman. Pandemi COVID-19 menyebabkan terjadinya peningkatan konsumsi sediaan farmasi khususnya suplemen kesehatan demi menjaga imunitas dalam menghadapi pandemi. New Normal adalah kebijakan membuka kembali aktifitas ekonomi sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan yang sebelumnya tidak ada sebelum pandemi. New normal diberlakukan di Indonesia sejak awal Juni 2020. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang aman, cermat, dan bermutu di masa new normal pandemi COVID-19, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi Cek KLIK sediaan obat.
Cycling Test Body Butter Maserat Biji Coffea canephora Dengan Variasi Asam Stearat Ni Made Dharma Shantini Suena; Ni Kadek Putri Krismawati; I Gede Made Suradnyana
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i1.2704

Abstract

Maserat air biji kopi hijau (Coffea canephora) mengandung senyawa asam klorogenat yang berperan utama sebagai antioksidan sehingga baik untuk memelihara kesehatan kulit. Body butter merupakan sediaan krim dengan kandungan butter yang lebih tinggi dari sediaan semisolida yang lain, sehingga baik digunakan sebagai pelembab kulit. Fluktuasi suhu cenderung menyebabkan krim tidak stabil, akibat perubahan sifat fisika kimia emulgatornya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik body butter maserat air biji kopi hijau (Coffea canephora) dengan variasi kadar asam stearat sebelum dan sesudah cyling test. Body butter diformulasikan dengan variasi kadar asam stearat 2% (F1) dan 6,5% (F2). Uji stabilitas fisik body butter dilakukan menggunakan metode cycling test yaitu dengan meletakkan sediaan pada suhu 4°C±2°C selama 24 jam kemudian dipindahkan pada suhu 40°C±.2°C selama 24 jam (satu siklus). Perlakuan ini dilakukan sebanyak 6 siklus. Uji stabilitas fisik body butter dilakukan sebelum dan sesudah cycling test yang meliputi pengamatan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan sediaan body butter F1 dan F2 mengalami perubahan dari segi organolpetis, homogenitas dan pH. pH body butter kedua formula mengalami penurunan namun masih memenuhi syarat yang ditentukan yaitu 4,5 - 7,0. Hasil uji statistik menunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna daya sebar antara F1 sebelum dan sesudah cycling test. Sedangkan daya sebar F2 memiliki perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah cycling test. Dilihat dari uji daya lekat kedua formula menunjukkan nilai p 0,05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara F1 dan F2 baik sebelum maupun sesudah cycling test dengan nilai p 0,05.
Penggunaan Madu dalam Sediaan Topikal sebagai Pelembap Kulit Ni Kadek Lidia Ayu Aristina; I Gede Made Suradnyana; Ni Made Sukma Sanjiwani
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i1.2044

Abstract

Skin is the body's outermost organ, enveloping all parts of the human body. When the water content in the stratum corneum (SC) drops below 10%, the skin can become scaly, rough, and dry. Honey possesses humectant, emollient, and antioxidant properties, making it an effective moisturizer. The humectant properties of honey stem from its high sugar content, particularly glucose and fructose. These  sugars form hydrogen bonds with water, helping to retain moisture in the skin and thus providing a hydrating effect. Additionally, honey contains vitamin C, alpha hydroxy acids, and flavonoids, which contribute to the elasticity and firmness of the skin. Therefore, it is important to conduct a narrative review on the use of honey as a moisturizer in topical preparations, which can serve as a reference for future research. The literature search for this review was conducted using databases such as Google Scholar, Garuda Journal, MDPI, ResearchGate, and Publish or Perish, employing specific inclusion and exclusion criteria. The findings concluded that honey can be used as a moisturizer in various dosage forms, including body scrubs, anti-aging and moisturizing creams, serums, peel-off gel masks, lip moisturizers, and lip scrubs. The concentration of honey used in these formulations depends on the dosage form, its intended function in the formula (whether as an active substance, humectant, or emollient), and the comparison of honey concentration with other ingredients.
Chemical and DPPH Free Radical Scavenging Stability of Avocado Seed Acetone Extract Against pH Changes I Gede Made Suradnyana; Debby Juliadi; Ni Nyoman Yudianti Mendra; Ni Made Dharma Shantini Suena
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Medicamento (In progress)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v12i1.12213

Abstract

Background: Avocado seeds contain phenol, flavonoid, and anthocyanidin compounds that have antioxidant activity. The stability of phenolic compounds depends on the pH of the solution. A decrease in total phenolic levels causes a decrease in antioxidant activity. The chemical stability and DPPH free radical scavenging activity of avocado seed extract against pH are not yet known.Objective: This study aimed to determine the effect of pH on the chemical stability and DPPH free radical scavenging activity of avocado seed extract.Methods: Chemical stability was observed from changes in total phenolic levels, and stability of DPPH free radical scavenging activity was observed from the difference in the percentage of DPPH reduction of the extract solution in phosphate-citrate buffer at pH 3.24, 5.52, and 7.44 before and after being heated at 60°C for 2 hours.Results: The average decrease in total phenolic levels of the extract in buffer pH 3.24, 5.52, and 7.44 before and after being heated was 5.76%, 3.89%, and 22.08%, respectively. The decrease in DPPH free radical scavenging activity of the extract in buffer pH 3.24, 5.52, and 7.44 before and after heating was 24.78%, 1.96%, and 56.09%, respectively. There is a significant difference in the total phenolic content and DPPH free radical scavenging activity of the acetone extract solution in phosphate–citrate buffer at pH 3.24 and 7.44 before and after heating, but there is no significant difference at pH 5.52.Conclusion: Therefore, in the development of formulations containing acetone extract of avocado seeds, buffering at a pH close to 5.22 is required.