Ryan Hasianda Pasaribu
STIE IBEK Pangkalpinang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN TINGKAT EFISIENSI PASAR MODAL BENTUK LEMAH DI BURSA EFEK INDONESIA PADA PERIODE SEBELUM DAN SELAMA PANDEMIC COVID-19 Ryan Hasianda Pasaribu
Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 1 No. 2 (2022): Juni : Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.474 KB) | DOI: 10.56127/jekma.v1i2.210

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menghadirkan bukti empiris terkait hipotesis pasar efisien bentuk lemah di Bursa Efek Indonesia untuk periode sebelum pandemic covid-19 dan selama pandemic covid-19 yang diproksi menggunakan Indeks Sektoral IDX-IC Finance. Hipotesis Pasar Efisien pada pasar modal menyatakan bahwa terjadi reaksi yang cepat terkait fluktuasi nilai di pasar berdasarkan informasi - informasi relevan yang dilakukan oleh para investor. Suatu kondisi pasar modal yang efisien ditandai dengan pergerakan harga yang acak atau tidak memiliki suatu pola khusus yang dapat digunakan oleh investor di pasar untuk memperoleh abnormal return dalam jangka panjang. Pengujian kerandoman pergerakan Indeks Sektoral IDX-IC Finance pada penelitian ini dengan menggunakan Run Test. Dasar pengambilan keputusan keacakan data yaitu apabila z-value berada pada rentang -1.96 hingga + 1.96 maka dikatakan data harga bergerak secara acak, sedangkan apabila z-value tidak berada pada rentang -1.96 hingga + 1.96 maka dikatakan sampel data tidak bergerak secara acak. Pada kaidahnya, apabila suatu data memiliki fluktuasi acak maka segala bentuk metode peramalan harga tidak dapat diimplementasikan dikarenakan alih – alih terdapat pola teknikal ataupun pola historis, data harga berfluktuasi dikarenakan adanya informasi – informasi baru yang hadir di pasar. Pada penelitian ini metode yang digunakan sehubungan dengan peramalan data yaitu Generalized Autoregresive Conditional Heteroscedasticity (GARCH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji Run Test untuk IDX-IC Finance periode sebelum pandemic covid-19 dan periode selama pandemic covid-19 memiliki nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05 yang membuktikan bahwa data tidak bergerak secara acak. Sementara itu uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Paired Sample T-Test memiliki nilai masing – masing sebesar 0.688 > 0.05 dan 0.691 > 0.05, yang menyatakan bahwa tidak terdapat signifikansi perbedaan pada data aktual dan data hasil estimasi terhadap IDX-IC Finance untuk periode sebelum pandemic covid-19 dan selama pandemic covid-19
ANALISIS PERBANDINGAN POTENSI RISIKO MAKSIMUM YANG DIHADAPI INVESTOR DENGAN BERINVESTASI DI PORTOFOLIO OPTIMAL METODE MARKOWITZ DAN PORTOFOLIO OPTIMAL METODE SINGLE INDEX MODEL Ryan Hasianda Pasaribu
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 01 (2024): Januari : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v3i01.1147

Abstract

Penelitian ditujukan untuk mengidentifikasi risiko maksimum yang mungkin diterima investor menggunakan pendekatan statistik. Model Exponentially Weighted Moving Average (EWMA) dikenal sebagai salah satu pendekatan untuk mengestimasi volatilitas data yang tidak konstan atau bersifat heteroskedastis sehingga metode ini dapat diaplikasikan pada data nilai return saham yang sama. Penelitian ini menggunakan data emiten Indeks LQ45 selama periode 2014 – 2018 dengan jumlah emiten sebanyak 26 emiten. Analisis dilakukan terhadap data return saham untuk periode harian (daily return) dengan menggunakan eksposur investasi sebesar Rp. 10.000.000,00. Hasil uji EWMA menunjukkan bahwa VAR maksimum untuk 5 (lima) hari perdagangan kedepan yang mungkin dihadapi investor portofolio adalah sebesar Rp. 545.973,00 untuk portofolio optimal model SIM, dan sebesar Rp. 521.470,00 untuk portofolio optimal model Markowitz.