Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN KERAJINAN TRADISIONAL DAUN PANDAN DAN TEKNIK PEWARNAANNYA KEPADA MAHASISWA PROGRAM STUDI BIOLOGI UNIVERSITAS CENDERAWASIH Lisye Iriana Zebua; Ervina Indrayani
JURNAL PENGABDIAN PAPUA Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Uncen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2941.233 KB) | DOI: 10.31957/.v2i1.641

Abstract

Pandan leaves is one of the commodities of non timber forest products that have potential and usefeul as raw materian of handicraft. According to market demand and over time, Pandanus crafts are made into a variety of creative and innovative forms, such as handbags, sandals, storage boxes, file boxes, and so on. Community service activity is aimed to train and guide the students in Biology Departmentto create innovative products from pandan leaf crafts and to train them to do pandan leaf cloring techniques so that it becomes a quality craft materials. The results of the devotion work well, the students managed to cerate some innovative products, including sandals, hand fans and placemates. Based on the questionnaire analysis shows that 100% of students get new knowledge about handicrafts and coloring techniques pandanleaf staining, and activities like this can be used as extracurricular activities for students in the department of Biology. Keywords: Pandan leaf, handycrafts, staining technique 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI RUMAH BELAJAR KOMUNITAS (RBK) BAGI MASYARAKAT BUTA AKSARA DI DESA YABEMA DISTRIK ELELIM KABUPATEN YALIMO Lisye Iriana Zebua; Wigati Yektiningtyas; Rosye Hefmi R. Tanjung
JURNAL PENGABDIAN PAPUA Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : LPPM Uncen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1263.407 KB) | DOI: 10.31957/.v4i3.1372

Abstract

Illiteracy is the basis of human knowledge. By reading humans can improve their quality. The purpose of this community service activity is to establish a Community Learning House (RBK) to the illiterate community in Yabema village, Elelim District, Yalimo Regency, so that the community is able to read, write and count. The activity method consists of six stages, namely problem identification, planning process, projection, assessment, evaluation, and monitoring. The results achieved from the community empowerment program through Community Learning Centers (RBK) for the illiterate community in Yabema Village have a significant influence in motivating participants, increasing readiness for learning, increasing the ability of calistung (reading, writing and arithmetic) and communication and enhancing functional skills (for example, can read identity card, write names, and make simple sentences). Keywords: Illiteracy, Community Learning Centers, Yabema, Yalimo
PELATIHAN PRODUK OLAHAN PERMEN PINANG: PERMEN DI KAMPUNG MARIBU, PAPUA Yuliana Ruth Yabansabra; Janviter Manalu; Lisye Iriana Zebua; Krisna Dewi; Irene Lingga; Eva Susanty Simaremare
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 10 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i10.3766-3775

Abstract

Kampung Maribu, Kabupaten Jayapura, Papua, memiliki potensi besar dalam pengembangan pinang (Areca catechu) sebagai komoditas lokal yang bernilai ekonomi. Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada penjualan dalam bentuk mentah dan konsumsi tradisional sehingga belum memberikan nilai tambah yang signifikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemuda Karang Taruna Maribu dalam mengolah pinang menjadi produk pangan berupa permen. Metode pelaksanaan dilakukan melalui In-Service Training (IST) untuk memberikan pemahaman konseptual mengenai potensi pinang, higienitas dasar, bahan, serta proses produksi, dan On-Service Training (OST) berupa praktik langsung pembuatan permen pinang. Evaluasi dilakukan dengan desain one-group pretest–posttest menggunakan instrumen berupa soal pengetahuan dan angket kepuasan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, di mana lebih dari 95% peserta menyatakan memahami bahan, langkah, serta proses pembuatan permen setelah pelatihan, dibandingkan dengan pengetahuan awal yang masih rendah (hanya 28–36%). Tingkat presensi peserta mencapai lebih dari 90%, dengan mayoritas berasal dari kelompok usia produktif (21–30 tahun) dan didominasi perempuan (80%). Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan pembuatan permen pinang efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan wirausaha berbasis pangan lokal yang berkelanjutan.