Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Midwifery Health Journal

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Terhadap Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi 0 – 12 Bulan Di Puskesmas Talang Banjar Jambi Silvia Mariana; Desy Susanti
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 6 No 1 (2021): Midwifery Health Journal
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.62 KB) | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v6i1.47

Abstract

WHO tahun 2015 angka kematian ibu ( AKB ) menjadi indicator kesehatan pertama dalam menentukan derajat kesehatan anak karena cerminan dari status kesehatan anak pada saat ini serta salah satu indicator keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Hal ini sesuai dengan yang di canangkan dalam millennium Development Goals (MDgs) 2015 pada butir ke 4 dalam rangka menurunkan AKB 24 per 1000 kelahiran hidup. Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen yang serupa tidak terjadi penyakit. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian imunisasi dasar di Puskesmas Talang Banjar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu yang memiliki bayi dan balita. Penentuan besar sampel menggunakan teknik total sampling, dan ditemukan besar sampel sebanyak 35 ibu. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik sebanyak 15 responden (42,9%). Dan sikap positif sebanyak 9 respondent (25,7%). Sebagian besar respondent memberikan imunisasi dasar lengkap sebanyak 15 respondent (42,9%). Terdapat hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi dasar dengan p-value 0,20 (p=< 0,05). Terdapat Hubungan sikap ibu dengan pemberian imunisasi dasar dengan p-value 0,29 (p=< 0,05).
HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN RETENSIO PALSENTA DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI Silvia Mariana; Rahmah Rahmah
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2020): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.749 KB)

Abstract

Tingginya angka kematian ibu merupakan masalah besar yang terjadi dalam bidang kesehatan. Angka kematian ibu di Indonesia masih tertinggi di ASEAN. Persalinan merupakan hal yang sangat ditunggu oleh ibu hamil. Tapi dalam persalinan dan setelah melahirkan adalah suatu yang rawan bagi ibu untuk mengalami perdarahan yang begitu hebat. Penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan 67% (atonia uteri sebesar 22,88%, sisa plasenta sebesar 19,40%, retensio plasenta sebesar 40,30%, dan persalinan dengan laserisasi jalan lahir sebesar 16,42%). Perdarahan terjadi 10 kali lebih sering pada saat persalinan (Arifin, 2012).Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubunganusia dan paritas ibu bersalin dengan kejadian retensio plasenta di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Provinsi Jambi tahun 2019.Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara usia dengan kejadian retensio plasenta di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi dengan nilai p value 0,001 dan tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian retensio plasenta di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi nilai p value 0,102. Diharapkan hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi guna melakukan pencegahan dini terhadap kejadian retensio plasenta, karena sebagian besar kejadian kejadian retensio plasenta dapat diprediksi sebelumnya. ) Kata Kunci : Usia, Paritas, Retensio Plasenta
HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI Silvia Mariana
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 4 No 2 (2019): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.436 KB) | DOI: 10.52524/jurnalkebidananjambi.v4i2.6

Abstract

ABSTRACT Asphyxia is a condition of the newborn who does not immediately breathe spontaneously, the reproductive status of the mother also affects the incidence of asphyxia needed by mothers at risk and also at the risk of parity can cause complications or complications. The aim was to determine the relationship between age and parity of mothers with neonatorial asphyxia in Rsud Raden Mattaher Jambi. the method used is: Case-Control using a retrospective approach. With 3 variables, namely the independent variable is age, maternal parity and the dependent variable is neonatal asphyxia, analysis of data with univariate and bivariate analysis to determine the relationship of age and parity with the incidence of neonatal asphyxia using the chi square test. The results showed that the majority of mothers at risk of not having neonatal asphyxia (39.8%) and at risk of neonatal asphyxia (55.7%) meant that there was a relationship between age and neonatal asphyxia with P-Value 0.028 and OR 1,908 . And parity of mothers who are not at risk of not experiencing neonatal asphyxia (57.6%), parity is at risk of experiencing neonatal asphyxia (62.5%). There is a relationship between parity and neonatal asphyxia with P-Value 0.004 and OR 2.268. The conclusion is there is a relationship between age and parity of mothers with the incidence of neonatal asphyxia. Efforts can be made to provide counseling about the optimal age for pregnancy, encourage mothers to ANC at least 4 times and set a pregnancy distance of at least 3 years.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal Silvia Mariana; Eka Fajar Wati
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 7 No 2 (2022): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.237 KB) | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v7i2.130

Abstract

Terdapat 2,7 juta kasus rupture perineum di dunia pada ibu bersalin, dimana angka ini diperkirakan akan mencapai 6,3 juta pada tahun 2050 (Kurniawan, 2020). Menurut Kemenkes (2018), rupture perineum merupakan penyebab kedua tersering dari perdarahan pasca persalinan setelah atonia uteri. Rupture perineum merupakan perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Akibat langsung dari rupture perineum adalah dapat terjadi perdarahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal di PMB Azimah A.Md.Keb Kota Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah ibu bersalin normal pada bulan Januari sampai Desember tahun 2021 di PMB Azimah A.Md.Keb yang berjumlah 142 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling 142 orang. Analisa data menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh nilai p=0,063 (p > 0,05) untuk umur ibu, p=0,000 (p < 0,05) untuk paritas, dan p=0,332 (p > 0,05) untuk berat bayi lahir. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara paritas dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal di PMB Azimah A.Md.Keb Kota Jambi dan tidak ada hubungan antara umur ibu dan berat bayi lahir dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal di PMB Azimah A.Md.Keb Kota Jambi.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Menyusui dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Simpang Pandan Kab. Tanjung Jabung Timur tahun 2021 Silvia Mariana; Rosa Riya; Riski Mila Sari
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 6 No 2 (2021): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.784 KB) | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v7i1.121

Abstract

Gizi kurang dan gizi buruk merupakan status gizi yang didasarkan pada indeks berat badan menurut umur (BB/U). Kejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Pada tahun 2017 22,2% atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting.. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu menyusui dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Simpang Pandan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu menyusui yang memiliki balita. Penentuan besar sampel menggunakan teknik simple rand sampling, dan ditemukan besar sampel sebanyak 112 ibu. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Sebagian besar ibu memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 48 responden (55,2%). Dan lebih banyak sikap negatif sebanyak 9 respondent (25,7%). Sebagian besar respondent memberikan imunisasi dasar lengkap sebanyak 44 respondent (50,6,%). Terdapat hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dengan p-value 0,001 (p=< 0,05). Terdapat Hubungan sikap ibu dengan kejadian stunting dengan p-value 00019 (p=< 0,05).
HUBUNGAN KEHAMILAN SEROTINUS DAN KADAR ERITROSITDENGANKEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RADEN MATTAHER PROVINSI JAMBI Silvia Mariana; Rosa Riya
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1 (2020): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.543 KB) | DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v5i1.30

Abstract

Asfiksia adalah kegagalan nafas secara spontan pada saat lahir atau beberapa saat setelah lahir.serotinus adalah penyebab utama mortalitas dan morbiditas ibu dan janin.Eritrosit memiliki inti sel yang beredar di sirkulasi pada keadaan hipoksia terjadi peningkatan eritrosit berinti bebanding lurus dengan semakin beratnya hipoksia yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanyan hubungan kehamilan serotinus dan kadar eritrosit ibu dengan kejadian asfiksia pada neonatus di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi 2018.Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian case-control dengan pendekatan Retrospektive.. Hasil penelitian yaitu serotinus tidak beresiko dengan asfiksia (40,7%) dan serotinus beresiko kejadian asfiksia (59,3%) dengan nilai Odds Ratio53,861. eritrosit tidak beresiko dengan kejadian asfiksia (65,0%), eritrosit beresiko kejadian kejadian asfiksia (35,0% ) dimana nilai Odds Ratio.100, 161. Hasil uji chi-square di peroleh P=0,000 untuk kehamilan serotinus , P=0,000 untuk kadar eritrosit, artinya ada hubungan kehamilan serotinus dan kadar eritrosit dengan kejadian asfiksia neonatorum di rsud radden Mattaher Provinsi Jambi. Kata Kunci :Asfiksia, Kehamilan Serotinus, kadar eritrosit
HUBUNGAN USIA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA AWITAN LAMBAT DI RUMAH SAKIT UMUM RADEN MATTAHER PROVINSI JAMBI Rini Mustikasari KP; Silvia Mariana
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 4 No 2 (2019): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.968 KB) | DOI: 10.52524/jurnalkebidananjambi.v4i2.7

Abstract

Preeclampsia is the leading cause of maternal death in the world. A study estimates that the incidence of preeclampsia in the world ranges from 2% -10% in North America and 5-7 cases per 10,000 births, and in Indonesia Preeclampsia is the cause of 30-40% of perinatal deaths.The purpose of this study was to determine the relationship between the age of pregnant women and the incidence of late onset preeclampsia in Raden Mattaher General Hospital Jambi Province.This study uses a case control design with a Retrospective approach. The population in this study were all pregnant women who performed ANC in Raden Mattaher General Hospital Jambi Province in 2019, with a sample of 108 people consisting of 54 cases and 54 controls. The results of the research that have been done are found in respondents who experience late onset preeclampsia with a risk of maternal age as many as 39 respondents (36.1%) and at risk of maternal age as many as 15 respondents (13.9%), in respondents who did not experience late preeclampsia with the age of at-risk mothers was 23 respondents (21.3%) and the risk of mothers who were not at risk was 31 respondents (28.7%). The results of the chi-square statistical test concluded that there was a relationship between age and the incidence of late onset preeclampsia, with a value (OR) of 3,504 (1,569-7,829), and a p-value of 0,004 was obtained.