Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DESIGN OF HOTEL PERFORMANCE LEVEL MEASUREMENT SYSTEM BASED ON HALAL VALUE WITH BSC METHOD Hanin FItria; Syahrial Aman; Tita Latifah Ahmad
Journal of Industrial Engineering and Halal Industries Vol. 2 No. 2 (2021): Journal of Industrial Engineering and Halal Industries (JIEHIS)
Publisher : Industrial Engineering Department, Faculty of Science and Engineering, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jiehis.3442

Abstract

In running the hotel business, it is always required to be able to compete and maintain the loyalty of the stakeholders in order to continue to exist. One of the efforts to be able to compete and maintain the loyalty of stakeholders is to find out how far the performance of the hospitality business is and what efforts are being made to improve its performance. In measuring company performance, it does not only focus on general aspects, but also considers other aspects, namely measuring company performance based on its halal value. In this study, the Balanced Scorecard method was used based on halal values ​​to be able to measure the company's performance. The results obtained after measuring using the Balanced Scorecard, namely the final score of the company's overall performance was obtained at 82.08% which was included in the very good category. From a financial perspective, the results of achievement, level of achievement, and scores from 2013 to 2015 were 32.95%, 71.04%, and 71.04%, respectively. Then from the customer's perspective, the results of achievement, level of achievement, and scores from 2013 to 2015 were 83.98%, 92.48%, and 92.48%, respectively. From the perspective of internal business processes, the results of achievement, level of achievement, and scores from 2013 to 2015 were 83.34%, 83.34%, and 83.34%, respectively. From the growth and learning perspective, the results of achievement, level of achievement, and scores from 2013 to 2015 were 60.78%, 86.26%, and 86.26%, respectively. However, the measurement using the Balanced Scorecard only focuses on the company's financial results and the unfavorable correlation between non-financial measures and the results. This situation will be a weakness of the Balanced Scorecard method because it cannot continue to take more specific steps forward so it cannot perform more accurate performance measurements.
Eksportir Melalui Digitalisasi di Masa Pandemi Covid19 Syahrial Aman; Supriyanto Supriyanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.268 KB)

Abstract

Masa New Normal, menuntut Ekspor mengarah ke digital yangmampu memberikan kemanfaatan bagi perekonomian Nasional.Produk yang ditentukan oleh eksportir mampu menembus pasarInternasional dengan mengutamakan kearifan local produkIndonesia. Penelitian ini menganalisis tentang digitalisasi eksporakibat dampak Covid 19. Metode penelitian ini menggunakanpenelitian dengan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitianini diketahui bahwa ekspor digital yaitu produk yang dijual, promosiproduk, konsistensi produk dan kapasitas produksi sangatmenentukan proses ekspor terhadap dunia Internasional. Mudahnyamengakses melalui digitalisasi membuat akses yang luas dan sistempengelolaan yang mudah dan cepat sehingga dunia Internasionalpun mampu sangat mudah mengetahui dan mengenal produk produkIndonesia.
PENERAPAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA PERENCANAAN PERSEDIAAN AIR MINERAL KEMASAN UNTUK PASIEN RAWAT INAP Cikita Berlian Hakim; Hanin Fitria; Syahrial Aman
JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI Vol 4, No 2 (2023): JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN INDUSTRI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jatmi.v4i2.2074

Abstract

AbstrakPerawatan yang diberikan kepada pasien rawat inap oleh rumah sakit atau pelayanan kesehatan bukan hanya perawatan medis namun terdapat aspek-aspek penunjang yang mempengaruhi perawatan tersebut. Diantara elemen-elemen yang ada dalam aspek kenyamanan salah satunya adalah ketersediaan akan kebutuhan air minum yang bersih dan aman. Dalam konteks ini persediaan air mineral dalam kemasan untuk pasien rawat inap telah menjadi pertimbangan sangat penting bagi sebuah rumah sakit yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan secara optimal. Masalah utama terletak pada merancang strategi perencanaan persediaan yang komprehensif yang mengoptimalkan keseimbangan antara ketersediaan air mineral kemasan dan biaya pengadaan, penyimpanan, dan limbah yang terkait. Jumlah pasien yang berfluktuasi, variasi musiman, dan perubahan permintaan yang tiba-tiba karena keadaan darurat atau keadaan yang tidak terduga dapat menantang bahkan sistem manajemen persediaan yang dirancang paling baik sekalipun. Studi ini bertujuan untuk mengatasi kompleksitas perencanaan persediaan air mineral dalam kemasan dalam konteks rawat inap dan mengusulkan solusi yang kuat yang sejalan dengan tujuan perawatan pasien, kehati-hatian keuangan, dan efisiensi operasional. EOQ menawarkan cara sistematis untuk mencapai keseimbangan antara mempertahankan tingkat persediaan yang memadai dan mengurangi biaya yang diakibatkan oleh pemesanan dan penyimpanan. Untuk mengatasi terjadinya kekurangan stok pada air mineral kemasan pasien rawat inap yaitu dengan menghitung peramalan kebutuhan dengan metode peramalan yang memiliki MAPE terkecil yaitu moving average. Nilai yang dihasilkan metode moving average dalam penelitian ini adalah 0,04. Hasil dari peramalan MA menghasilkan kebutuhan untuk bulan juli 2023 RS membutuhkan 593 karton air mineral kemasan untuk pasien rawat inap.