Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Produktivitas Padi Sawah melalui Pemupukan Presisi dan Aplikasi Kasgot sebagai Strategi Pemberdayaan Petani Menuju Ketahanan Pangan Desa Gununglurah Syarifah, Risqa Naila Khusna; Purwanto; Lafi Na’imatul Bayyinah; Dian Novitasari; Hana Hanifa; Hanim Rahayuani Ratnaningsih; Nindy Sevirasari; Wilujeng Hidayati; Rosi Widarawati
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2881

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas padi sawah melalui penerapan pemupukan presisi dan aplikasi kasgot sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kesuburan tanah akibat minimnya penggunaan bahan organik serta ketergantungan terhadap pupuk anorganik dengan dosis yang tidak terukur. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan koordinasi awal, penyuluhan, analisis tanah menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), aplikasi kasgot terformulasi, pembuatan demplot seluas satu hektar, serta pendampingan dan monitoring pertumbuhan tanaman. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani terhadap pengelolaan kesuburan tanah dan pemupukan presisi. Respons awal tanaman pada fase vegetatif menunjukkan pertumbuhan yang lebih seragam, warna daun lebih hijau, serta kondisi fisik tanah yang lebih gembur dibandingkan kontrol. Selain itu, terjadi perubahan pola pikir petani terhadap pemanfaatan pupuk organik sebagai bagian dari sistem budidaya berkelanjutan. Kegiatan ini berpotensi menjadi model penerapan teknologi tepat guna yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung peningkatan produktivitas padi dan penguatan ketahanan pangan lokal.
Strategi Budidaya Tanaman Pangan di Wilayah Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Bukit Soedirman Ike Sitoresmi Mulyo Purbowati; Hana Hanifa; Gigieh Henggar Jaya
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i1.4286

Abstract

Abstract: Forests serve as vital supports ecosystems and hold significant economic value. Complete reliance on forests as livelihoods threatens their ecological functions. Karang Jengkol Village hosts the Special Purpose Forest Area (KHDTK) managed by Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Field observations revealed several challenges faced by farmer groups living around the forest. A key issue is limited knowledge of food crop cultivation, causing ongoing forest land conversion. To address this problem, the transfer of knowledge regarding cultivation practices of food crops in forest areas is required, particularly through regulatory outreach activities. Activities used extension, active learning, and mentoring, targeting PKK members and KTH Cemara Soedirman farmers. Following the outreach activities, the community demonstrated improved understanding of the three–four strata planting system. Based on evaluation results, prior to the program most respondents (88.24% or 15 individuals) exhibited low levels of knowledge, while 11.27% (2 individuals) had moderate understanding. After the program, the number of respondents with moderate understanding increased to 5 individuals (29.41%), and those with high levels of understanding rose significantly from 0% to 12 individuals (70.59%). Keywords: forest farmers group; KHDTK Unsoed; planting pattern; special purpose forest area Abstrak: Hutan tidak hanya berperan sebagai penopang ekosistem, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang penting. Jika masyarakat sepenuhnya bergantung pada hutan sebagai sumber mata pencaharian utama, fungsi hutan sebangai penyangga ekosistem dapat terancam. Desa Karang Jengkol merupakan lokasi di mana Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unsoed berada. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani di sekitar hutan. Salah satu di antaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai teknik budidaya tanaman pangan di kawasan hutan, yang menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan hutan secara berkelanjutan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan transfer pengetahuan tentang pola budidaya tanaman pangan di area hutan melalui kegiatan transfer pengetahuan pola tanam tiga atau empat strata. Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan, pembelajaran aktif dan pendampingan dengan Masyarakat sasaran yaitu ibu-ibu PKK dan petani KTH Cemara Soedirman. Setelah kegiatan sosialisasi dilaksanakan, masyarakat menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep pola tanam 3–4 strata. Berdasarkan hasil evaluasi, sebelum kegiatan mayoritas responden (88,24% atau 15 orang) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, sementara 11,27% (2 orang) berada pada tingkat pemahaman sedang. Setelah kegiatan berlangsung, jumlah responden dengan pemahaman sedang meningkat menjadi 5 orang (29,41%), dan yang memiliki pemahaman tinggi bertambah signifikan dari 0% menjadi 12 orang (70,59%). Kata kunci: bukit soedirman; kelompok tani hutan; KHDTK; pola tanam