Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Hasil Selada (Lactuca sativa) terhadap Aplikasi Pupuk Hayati Bio-P60 dan Bio-T10 Wilujeng Hidayati; Saparso; Sevirasari, Nindy
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 9 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v9i2.770

Abstract

Hidroponik menjadi teknik budidaya yang banyak digunakan dalam praktik pertanian perkotaan karena mudah penerapannya dan cocok untuk wilayah minim lahan. Pemilihan sistem hidroponik penting dipertimbangkan menyesuaikan karakteristik sumber daya. Namun dalam budidaya hidroponik terkadang ditemui kendala karena kurang nutrisi maupun adanya serangan penyakit busuk akar. Pupuk hayati menjadi salah satu solusi mengatasi hal terebut dengan memanfaatkan mikroorganisme yang dapat bersimbiosis dengan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan sistem hidroponik dan jenis pupuk hayati yang menghasilkan selada terbaik. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu sistem hidroponik (Wick dan NFT) dan pupuk hayati (tanpa pupuk hayati, Bio-P60 dan Bio-T10) sehingga didapatkan 6 kombinasi perlakuan. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (α=5%) dan jika beda nyata data dianalisis lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (α=5%). Hasil menunjukkan bahwa sistem hidroponik tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot ekonomis selada. Namun, pupuk hayati Bio-T10 menghasilkan luas daun tertinggi. Aplikasi Bio-T10 dan Bio-P60 meningkatkan bobot biologis dan bobot ekonomis selada dibandingkan tanpa perlakuan pupuk hayati. Hasil terbaik yang disarankan untuk praktik pertanian perkotaan adalah penggunaan sistem Wick sederhana yang dikombinasikan dengan aplikasi Bio-T10.
Effect of BIO-P60 and BIO-T10 Applications on the Growth and Yield of Water Spinach Using a Hydroponic System Nindy Sevirasari; Saparso Saparso; Wilujeng Hidayati
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 29, No 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v29i1.26433

Abstract

Cultivating water spinach using a hydroponic system and applying biofertilizers is a modern, environmentally friendly agricultural solution. This research aimed to determine the effect of Bio P60 and Bio T10 applications on the growth and yield of water spinach in a hydroponic system. The research was conducted in Banyumas Regency, Central Java, from February to May 2025. A Completely Randomized Design was employed with 2 factors. The first factor is hydroponic systems: wick and NFT systems, and the second factor is biofertilizer: Bio P60, Bio T10, and without biofertilizer. Data were analyzed using Analysis of Variance and Tukey's test at α = 5%. The research results showed that the wick and NFT (Nutrient Film Technique) hydroponic systems produced no significant differences in plant height, number of leaves, leaf area, biological fresh weight, and economic fresh weight of water spinach. Seed treatment by soaking with Bio P60 and Bio T10 biofertilizers significantly increased the biological fresh weight and economic fresh weight of water spinach compared to without biofertilizer application. In this study, biological fresh weight is an important variable determining the high production of water spinach per plant, with correlation coefficient and path coefficient analysis values of r = 0.92 (p-value ≤ 0.01) and β = 0.94 (p-value ≤ 0.05), respectively. To improve water spinach production and encourage sustainable farming methods, it is advised to use Bio P60 and Bio T10 in hydroponic water spinach cultivation.