Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Posisi Duduk dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Penjahit di Tasikmalaya Zira Afrizeina Kurnia; Tursina, Alya; Perdana, Rizki
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10334

Abstract

Abstract. The Global Burden of Disease (GBD) shows that around 1,71 billion people experienced musculoskeletal disorders in 2019. Diseases caused by work in West Java province continue to increase. Many musculoskeletal disorders arise due to physical factors and poor ergonomics, such as lower back pain. This study aims to analyze the effect of sitting position on complaints of lower back pain among tailors in Tasikmalaya. This research is a cross sectional study conducted at CV Buana Ar-Rahni Tasikmalaya. The research sample came from data taken from interview data in the form of the Oswestry Low Back Pain Disability Questionnaire and body posture assessments of workers were seen using the ovako working sheet assessment on 55 female seamstresses at CV Buana Ar-Rahni. Interview and observation data include age characteristics, educational history, length of work, duration of sewing, complaints of back pain, and ergonomic sitting position. Data were analyzed using bivariate tests and ChiSquare and Lemeshow statistical tests were carried out. Characteristics of all respondents experiencing lower back pain. There were 25 respondents (45,4%) who suffered from mild disabilities. The results of the analysis of the relationship between sitting position and complaints of lower back pain obtained a p value of 0,02 (< 0,05) which shows that there is a significant relationship between sitting position while working and complaints of pain in the lower back among tailors at CV Buana Ar-Rahni. Lower back pain and musculoskeletal pain that occur can be prevented by good sitting positions and ergonomics that are usually used by workers. Abstrak. Global Burden of Disease (GBD) menunjukan ada sekitar 1,71 miliar orang yang mengalami gangguan muskuloskeletal pada tahun 2019. Penyakit yang disebabkan pekerjaan di provinsi Jawa Barat terus mengalami kenaikan. Mayoritas gangguan muskuloskeletal muncul disebabkan faktor fisik dan posisi ergonomi yang kurang baik seperti nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada penjahit di Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan di CV Buana Ar-Rahni Tasikmalaya. Sampel penelitian berasal dari data yang diambil dari data wawancara berupa kuisioner Oswestry Low Back Pain Disability Quistionare dan penilaian postur tubuh pada pekerja dilihat menggunakan ovako working sheet assessment pada 55 penjahit perempuan di CV Buana Ar-Rahni. Data wawancara dan observasi berupa karakteristik usia, riwayat pendidikan, lama kerja, durasi menjahit, keluhan nyeri punggung, dan posisi duduk ergonomis. Data dianalisis dengan uji bivariat serta dilakukan uji statistik chi-square dan lemeshow. Karakteristik seluruh responden mengalami nyeri punggung bawah. Pekerja yang mengalami disabilitas ringan berjumlah 25 responden (45,4%). Hasil analisis hubungan antara posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah didapatkan nilai p sebesar 0,02 (< 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara posisi duduk saat bekerja dan keluhan nyeri pada bagian punggung bawah pada penjahit di CV Buana Ar-Rahni. Nyeri punggung bawah dan nyeri muskuloskeletal yang terjadi dapat dicegah oleh posisi duduk yang baik dan ergonomi yang dibiasakan oleh pekerja.
Hubungan Faktor Risiko Stroke dan Hipertensi terhadap Kejadian Demensia Vaskular Muhammad Ayatullah Rafsanjani Sutrisno; Alya Tursina; Mochammad Faisal Afif Mochyadin
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10697

Abstract

Abstract. WHO states that 55 million people suffering from dementia due to the increasing number of elderly people. In Bandung, 35.3% of elderly people suffering from dementia. In a journal published by the AHA it is stated that 7-40% of stroke incidents which can result in vascular dementia. Meanwhile, in another study, it was explained around 39.1% of dementia patients suffered from hypertension. The subjects in this study were 328 data from medical records of dementia patients at Al-Ihsan Hospital in 2020-2022 which were taken using the total sampling method. This research was analytical observational cross sectional using the chi-square method. The research data processing was carried out using univariate and bivariate analysis. This research shows that vascular dementia cases account for 67.4% of all dementia cases, most widely gender was male (61.5%) and the most age was 60-64 years (23.5%). Regarding the relationship between stroke and the incidence of vascular dementia, the result was p=0.205 and odds ratio=1,352. Meanwhile, the relationship between hypertension and the incidence of vascular dementia was found to be p=0.022 and odds ratio=0,461.It was concluded there was no relationship between stroke risk factors and the incidence of vascular dementia and there was a relationship between hypertension risk factors and the incidence of vascular dementia. Modifiable risk factors, namely stroke and hypertension, only contribute to some of the risk factors for vascular dementia. Other risk factors such as education, lifestyle, duration of disease and others are needed to get better results. Abstrak. WHO menyebutkan terdapat 55 juta orang menderita demensia disebabkan oleh peningkatan jumlah lansia. Di Indonesia, terjadi peningkatan jumlah lansia yang signifikan. Di kota Bandung terdapat 35,3% lansia yang menderita demensia. Selain usia, jenis kelamin, dan faktor risiko vaskular menjadi aspek karakteristik pasien yang dapat meningkatkan angka kejadian demensia. Pada jurnal yang diterbitkan oleh AHA menyebutkan terdapat 7-40% kejadian stroke yang dapat berakibat pada kejadian demensia vaskular. Sedangkan pada penelitian lain dijelaskan bahwa sekitar 39,1% pasien demensia menderita hipertensi. Subjek pada penelitian ini berjumlah 328 data rekam medis pasien demensia di RSUD Al-Ihsan tahun 2020-2022 yang diambil menggunakan metode total sampel. Penelitian ini berbentuk observasional analitik cross sectional dengan menggunakan metode chi-square. Pengolahan data penelitian dilakukan analisis univariat dan bivariat. Penelitian ini menunjukan pada kasus demensia vaskular mencapai 67,4% dari seluruh kejadian demensia. Dari data tersebut, jenis kelamin terbanyak pada pria (61,5%) dan usia terbanyak pada 60-64 tahun (23,5%). Pada hubungan faktor risiko stroke terhadap kejadian demensia vaskular didapatkan hasil p=0,205 dan odds ratio=1,352. Sedangkan, hubungan faktor risiko hipertensi terhadap kejadian demensia vaskular didapatkan hasil p=0,022 dan odds ratio=0,461. Disimpulkan tidak terdapat hubungan faktor risiko stroke terhadap kejadian demensia vaskular dan terdapat hubungan faktor risiko hipertensi terhadap kejadian demensia vaskular. Faktor risiko modifiable yaitu stroke dan hipertensi hanya menyumbang sebagian faktor risiko demensia vaskular. Faktor risiko lain seperti pendidikan, gaya hidup, durasi penyakit dan lainnya dibutuhkan untuk mendapat hasil yang lebih maksimal.
Perbandingan Karakteristik Demensia Vaskular dan Demensia Alzheimer di RSUD Al-Ihsan Bandung Tahun 2020-2022 Maulavy Sofia Firdaus; Alya Tursina; Ayu Prasetia
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.12426

Abstract

Abstract. Dementia is still the seventh disease that can cause death in the elderly in the world. Based on analysis data on the Global Burden of Disease (GBD) in 2050, the number of dementia cases is predicted to reach 3.4 million. The number of dementia sufferers in West Java Province is estimated to increase to 20,000 by 2025. Data related to the demographic characteristics of Alzheimer's and vascular dementia patients is very important to use as a reference for future research. This research is a cross-sectional study using 269 medical record data on the age and gender characteristics of patients with Alzheimer's dementia and vascular dementia for the period 2020-2022 at Al-Ihsan Regional Hospital, Bandung. This research was analyzed using univariate, bivariate tests and Chi-Square statistical tests. This research data was divided into two groups based on gender and age. Regarding gender characteristics, men and women, vascular dementia patients were dominated by men with a total of 137 patients (50.9%). Meanwhile, Alzheimer's dementia was found in 23 patients (8.6%) in each gender. Age characteristics are divided into three groups, namely 46-55 years old, 56-65 years old, and >65 years old. Patients with vascular dementia and Alzheimer's dementia were dominated by those aged >65 years with 106 patients (39.4%) and 30 patients (11.2%) respectively. However, the results of the Chi-Square analysis for both characteristics had a p-value >0.05. There are no differences in the characteristics of vascular dementia and Alzheimer's dementia based on gender and age at Al-Ihsan Hospital Bandung in 2020-2022. Abstrak. Demensia merupakan penyakit ketujuh yang dapat menyebabkan kematian pada lansia di dunia. Berdasarkan data analisis pada Global Burden of Disease (GBD) pada tahun 2050, capaian kasus demensia diprediksi akan menyentuh angka 3,4 juta. Jumlah penderita demensia di Provinsi Jawa Barat diperkirakan meningkat menjadi 20.000 pada tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan 269 data rekam medis karakteristik usia dan jenis kelamin pasien demensia alzheimer dan demensia vaskular periode tahun 2020-2022 di RSUD Al-Ihsan Bandung. Penelitian ini dianalisis dengan uji univariat, bivariat, dan uji statistik Chi-Square. Data penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenis kelamin dan usia. Pada karakteristik jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan, pasien demensia vaskular didominasi oleh laki-laki dengan jumlah 137 pasien (50.9%). Sedangkan pada demensia alzheimer diperoleh pada masing-masing jenis kelamin berjumlah 23 pasien (8.6%). Pada karakteristik usia dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu usia 46-55 tahun, usia 56-65 tahun, dan >65 tahun. Pasien demensia vaskular dan demensia alzheimer di dominasi oleh usia >65 tahun dengan masing-masing berjumlah 106 pasien (39.4%) dan 30 pasien (11.2%). Namun, pada hasil analisis Chi-Square pada kedua karakteristik memiliki hasil p-value >0,05. Tidak adanya perbedaan karakteristik demensia vaskular dan demensia alzheimer berdasarkan jenis kelamin dan usia di RSUD Al-Ihsan Bandung Tahun 2020-2022.
Perbandingan Kadar Hemoglobin, Hematokrit, dan Leukosit Pasien Stroke Infark dan Stroke Perdarahan dengan Covid-19 Daffa Khairan; Alya Tursina; Mochammad Faisal Afif Mochyadin
Jurnal Riset Kedokteran Volume 4, No.2, Desember 2024, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v4i2.5400

Abstract

Abstract. The highest number of stroke sufferers in 2018 were patients aged 75 years and over as much as 50.2% and the lowest was in the 15-24 year age range, which was equivalent to 0.6%. On the other hand, the Coronavirus disease-19 (COVID-19) pandemic has also recently attracted world attention. This study aims to determine the relationship between hemoglobin, hematocrit, and leukocytes with the incidence of stroke in Covid-19 patients at the Sumedang District Hospital in 2020-2022. The results of hemoglobin, hematocrit and leukocyte examinations are obtained through laboratory examination and are classified into normal or abnormal levels, while the diagnosis of Covid-19 is based on antigen examination. From the research results, it was found that of the 68 samples, the majority of stroke patients with Covid-19 at Sumedang District Hospital in 2020-2022 having an age range of 50-74 years were 47 people (69%). The majority of stroke patients with Covid-19 at Sumedang District Hospital in 2020-2022 were men as much as 37 people (54%). The majority of stroke patients among Covid-19 patients at the Sumedang District Hospital in 2020-2022 had hemoglobin in the range of 12.3-15.3 g/dl, hematocrit levels between 35-47%, and leukocyte levels >10,000 mm3. There is no relationship between hemoglobin, hematocrit and leukocyte levels with the incidence of stroke in Covid-19 patients at Sumedang District Hospital in 2020-2022. Abstrak. Jumlah penderita stroke terbanyak pada tahun 2018 adalah pasien berusia 75 tahun keatas yaitu sebanyak 50,2% dan terendah pada rentang umur 15-24 tahun yaitu setara dengan 0,6%. Di sisi lain, pandemi Coronavirus disease- 19 (COVID-19) juga baru-baru ini menarik perhatian dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hemoglobin, hematokrit, dan leukosit dengan kejadian stroke pada pasien Covid-19 di RSUD Kabupaten Sumedang tahun 2020-2022. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Jumlah sample yang diambil sebanyak 68 orang. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dari 68 sampel, pasien stroke dengan Covid-19 di RSUD Sumedang pada tahun 2020-2022 memiliki rentang usia 50-74 tahun yaitu sebanyak 47 orang (69%). Sebagian besar pasien pasien stroke dengan Covid-19 di RSUD Sumedang pada tahun 2020-2022 adalah laki-laki yaitu sebanyak 37 orang (54%). Sebagian besar pasien stroke pada pasien Covid-19 di RSUD Kabupaten Sumedang tahun 2020-2022 memiliki hemoglobin di rentang 12.3-15.3 g/dl, kadar hematokrit antara 35-47%, dan kadar leukosit >10.000 mm3. Tidak terdapat perbandingan yang signifikan pada kadar hemoglobin, hematokrit, maupun leukosit dengan kejadian stroke pada pasien Covid-19 di RSUD Sumedang pada tahun 2020-2022.
Gambaran Karateristik Pekerja Bordir yang Berisiko Mengalami Carpal Tunnel Syndrome di Perusahaan Garmen Al – Madani Kota Tasikmalaya 10100120122, Ratu Sophia; Alya Tursina; Julia Hartati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i2.14171

Abstract

Abstract. Tasikmalaya City is the location with the largest population of embroidery workers who have health problems related to work-related diseases related to the hands and wrists such as CTS. The female to male ratio for CTS is 3:1 with a peak high-risk age of 45-60 years, but there are 10% of CTS patients less than 31 years old. This research aims to describe the characteristics of embroidery workers and the position of the upper extremities. at the AL–Madani Garment Company, Tasikmalaya City. This research is descriptive observational with a cross sectional design. The total sample was 60 people. The position of the upper extremities was observed using the Rapid Upper Limb Assessment, while for CTS complaints using Boston carpal tunnel syndrome. The research results showed that the characteristics of embroidery workers were mostly 47 people (68%), the largest age group was 31-40 years old, namely 29 people (48%), 47 people (78%) had a high school/vocational high school education and 1 year as many as 30 people (50%). Characteristics of the position of the upper extremities when working using RULA: 38 subjects (63%) had complaints with mild severity, 16 people (26%) with moderate severity, and 4 other people (7%) with severe severity. Abstrak. Kota Tasikmalaya, merupakan lokasi terbanyak ditemukannya populasi pekerja bordir dengan memiliki gangguan kesehatan terkait penyakit akibat kerja pada yang berhubungan dengan tangan dan pergelangan tangan seperti CTS. Rasio wanita banding pria untuk CTS adalah 3:1 dengan usia puncak berisiko tinggi 45-60 tahun, akan tetapi terdapat 10% pasien CTS kurang dari 31 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran karaterisktik pekerja bordir dan posisi ekstremitas atas di Perusahaan Garmen AL–Madani Kota Tasikmalaya. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 60 orang. Posisi ekstremitas atas di observasi menggunakan Rapid Upper Limb Assesment sedangkan untuk keluhan CTS menggunakan Boston carpal tunnel syndrome. Hasil penelitian didapatkan karakteristik pekerja bordir sebagian besar perempuan 47 orang (68%), kelompok usia terbanyak pada usia 31- 40 tahun yaitu 29 orang (48%), pendidikan terakhir SMA/SMK sebanyak 47 orang, hasil bahwa sebagian pekerja bordir berpendidikan SMA/SMK yaitu sebanyak 47 pekerja setara dengan (78%) dan lama kerja terbanyak 1 tahun sebanyak 30 orang (50%). Karakteristik posisi ektermitas atas saat bekerja menggunakan RULA sebanyak 38 subjek (63%) memiliki posisi action level 2 sedangkan karakteristik keparahan keluhan CTS yang dinilai dengan menggunakan kuesioner Boston 40 orang (67%) mengalami keluhan dengan tingkat keparahan ringan, tingkat keparahan sedang 16 orang (26%), dan 4 orang lainnya (7%) tingkat keparahan berat.
Gambaran Karakteristik Demensia Vaskular pada Pasien Stroke Iskemik RSAU Salamun Bandung Zahra Khairunnisa Karimah; Nugraha Sutadipura; Alya Tursina
Jurnal Riset Kedokteran Volume 5, No.1, Juli 2025, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v5i1.6687

Abstract

Abstract. Ischemic stroke in Indonesia accounts for 67% of all cases and often leads to vascular dementia that reduces the quality of life for patients. This study is a qualitative study using descriptive analysis methods. The research was conducted on 569 ischemic stroke patients first diagnosed with head CT scan results at the neurology clinic of RSAU Salamun Bandung, with vascular dementia patients having a MoCA-INA score < 24 or MMSE score < 26, based on medical records from 2022 – 2024. The results showed that the majority of ischemic stroke patients were male (54%), with the most common age being 60-64 years (18.1%), the last education level being high school (41.8%), and the most common occupation being housewives (29.7%). The majority of ischemic stroke lesions were located in the supratentorial area (79.8%) with the highest frequency in the parietal lobe (36%). The incidence of post-stroke vascular dementia accounted for only 12.7%. This study shows that the characteristics of stroke patients and post-stroke dementia can be seen from age, gender, education level, and stroke lesion location. This study highlights the importance of early detection and proper management of ischemic stroke and vascular dementia to improve patients' quality of life. Abstrak. Stroke iskemik di Indonesia menyumbang 67% dari semua kasus dan sering menyebabkan demensia vaskular yang mengurangi kualitas hidup pasien. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Penelitian dilakukan pada 569 pasien stroke iskemik yang pertama kali didiagnosis dengan hasil CT scan kepala di klinik neurologi RSAU Salamun Bandung, dengan pasien demensia vaskular memiliki skor MoCA-INA < 24 atau skor MMSE < 26, berdasarkan catatan medis dari tahun 2022 – 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien stroke iskemik adalah laki-laki (54%), dengan usia paling umum 60-64 tahun (18,1%), tingkat pendidikan terakhir adalah sekolah menengah atas (41,8%), dan pekerjaan paling umum adalah ibu rumah tangga (29,7%). Mayoritas lesi stroke iskemik terletak di area supratentorial (79,8%) dengan frekuensi tertinggi di lobus parietal (36%). Insiden demensia vaskular pasca-stroke hanya mencapai 12,7%. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pasien stroke dan demensia pasca-stroke dapat dilihat dari usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan letak lesi stroke. Penelitian ini menyoroti pentingnya deteksi dini dan penanganan yang tepat terhadap stroke iskemik dan demensia vaskular untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.