Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Empowerment Journal

UPAYA PENURUNAN ANSIETAS PADA MASYARAKAT TERHADAP VARIAN BARU COVID-19 DENGAN PEMBERIAN TERAPI HOPNOSIS LIMA DI DESA JATI KABUPATEN KARANGANYAR Exda Hanung Lidiana; Sri Hartutik; Hanif Mustikasari
Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v2i2.992

Abstract

Ansietas adalah perasaan takut akan sesuatu terjadi yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya dan merupakan sinyal yang membantu individu untuk bersiap mengambil tindakan terhadap ancaman. Pengaruh tuntutan, persaingan, dan bencana yang terjadi dalam kehidupan dapat berdampak pada kesehatan fisik dan psikis. Terapi hipnosis lima jari memungkinkan pasien untuk mengontrol rasa sakit, stres fisiologis dan emosional. Seseorang dapat kembali belajar merasakan peristiwa-peristiwa dalam hidupnya yang menyenangkan melalui gambar-gambar yang disajikan kembali. Seseorang yang telah dihipnotis akan merasakan tingkat relaksasi yang tinggi. Metode yang digunakan adalah metode pendidikan dan pelatihan kesehatan, Upaya Mengurangi Kecemasan Masyarakat Terhadap Varian Baru COVID-19 Dengan Pemberian Terapi Five-Hopnosis di Desa Jati Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar dan dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2022. hasil evaluasi setelah penyuluhan sebagian besar peserta memahami permasalahan yang dihadapi. Terjadi perubahan penurunan tingkat kecemasan, sebelumnya tingkat kecemasan responden ringan (45%), sedang (36%) dan berat (18%), kemudian setelah penyuluhan terjadi perubahan tingkat sedang kecemasan (40%), tidak ada kecemasan sebanyak (37%) dan ringan (23%). Kesimpulannya terdapat penurunan tingkat kecemasan masyarakat yang signifikan setelah dilakukan terapi hipnotis lima jari. Kata kunci: Ansietas; Hipnosis Lima Jari;Covid-19
MANAJEMEN PENCEGAHAN SEKS BEBAS DENGAN MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMAN 1 PACITAN Didik Iman Margatot; Exda Hanung Lidiana
Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v3i1.1103

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa yang ditandai dengan berbagai macam perubahan, baik secara fisik, psiko, maupun sosial. Perkembangan dan perubahan yang sangat terlihat pada remaja yaitu pada sistem reproduksi. Remaja pada umumnya masih belum memahami secara sempurna terkait dengan fungsi reproduksi. Pemahaman yang kurang terkait fungsi reproduksi akan berdampak pada permasalahan seksual seperti seks bebas yang saat ini marak terjadi di kalangan remaja. Permasalahan tersebut menjadi hal yang serius dan perlu dilakukan pencegahan dengan melakukan pendidikan kesehatan terkait kesehatan reproduksi. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat agar dapat mencegah para remaja melakukan perilaku seks bebas dan remaja dapat mengenal berbagai macam penyakit menular seksual yang diakibatkan seks bebas serta dapat menjaga kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan yaitu pendidikan kesehatan terkait manajemen pencegahan seks bebas dengan meningkatkan pengetahuan siswa terhadap kesehatan reproduksi remaja di SMAN 1 Pacitan pada bulan Januari 2023. Hasil evaluasi setelah dilakukan pendidikan kesehatan yaitu terdapat peningkatan pengetahuan siswa dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 84,3%, cukup sebanyak 9,8%, dan kurang sebanyak 5,9%. Kesimpulan dari kegiatan pendidikan kesehatan adalah seluruh siswa dapat memahami tentang kesehatan reproduksi pada remaja
UPAYA MENUMBUHKAN BUDAYA SIAGA BENCANA DENGAN PEMBERIAN PELATIHAN MANAJEMEN BENCANA DI DESA JATI KABUPATEN KARANGANYAR Exda Hanung Lidiana; Agung Widiastuti; Fitria Eka Resti Wijayanti
Empowerment Journal Vol. 3 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v3i2.1189

Abstract

Bencana alam merupakan serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh faktor alam yaitu berupa gempa, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, tanah longsor dan kebakaran. Untuk mengurangi resiko bencana, salah satunya yaitu dengan penerapan manajemen bencana. Manejemen bencana merupakan serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi. Metode yang digunakan adalah metode pendidikan dan pelatihan kesehatan, Upaya Menumbuhkan Budaya Siaga Bencana Dengan Pemberian Pelatihan Manajemen Bencana di Desa Jati Kabupaten Karanganyar dan dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2023. Hasil evaluasi setelah penyuluhan sebagian besar peserta memahami permasalahan yang dihadapi. Terjadi perubahan bahwa sebelum diberikan pelatihan manajemen bencana, tingkat pengetahuan responden dengan kategori baik (40%), cukup (45%) dan kurang (15%). Sedangkan setelah diberikan pelatihan manajemen bencana didapatkan hasil bahwa terdapat perubahan yang signifikan yaitu 100% memiliki tingkat pengetahuan baik. Kesimpulannya terdapat peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat yang signifikan setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan.
UPAYA PENINGKATAN KESADARAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA : MENSTRUASI PADA SISWA SDN 1 PAPAHAN Betty Kusdhiarningsih; Nurul Gilang Abriani; Exda Hanung Lidiana
Empowerment Journal Vol. 3 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v3i2.1203

Abstract

Menstruation is a natural thing that happens to a woman and is very important and needs special attention because menstruation is something that marks the beginning of a woman's biological maturity. The initial age when women start menstruation can vary for each individual depending on internal and external factors that influence. This community service activity was carried out at SDN 1 Papahan, Tasikmadu, Karanganyar by providing Reproductive Health Education related to menstruation to elementary school students with an age range of 10 to 13 years, at which age most of the respondents had entered the menarche period. Problem: there are still many adolescents who do not know about reproductive health. Purpose: to find out and provide knowledge related to reproductive health, especially menstruation. Result: the high enthusiasm of the respondents, as evidenced by the large number of students who asked questions about reproductive health, shows that there are many things that need to be learned related to reproductive health in adolescents that are less or even not discussed in the family or society in general. Conclusion: students experience a lack of knowledge, as evidenced by questions based on myths that develop in society, respondents seem embarrassed to express opinions, because menstruation is considered a taboo subject. After health education, students say they have good and correct new knowledge, and are free from myths that were previously believed and considered disturbing in everyday life based on valid and logical science.