Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENERAPAN ARSITEKTUR ISLAM PADA PONDOK PESANTREN KHAIRU UMMAH DI KABUPATEN MUNA BARAT Asriani, Asriani; Faslih, Arman; Sjamsu, Arief Saleh
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK       Pondok Pesantren merupakan salah satu jenis pendidikan Islam di Indonesia yang mempunyai tujuan untuk mendalami dan mengamalkan ilmu agama Islam sebagai pedoman hidup keseharian dengan menekankan pentingnya moral dalam hidup bermasyarakat. Pondok Pesantren Khairu Ummah merupakan salah satu pondok pesantren yang ada di Kabupaten Muna Barat yang  berdiri tahun 1994, didirikan oleh Drs. H. Syafi Amane, ustadz pertamannya KH. Ronni.Berdasarkan hasil dari observasi lapangan menunjukan bahwa berbagai masalah yang di bahas sebelumnya, Khairu Ummah memerlukan perencanaan ulang bangunan untuk menarik kembali perhatian masyarakat dan melengkapi berbagai macam fasilitas. Sehingga Pesantren Khairu Ummah ini bisa menjadi tempat pendidikan yang dapat mengembangkan karakter manusia dengan memiliki intelektualitas tinggi dan budi pekerti luhur. Rancangan dilakukan dengan metode pengumpulan data lapangan melalui wawancara tidak terstruktur dan studi pustaka maupun studi literatur. Kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain, serta maket. Penerapan konsep Arsitektur Islam pada pesantren memiliki  kesamaan dalam usaha mengembalikan dan menjalankan nilai-nilai Islam dalam berbagai aspek. Kegiatan belajar mengajar dalam pesantren merupakan kegiatan dakwah dan pendidikan yang bersifat non fisik, sedangkan penerapan Arsitektur Islam pada bangunan pesantren ini lebih kepada fisik bangunan, tapak dan ruang yang diharapkan mampu menghasilkan suatu bangunan sekaligus wadah menimba ilmu di mana nilai-nilai Islam dapat diterapkan.                                                                                                                                                                        Kata kunci: Arsitektur islam, pondok pesantren ABSTRACT       Islamic boarding school is one type of Islamic education in Indonesia which has the aim to explore and practice Islamic religious knowledge as a guide to daily life by emphasizing the importance of morals in social life. Khairu Ummah Islamic Boarding School is one of the Islamic boarding schools in West Muna Regency, established in 1994, established by Drs. H. Syafi Amane, his first teacher, KH. Ronni Based on the results of field observations shows that the various problems discussed earlier, Khairu Ummah requires re-planning of buildings to draw back the attention of the community and complete various kinds of facilities. So that the Khairu Ummah Islamic Boarding School can become a place of education that can develop human character by having high intellect and noble character. The design was carried out by the method of collecting field data through unstructured interviews and literature studies as well as literature studies. Then proceed with the analysis of data that produces the design concept, design, and mockups. Teaching and learning activities in pesantren are non-physical propaganda activities and education, while the application of Islamic Architecture in pesantren buildings is more on the physical building, site and space which is expected to be able to produce a building as well as a place to gain knowledge in which Islamic values can be applied. Keywords: Islamic architecture, islamic boarding school
PENERAPAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA RUMAH SINGGAH ANAK JALANAN DI KOTA KENDARI Suriana, Wa Ode; Faslih, Arman; Hasan, La Ode Amrul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAnak jalanan merupakan salah satu bentuk dari adanya kaum marjinal yang dipercaya setiap tahunnya semakin meningkat. Kebanyakan dari mereka sudah putus sekolah karena faktor ekonomi dan keluarga. Untuk itu, dibutuhkan wadah yang dapat memberdayakan mereka agar mereka mendapatkan haknya kembali. Hadirnya rumah singgah adalah salah satu solusi dalam menyelamatkan hidup mereka terutama masa depan mereka. Rumah singgah ini berfungsi sebagai tempat persinggahan sementara anak jalanan dan sekaligus akses kepada berbagai pelayanan sosial seperti pendidikan, kesehatan, keterampilan dan lain-lain. Didalam rumah singgah, anak jalanan juga diberikan pelatihan-pelatihan keterampilan untuk mengembangkan potensi dirinya agar bisa lebih berdaya dan bermanfaat. Dengan menggabungkan beberapa unsur arsitektural dan non-arsitektural seperti bentuk ruangan dan perilaku anak jalanan, maka terciptalah suatu desain yang dapat membantu  anak jalanan dalam memenuhi kebutuhannya agar tidak kembali lagi ke jalanan. Perencanaan rumah singgah ini di desain agar anak dapat mendapatkan hak untuk mengenyam bangku pendidikan kembali dan juga agar anak tersebut dapat memiliki suatu bekal keahlian yang berguna bagi hidupnya kelak.Kata kunci: Anak jalanan, rumah singgah, arsitektur perilaku ABSTRACKStreet children are one form of the existence of marginal people who are believed to be increasing every year. Most of them have dropped out of school due to economic and family factors. For this reason, a forum is needed to empower them so that they can get their rights back. The presence of a shelter is one solution to save their lives, especially their future. This shelter serves as a temporary shelter for street children and at the same time access to various social services such as education, health, skills and others. In the halfway house, street children are also given skills training to develop their potential to be more empowered and useful. By combining several architectural and non-architectural elements such as the shape of the room and the behavior of street children, a design is created that can help street children in meeting their needs so that they do not return to the streets. This shelter planning is designed so that the child can get the right to get a re-education bench and also so that the child can have a provision of expertise that is useful for his future life.Keywords: Street children, shelter houses, behavioral architecture
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA GEDUNG PUSAT OLAHRAGA EKSTRIM DI KENDARI LM Kasri, LM Kasri; Faslih, Arman; Syukur, Laode Abdul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Olahraga Ekstrim di Kendari tersebar didaerah taman kota, tugu MTQ dan tempat-tempat publik yang ada di wilayah Kendari. Maraknya pencinta olahraga ekstrim di Kendari bukan tanpa kendala, beberapa kendala yang ada anatalaim mulai persoalan organisasi, lapangan, dan masalah teknis penyelenggaraan event. Maka dari itu perancangan Pusat Olahraga Ekstrim  ini perlu untuk merankum dan mewadahi kemampuan dalam bidang olahraga ekstrem agar dedikasi mereka dapat membawa dampak positif untuk generasi muda lainnya.Perancangan Gedung Pusat Olahraga Ekstrim ini mencoba menganalisis bangunan dengan pendekatan arsitektur Hijau. Peneerapan nilai nilai arsitektur hijau akan ditepkana pada bantuk, dan fasad bangunan , daiantanya dengan menggunakan renewable resources (sumber-sumber yang dapat diperbaharui, passive-active solar photovoltaic (sel surya pembangkit listrik). Metode yang digunakan ialah studi Literatur, studi banding, dan observasi. Hasil penulisan ini berupa perancangan dengan konsep tata lansekap, pengolahan tapak, bentuk bangunan, material,dengan mencitrakan arisitektur hijau. Kata kunci : Olahraga ekstrim; arsitektur hijau.ABSTRACT Extreme Sports Activities in Kendari are spread out in city parks, MTQ pillars and public places in the Kendari area. The rise of extreme sports lovers in Kendari is not without obstacles, a number of obstacles that exist between the start of organizational issues, the field, and the technical problems of organizing events. Therefore the design of this Extreme Sports Center needs to summarize and accommodate abilities in the field of extreme sports so that their dedication can bring a positive impact to other young generations. The application of the values of green architecture will be placed on the shape, and facades of buildings, including using renewable resources (sources that can be renewed, passive-active solar photovoltaic (solar cell power plants) .The method used is the study of literature, comparative studies, and Observation The results of this writing are in the form of design with the concept of landscape management, site processing, building forms, materials, by imaging green architecture. Keywords: Extreme sports; green architecture.  
PENERAPAN PRINSIP- PRINSIP ARSITEKTUR MODERN PADA PERENCANAAN BIMBINGAN BELAJAR 4JO DI KOTA KENDARI Tasya Daud, Yeyen Pricilia; Faslih, Arman; Romanti Aulia, Weko Indira
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLembaga Bimbingan belajar 4JO merupakan salah satu bimbingan belajar yang paling banyak di minati di KotaKendari, akan tetapi jika ditinjau dari segi lokasi, fasilitas dan kenyamanan untuk bimbingan belajar 4JO ini masih belummemadai mengingat gedung yang di tempati merupakan ruko yang mempunyai ukuran terbatas. Sehingga dibutuhkanbangunan bimbingan belajar 4JO di Kendari yang lebih baik beserta fasilitas yang lengkap, menampung siswa-siswi yangmembutuhkan pelajaran tambahan dengan ruang belajar yang nyaman. Penelitian ini menggunakan pengambilan datadengan studi pustaka, survei data, wawancara, dokumentasi dan studi banding. Data kemudian dianalisis sesuai kaidaharsitektur dan prinsip-prinsip arsitektur modern yaitu form follow fuction untuk menjawab permasalahan site, ruang interiordan tampilan bangunan yang kemudian dimasukkan kedalam desain. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkansebagai berikut; Pertama, tapak pada bangunan bimbingan belajar belajar 4JO ditentukan dengan memperhatikan kriterialahan dan juga karakteristik tapak yang sesuai dengan bangunan bimbingan belajar; Kedua, bangunan bimbingan belajardirancang fungsional sesuai standar dan menyediakan fasilitas lengkap; Ketiga, interior pada bangunan bimbingan belajar4JO menggunakan konsep modern dengan pemilihan warna yang disesuaikan pada warna- warna modern. Hasil desaintampak bangunan 4JO ini menghasilkan bentuk yang mengutamakan kesederhanaan serta bentuknya yang geometris yakniberbentuk kotak dan persegi panjang, sehingga tampilan bangunan menjadi lebih rapih, sederhana serta mudah dikenal.Penggunaan elemen material kaca pada fasad bangunan menunjukkan ekspresi kejujuran serta mempunyai nilai estetikatersendiri yang mencerminkan arsitektur modern.Kata kunci: Bimbingan belajar 4JO, pelajar, arsitektur modern.ABSTRACTThe 4JO tutoring institute is one of the most popular tutors in Kendari City, however, when viewed from the point ofview of location, facilities and comfort for 4JO tutoring, this is still inadequate considering the building occupied is ashophouse that has a limited size. So that a better 4JO tutoring building in Kendari is needed along with completefacilities, accommodating students who need additional lessons with a comfortable study room. This research uses datacollection with literature study, survey data, interviews, documentation and comparative studies. The data were thenanalyzed according to architectural principles and modern architectural principles, namely the follow-fuction form toanswer the problems of the site, interior space and the appearance of the building which were then incorporated into thedesign. Based on the results of this study it can be concluded as follows: First, the site of the 4JO tutoring building isdetermined by taking into account the land criteria and also the site characteristics that are in accordance with thetutoring building; Second, the tutoring building is designed functionally according to standards and provides completefacilities; Third, the interior in the 4JO tutoring building uses a modern concept with color choices that are adjusted tomodern colors. The design results appear to be the 4JO building. It produces a form that prioritizes simplicity as well. Itsgeometric shape is in the form of squares and rectangles, so that the appearance of the building becomes more neat, simpleand easy to recognize. The use of glass material elements on building facades shows an expression of honesty and has itsown aesthetic value that reflects modern architecture.Keywords: 4JO Tutoring, student, modern architecture.
Bimbingan Teknis Pembuatan Material Batako dari Pasir Wanggu Faslih, Arman; Umar, Muhammad Zakaria; Agus, Masfan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.53 KB) | DOI: 10.33772/jpmit.v1i1.8727

Abstract

Di Kelurahan Watu Bangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari tersedia material pasir. Material pasir berasal dari Sungai Wanggu. Sungai Wanggu adalah sungai yang mengalir di sekitar permukiman warga. Selama ini pasir Wanggu cenderung kurang dimanfaatkan secara optimal. Hal ini disebabkan pasir Wanggu tidak mampu bersaing dengan pasir dari daerah Pohara dan Nambo. Berdasarkan hasil penelitian bahwa material batako dari pasir Wanggu memiliki daya serap air Mutu I dan kuat tekan Mutu II dalam SNI 3-0349-1989. Dengan demikian bahwa pasir Wanggu bisa diimplementasi dan didesiminasikan kepada masyarakat di sekitar sungai Wanggu. Pengabdian ini ditujukan untuk membimbing masyarakat di Kelurahan Watu Bangga untuk membuat material batako dari pasir Wanggu. Pengabdian ini dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut: (1) metode pelaksanaan kegiatan; (2) memberi materi pelatihan; (3) rancangan evaluasi; (4) jadwal pelaksanaan kegiatan. Pengabdian ini disimpulkan bahwa proses adopsi kewirausaahaan pembuatan batako oleh masyarakat Wanggu berlangsung dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan sikap puas dalam menerima materi, paham terhadap materi yang diberikan, dan masyarakat mampu mengaplikasikan dalam bentuk pembuatan batako dengan baik. Kata Kunci: Batako beton, Pasir Wanggu.
Sinergitas Masyarakat pada Pembuatan Alat Pelindung Diri Tepat Guna Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara Faslih, Arman; Jaya, Siti Nawal; Al-Ikhsan, Ainussalbi; Umar, Muhammad Zakaria; Nangi, Jumadil
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.371 KB) | DOI: 10.33772/jpmit.v2i2.14914

Abstract

Program Pendidikan Vokasi (PPV)-UHO sesuai dengan kapasitas aplikatifnya dan melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik Penanggulangan Covid-19 Tahun 2020 turut berpartisipasi menghadapi wabah pandemi COVID-19 di Kota Kendari. Para mahasiswa dan warga binaannya mengumpulan donasi bahan-bahan bekas-pakai rumah tangga. Donasi tersebut dibuat oleh peserta KKN per individu berupa logistik APD secara tepat guna dan kebutuhan APD untuk masyarakat. APD ini akan disalurkan di daerah mahasiswa berada dan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 setempat. Pengabdian ini ditujukan untuk membuat logistik APD tepat guna dalam rangka pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Sulawesi Tenggara. Metode pelaksanaan terdiri dari persiapan dan rekruitmen peserta, pembekalan mahasiswa, serta pelaksanaan. Program pengabdian kepada masyarakat terintegrasi KKN tematik 2020 disimpulkan sebagai berikut: pertama, para mahasiswa berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat; kedua, para mahasiswa mengumpulkan bahan-bahan kerja pada masyarakat; ketiga para mahasiswa membuat APD bersama warga binaan; keempat, para mahasiswa menyalurkan produk APD ke masyarakat; kelima, produk APD yang dibuat oleh para mahasiswa dan warga binaan melebihi target yang direncanakan sebesar 68,2%. Kata Kunci: Alat Pelindung Diri, Covid-19
Bimbingan Teknis Pembuatan Produk-Produk Pendukung Pertanian Dengan Prinsip-Prinsip Teknologi Tepat Guna Di Amohalo Kota Kendari Umar, Muhammad Zakaria; Faslih, Arman; Sisworo, Raden Rinova; Abadi, Musram; Saparun, Moh.; Aminur, Aminur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.994 KB) | DOI: 10.33772/jpmit.v3i2.21293

Abstract

Mitra pengabdian ini adalah Amohalo di RT. 19/RW. 08, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Permasalahan mitra sebagai berikut: (1) kawasan Amohalo akan menjadi kawasan agrowisata berbasis pertanian organik; (2) tim pengabdi ikut berpartisipasi dalam isu global terkait penerapan Teknologi Tepat Guna. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk bersinergi dengan masyarakat Amohalo RT. 19/RW. 08, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari dalam membuat produk-produk pendukung pertanian dengan prinsip-prinsip TTG. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan cara penyuluhan dan praktik. Hasil dari kegiatan ini sebagai berikut: pertama, para mahasiswa melapor ke kantor kelurahan setempat, Ketua RT, dan tokoh masyarakat setempat; Kedua, para mahasiswa memberikan informasi tentang tujuan dan program-program kegiatan KKN Tematik; Ketiga, para mahasiswa mengumpulkan donasi bahan kerja bekas pakai dari warga; Keempat, mahasiswa membersihkan bahan donasi tersebut; Kelima, mahasiswa membuat produk-produk tersebut bersama warga masyarakat dan menyerahkan kepada masyarakat; Kegiatan pembuatan produk-produk ini dilaksanakan dengan prinsip prinsip TTG seperti bersahaja, ramah lingkungan, dan ekonomis.
PUSAT KEBUGARAN DAN RELAKSASI DI KOTA KENDARI DENGAN PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE Sriwiarty, Restu Dwiastuti; Faslih, Arman; Aulia, Weko Indira Romanti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPusat Kebugaran Dan Relaksasi di Kota Kendari didesain dengan pendekatan Green Architecture, yang manamenitikberatkan perancangan dengan berupaya menerapkan elemen-elemen alami terhadap bangunan sehingga dapatmeningkatkan kenyamanan dan kesehatan penggunanya. Penelitian ini ditujukan untuk merencanakan bangunan yangmemberikan wadah untuk pelayanan masyarakat secara fisik dan mental berupa olahraga dan relaksasi denganmemperhatikan kriteria lokasi yang sesuai di kota kendari, untuk menciptakan rancangan yang mampu memenuhikebutuhan pengguna, untuk menciptakan desain bangunan dengan memperhatikan prinsip dan strategi Green Architectureyang tepat untuk diaplikasikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam ranah perancangan arsitektur. Dataprimer yakni mengenai hasil surfey antusiasme masyarakat Kendari terhadap bangunan sejenis. Data sekunder yaknimengenai Green Architecture serta Pusat Kebugaran dan Relaksasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studiliteratur, wawancara terstruktur, dan studi banding. Adapun kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut : memanfaatkanlahan secara efesien, memanfaatkan vegetasi yang telah ada sebagai elemen ruang luar, memaksimalkan bukaan bangunan,pemaksimalan vegetasi sebagai peneduh kawasan, penggunaan Secondary Skin dan Green Wall, serta penggunaan warnayang lebih natural.Kata Kunci: Pusat Kebugaran dan Relaksasi, Green Architecture.ABSTRACTThe Fitness and Relaxation Center in Kendari City is designed with a Green Architecture approach, which focuses ondesign by trying to apply natural elements to the building so that it can improve the comfort and health of its users. Thisstudy is aimed at planning buildings that provide a place for physical and mental community services in the form of sportsand relaxation by taking into account the criteria for suitable locations in the city of Kendari, to create designs that areable to meet user needs, to create building designs by taking into account the principles and strategies of GreenArchitecture. the right one to apply. This study uses qualitative methods in the realm of architectural design. The primarydata is about the results of the Kendari community's enthusiasm for similar buildings. Secondary data is about GreenArchitecture and Fitness and Relaxation Centers. Data collection techniques were carried out by studying literature,structured interviews, and comparative studies. The conclusions of this study are as follows: utilizing land efficiently,utilizing existing vegetation as an element of outdoor space, maximizing building openings, maximizing vegetation as ashade area, using Secondary Skin and Green Wall, and using more natural colors.Keywords : The Fitness and Relaxation Center, Green Architecture.
Traditional Medicinal Plants as an Element of Thematic Garden Landscapeat SMAN 1 Pondidaha, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Faslih, Arman; Al Ikhsan, Ainussalbi; M, Agung Yodha; Wahyuni, Wahyuni
Jurnal Vokasi Indonesia Vol. 5, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowledge of traditional medicinal plants among teenagers are quite low, that caused by the information is very limited as well as the difficulty of obtaining real-life examples of traditional medicinal plants. Those inspired us to cooperate with SMAN 1 Pondidaha District Konawe (Sulawesi Tenggara) in an effort to provide solutions to these problems. SMAN 1 Pondidaha has vacant land large enough. Through IbM program (Ipteks bagi Masyarakat, science and technology for the People) Ministry or Research and Technology and Higher Education, we made thematic landscape in SMAN 1 Pondidaha locations using traditional medicinal plants as fillers garden or park. The method was conducted on the survey and measurement, search species of plants data that suitable with the design, preparation of location and soil for planting of medicinal plants, labeling and maintenance. The results showed there are 6 types of medicinal plants are required for the design, namely 1) medicinal plants such as jarak (Jatropha curcas), jarak merah (J. gossypifolia), jarak tintir (J. multifida) and bougainvillea (Bougenvillea spectabilis), 2) medicinal plants and aesthetics, for example kembang sepatu (Hisbiscus rosasinensis), kembang nusa endah (Mussaenda philippia), tapak dara (Catharanthus roseus), 3) Barrier crops include gandaruso (Justisia gandarusso), Ashoka (Saraca asoca), teh- tehan (Duranti erecta), kroton (Codiacum variegatum), mangkokan (Notophanax scutellarium), 4) Vertical garden Plants include lavender (Lavendula angustifolia), selasih (Ocium sp.), pancawarna (Hydrongea macrophylla), cabe hias (Solanum pseudo-capsicum), 5) Shade plants, for example pule (Alstonia scholaris), ketapang (Terminalia catappa), kelapa (Cocus nucifera), kamboja (Plumeria sp.), beringin (Ficus benjamina) and 6) Cover crops such as bunga kriminil (Althenantera amoena), rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput jepang (Zoysia japonica). These plants are used by the people as a remedy for various diseases.
Analysis of Behaviour of E-learning Users by Unified Teory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) ModelA Case Study of Vocational Education in Halu Oleo University Jaya, St. Nawal; Nur, Muh. Nadzirin Anshari; Faslih, Arman; Anshari Nur, Muh. Nadzirin
Jurnal Vokasi Indonesia Vol. 5, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

E-learning (EL) as a supporting tool in learning process has increasingly developed because the implementation of the tool will be helpful for both lecturers and students to be more interactive in delivering materials and to evaluate learning outcomes. Analysis of the user’s behavior was required to measure the success rate of the implementation of e-learning. One of the models used in the present study was Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). The model was designed to explain the behavior of the users on the information technology. The main variable was behavioral intention with four elements namely performance expectancy, effort expectancy, social influence and facilitating conditions. Data were collected randomly from the students of vocational education, university of Halu Oleo by distributing questioners to the e- learner users. The data were then validated and analyzed using regression analysis. The results showed EL affected the behavioral intention, performance expectancy, effort expectancy, social influence and facilitating conditions.