Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : POSITRON

Identifikasi Bidang Gelincir dengan Metode Geolistrik Tahanan Jenis 2 Dimensi di Daerah Keranggan, Tangerang Selatan Miftahul Farhati; Mohammad Syamsu Rosid
POSITRON Vol 12, No 1 (2022): Vol. 12 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.95 KB) | DOI: 10.26418/positron.v12i1.53584

Abstract

Daerah Keranggan, Tangerang Selatan yang menjadi wilayah penelitian merupakan salah satu kawasan di Indonesia yang berpotensi longsor. Wilayah ini memiliki karakter tanah bergerak dengan adanya lereng yang sangat curam. Pada rumah-rumah warga di atas lereng timbul retakan sejajar lereng yang mengindikasikan adanya pergerakan tanah. Oleh karena itu dilakukan pengukuran geolistrik tahanan jenis 2 dimensi untuk mengetahui struktur litologi bawah permukaan yang berpotensi dapat berperan sebagai bidang gelincir. Pengukuran menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger multichannel di 2 lintasan berarah Barat-Timur. Panjang lintasan 1 dan 2 secara berturut-turut adalah 117,5 dan 105 meter dengan jarak antar elektroda 2,5 meter. Dari hasil korelasi model tahanan jenis, data geologi regional, dan data sumur gali warga lokal, diyakini bahwa litologi penyusun di wilayah penelitian terdiri dari batuan lempung, batu pasir, dan konglomerat batu apung yang merupakan bagian dari Formasi Serpong. Dari model tahanan jenis terindikasi adanya bidang gelincir dengan litologi batu lempung di atas konglomerat batu apung dengan kemiringan 53o tepat di bawah lereng. Diduga kuat bidang gelincir ini memicu terbentuknya lereng di permukaan dengan kemiringan serupa sekitar 53o. Kedua faktor tersebut diperparah dengan beban yang tinggi dari jumlah penduduk dan kendaraan di atasnya, serta getaran yang berasal dari aktivitas manusia sehari-hari.
Identifying Pore Type of Lagoon and Barrier Carbonate to Model Shear Wave Velocity in Salawati Basin by Differential Kuster-ToksÖz Wulandari, Yulia Putri; Rosid, Mohammad Syamsu
POSITRON Vol 13, No 1 (2023): Vol. 13 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v13i1.63761

Abstract

The shape of pores in sedimentary rocks is dependent on the geometric structure of the rock matrix grains. Carbonate rocks have more complex pore types compared to clastic due to the effects of diagenesis and the depositional environment. The study analyzed the deposition of Kais carbonate in barrier and lagoon environments. It categorized the pores into inter-particle, moldic/vuggy, and micro-cracks. The type of pore in a rock is directly related to its stiffness and shear resistance, which influences its shear wave velocity (Vs). Thus, a higher shear modulus leads to a higher Vs value. Reservoir characterization heavily relies on the Vs data. However, this data is limited to the observed area. Therefore, Vs modeling is a more effective and efficient approach. The modeling will conduct thoroughly with the identification of the pore type. The rocks moduli are calculated by the pore inclusion method using the differential Kuster-Toksöz (DKT) equation and defining the aspect ratio, reflecting the pore type. The YP-1 well has barrier carbonate, while YP-2 and YP-3 have lagoon carbonate with inter-particle as the primary pore type. Micro-cracks on top of Kais are present. YP-4 and YP-5 have similar proportions of micro-cracks and inter-particle as dominant pore types. The predicted Vs and measured logs strongly correlate with an R2 value above 0.8. The Vs value range for micro-cracks is 2,300 ft/s to 6,000 ft/s, and for inter-particle, it is 6,000 ft/s to 8,500 ft/s. Pore types above 8,500 ft/s are very stiff (moldic pore type).
Relokasi Hiposenter Double Difference dan Penentuan Model Kecepatan di Jawa Bagian Barat Tahun 2010 "“ 2024 untuk Identifikasi Patahan S, Novita Sari; Rosid, Mohammad Syamsu; Anggono, Titi
POSITRON Vol 15, No 1 (2025): Vol. 15 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v15i1.91097

Abstract

Jawa bagian barat adalah daerah dengan seismisitas tinggi dipengaruhi zona subduksi dua lempeng tektonik dan keberadaan sesar aktif yang beberapa diantaranya belum terpetakan oleh PuSGeN. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keberadaan sesar lokal menggunakan lokasi hiposenter yang lebih akurat. Data waktu tiba gelombang P dan S diperoleh dari hasil rekaman 38 stasiun seismik BMKG periode Januari 2010 "“ Januari 2024. Terhadap 1978 events gempa bumi kerak dangkal (kedalaman ≤50 km) telah dilakukan relokasi hiposenter double difference dan model kecepatan seismik yang diperbarui. Model kecepatan yang didapat menunjukkan nilai RMS sebesar 0,52. Relokasi double difference berhasil merelokasi 1805 gempa bumi yang terjadi di Jawa bagian barat. Hasil relokasi merepresentasikan pola patahan pada kedalaman 5-20 km yang berhubungan dengan aktivitas sesar aktif lokal yang belum terpetakan dan sesar regional seperti Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Baribis, dan Sesar Garsela. Relokasi berhasil memetakan patahan yang belum terpetakan oleh PuSGeN seperti Sesar Citarik dan Sesar Cipamingkis dengan strike timur laut "“ barat daya dan kemiringan dip nya berturut-turut ~85 ° dan ~80 ° ke arah barat laut, serta sesar penyebab gempa bumi Cianjur dengan arah strike barat laut "“ tenggara dan sudut dip ~80 ° ke arah timur laut. Sedangkan dua sesar lainnya yang telah terpetakan yaitu Sesar Cimandiri dengan arah strike barat "“ timur, Sesar Garsela Rakutai dan Sesar Garsela Kencana mempunyai arah strike yang sama timur laut "“ barat daya dengan kemiringan dip ~60 ° ke arah tenggara.