Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pentingnya Kontrol Diri Pada Remaja Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Agresivitas Penggunaan Media Sosial Aminah Aatinaa Adhyatma; Erika Fariningsih; Aditya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku agresivitas paling sering ditemui pada masa remaja, dimana pada masa ini terjadi peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa. Dikatakan masa peralihan karena seorang remaja sedang dalam proses pencarian jati diri dan mengalami perubahan seperti peningkatan emosi, perubahan fisik, psikis, minat dan pola pikir Perilaku agresivitas ini menjadi salah satu bagian dari kenakalan remaja yang perlu diberi tindakan untuk mengurangi dampak buruk yang muncul bagi pelaku maupun korbannya Pengguna media sosial yang aktif akan lebih mempunyai peluang untuk bertindak agresivitas verbal di media sosial, perihal ini disebabkan sifat keterbukaan yang dimiliki media sosial mengakibatkan seseorang mempunyai kebebasan untuk menyatakan opini mereka yang cenderung berisi penghinaan dalam media sosial. Kontrol diri merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi agresivitas verbal seseorang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya kontrol diri, terutama dalam penggunaan media sosial. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 12 Kota Batam pada bulan Mei 2024 yang melibatkan 36 orang peserta. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dengan Ceramah/ pemberian informasi dan Focus Group Discusion (FGD). Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Remaja yang memiliki tingkat pengetahuan baik setelah diberikan materi sebanyak 32 orang (88,9%), sementara peserta yang memiliki Tingkat pengetahuan pada kategori kurang mengalami penurunan yang signifikan dari 26 orang (72,2%) sebelum kegiatan menjadi tidak ada (0%) setelah kegiatan dilakukan, hasil kegiatan ini juga memperlihatkan terlihat bahwa sebagian besar memiliki kontrol diri yang tinggi yaitu sebanyak 34 orang (94,4%), dibandingkan dengan peserta yang memiliki kontrol diri cukup sebanyak 2 orang (5,6%) dan tidak ada peserta yang memiliki kontrol diri dalam kategori rendah (0%)
EDUKASI GIZI DAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA BERBASIS BOOKLET AUGMENTED REALITY SEBAGAI STRATEGI PUTUS RANTAI STUNTING Adhyatma, Aminah Aatinaa; Fariningsih, Erika; Giawa, Lucyana Ayundari; Dewi, Aisyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37378

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi nasional 19,8% pada 2024. Rendahnya literasi gizi, tingginya angka anemia, serta minimnya pemahaman kesehatan reproduksi pada remaja berpotensi memperkuat siklus stunting antar-generasi. Program BARENG REMAJA bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai gizi seimbang dan kesehatan reproduksi melalui media Booklet Augmented Reality (AR). Metode kegiatan meliputi penyuluhan, Focus Group Discussion (FGD), simulasi peer educator, dan evaluasi melalui pre-test post-test pada siswa SMA Negeri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah intervensi edukasi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 13,1 pada pre-test menjadi 14,0 pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 6,87%. Selain itu, proporsi peserta dengan penguasaan materi baik (≥75%) meningkat dari 53,84% menjadi 61,53%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis Booklet Augmented Reality mampu meningkatkan pemahaman gizi dan kesehatan reproduksi remaja secara terukur. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini menghasilkan kader sebaya sebagai agen edukasi berkelanjutan di sekolah. Media AR terbukti meningkatkan minat belajar dan memudahkan pemahaman materi. Kegiatan ini berpotensi menjadi strategi efektif pencegahan stunting berbasis teknologi pada remaja.Abstract: Stunting remains a serious health problem in Indonesia, with a national prevalence of 19.8% in 2024. Low nutritional literacy, high rates of anemia, and limited understanding of reproductive health among adolescents have the potential to reinforce the cycle of stunting between generations. The BARENG REMAJA program aims to increase knowledge about balanced nutrition and reproductive health through Augmented Reality (AR) booklets. The activity methods include counseling, Focus Group Discussions (FGDs), peer educator simulations, and evaluation through pre-test post-test on public high school students. The results showed an increase in participant understanding after the educational intervention. The average knowledge score increased from 13.1 in the pre-test to 14.0 in the post-test, or an increase of 6.87%. In addition, the proportion of participants with good mastery of the material (≥75%) increased from 53.84% to 61.53%. These findings indicate that Augmented Reality Booklet-based education can measurably improve adolescent understanding of nutrition and reproductive health. In addition to increasing knowledge, this activity produces peer cadres as agents of ongoing education in schools. AR media has been proven to increase learning interest and facilitate understanding of the material. This activity has the potential to be an effective technology-based strategy for preventing stunting in adolescents.