Autism Spectrum Disorder (ASD) is a developmental disorder that affects children's communication, social interaction, and behavior, making early identification essential to support appropriate intervention. This study aimed to identify ASD risk indicators in a child through screening using the Modified Checklist for Autism in Toddlers (M-CHAT). A descriptive research design was employed, with data collected through interviews with the child's parent using the 23-item M-CHAT instrument. The participant was a 7-year-5-month-old child enrolled at Athallah Special School (SLB) Sungai Rumbai. The findings revealed several ASD risk indicators, including limited eye contact, poor response to name, limited nonverbal communication, and mild repetitive behaviors, indicating a moderate-risk category (medium risk). These findings suggest that the child requires further assessment by qualified professionals to confirm the diagnosis and determine appropriate interventions. The study also highlights the importance of early ASD screening in special education settings. ABSTRAKAutism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan yang memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku anak sehingga deteksi dini diperlukan untuk mendukung pemberian intervensi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi indikator risiko ASD pada anak melalui skrining menggunakan instrumen Modified Checklist for Autism in Toddlers (M-CHAT). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara kepada orang tua menggunakan 23 item pertanyaan M-CHAT pada seorang anak berusia 7 tahun 5 bulan di SLB Athallah Sungai Rumbai. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa indikator risiko, meliputi keterbatasan kontak mata, kurangnya respons terhadap panggilan nama, keterbatasan komunikasi nonverbal, dan perilaku repetitif ringan yang mengarah pada kategori risiko sedang (medium risk). Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa anak memerlukan asesmen lanjutan oleh tenaga profesional untuk memastikan diagnosis dan menentukan intervensi yang sesuai, serta menegaskan pentingnya skrining dini di lingkungan pendidikan khusus.