M.A. ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

INVESTIGATING TEACHING STRATEGIES USED BY ENGLISH TEACHERS IN TEACHING ENGLISH AT SMK TI BALI GLOBAL SINGARAJA ., KADEK MAYA CYNTIA DEWI; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was carried out to describe teaching strategies used by teachers in teaching English and to know how students perceive the strategies used by the teachers in teaching English at SMK TI Bali Global Singaraja. This study was designed as a qualitative study by applying seven Killen’s teaching strategies namely Direct Instruction, Discussion, Group Work, Co-operative Learning, Problem Solving, Performance Activities and Student Research. The data collection was done through observation, questionnaire, and interview. The results showed that English teachers at SMK TI Bali Global Singaraja used five of seven Killen’s teaching strategies in teaching English to their students namely direct instruction, discussion, group work, Co-operative Learning and performance activity. Students had different perception about the strategies that they like when the teacher taught English. Some others claim that they did not like group work and discussion because they can share their opinion and experiences each other, some students also didn’t like group work because they perceive that only clever students did the exercises without discussing it with the other members of the group. This study has an implication to the importance of understanding types of strategies and when and how to implement to improve the quality of instructional process in the classroom.keyword : strategy, teaching English, vocational school.
A CONTENT ANALYSIS OF GOVERNMENT ENGLISH TEXTBOOK FOR THE SECOND SEMESTER STUDENTS OF GRADE TEN OF SENIOR HIGH SCHOOLS: A CRITICAL LOOK ON ITS SUITABILITY TO CRITERIA OF MATERIAL DEVELOPMENT AND 2013 CURRICULUM ., SARI DEWI NOVIYANTI; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., DRS. I WAYAN SUARNAJAYA, M.A., P.hD
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian buku bahasa inggris dengan kriteria penyusunan materi ajar dan kurikulum 2013. Analisis kesesuaian buku teks dengan riteria penyusunan materi ajar berdasarkan pada beberapa kriteria yaitu; kemasan, latar dan desain, tugas dan kegiatan, kecakapan, bahasa dan isi, dan subjek dan isi, sedangkan analisis kesesuaian pada kurikulum 2013 berdasarkan pada tujuan, isi, model pembelajaran dan tahapan pembelajaran, dan evaluasi. Analisis konten pada teks secara kualitatif merupakan metode penelitian dan buku bahasa inggris kurikulum 2013 merupakan data penelitian. Data diperoleh berdasarkan observasi buku teks dan analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa: kesesuaian buku teks dengan kriteria penyusunan materi ajar pada kemasan yaitu 54% dari 13 sub kriteria, 62% dari 8 sub kriteria untuk latar dan desain, 100% dari 4 sub kriteria untuk tugas dan kegiatan, 83% dari 6 sub kriteria untuk kecakapan, 75% dari 4 sub kriteria untuk bahasa dan isi, dan 100% dari 3 sub kriteria untuk subjek dan isi. Sedangkan untuk kesesuaian dengan kurikulum 2013, kesesuaian buku teks mencapai 100% dari 2 sub kategori untuk isi, 100% dari 8 sub kategori untuk konten, 75% dari 4 sub kriteria untuk model pembeajaran dan tahapan pembelajaran, dan 100% dari 3 sub kriteria untuk evaluasi. Secara kualitatif, ditemukan beberapa kelemahan pada buku teks seperti tidak adanya informasi yang lengkap tentang penerbit dan penulis buku, tidak adanya kegiatan keterampilan mendengar, tidak adanya penjelasan pendahuluan untuk topik, struktur teks dan tata bahasa, kurangnya penggunaan materi otentik, kurangnya penekanan nilai karakter, tidak adanya penggunaan pembelajaran model proyek, dan kurangnya penialain terhadap sikap. Implikasi penelitian ini adalah buku teks ajar seharusnya disusun berdasarkan dua kriteria yaitu kriteria penyusunan materi ajar dan kurikulum 2013 agar tujuan peningkatan kemampuan komunikasi siswa dapat tercapai sebagaimana tercantum dalam tujuan kurikulum nasional.Kata Kunci : buku teks, kriteria penyusunan materi ajar, kurikulum 2013 This study aimed at analyzing the suitability of English textbook to criteria of material development and 2013 Curriculum. Criteria of material development analysis was based on several criteria, namely: package, layout and design, task and activities, skills, language and content and subject and content, while the analysis of 2013 Curriculum was based on the objectives, content, learning model and phases and evaluation. Discourse Qualitative Content Analysis was the research method and 2013 Curriculum based English textbook was the data corpus. Data were gathered through textbook observation and were analyzed quantitatively and qualitatively. Findings showed that: the textbook suit the criteria of material development for 54% of package from 13 subsections, 62% of layout and design from 8 subsections, 100% of task and activities from4 subsections, 83% of skills from 6 subsections, 75% of language and content from 4 subsections, and 100% of subject and content from 3 subsections, and final result showed that the level suitability of the textbook to criteria of material development is 3.95 which is categorized as good suitability. While for textbook suitability to 2013 curriculum, the textbook suit the 2013 curriculum for 100% of objectives from 2 subsections, 100% of content from 8 subsections, 75% of learning model and phases from 4 subsections, and 100% for the evaluation from 3 subsections and final result showed that the level suitability of the textbook to 2013 Curriculum is 4.7 which is categorized as very good suitability. Qualitatively, several weaknesses were found in the textbook such as insufficient information of publisher and authors, lack of listening activities, no overview of topic, structure and grammar, less authentic material, insufficient character education discussed, no project based learning model and insufficient amount of attitude evaluation. The implication of this study that a textbook should be developed in consideration of criteria of standard material development and curriculum applied especially to make a published textbook has good quality to build up students’ communicative skill can be achieved successfully as stated in the objectives of the national curriculum.keyword : textbook, criteria of material development, 2013 curriculum
Menganalisis Strategi Komunikasi Digunakan oleh Guru Bahasa Inggris dari Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 1 Singaraja ., PUTU SRI DARMAYANTI; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., DRS. I WAYAN SUARNAJAYA, M.A., P.hD
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tipe-tipe strategi komunikasi digunakan oleh guru bahasa inggris, motif penggunaan strategi- strategi komunikasi oleh guru-guru bahasa inggris, strategi- strategi komunikasi yang digunakan oleg guru memenuhi kriteria guru bahasa inggris yang baik, dan persepsi murid terhadap strategi- strategi komunikasi digunakan oleh guru-guru bahasa inggris. Subjek dalam penelitian ini adalah dua guru bahasa inggris, kelas VIIA1 dan VIIA8 dari SMP Negeri 1 Singaraja. Data dikumpulkan dengan menggunakan tiga instrumen yaitu, lembar pengamatan, panduan wawancara dan kuesioner. Tipe-tipe strategi komunikasi dikumpulkan dengan observasi dan rekaman, motif penggunaan strategi- strategi komunikasi dkumpulkan dengan wawancara dan rekaman, strategi komunikasi digunakan oleh guru memenuhi kriteria guru-guru bahasa inggris yang baik dikumpulkan dengan lembar pengamatan sedangkan kuesioner digunakan untuk menginvestigasi persepsi murid-murid terhadap strategi- strategi komunikasi. Hasil menunjukkan bahwa ada 17 tipe strategi komunikasi digunakan oleh guru bahasa inggris. Pengulangan adalah yang paling sering digunakan oleh guru bahasa inggris. Motif penggunaan strategi- strategi komunikasi digunakan oleh guru-guru bahasa inggris adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara dan membuat siswa mudah mengikuti aktifitas dengan memahami materi. Sedangkan strategi- strategi komunikasi digunakan oleh guru memenuhi kriteria guru-guru bahasa inggris yang baik menunjukkan bahwa dua guru bahasa inggris memuaskan. Itu berarti bahwa guru-guru meruakan kriteria guru-guru bahasa inggris yang baik. Data juga menunjukkan bahwa guru-guru bahasa inggris, mendapatkan persepsi yang bagus dari siswa mereka dalam menggunakan strategi komunikasi. Kata Kunci : Komunikasi, Strategi Komunikasi, Guru Bahasa Inggris This study aimed to describe the types of Communication Strategies used by the English Teachers, the motive of use Communication Strategies by English Teachers, Communication Strategies used by the teachers meet the criteria of good English Teachers, and Students’ Perception toward the communication strategies used by the English Teachers. The subjects of this study were two English teachers, seventh A1 and A8 grades of SMP Negeri 1 Singaraja. The data were collected by using three instruments, namely observation sheet, interview guide, and questionnaire. The types of communication strategies were gathered by observing and recording, the motive of use Communication Strategies was gathered by English Teachers by interviewing guide and recording, Communication Strategies used by the teachers meet the criteria of good English teachers were gathered by observation sheet, while the questionnaire was used to investigate the students’ perception toward the Communication Strategies. The result showed that there were 17 types of Communication Strategies used by the English teachers. Repetition was the most frequently used by English teachers. The motive of use Communication Strategies used by the English teachers was to improve the students’ speaking ability and made the students easy to follow the activity by understanding the material. While Communication Strategies used by the teachers meet the criteria of good English teachers showed that the two English teachers were satisfactory. It means that English teachers as criteria of good teachers. The data also showed that the English teachers got a good perception from their students in using communication strategies. keyword : Communication, Communication Strategies, English teacher.
AN ANALYSIS OF SPEECH ACTS USED BY TEACHERS (CARE GIVERS) TO COMMUNICATE TO CHILDREN IN PRE-SCHOOL AND DAY CARE PROGRAM AT GENIUS PEE-SCHOOL AND DAY CARE SANUR ., I PUTU SUJANA; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisa jenis tindak tutur yang digunakan oleh guru dan pengasuh dalam berkomunikasi dengan anak-anak di pra-sekolah dan program penitipan anak, (2) menganalisa aspek pedagogik dari tindak tutur yang disampaikan guru dan pengasuh, (3) menganalisa bagaimana tidak tutur disampaikan oleh guru dan pengasuh dalam berkomunikasi dengan anak-anak di Genius Pre-School and Day Care Sanur. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dalam bentuk mikro etnografi komunikasi. Subyek penelitian ini adalah para guru dan pengasuh di Genius Pre-School and Day Care Sanur. Data diperoleh melalui observasi, pencatatan dan wawancara. Hasil penelitian ini dianalisis berdasarkan Yule (1977), tindak tutur langsung dan tidak langsung, dan Searle (1979), klasifikasi tindak tutur (reprensentatives, directives, commissives, expressives, dan declaration. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur yang digunakan oleh guru dan pengasuh di dominasi oleh directives di ikuti oleh reprensentatives, expressive, commissives dan declaration. Memotivasi siswa dengan cara memberikan pujian kepada mereka yang mejawab pertanyaan guru dengan benar merupaka aspek pedagogic yang paling sering digunakan dalam interaksi kelas, dan cara tindak tutur digunakan oleh guru dan pengasuh dengan menyertakan gerak tubuh untuk memudahkan siswa mengerti maksud dari guru.Kata Kunci : Tindak Tutur, Pedagogik, Pra-Sekolah, Penitipan Anak This research aimed at (1) analyzing The classes of speech acts used by teachers and caregivers in dealing with young children in pre-school and day care program, (2) analyzing the pedagogical points of speech acts conveyed by teachers and caregivers, (3) analyzing the way of speech acts used by teachers and caregivers in Genius Pre-School and Day Care Sanur. This research is a descriptive qualitative in term of micro ethnography of communication research. The subjects of this study were the teachers and caregivers of Genius Pre-School and Day Care Sanur. The data were obtained through observation, recording and interview. The result of this study was analyzed based on Yule (1977), direct and indirect speech acts, and Searle (1979), classification of speech acts (representative, directive, commissives, expressives, and declaration). The result of this study shows that teachers’ utterances are dominated by directives speech act and then followed by representatives, expressives, commissives and declaration. Maintaining students’ motivation by giving them compliment after answered teacher’s question well is the most pedagogical point of speech acts used in the class activity, and the way of speech acts used by teachers and caregivers is by doing some gestures to make students understand teachers’ intention easily.keyword : Speech Acts, Pedagogical, Pre-School, Day Care
The Effect of STAD Technique and Learning Style on the Eighth Grade Student’s Reading Comprehension of SMP 17 Agustus 1945 Cluring ., SUTAMI DWI LESTARI; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh teknik pembelajaran STAD dan gaya belajar pada pemahaman membaca teks siswa kelas delapan di SMP 17 Agustus 1945 Cluring. Penelitian ini mencakup tiga variable, yaitu; teknik STAD sebagai variable bebas, gaya belajar sebagai variable moderator, dan pemahaman membaca sebagai variable terikat. Untuk melakukan penelitian ini, 60 siswa dilibatkan sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan desain 2 x 2 faktorial. Data diperoleh melalui tes dan kuisioner lalu dianalisis dengan menggunakan analisis ANAVA Dua Jalur dan tes Tukey, dengan hasil sebagai berikut: 1) terdapat perbedaan signifikan antara pemahaman membaca siswa yang diajar dengan menggunakan teknik STAD dibandingkan dengan hasil pemahaman membeca siswa yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional; 2) terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman membaca siswa field dependent dan siswa field independent; 3) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara teknik pembelajaran (STAD dan konvensional) dan gaya belajar (field dependent dan field independent) siswa terhadap pemahaman membaca; 4) terdapat perbedaan signifikan pada pemahaman membaca antar siswa yang field dependent yang diajar dengan menggunkan teknik STAD dan siswa yang field dependent yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional; dan 5) terdapat perbedaan signifikan pada pemahaman membaca antar siswa yang field independent yang diajar dengan menggunkan teknik STAD dan siswa yang field independent yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional.Kata Kunci : teknik STAD, gaya belajar, dan pemahaman bacaan. This study was conducted to investigate the effect of STAD technique and learning style the eight grade student’s reading comprehension of SMP 17 Agustus 1945 Cluring. This research involved three types of variables, namely; STAD technique as independent variable, learning style as moderator variable, and reading comprehension as dependent variable. To conduct this research, 60 students were selected as the sample. The design of this research was 2 x 2 factorial designs. The data were collected through test and questionnaire, and were then analyzed by using Statistical Two-Way ANAVA and Tukey test. The result of this study showed that: 1) there is a significant difference in reading comprehension between the students who are taught by using STAD technique and those taught by using the conventional technique; 2) there is a significant difference of reading comprehension between field dependent and field independent students; 3) there is a significant interactional effect between the teaching techniques (STAD and conventional) and students’ learning style (field dependent and field independent) on students’ reading comprehension; 4) there is a significant difference in reading comprehension between the students field dependent who are taught by using STAD technique and those who are taught by using the conventional technique; and 5) there is a significant difference in reading comprehension between the students field independent who are taught by using STAD technique and those who are taught by using the conventional technique. keyword : STAD technique, learning style, reading comprehension.
THE STRATEGIES USED BY BALINESE PARENTS IN MAINTAINING THEIR HERITAGE LANGUAGE: MULTICASES STUDIES OF BALINESE PARENTS IN BULELENG SUBDISTRICT ., NI PUTU DIAN UTAMI DEWI; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 5, No 1 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi-strategi yang digunakan oleh orang tua Bali dalam pemertahanan Bahasa Bali di Singaraja. Mengingat jumlah anak anak yang berbahasa Bali menurun drastis, seperti telah ditemukan dalam penelitian awal bahwa anak anak Bali yang berbahasa Bali di Singaraja hanya kurang dari 50%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap, strategi dan kesulitan yang dihadapi oleh orang tua dalam pemertahanan Bahasanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif (design multi kasus). Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah 3 keluarga dengan latar belakang pendidikan yang bervariasi. Data dianalisis menggunakan teori sikap orang tua (Guardado, 2002), strategi orang tua (Hinton, 1999), dan teori strategi disiplin orang tua (Plotnik, R & Kouyoumdjian, 2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua orang tua menunjukkan sikap positif terhadap Bahasa Bali. Ketika mereka menerapkan strategi oleh Hinton, maka setiap keluarga menghadapi kesulitan yang bervariasi dalam pemertahanan Bahasa Bali. Kata Kunci : Strategi orang tua, sikap orang tua, dan bahasa warisan. This study was conducted to investigate the strategies used by Balinese Parents in maintaining Balinese language in Singaraja. Since the number of children who speak Balinese decreased significantly, as founded in the pre-research that only less than 50% of Balinese children used Balinese in Singaraja. Therefore, this study aimed at finding out the attitudes, strategies and difficulties that the Balinese parents encounter toward heritage language maintenance. This study used a descriptive qualitative approach (multicases design). Observation and interview were the methods of data collection. The subjects were 3 families with various educational background. The data were analyzed using parental attitudes theory (Guardado, 2002), parents strategies theory (Hinton, 1999), and parent’s disciplining strategies theory (Plotnik, R & Kouyoumdjian, 2010). The result indicated that all the parents showed positive attitude toward Balinese language. As they implemented the strategies proposed by Hinton, then each family faced various difficulties in maintaining Balinese. keyword : Parents’ strategies, parents’ attitude, heritage language.
THE ANALYSIS OF COMMUNICATION STRATEGIES USED BY STUDENTS FROM MIXED MARRIAGE FAMILIES IN ATTENDING THE TEACHING AND LEARNING PROCESS IN BUSINESS HOSPITALITY DEPARTMENT OF BALI TOURISM INSTITUTE NUSA DUA ., NI LUH SUPARTINI; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., DRS. I WAYAN SUARNAJAYA, M.A., P.hD
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.815 KB)

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk menginvestigasi strategi komunikasi yang digunakan oleh siswa local dan siswa blasteran (campuran) dari Jurusan Bisnis Perhotelan di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Masalah yang diteliti diformulasikan ke dalam: 1) jenis-jenis strategi komunikasi siswa, 2) alasan menggunakan strategi tertentu, 3) perbandingan antara strategi komunikasi yang digunakan siswa lokal dan siswa blasteran, 4) persepsi guru terhadap strategi komunikasi yang digunakan siswa. Subjek penelitian ini adalah dua siswa blasteran dan siswa-siswa lokal di kelas Bisnis Perhotelan semester dua. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan kualitatif deskripsi serta instrumen yang digunakan adalah instrumen manusia, rekaman proses belajar- mengajar di kelas dan wawancara. Hasil yang dtemukan adalah terdapat sebelas strategi yang digunakan oleh siswa lokal dan siswa blasteran selama proses belajar mengajar. Siswa blasteran lebih suka menggunakan strategi menjelaskan kata, strategi meninggalkan pesan dan strategi pengulangan. Untuk siswa lokal, mereka cenderung menggunakan strategi menerjemahkan kata per kata dan strategi alih bahasa. Berdasarkan hasil yang dtemukan, siswa menggunakan strategi tertentu bertujuan untuk memfasilitasi percakapan mereka agar mencapai tujuan komunikasi dalam proses belajar mengajar. Pandangan guru terhadap strategi yang digunakan siswa adalah pemilihan strategi yang dgunakan siswa dipengaruhi oleh bahasa pertama mereka dan kemampuan mereka dalam Bahasa Inggris.Kata Kunci : strategi komunikasi, siswa blasteran (campuran), siswa local, dan pandangan guru This study aimed to investigate the Communication Strategies (CS) used by local and mixed marriage students of Business Hospitality Department of Bali Tourism Institute Nusa Dua Bali. The problems were formulated into four major points: 1) types of communication strategies (CS) used by local and mixed marriage students, 2) reasons for the use of certain CS, 3) the comparison of CS used by local and mixed marriage students and 4) teacher’s perception towards CS used by the students. The subjects were two mixed marriage students and local students of Business Hospitality class in second sesmster. This recent study was designed with descriptive qualitative and the instruments being used were human instrument, recording of teaching and learning process and interview. There were eleven (11) types of communication strategies (CS) found in teaching and learning process used by mixed marriage and local students. Mixed marriage students preferred to use circumlocution strategy, message abandonment and repetition. For local students, they frequently used literal translation and language switch. Based on the findings, they used certain strategies to facilitate their conversation in order to get the goal of communication during teaching and learning process. The teacher’s perception towards strategies used by the students was the choice of CS which was influenced by their first language and their proficiency in English.keyword : Communication Strategies, Mixed Marriage Students, Local Students, and Teacher’s Perception
The Effect of Experiential Learning Model and Creative Thinking Toward Speaking Competency of Grade Ten Students of SMAK Harapan Denpasar in the Academic Year 2015/2016 ., NI PUTU EPIFANIA PUSPITAHATI; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis pengaruh antara model eksperiential terhadap siswa, 2) Menganalisis pengaruh interaksi antara model pembelajaran MPE dan MPK terhadap kemampuan berbicara, 3) Menganalisis perbedaan kemampuan berbicara pada kelompok berpikir kreatif tinggi dengan model MPE, dan 4) Menganalisis perbedaan kemampuan berbicara pada kelompok berpikir kreatif rendah dengan model MPE. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X MIPA SMA Kristen Harapan Denpasar tahun pelajaran 2015/2016. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik group random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan ANAVA dua jalur. Hasil analisis menyatakan sebagai berikut. (1) terdapat pengaruh antara model eksperiential terhadap siswa (F = 71,07; p < 0,05), (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran MPE dan MPK terhadap kemampuan berbicara (F = 76,23 ; p < 0,05). (3) terdapat perbedaan kemampuan berbicara pada kelompok berpikir kreatif tinggi dengan model MPE, (F = 64,38 p < 0,05), (4) terbedaan kemampuan berbicara pada kelompok berpikir kreatif rendah dengan model MPE, (F = 54,98; p < 0,05). Kata Kunci : berpikir kreatif, kemampuan berbicara, model pembelajaran eksperiential This research aims to 1)analyze whether there is a significant effect of ELM toward speaking competency of grade-ten students of SMAK Harapan 2)analyze whether there is a significant interaction effect between ELM and creative thinking toward speaking competency 3)analyze whether there is a significant difference in speaking competency between the students with high level creative thinking taught using ELM and taught using CTM 4)analyze whether there is a significant difference in speaking competency between the students with low level creative thinking taught using ELM and taught using CTM. This research using quasi experiment with posttest only control group design. The population are tenth-grade of SMA Kristen Harapan. The samples uses random sampling technique. The design is by two way ANOVA analysis of variance 2 x 2 factorial. The results are: 1) significant effect of ELM toward speaking competency (F=71,07; p< 0,05) 2) significant interaction effect between ELM and creative thinking toward speaking competency (F= 76,23;p
An Analysis of Politeness Strategies Used by The Teacher and Students in a Multicultural Class ., LUH GEDE MAYA WIRASTUTI DEWI; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed at investigating teacher?s politeness strategies in four teacher?s roles and analyzing students? politeness strategies. The object of this descriptive qualitative research was utterances delivered by teacher and students in the class discussions. The instrument of the study was the researcher who collected data through observation and interview. The data were gained by observing and video-recording classroom discussions, identifying the politeness strategies used, and classifying the politeness strategies found. The gained data were then analyzed qualitatively through data reduction, data display, and conclusion. In this study, the data were displayed on tables and interpreted through excerpts of conversations in the classroom discussions. It was found that there were 496 teacher?s utterances related to politeness strategies. Bald on record was the most prominent strategy used by the teacher in three roles: as an academic instructor, a motivator, and a classroom manager. Positive politeness strategy was mostly used by the teacher in the role of being an evaluator. 134 students? utterances were also found. 78% of those utterances applied positive politeness strategy.Kata Kunci : four teacher?s roles, multicultural class, politeness strategies Penelitian ini bertujuan menyelidiki strategi kesantunan guru dalam empat peran guru dan menganalisis strategi kesantunan siswa dalam diskusi-diskusi kelas multikultural. Objek penelitian deskriptif kualitatif ini adalah ucapan-ucapan yang disampaikan oleh guru dan siswa dalam diskusi-diskusi kelas. Instrumen penelitian ini adalah peneliti yang mengumpulkan data melalui pengamatan dan wawancara. Data dikumpulkan dengan mengamati dan merekam video diskusi kelas, mengidentifikasi strategi kesantunan yang digunakan, serta mengelompokkan strategi kesantunan yang ditemukan. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif melalui reduksi data, tampilan data, dan kesimpulan. Dalam penelitian ini, data ditampilkan dalam tabel dan dijelaskan melalui kutipan-kutipan dari percakapan yang terjadi dalam diskusi kelas. Ditemukan bahwa terdapat 496 ucapan guru yang digunakan berkaitan dengan strategi kesantunan. Bald on record adalah strategi yang paling sering digunakan guru dalam tiga peran, yakni sebagai instruktur akademik, motivator, dan pengelola kelas. Strategi kesantunan negatif paling banyak digunakan saat guru menjadi evaluator. Ditemukan pula 134 ucapan-ucapan siswa. 78% dari ucapan-ucapan tersebut menerapkan strategi kesantunan positif.keyword : empat peran guru, kelas multikultural, strategi kesantunan
Politeness Strategies Used By Native and Non Native English Teachers in EFL Teaching In Dyatmika School ., I DEWA PUTU BAYU PRADNYA PARAMITHA; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di lakukan di sekolah Dyatmika sebagai sekolah dengan program bilingual. Mengingat sekolah Dyatmika memiliki para siswa dan guru yang datang dari berbagai kebangsaan serta budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis strategi kesantunan yang digunakan oleh guru penutur asli dan bukan guru penutur asli dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris. (2) jenis motif kesopanan yang digunakan oleh guru penutur asli dan bukan guru penutur asli bahasa Inggris dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa inggris dan (3) perbedaan guru penutur asli dan bukan guru penutur asli dalam strategi kesopanan yang digunakan dalam kelas multikultural. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Adapun data pada penelitian ini didapat dari percakapan pada proses belajar dan mengajar di dalam kelas. Data analisis menggunakan strategi kesantunan oleh Brown dan Levinson (1987). Hasil penelitian menunjukan guru penutur asli lebih dominan menggunakan strategi kesantunan yang menyatakan terus terang (bald on Record) dan di dukung dengan motif motivasi, sedangkan bukan guru penutur asli lebih dominan menggunakan strategi kesantunan positif dan di dukung dengan motif ekstrinsik (lingkungan). Dan juga ditemukan beberapa perbedaan yang terjadi dalam kelas multikultural, yang didapatkan dari hasil pengamatan, wawancara dengan guru penutur asli dan bukan guru penutur asli Bahasa Inggris dan siswa.Kata Kunci : strategi kesantunan, motif, perbedaan This study was carried out at Dyatmika School as a school with bilingual program. Since Dyatmika School provided as a setting where the students and teacher come from different nationalities. This study aimed at finding out (1) The kinds of politeness strategies are used by the Native and Nonnative English teacher in the English teaching and learning activities. (2) The Native and Nonnative teacher?s motives of using politeness strategies in the English teaching and learning activities. (3) The differences of politeness strategies used by Native and Nonnative English teachers in Dyatmika School, in term of strategies used in teaching multicultural student. This study used a descriptive qualitative. The data were taken from the conversations of the teaching and learning process in the classroom. The data were analyzed by using Politeness Strategies by Brown & Levinson (1987). The results indicated that Native English teacher mostly dominant used bald on record and supported by the motivation motive, while the Nonnative English teachers mostly dominant used positive politeness strategy and supported by environment motive (extrinsic motive). And also found some differences that occur in multicultural class that obtained from observations interviews with the both Native and Nonnative English teachers and students. keyword : politeness strategies, motives, differences