Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Hasil Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Bantuan Larva Black Soldier Fly (BSF) Deffi Ayu Puspito Sari; Darmono Taniwiryono; Richa Andreina; Prismita Nursetyowati; Diki Surya Irawan
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.234 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.848

Abstract

Saat ini pengolahan sampah organik dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan bantuan lalat tentara hitam (larva black soldier fly-BSF). BSF merupakan jenis serangga yang sangat tepat untuk melakukan penguraian sampah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah sampah organik rumah tangga dengan bantuan BSF yang dapat menghasilkan produk samping berupa pupuk organik cair yang berasal dari leachate yang dihasilkan selama pengolahan. Dalam penelitian ini, sampel dibagi kedalam 10 variasi sampel uji dan dibandingkan dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 261 Tahun 2019 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenahan Tanah. Hasil uji laboratorium pupuk organik cair, didapatkan bahwa hanya parameter logam berat, pH, dan Salmonella sp. yang telah memenuhi baku mutu. Perlakuan aerasi mengurangi kandungan E.coli dan Salmonella Sp. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan pengomposan dan pemanenan sampel leachate pada sampel pupuk cair yang lebih lama agar hasil yang didapatkan dapat memenuhi baku mutu yang digunakan.
PEMULIHAN SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT TERDAMPAK TSUNAMI DI KABUPATEN PANDEGLANG UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN DAERAH BERKELANJUTAN Dedy Hartono; Syamsul Maarif; Deffi Ayu Puspito Sari; W Wilopo
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Manajemen Bencana (JMB)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jmb.v8i1.1209

Abstract

Post-disaster recovery had to be measured to determine the level of success of the recovery process whether it has returned to pre-disaster condition or conditions that are better than before the disaster or even worse than before the disaster. This study aimed to analyze the social and economic recovery of disaster-affected communities in order to support sustainable regional programs. This study used qualitative research method with a case study research design. The results of the study showed that social recovery in 3 years after the Tsunami, namely in 2021, is 100.08% with the indicator of recovered. Meanwhile, the economic recovery up to 3 years after the Tsunami, namely in 2021, at 99.59% has not yet reached the recovery indicator. The recovered category is based on the calculation results with numbers above 100%. The conclusion of this research was that the effective social and economic recovery will support sustainable regional development because community resilience will be formed. The process of social and economic recovery, the current social condition of the community has recovered on average and the economic condition of the community is nearing recovery, with minimal central government programs. This was due to the resilience of local governments and communities. A strong social and economic community will support the creation of the principle of "build back better and safer", so that people's lives will be better and safer than before the disaster occurred.
Domestic Wastewater Piping Network Planning and Technology Recommendations for Wastewater Treatment Case Study: The Ambarita Area, Samosir Regency, North Sumatra Diki Surya Irawan; Deffi Ayu Puspito Sari; Anggita Ariesta
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 3 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1436.991 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i3.42

Abstract

Lake Toba is one of ten programs the Ministry of Tourism in the Republic Indonesia, as a priority tourism area because of its unique potential. The Ambarita is one of 16 villages that are priority areas in Simanindo Subdistrict, Samosir Regency. At present, the quality of Lake Toba's waters has been polluted, the pollution is caused by domestic waste water which is discharged directly without prior treatment. The purpose of this study is to plan a domestic wastewater pipeline network and recommendations for wastewater treatment plants with a centralized system in the Ambarita. This study uses a data analysis method by using a population projection approach with maximum capacity to be planned in the draft MasterPlan of Ambarita and literature study for WWTP technology recommendations. The results showed that the total discharge of wastewater in the Ambarita was 0,06495 m3/second and the results of laboratory tests showed the parameters that exceeded quality standard were free chlorine and fecal coli. Piping network planning in the Ambarita uses concrete type pipes with diameters of 100 mm, 125 mm, 150 mm, 200 mm and 250 mm. The selected Waste Water Treatment Technology recommended is anaerobic-aerobic biofilter technology with removal efficiency for fecal coli and free chlorine are 99.9% and 65%.
Study Komparasi Bangunan Terdampak Bencana Banjir Tahun 2013 Di Kecamatan Cengkareng, Grogol Dan Kebon Jeruk Menggunakan Aplikasi Quantum Geographic Information System Setyo Aji Pramono; Ketut Sutarga; Kusuma; Deffi Ayu Puspito Sari
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v11i1.55581

Abstract

Bencana banjir seolah – olah sudah menjadi kegiatan rutin yang terus melanda Provinsi DKI Jakarta. Bencana banjir sangat mengganggu aktivitas warga karena lumpuhnya bangunan – bangunan perumahan dan perkantoran yang dipakai maupun infrastruktur penunjang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran secara kuantitatif total bangunan dari berbagai fungsi bangunan terdampak banjir di Kecamatan Cengkareng, Grogol dan Kebon Jeruk. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menampilkan secara spasial jumlah gedung yang terendam banjir di kecamatan terpilih kemudian membandingkannya. Hasil analisis tersebut memperlihatkan bahwa daerah dengan jumlah bangunan yang terdampak banjir terbanyak adalah Kecamatan Cengkareng. Kondisi ini dapat dijadikan pedoman bagi masyarakat luas dalam mitigasi bencana banjir di masa yang akan datang.
ANALISIS RESPONS ANGIN ZONAL DAN MERIDIONAL TERHADAP CURAH HUJAN DI KABUPATEN JAYAPURA TAHUN 1991-2010 Say Marina Octavia; Adi Subiyanto; Deffi Ayu Puspito Sari; Pujo Widodo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i9.2023.4423-4431

Abstract

Indonesia secara geografis memiliki keragaman curah hujan yang cukup besar antardaerah. Angin merupakan salah satu parameter untuk menentukan kondisi iklim suatu wilayah. Salah satu faktor penyebabnya dipengaruhi oleh sirkulasi angin zonal (Hadley) dan meridional (Walker). Aktifitas ENSO juga mempengaruhi sirkulasi angin yang masuk di wilayah Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Respons Sirkulasi Angin Zonal dan Meridional Terhadap Curah Hujan di Kabupaten Jayapura. Metode penelitian ini memanfaatkan data hujan bulanan Stasiun Klimatologi Jayapura tahun 1991-2010,  Indeks Nino 3.4 NOAA, dan data angin zonal dan meridional ketinggian 10 meter ECMWF dengan resolusi spasial 0.125°x0.125° periode 1991-2010. Melalui analisis ini didapat, wilayah Jayapura memiliki tipe hujan monsunal dengan karakteristik lokal yang kuat. Hal ini juga menyebabkan tidak ada pergeseran musim saat terjadi El Nino kuat. Sedangkan untuk La Nina juga tidak ada pergeseran musim, hanya terjadi peningkatan curah hujan. SST dan curah hujan berbanding terbalik, karena karakakteristik lokal yang kuat.