Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PELATIHAN PUBLIKASI JURNAL HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU SLB N 1 BANTUL YOGYAKARTA Luqman Hidayat; Faiz Noormiyanto
Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Berdaya Mandiri (JBM)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.135 KB) | DOI: 10.31316/jbm.v2i2.495

Abstract

This training gives knowledge to teachers in Special Education Needs School 1 Bantul to overcome difficulties in publishing articles on the results of classroom action research (CAR) to OJS-based journals (Open Journal System). The target to be achieved through this activity is to increase teacher competence in making / compiling articles on the results of classroom action research and providing skills in submitting OJS-based journals. Besides increasing teacher competence. Service activities carried out through several training methods, namely: 1) lecture method, 2) question and answer method, and 3) simulation method. The training was carried out 4 times in theory and practice, this was done so that the teachers not only understood the theory, but the teacher could also be independent in making articles and submit OJS journals properly. The results achieved are the teacher can compile an PTK result article and upload it to the OJS journal.
Implementasi Kerangka Aksi Mitigasi Bencana Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Dasar Penyelenggara Pendidikan Inklusif Luqman Hidayat
Caruban: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.602 KB) | DOI: 10.33603/caruban.v6i1.7691

Abstract

Abstrak. Pelaksanaan program mitigasi bencana bagi peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah inklusi perlu mendapatkan perhatian serius. Anak berkebutuhan khusus merupakan kategori rentan dalam suatu bencana. Kegiatan mitigasi bencana di sekolah inklusi idealnya memuat persiapan prabencana, ketika terjadi bencana, hingga pasca bencana dan adanaya evaluasi yang komprehensif yang melibatkan seluruh warga sekolah dan pemangku kepentingan dalam situasi kebencanaan dalam mempersiapkan warga sekolah termasuk siswa berkebutuhan khusus dalam menghadapi bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan sekolah inklusi dalam rangka mempersiapkan siswa berkebutuhan khusus saat terjadinya bencana di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif di sekolah dasar penyelengara program pendidikan inklusif di Klaten Jawa Tengah terhadap kesiapsiagaan bencana. Sebanyak 8 guru dan 4 siswa menjadi responden dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar guru dan siswa berkebutuhan khusus telah memiliki kecakapan dalam perencanaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Mitigasi Bencana, Sekolah Inklusi, Siswa Berkebutuhan Khusus.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program RINDI (Rintisan Desa Inklusi) dalam Pemenuhan Hak Disabilitas Muhammad Fikri Agusman; Luqman Hidayat
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 5 (2023): October
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i5.5675

Abstract

Rintisan Desa Inklusi (RINDI) merupakan salah satu program dari lembaga SIGAB (Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel) yang bertujuan menjadikan masyarakat yang inklusi dan desa inklusi yang terbuka universal untuk siapapun tanpa memandang keturunan, ras, status sosial-ekonomi,  pendidikan, latar belakang, adat istiadat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemberdayaanmasyarakat melalui program RINDI (Rintisan Desa Inklusi) dalam pemenuhan hakdisabilitas di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif denganmetode deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data,reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan. Pengumpulan datayang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalampenelitian ini adalah wakil direktur SIGAB, staff divisi desa inklusi SIGAB, danpengurus kelompok difabel Desa Sidorejo. Penelitian ini dilakukan pada bulan Junihingga bulan Agustus 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaanmasyarakat melalui program RINDI (Rintisan Desa Inklusi) dilakukan dengan membentukkelompok difabel desa (KDD) yang berperan sebagai wadah bagi masyarakatdisabilitas untuk memenuhi haknya. KDD  bekerja sama dengan pemerintah desasetempat dalam memenuhi kebutuhan disabilitas. Setiap KDD memiliki beberapaprogram kerja seperti pelatihan, pengembangan potensi, pemberian modal usaha,layanan umum bagi difabel, dan berbagai macam program lainnya yang akanbermanfaat bagi difabel.
Pengaruh Media Mushroom Counting Board terhadap Kemampuan Berhitung Anak Autis Kelas IV di SLB Bangun Putra Kasihan Alodia Angesti; Luqman Hidayat
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1858

Abstract

Peserta didik autis di SLB Bangun Putra Kasihan mengalami kesulitan dalam kemampuan berhitung, khususnya pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan 1–10. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Mushroom Counting Board terhadap kemampuan berhitung anak autis kelas IV. Penelitian dilaksanakan di SLB Bangun Putra Kasihan pada bulan November 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain Single Subject Research (SSR). Subjek penelitian terdiri atas dua peserta didik autis kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengukuran frekuensi jumlah jawaban benar. Desain penelitian yang digunakan adalah desain A–B, yang meliputi fase baseline (A) dan fase intervensi (B). Analisis data dilakukan menggunakan analisis visual dalam kondisi dan analisis antar kondisi berdasarkan perubahan frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase baseline (A), subjek ZA memperoleh skor 8 pada pertemuan pertama, 7 pada pertemuan kedua, dan 9 pada pertemuan ketiga, sedangkan subjek AM memperoleh skor 5, 7, dan 6. Pada fase intervensi (B), skor subjek ZA meningkat menjadi 12, 13, 15, dan 17, sedangkan skor subjek AM meningkat menjadi 10, 12, 13, dan 15. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Mushroom Counting Board berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berhitung anak autis.
Peran Penggunaan Bahasa Isyarat Sejak Dini pada Perkembangan Emosi Anak Tuli di The Little Hijabi Homeschooling Aisyah Andini Rahmalia; Luqman Hidayat; Faiz Noormiyanto
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 5 No. 3 (2025): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v5i3.10221

Abstract

Deaf children often face challenges in emotional development due to communication barriers, which may lead to frustration and tantrum behaviors. This study aims to determine the role of early sign language use in the emotional development of Deaf children at The Little Hijabi Homeschooling. The research is expected to provide an in-depth understanding of how sign language serves as a medium for emotional regulation and supports the psychosocial development of Deaf children. This research employed a qualitative method within the framework of social constructivism. Data were collected through passive participatory observation, interviews with parents and teachers, and documentation at The Little Hijabi Homeschooling. The collected data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was ensured using source triangulation and technique triangulation to confirm the accuracy of the findings. The results show that the early use of sign language plays a crucial role in the emotional development of Deaf children. Sign language serves as a foundation for children to express and manage emotions effectively, thereby reducing the frequency of tantrums and negative behaviors. Furthermore, communication skills through sign language were found to enhance children’s self-confidence and social engagement, helping them overcome feelings of inferiority and develop a sense of competence aligned with their developmental stage.
Dinamika Kolaborasi Guru Reguler dan Guru Pembimbing Khusus dalam Pendidikan Inklusi: Studi Kualitatif di SMP Kota Yogyakarta Annisa Annisa; Dwi Putri Fatmawati; Luqman Hidayat; Rizki Aningrum
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol. 10 No. 1 (2026): JPKK
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpkk.v10i1.1374

Abstract

Although inclusive education in Indonesia continues to progress, studies on the dynamics of collaboration between general education teachers and special education teachers (GPK) remain limited, particularly at the secondary level. This study explores interaction patterns, role distribution, and challenges in teacher collaboration within inclusive junior high schools in Yogyakarta City. Using a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and document analysis, the findings reveal that collaboration is still at an early stage, characterized by limited communication, minimal joint planning, and the absence of school policies regulating collaborative roles. Key barriers include time constraints, lack of training, and weak institutional support. The findings highlight the need to strengthen structural and cultural foundations of collaboration in inclusive schools. Theoretically, this study expands understanding of the social dimensions of teacher collaboration, while practically recommending integrated training and the development of school-based collaborative policies.