Ricky Donald Montang
Universitas Kristen Papua

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENTINGNYA PELAYANAN PASTORAL KEPADA ANGGOTA PKB: THE IMPORTANCE OF PASTORAL SERVICE TO PKB MEMBERS Paul Jakob Noya; Jean Anthoni; Ricky Donald Montang
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 1 (2025): Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v10i1.321

Abstract

Kondisi ril kehidupan kaum bapak di Jemaat GKI Sion Saupapir dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami penurunan mutu rohani atau kualitas iman mereka,sehingga kebanyakn kaum bapak tidak aktif dalam peribadatan dan juga kegiatan gereja baik dalam jemaat maupun di tingkat Klasis.Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui tentang perlu atau tidak diadakannya pelayanan pastoral bagi kaum bapak GKI Sion Saupapir menurut majelis Jemaat ,badan pelayan unsur PKB dan anggota PKB dalam meningkatkan kualitas iman anggota PKB Jemaat Sion Saupapir.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif yaitu melakukan wawancara secara langsung dan mencatat dokuman untuk mengumpulkan data-data yang akan digunakan untuk menunjang penelitian.Seluruh data yang diperoleh diolah secara kualitatif,kemudian dianalisa dan dilakukan verifikasi ulang agar data yang digunakan sungguh- sungguh valid.berdasarkan jawaban jawaban dari pertanyaan dalam penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa pelayan pastoral sangat perlu dilakukan baik oleh majelis dan badan pengurus PKB bagi anggota PKB untuk menumbuhkan kualitas iman anggota PKB.
PELESTARIAN HUTAN SEBAGAI IMPLEMENTASI DARI PENGAKUAN IMAN GKI DI TANAH PAPUA: FOREST PRESERVATION AS AN IMPLEMENTATION OF THE GKI FAITH CONFESSION IN PAPUA Rahel Rosalia Sesa; Wiesye Agnes Wattimury; Ricky Donald Montang; Yulian Anouw
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 1 (2025): Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v10i1.322

Abstract

Hutan sebagai salah satu bagian dari lingkungan hidup merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan salah satu kekayaan alam yang sangat penting bagi umat manusia. Tujuan yang Hendak diperoleh dari penulisan ini ialah Untuk mengetahui pemahaman Jemaat GKI Paulus Sayal tentang pelestarian hutan. Untuk mengetahui dampak positif dan negative dari pelestarian hutan di jemaat GKI Paulus Sayal. Untuk mengetahui implementasi pelestarian hutan sebagai wujud pengakuan iman GKI Di Tanah Papua. Dari hasil penelitian, didapatkan pemahaman jemaat GKI Paulus Sayal tentang pelestarian hutan adalah sebagai berikut, hutan adalah ciptaan Allah yang perlu kita jaga karena hutan itu adalah bagian dari hidup. karena hasil hutan membantu kebutuhan hidup. Kita perlu menjaga dan memelihara hutan atau alam sekitar kita agar apa yang kita dapat butuhkan itu pasti ada dan hutan juga adalah tempat dimana makhluk hidup berlindung dan Perlu juga dilakukan reboisasi atau penanaman ulang agar hutan kembali terjaga dengan baik sehingga keturunan kedepanya tidak susah untuk mencari hidup.
MEMAHAMI HUBUNGAN TEOLOGI DENGAN AGAMA, ETIKA DAN FILSAFAT: UNDERSTANDING THE RELATIONSHIP BETWEEN THEOLOGY AND RELIGION, ETHICS AND PHILOSOPHY Ricky Donald Montang
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 1 (2025): Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v10i1.323

Abstract

Riset ini menganalisis secara komprehensif hubungan dinamis antara teologi, agama, etika, dan filsafat. Meskipun masing-masing merupakan disiplin yang berbeda, interaksi mereka telah membentuk peradaban dan pemikiran manusia secara signifikan. Penelitian ini berargumen bahwa teologi berfungsi sebagai refleksi sistematis dan interpretasi doktrinal atas pengalaman serta keyakinan agama, memberikan kerangka konseptual bagi praktik spiritual dan narasi sakral. Lebih lanjut, studi ini mengkaji peran krusial filsafat dalam membentuk dan mengkritisi pemikiran teologis, dari perumusan argumen metafisika tentang keberadaan dan sifat Tuhan, hingga tantangan epistemologis terhadap pengetahuan keagamaan. Akhirnya, riset ini mengeksplorasi bagaimana teologi dan filsafat secara kolektif memengaruhi dan dipengaruhi oleh etika, menyediakan dasar normatif untuk moralitas, perilaku sosial, dan keadilan, baik dalam konteks wahyu maupun rasionalitas. Dengan menguraikan benang merah yang mengikat keempat ranah ini, penelitian ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman kita tentang kompleksitas, sinergi, dan ketegangan yang ada dalam upaya manusia memahami realitas, nilai, dan tujuan eksistensinya.
PEMBINAAN PARA PELAYAN TUHAN TERHADAP PERTUMBUHAN IMAN PEMUDA: THE DEVELOPMENT OF GOD'S SERVANTS IS CONCERNED YOUTH'S FAITH GROWTH Silvia Margaretha Masreng; Ricky Donald Montang; Jean Anthoni
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 1 (2025): Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v10i1.324

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan adalah: pertama, untuk mengetahui bagaimana pembinaan para pelayan Tuhan terhadap pertumbuhan iman pemuda di Jemaat GKI Kanaan km.14. Kedua, untuk mengetahui faktor penyebab menurunnya pertumbuhan iman pemuda. Metode yang dipakai adalah yaitu metode kualitatif yaitu penelitian ini membutuhkan data berupa informasi mengenai sejauh mana peran para pelayan Tuhan terhadap pertumbuhan iman pemuda. Berdasarkan penguraian penulis dalam penelitian ini sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam upaya terhadap pertumbuhan iman pemuda yang dilakukan oleh para pelayan Tuhan berdampak baik bagi pemuda. Hal ini dapat dirasakan oleh berbagai pihak yang terkait seperti para pelayan Tuhan maupun pemuda.
MEMAHAMI  PENGKANONAN ALKITAB DAN IMPLIKASINYA PADA MASA KINI Ricky Donald Montang
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/sknse593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara komprehensif proses historis dan teologis pengkanonan Alkitab (baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru) dan menganalisis implikasinya yang relevan bagi kehidupan iman dan praktik gereja pada masa kini. Proses pengkanonan melibatkan pengakuan bertahap oleh komunitas Yahudi dan Kristen mula-mula terhadap tulisan-tulisan tertentu sebagai berotoritas ilahi  Metode yang digunakan adalah studi literatur teologis dan historis kritis, berfokus pada kriteria kanonisasi seperti kerasulan/kenabian, kesesuaian doktrinal, dan penerimaan luas serta peran konsili-konsili awal. Temuan menunjukkan bahwa proses pengkanonan bukanlah tindakan sewenang-wenang atau terpusat, melainkan pengakuan organik dan providensial atas karya-karya yang telah berfungsi sebagai Firman Allah yang hidup. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa memahami mengapa dan bagaimana Kanon Alkitab dibentuk adalah krusial untuk mempertahankan doktrin yang benar, memastikan kesatuan gereja, dan memelihara iman yang teguh di tengah gejolak teologis kontemporer.
KAJIAN ETIS TERHADAP PENANGGULANAGAN BANJIR DI KOTA SORONG BERDASARKAN KEJADIAN 2 : 15 Erens W Watumlawar; Ricky Donald Montang; Jean Anthoni
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/9xzvbp76

Abstract

Keberlangsungan hidup manusia sangat ditentukan oleh kapasitas daya dukung lingkungan tempat tinggalnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang sistematis dan berkelanjutan untuk menjaga serta memelihara kondisi lingkungan agar tetap mampu menyediakan kenyamanan dan manfaat bagi kehidupan manusia. kebersihan kota dan melestarikan lingkungan sekitar dengan perilaku yang beretika, sehingga mengakibatkan Kota Sorong tidak mengalami kebanjiran.Dengan demikian, maka penulis berupaya untuk mengkaji masalah ini dengan mendudukan sebuah Kajian Eksegese dari kitab Kejadian 2 : 15, karena pada bagian ini terdapat identitas manusia sebagai ciptaan Allah sekaligus sebagai citra Allah. Bahwa pada kitab Kejadian pasal 2 diceritakan Taman Eden disediakan oleh Allah untuk manusia dengan kepentingan yang mulia, yaitu untuk diusahakan, dijaga dan dirawat oleh manusia. Tetapi bukan berarti mengusahakan dengan sembarangan, melainkan harus dijaga dan dirawat. Sebab pada hakekatnya, manusia bukanlah satu-satunya ciptaan Allah yang mendiami bumi tatapi bahwa masih terdapat kepentingan lainnya, yaitu untuk didiami oleh seluruh ciptaan Allah lainnya secara bersama-sama. Itulah sebabnya diberikan pula tugas dari Allah kepada manusia untuk juga memelihara dan menjaga Taman Eden itu. Hal inilah yang mendorong kajian penelitian mengenai tafsir terhadap Kejadian 2:15 khususnya terhadap kata kerja mengusahakan dan memelihara Taman Eden sebagai konstruksi pemahaman bagi orang percaya mengenai tanggung jawabnya terhadap lingkungan dan alam sekitar.
MEMBANGUN GENERASI UNGGUL BERDASARKAN DANIEL 6 DI PGPI KOTA SORONG Maria Cheren Manaroinsong; Ricky Donald Montang; Jean Anthoni
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/y7hc7j49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip-prinsip pembentukan karakter dan integritas yang terdapat dalam Daniel pasal 6 serta relevansinya dalam membangun generasi unggul di lingkungan PGPI (Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia) Kota Sorong. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan gereja akan generasi muda yang tidak hanya memiliki kapasitas rohani, tetapi juga integritas, keteladanan, keberanian untuk berdiri teguh dalam kebenaran serta berdampak di tengah tantangan zaman.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori dan konfirmatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada generasi muda dan pemimpin gereja di bawah naungan PGPI Kota Sorong, serta melalui kajian teologis terhadap Daniel 6. Bagian Alkitab ini digunakan sebagai dasar untuk membangun model “generasi unggul” yang mencakup empat indikator utama: keahlian, integritas, ketaatan spiritual, dan hidup yang berdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jemaat PGPI Kota Sorong secara umum telah mencerminkan karakter generasi unggul. Dari seluruh indikator yang diuji, ketaatan spiritual muncul sebagai faktor paling dominan dalam membentuk generasi unggul. Selain itu, dari aspek latar belakang, profesi menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam mendukung terbentuknya karakter generasi unggul di kalangan jemaat. Melalui penelitian diharapkan gereja tidak hanya menjadi lembaga rohani saja tetapi juga pencetak generasi unggul yang professional dan siap memancarkan kemuliaan Allah di mana saja. 
KASIH MULA-MULA DALAM PERSEKUTUAN JEMAAT GKI  LAHAI ROI BIGA KLASIS RAJA AMPAT  SELATAN Orsella Nonce Mandurun; Ricky Donald Montang; Jean Anthoni
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 11 No 1 (2026): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/hkbtzn88

Abstract

Tujuan dari penelitian tugas akhir ini untuk mempelari bagaimana kasih mula-mula yang diterapkan dalam kehidupan berjemaat di Jemaat Lahairoi Biga dari jaman dahulu hingga sekarang. Disinilah dibutuhkan tugas dan peran Gereja untuk bagaimana menerapkan kasih sesuai ajaran agama Kristen yang sesungguhnya, sebab era globalisasi dan perkembangan jaman mempengaruhi kasih mula-mula di dalam kehidupan Berjemaat. Padahal Jemaat Lahairoi Biga sejak hadulu menerapkan kasih yang sangat erat hubungan satu sama lainnya, kasih yang tidak berpihak pada keluarga tertentu atau kasih kepada orang-orang di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan normatif yang bersifat deskripstif kualitatif, sumber dalam penelitian ini data yang berkaitan dengan data primer berupa buku dan jurnal yang memiliki hubungan dengan judul penelitian, data sekunder yang bersumber dari litelatur dan bahan wawancara yang memberikan penjelasan berkaitan erat dengan permasalahan yang di bahas . wawancara langsung merupakan teknik yang dilakukan untuk pengumpulan data. Dari hasil penelitian langsung di lapangan menunjukan bahwa kasih mula-mula sudah tidak dilakukan lagi di dalam kehidupan berjemaat, meski sedikt orang berpandangan bahwa kasih mula-mula masih ada dan masih diterapkan oleh Jemaat GKI Lahairoi Biga, 
MEMAHAMI MUNUS TRIPLEX KRISTUS DAN IMPLIKASINYA PADA MASA KINI Ricky Donald Montang; Optan Noldi Sardi Sargius Bee; Getwin Yoma Loupatty
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 11 No 1 (2026): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/cxej4k54

Abstract

Doktrin Munus Triplex atau Tiga Jabatan Kristus sebagai Nabi, Imam, dan Raja, merupakan salah satu fondasi kristologi yang krusial dalam teologi Kristen. Namun, di era modern, pemahaman terhadap tiga jabatan ini sering kali mengalami reduksi sekadar sebagai konsep historis-teologis tanpa relevansi praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengontekstualisasikan kembali doktrin Munus Triplex dan menemukan implikasi konkretnya bagi kehidupan gereja dan orang percaya di masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), menganalisis teks-teks Alkitab, literatur teologi klasik, serta pemikiran teolog kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Munus Triplex bukan hanya identitas fungsional Kristus di masa lalu, melainkan sebuah cetak biru (blueprint) bagi misi gereja masa kini. Pertama, jabatan Nabi mengimplikasikan panggilan gereja untuk menyuarakan kebenaran prophetic di tengah krisis moral dan keadilan sosial. Kedua, jabatan Imam memanggil orang percaya untuk menjalankan fungsi pastoral, rekonsiliasi, dan pelayanan yang penuh empati di dunia yang terluka. Ketiga, jabatan Raja menginspirasi kepemimpinan yang melayani (servant leadership) dan penegakkan syalom Allah di berbagai bidang kehidupan.