Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SENAM REUMATIK TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA LANSIA DENGAN RHEUMATOID ARTHRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DUKUHWARU KABUPATEN TEGAL Ramadhan Putra Satria; Widya Sulisetia Ningrum
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v10i1.137

Abstract

ABSTRAK Lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang usianya sudah memasuki 60 tahun ke atas, seseorang yang sudah ditahap ini biasanya mengalami penurunan kemampuan kerja tubuh akibat perubahan fungsi organ pada tubuh. Salah satu faktor penyakit kronis dan kemunduran fungsi motorik pada lansia yang mempengaruhi gangguan sistem muskuloskeletal yaitu Rheumatoid Arthritis. WHO menyampaikan bahwa angka kejadian rheumatoid arthritis pada tahun 2016 mencapai 20% dari penduduk dunia, 5-10% berusia 5-20 tahun dan 20% berusia 55 tahun. Rheumatoid Arthritis adalah suatu penyakit autoimun sistemik kronik yang dapat menyebabkan inflamasi jaringan ikat, terutama di sendi. Oleh karena itu, salah satu upaya non-farmakologi yang dapat dilakukan yaitu aktivitas fisik atau olahraga fisik  Olahraga fisik tujuannya untuk mempertahankan pergerakan sendi dan berpengaruh dalam penurunan skala nyeri sendi. Salah satu olahraga fisik yang mudah dilakukan yaitu senam reumatik. Tujuan melakukan penerapan pemberian terapi senam reumatik untuk menurunkan nyeri sendi pada lansia dengan rheumatoid arthritis. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian deskritif analitis dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah lansia dengan rheumatoid arthritis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Data disajikan dalam bentuk teks naratif dan tabel distribusi frekuensi. Setelah dilakukan tindakan implementasi terapi senam reumatik selama 3x kunjungan didapatkan hasil bahwa dari kedua klien terdapat perubahan penurunan skala nyeri, klien 1 dari skala 4 turun menjadi skala 1 kemudian klien 2 dari skala 5 turun menjadi skala 2. Pasien dengan rheumatoid arthritis dianjurkan untuk melakukan terapi senam reumatik setiap hari selama kurang lebih 30 menit untuk menurunkan nyeri sendi. Kata Kunci : Lansia Rheumatoid arthritis, Nyeri sendi, Senam reumatik
Faktor Yang Berhubungan Dengan Healthy Aging Pada Lansia Di Komunitas Ramadhan Putra Satria; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah populasi lansia menjadi tantangan dalam bidang kesehatan karena proses penuaan dapat menyebabkan perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Konsep healthy aging menjadi salah satu pendekatan penting untuk membantu lansia mempertahankan kemampuan fungsional, kemandirian, dan kualitas hidup yang optimal. Berbagai faktor seperti aktivitas fisik, status kesehatan, dukungan sosial, pola hidup, serta kondisi psikologis dapat memengaruhi keberhasilan proses penuaan sehat pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan healthy aging pada lansia di komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 60 lansia yang berada di komunitas dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner healthy aging, aktivitas fisik, dukungan sosial, gaya hidup, dan status kesehatan lansia. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik, dukungan sosial, dan kondisi kesehatan dengan penerapan healthy aging pada lansia (p < 0,05). Lansia yang aktif secara fisik, mendapatkan dukungan sosial yang baik, dan memiliki kondisi kesehatan yang lebih optimal cenderung memiliki kemampuan healthy aging yang lebih baik.