Putu Lasmi Yuliyanthi Sapanca
Staff Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN BIOURINE SAPI PADA SISTEM HIDROPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT I Putu Sujana; Putu Lasmi Yuliyanthi Sapanca; Ni Putu Eka Pratiwi; I Gusti Ngurah Alit Wiswasta; Ignasius Sandriawan
Agrofarm: Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 1 (2024): AGROFARM (JURNAL AGROTEKNOLOGI)
Publisher : Faculty of Agriculture and Business, Universitas Mahasaraswati Denpasar , Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80233

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of giving different cow biourine on the hydroponic system to get the best growth and yield of land kangkung plants. The design used in this study was a randomized block design (RAK). With 6 treatments of giving cow biourine, K1: cow biourine giving 100 ml/1 liter of water, K2: giving 200 ml/1 liter, K3: giving 300 ml/1 liter, K4: given 400 ml/1 liter, K5: given 500 ml/1 liter and K6: given 600 ml/1 liter of water. With 4 replications and 24 trials. The results of the research on the effect of giving cow biourine on growth parameters and yields of land kangkung in a hydroponic system showed a very significant effect on all parameters. The conclusion of this study was that the highest yield was obtained by giving biourine 300 ml/1 liter of water such as the highest plant height (K3 = 45.80 cm), the highest number of leaves (K3 = 15.00 pieces), leaf area (K3=102.25 cm), total wet weight of plants (K3=40.03 g) and oven-dry weight of plants (K3=2.19 g). giving biorine 300 ml/1 liter of water is the right way to get the best yield of land kangkung in a hydroponic system compared to giving 100 ml/1 liter of water; administration of 200 ml/1 liter of water; administration of 400 ml/1 liter of water; administration of 500 ml/1 liter of water; administration of 600 ml / 1 liter of water.
Pengaruh Pemberian Dosis Biochar Tempurung Kelapa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) Komang Dean Ananda; Putu Lasmi Yuliyanthi Sapanca; Ni Putu Eka Pratiwi; Dionisius Agung Elo
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 13 No. 26 (2023): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakcoy plant is a vegetable plant that is in great demand by people in Indonesia because it has nutritional value, contains fiber, vitamins A, B, B2, B6, and C, calcium, phosphorus, copper, magnesium, iron, and protein. high economy. Currently, many agricultural lands in Indonesia are in very poor condition, because they are damaged and poor in nutrients. One of the main causes is due to the use of inorganic (non-biological) fertilizers, which do not pay attention to the dosage or are excessive. This study used a randomized block design (RBD) method with 5 treatments, namely treatment with a dose of biochar 100 g/10 kg of soil (B1), a dose of biochar of 150 g/10 kg of soil (B2), a dose of biochar of 200 g/10 kg of soil (B3). , the dose of biochar is 250 g/10 kg of soil (B4), the dose of biochar is 300 g/10 kg of soil (B5). Each treatment was repeated four times so that all treatments became 20. The results showed that the application of coconut shell biochar 200 g/10 kg of soil gave the best growth results for all parameters observed
PENGARUH SUMBER MEDIA PELARUT NUTRISI PADA TEKNOLOGI HIDROPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) Javandira, Cokorda; Putu Lasmi Yuliyanthi Sapanca; Putu Eka Pasmidi Ariati; Yunus Wides Bani
Agrofarm: Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 2 (2024): AGROFARM (JURNAL AGROTEKNOLOGI)
Publisher : Faculty of Agriculture and Business, Universitas Mahasaraswati Denpasar , Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80233

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/agrofarm.v3i2.10777

Abstract

Brassica rapa L or commonly called mustard pakcoy is one of the most popular types of vegetables in Indonesia, because mustard pakcoy is one of the varieties that contain various health benefits. This study aims to determine "The Influence of Nutrient Soluble Media Sources on Hydroponic Technology on The Growth and Yields of Pakcoy Plants (Brassica rapa L)". The method used was a Randomized Block Design (RAK) with 5 treatments of hydroponic nutrient solvent media. Treatment P1 (30 ltr AC water and 330 ml AB mix), P2 (30 ltr PDAM water and 330 ml AB mix), P3 (30 ltr well water and 330 ml AB mix), P4 (30 ltr irrigation water and 330 ml AB mix and P5 (30 liters of River Water and 330 ml of AB mix).The results showed that treatment P2 (30 liters of PDAM water and 330 ml of AB mix) gave the best growth and yields on the parameters of plant height (cm) and number of leaves (sheet). Meanwhile, the P1 treatment gave the best growth and yield on the parameters of leaf area (cm2), total plant fresh weight (g) and total plant oven dry weight (g).
Inovasi Teknologi Peningkatan Produksi Ikan Nila Dan Pengembangan Pakan Mandiri Berbasis Ekonomi Sirkular Yudiarini, Nyoman; Sapanca, Putu Lasmi Yuliyanthi; Pratiwi, Luh Putu Kirana; Vipraprastha, Tiksnayana
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. 1 Oktober, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6i1.173

Abstract

Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang sangat diminati oleh masyarakat karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, pertumbuhannya cepat, serta relatif mudah untuk dibudidayakan. Namun, budidaya ikan nila menghadapi beberapa tantangan, seperti risiko penyakit jamur, penurunan kualitas air, rendahnya sistem kekebalan ikan, serta pertumbuhan bobot yang lambat akibat tingginya biaya pakan komersial. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dengan menerapkan inovasi teknologi guna meningkatkan produksi dan mengembangkan pakan mandiri berbasis ekonomi sirkular di Pokdakan Dukuh Gangga Sedana, Kabupaten Bangli. Metode pelaksanaan PKM adalah transfer pengetahuan melalui pendekatan participatory action. Hasil program menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra setelah pelatihan dan pendampingan terutama dalam program pengendalian penyakit jamur ikan, peningkatan daya tahan hidup ikan, pengembangan pakan mandiri berbasis ekonomi sirkular, manajemen risiko kegagalan produksi, serta branding dan pemasaran digital. Program ini diharapkan dapat mendorong penerapan green economy melalui ekonomi sirkular, menghasilkan produk organik ramah lingkungan yang juga efisien dari segi biaya produksi, sehingga secara signifikan meningkatkan pendapatan kelompok. Selain menekankan pada aspek keberlanjutan, program ini juga fokus pada pertumbuhan inklusif yang menggabungkan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat
MORFOLOGI MALAI LIMA VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) PADA BUDIDAYA ORGANIK Sukerti, Ni Made Sri; Widyastuti, Luh Putu Yuni; Javandira, Cokorda; Sapanca, Putu Lasmi Yuliyanthi
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.13889

Abstract

Indonesia telah membudidayakan padi sejak abad ke-7 dan beras menjadi makanan pokok mayoritas masyarakat. Padi organik, yang mengurangi penggunaan pupuk sintetis dan pestisida kimia, semakin populer di kalangan petani. Penggunaan varietas unggul memiliki peranan penting dalam meningkatkan produksi padi organik, khususnya melalui pengaruh karakter morfologi malai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakter morfologi malai dari lima varietas padi yang dibudidayakan secara organik, yaitu Mentik Susu, Ciherang, Inpari 42, IPB 3S, dan IPB 9G. Penelitian dilakukan di Agro Learning Center, Denpasar, Bali, dari April hingga Oktober 2024 dengan desain percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dan diulang sebanyak lima kali. Karakter yang diamati meliputi panjang malai, jumlah gabah total, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, persentase gabah hampa, bobot 1000 butir, jumlah cabang primer, dan jumlah cabang sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa varietas padi mempengaruhi semua karakter morfologi malai yang diamati. Varietas IPB 9G dan IPB 3S memiliki panjang malai terpanjang dan jumlah gabah total terbanyak, sedangkan Inpari 42 menghasilkan jumlah gabah isi terbanyak dan persentase gabah hampa terendah. Pemilihan varietas yang tepat dapat meningkatkan hasil panen padi organik, namun faktor media tumbuh dan kandungan hara juga perlu diperhatikan. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pengaruh varietas terhadap hasil padi organik dan pentingnya pemilihan varietas dalam meningkatkan produksi padi.
EVALUASI PERFORMA BEBERAPA GENOTIPE PADI (Oryza sativa L.) PADA BUDIDAYA ORGANIK Luh Putu Yuni Add New Widyastuti; Cokorda Javandira; Putu Lasmi Yuliyanthi Sapanca; Ni Putu Tasya Herlina Putri
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 14, FEBRUARI 2026
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v14i1.11001

Abstract

Peningkatan permintaan beras organik mendorong pengembangan teknik budidaya, khususnya penerapan pupuk organik dengan frekuensi aplikasi yang tepat serta pemilihan varietas padi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh waktu aplikasi pupuk organik terhadap keragaan enam varietas padi: Mentik Susu, Merah Cendana, Ciherang, INPARI 42, IPB 3S, dan IPB 9G, pada sistem budidaya organik. Penelitian menggunakan rancangan split-plot dengan varietas sebagai petak utama dan perlakuan waktu aplikasi pupuk (satu, dua, dan tiga tahap) sebagai anak petak, diulang lima kali sehingga terdapat 90 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar varietas dan perlakuan pemupukan terhadap karakter pertumbuhan, komponen hasil, dan morfologi malai. Varietas Merah Cendana unggul dalam parameter vegetatif dan produktivitas gabah, sedangkan Ciherang menunjukkan hasil terendah. Pemupukan tiga tahap meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan, dan cabang malai, sedangkan pemupukan satu tahap menghasilkan jumlah gabah total dan isi tertinggi dengan persentase gabah hampa lebih besar. Respons varietas terhadap pemupukan menunjukkan interaksi yang bervariasi, dengan IPB 9G dan INPARI 42 menunjukkan respons terbaik terhadap pemupukan bertahap. Penelitian ini memberikan informasi penting untuk optimasi teknik pemupukan dalam budidaya padi organik.