Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Angkutan Umum Penumpang Trayek Pontianak Rasau Jaya Nernawani Nernawani; Indah Rosanti; Etty Rabihati
Vokasi Vol 13 No 1 (2018): Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.821 KB)

Abstract

Public transportation is a familiar mode of land transportation for road users, now public transportation becomes the rarest thing in Pontianak area, especially Pontianak - Rasau Jaya route, for it is considered necessary to know what variables are very influential on the performance of public transportation. The purpose of this study is to know what variables are very influential performance of public transport, how much Load Factor and how many public transports should be provided to serve from the Road Trajectory Pontianak - Rasau Jaya. From the results of this study found that variables that are very influential on the performance of public transport Tayek Pontianak-Rasau Jaya is the Length of Tayek, Reability, and Comfort, security and safety. While LF during peak hours 5.11 while the hour is not busy at 1.79, while the estimated number of buses 2 pieces.
Karakteristik Laston AC-WC Menggunakan Variasi Kadar Filler Limbah Balon Gas Etty Rabihati; Rasiwan Rasiwan; Rika Riyanti
Vokasi Vol 13 No 2 (2018): Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.005 KB)

Abstract

Transportasi merupakan salah satu elemen pendukung yang penting dalam pembangunan Negara dan salah satu sistem transportasi yang merupakan penghubung antar daerah adalah jalan. Oleh karena itu perlu adanya inovasi-inovasi dalam perancangan perkerasan jalan yang berkelanjutan agar tercipta kondisi jalan yang baik. Sebagaimana diketahui Laston (AC-WC) adalah merupakam bahan campuran aspal jenis perkerasan lentur yang terdiri dari campuran agregat dan aspal, dengan atau tanpa bahan tambah . Susunan gradasi agregat menerus pada Laston ini menyebabkan banyak digunakan untuk perkerasan jalan dengan klasifikasi lalu-lintas berat serta diutamakan untuk digunakan pada daerah tropis sehingga banyak diterapkan di Indonesia. Untuk mendapatkan campuran aspal beton yang yang sesuai dengan susunan gradasi yang disyaratkan maka digunakanlah filler yang berfungsi sebagai bahan pengisi, misalnya semen, ataupun debu abu batu, dalam hal ini kesemua material tersebut adalah material yang tidak dapat diperbarui, untuk itu perlu inovasi-inovasi lebih lanjut untuk mencari material alternatif pengganti filler, dalam penelitian ini digunakan variasi filler limbah balon gas. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai stabilitas Laston WC dengan menggunakan Limbah Balon Gas lebih tinggi dibandingkan dengan Semen sebagai Filler kenaikan nilai stabilitas sebesar 14,98 %, walaupun nilai flow kecil namun nilai VIM, VMA dan VFB lebih kecil sedikit , namun emua nilai karakteristik tersebut masih sesuai dengan spesifikasi.
EVALUASI RANCANGAN MUTU BETON PADA PEMBANGUNAN GEDUNG DI KALIMANTAN BARAT Andre Renaldi Prameswara; Dony Dony; Rasiwan Rasiwan; Etty Rabihati
Construction and Material Journal Vol. 4 No. 3 (2022): Construction and Material Journal Vol. 4 No. 3 November 2022
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concrete is a significant substance that is frequently employed in infrastructure construction. When manufacturing concrete, a concrete mix, or Design Mix Formula (DMF), must be created to specify the proportions of the materials to achieve the desired concrete quality. Concrete quality is classified based on the compressive strength of the concrete, which value has a significant impact on the DMF produced. One of the factors that can affect the quality of concrete is the fact that the dosage used in making concrete in the field is not in accordance with the existing DMF. This means the quality of the concrete in the field is not in accordance with what was planned, namely the quality of K-300 concretes. This study's objectives are to assess the current DMF and examine the variables influencing concrete quality in the field. To conduct the research, the Pontianak State Polytechnic's Civil Engineering Concrete Laboratory tested aggregates, created DMF, created cube specimens, and tested cube concrete compression tests. As a result, it can be said that one DMF can be used for all these structures because the laboratory results demonstrate that the DMF utilized in the field is consistent with the intended concrete quality, namely K-300 concrete quality. At the age of 28 days, concrete with a slump value of 9 cm had an average compressive strength of 339.882 kg/cm2, or 28.21 MPa. According to the findings of these investigations, the field-related factors cause the quality of the concrete to differ from the planned concrete's quality. Keywords: Concrete, DMF, Quality of Concrete, Testing, Compressive Strength.
Analisis Pengaruh Limbah Fly Ash dan Bata Merah terhadap Kuat Tekan Beton Ringan Struktural Gilang Ikhtiar Rahmad; Fadhil Armanda Putera; Etty Rabihati; Randy Setiawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak Fly Ash yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga uap masih terbuang begitu saja, sehingga potensi penggunaan Fly Ash sebagai pengganti semen perlu di dorong lebih lanjut untuk industri konstruksi. Selain itu, Penggunaan limbah bata merah juga dapat mengurangi kebutuhan akan agregat alam dan juga dampak terhadap lingkungan. Penelitian ini di maksud untuk mencari tahu sifat mekanik dan fisik beton yang akan diterapkan dalam plat lantai pada bangunan gedung dengan mensubstitusi antara limbah Fly Ash dan semen serta limbah bata merah dan batu pecah dengan persentase variasi (0%, 5%, 10% dan 15%). Dalam pembuatan beton ini menggunakan cetakan silinder berdiameter 15 cm serta tinggi 30 cm dan akan dilakukan uji tekan dengan melihat pengaruh dari 2 jenis air dalam perendaman yaitu air PDAM dan air gambut dengan mutu beton rencana 21 MPa. Pengujian kuat tekan beton dilakukan saat umur beton sudah mencapai 7 hari dan 28 hari. Dari hasil pengujian pada perendaman air PDAM 7 hari di dapat nilai maksimum kuat tekan 18,4 MPa pada variasi 0% dan nilai minimum 12,2 MPa pada variasi 15%. Untuk perendaman air gambut di dapat nilai maksimum 15,9 MPa pada variasi 0% dan nilai minimum 10,3 MPa pada variasi 15%. Kemudian untuk perendaman air PDAM 28 hari di dapat nilai maksimum kuat tekan 19,2 MPa pada variasi 0% dan nilai minimum 14 MPa pada variasi 15%. Untuk perendaman air gambut di dapat nilai maksimum 16,4 MPa pada variasi 0% dan nilai minimum 10,6 MPa pada variasi 15%.