Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Evaluasi Perubahan Minat Pemilihan Mobil dan Market Share Konsumen di Showroom Pabrikan Honda Nazaruddin Nazaruddin; Sarbaini Sarbaini
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/tmit.v1iII.27

Abstract

Showroom XYZ mendapati banyak perbedaan selera dan alasan para konsumen dalam pemakaian mobil. Showroom XYZ memiliki empat tipe mobil paling dominan dalam penjualan seperti Mobilio, CR-V, Jazz, Brio. Dari perubahan tipe tersebut dilakukan pemetaan market share dengan menggunakan pendekatan Markov Chain. Markov Chain adalah salah satu metode matematika yang bisa gunakan untuk memperkirakan suatu perubahan atau perpindahan suatu pola, teknik Markov Chain dilakukan dengan menghitung probabilitas dari perolehan dan kehilangan yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur perpindahan selera masyarakat terhadap tipe mobil di periode yang akan datang pada showroom XYZ, dari perhitungan tersebut akan diperoleh peta market share tiap tipe-tipe mobil. Dari penelitian tipe C-RV yang awalnya peminatnya paling banyak mengalami penurunan dari 35% kontribusi penjualan menjadi 23%, sedangkan satu-satunya tipe mobil yang mengalami kenaikan adalah tipe brio, pada awalnya market share-nya 12% menjadi 21%, kemudian pada periode ke-3 mengalami kenaikan lagi sebesar 24%. Kata Kunci: Markov Chain, Market Share
Cluster Analysis Menggunakan Algoritma Fuzzy K-Means Untuk Tingkat Pengangguran Di Provinsi Riau Sarbaini Sarbaini; Windylia Saputri; Nazaruddin; Fitriani Muttakin
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/tmit.v1iII.30

Abstract

Pengangguran merupakan permasalahan yang pasti dihadapi oleh suatu negara, terutama negara berkembang seperti Indonesia. Riau merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang tingkat penganggurannya mengalami kenaikan atau penurunan setiap tahunnya. Pada tahun 2019 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di provinsi Riau sebesar 5,76%, pada tahun 2020 meningkat menjadi 6,32% dan pada tahun 2021 menurun menjadi 4,42%. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengurangi tingkat pengangguran di provinsi Riau dengan cara mengelompokkan kabupaten/kota yang ada di provinsi Riau sehingga mengetahui di mana wilayah yang memiliki tingkat pengangguran tinggi dan wilayah yang memiliki tingkat pengangguran rendah supaya pemerintah dapat memberikan solusi pada wilayah dengan tingkat pengangguran tinggi. Metode Fuzzy K-Means dapat membantu menentukan clustering tingkat pengangguran di provinsi Riau berdasarkan indikator tingkat pengangguran khususnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 12 kabupaten/kota di provinsi Riau terbagi menjadi dua cluster yaitu cluster tingkat pengangguran tinggi dan cluster tingkat pengangguran rendah, cluster dengan tingkat pengangguran tinggi terdapat 6 wilayah dan tingkat pengangguran rendah terdapat 6 wilayah.   Kata kunci: Clustering, Fuzzy K-Means, Data Mining.
Pengaruh Tingkat Kemiskinan Terhadap Pembangunan Rumah Layak Huni Di Provinsi Riau Menggunakan Metode Analisis Regresi Sederhana Sarbaini Sarbaini; Zukrianto Zukrianto; Nazaruddin Nazaruddin
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/tmit.v1iIII.46

Abstract

Salah satu indikator kesejahteraan rakyat adalah perumahan dan lingkungan. Penelitiaan ini bertujuan untuk melihat berapa pengaruh tingkat kemiskinan terhadap penerima bantuan pembangunan rumah layak huni di Provinsi Riau menggunakan metode regresi linear sederhana. Data yang digunakan diperoleh dari Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau dan metode yang digunakan disini yakni metode analisi regresi sederhana. Berdasarkan hasil analisis dapat diperoleh bahwa persamaan regersinya dimana jadi dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini terdapatnya pengaruh tingkat kemiskinan terhadap pembangunan rumah layak huni.
Pengaruh Kenaikan BBM Terhadap Laju Inflasi di Indonesia Sarbaini Sarbaini; Nazaruddin Nazaruddin
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. I (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/tmit.v2iI.132

Abstract

Kenaikan harga BBM telah memperparah kehidupan masyarakat terutama kalangan bawah dan juga para pengusaha, karena kenaikan BBM melemahkan daya beli masyarakat.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kenaikan bbm terhadap inflasi di Indonesia tahun 2017-2022. Metode analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan diketahui bahwa kenaikan harga pangan berdampak negatif terhadap inflasi yang disebabkan oleh pengaruh teknologi dari tingginya harga barang kebutuhan pokok. Jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap inflasi, karena pertumbuhan jumlah uang beredar sangat dipengaruhi oleh uang virtual, ketika jumlah uang virtual bertambah juga menyebabkan peningkatan jumlah uang beredar dalam bentuk M2 yang menyebabkan inflasi. . Subsidi BBM memiliki dampak yang signifikan terhadap inflasi. Hal ini karena kenaikan subsidi pemerintah berdampak pada inflasi, karena ketika subsidi BBM pemerintah rendah, harga BBM naik. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap inflasi, dikarenakan tingginya inflasi membuat perekonomian masyarakat menurun, tidak sanggup memenuhi kebutuhan hidup serta dapat meningkatkan angka kemiskinan.