Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEPENUHAN TAHUN 2021–2022 Rika Herawati; Yasmawati
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4278

Abstract

Abortus merupakan salah satu penyebab perdarahan pada kehamilan trimester pertama dan kedua yang dapat mengancam keselamatan ibu. Kejadian abortus masih ditemukan setiap tahun di wilayah kerja Puskesmas Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di wilayah kerja Puskesmas Kepenuhan tahun 2021–2022. Jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan usia kehamilan ≤20 minggu yang mengalami perdarahan di ruang kebidanan Puskesmas Kepenuhan pada Januari 2021 sampai Desember 2022 sebanyak 39 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data menggunakan data sekunder dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami abortus yaitu 32 orang (82,1%). Terdapat hubungan antara usia ibu dengan kejadian abortus (p=0,01), terdapat hubungan riwayat abortus dengan kejadian abortus (p=0,01), terdapat hubungan jarak kehamilan dengan kejadian abortus (p=0,02), sedangkan paritas tidak berhubungan dengan kejadian abortus (p=0,20). Disarankan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi dan pemantauan kehamilan pada ibu berisiko agar kejadian abortus dapat dicegah.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR TERHADAP KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA ANAK DI DESA RAMBAH TENGAH HULU KABUPATEN ROKAN HULU Eka Yuli Handayani; Hafni Meisyarah; Rahmi Fitria; Rika Herawati
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4330

Abstract

Imunisasi adalah upaya pencegahan penyakit menular dengan memberikan “vaksin” sehingga terjadi imunitas (kekebalan) terhadap penyakit tersebut Manfaat imunisasi bagi bayi dan anak jauh lebih besar dibandingkan risiko efek sampingnya. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi sangat penting untuk diketahui sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan angka cakupan kelengkapan imunisasi dasar. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar terhadap kelengkapan imunisasi dasar di Desa Rambah Tengah Hulu Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian menggunakan pendekatan Cross Sectional Study. Sampel diambil secara sampling jenuh beijumlah 50 responden. Berdasarkan hasil penelitian dari analisisa univariat dengan jumlah responden 50 orang terdapat 8 responden (16%) yang anaknya tidak mendapatkan imunisasi secara lengkap dan 42 responden (84%) yang anaknya mendapatkan imunisasi secara lengkap. Berdasarkan hasil penelitian dari analisa univariat dengan jumlah responden sebanyak 50 orang ibu rumah tangga terdapat 8 orang (16%) memiliki pengetahuan kurang, 1 orang (2%) memiliki pengetahuan cukup, dan 41 orang (82%) memiliki pengetahuan baik. Hasil analisis didapatkan ada hubungan antara pengetahuan dan kelengkapan imunisasi dasar (p = 0,000). Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa kelengkapan imunisasi dasar dipengaruhi pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar
FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER SERVIKS METODE IVA TEST DI PUSKESMAS TAMBUSAI TAHUN 2023 Rika Herawati; Roswani
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4339

Abstract

Cakupan deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA di Indonesia sampai tahun 2021 masih rendah yaitu sebesar 6,8% dari 2.827.177 perempuan usia 30–50 tahun. Rendahnya cakupan ini dikhawatirkan akan meningkatkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu tahun 2022 ditemukan 15 kasus kanker serviks, dimana 2 diantaranya meninggal dunia, dan sebagian kasus ditemukan dalam stadium lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks metode IVA test di Puskesmas Tambusai tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 9.355 WUS dengan sampel 99 responden menggunakan teknik accidental sampling. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p = 0,000), sikap (p = 0,000), dan pendidikan (p = 0,000) dengan perilaku deteksi dini kanker serviks metode IVA test. Tidak terdapat hubungan antara umur (p = 0,699) dengan perilaku deteksi dini kanker serviks metode IVA test. Diharapkan Puskesmas Tambusai dapat meningkatkan penyuluhan dan edukasi mengenai kanker serviks dan deteksi dini IVA test kepada wanita usia subur.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEGAGALAN DALAM PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGUN PURBA Romy Wahyuny; Rika Herawati; Andria; Ernita
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4400

Abstract

ASI Eksklusif adalah pemberian ASI kepada bayi sejak bayi lahir sampai dengan usia 6 bulan tanpa ada tambahan makanan atau minuman lain kecuali vitamin, suplemen mineral dan obat-obatan (Mufdlilah, Zulfa dan Johan, 2019). Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kegagalan Dalam Pemberian Asi Ekslusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Bangun Purba Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik menggunakan rancangan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 responden dengan tekhnik total sampling. Variabel independen adalah pekerjaan, pengetahuan dan dukungan keluarga dan variabel dependen adalah ASI Ekslusif. Data dikumpulkan menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner dan di analisa menggunakan uju Chi-Square. Hasil analisa pekerjaan diperoleh nilai p- Value 0,495, hasil analisa pengetahuan diperoleh nilai p-Value 0,000 dan Hasil analisa dukungan keluarga diperoleh nilai p-Value 0''001. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pekerjaan dengan kegalalan dalam pemberian ASI Ekslusif dan ada hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kegagalan dalam pemberian ASI Ekslusif. Saran dalam penelitian ini diharapkan selama kehamilan, ibu perlu aktif melakukan konsultasi bidan yang melakukan pemeriksaan kehamilannya guna memperoleh informasi terkait menyusui dan mendapat motivasi dari tenaga kesehatan untuk terus melakukan pemberian ASI eksklusif kepada bayinya dan penting bagi keluarga terutama suami untuk terus mendampingi ibu saat melakukan konsultasi kehamilan dengan bidan. Sehingga suami dapat memberikan dukungan kepada ibu untuk memberikan ASI eksklusif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP DAN PERILAKU TENTANG KEBERSIHAN ORGAN REPRODUKSI PADA SAAT MENSTRUASI DI SMP NEGERI 7 TAMBUSAI Romy Wahyuny; Rika Herawati; Andria; Wiji Rahayu
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4404

Abstract

Menstruasi adalah proses alamiah yang dialami oleh setiap wanita normal. Haid pertama (menarche) biasanya terjadi pada usia 10-13 tahun. Namun, karena pengaruh berbagai faktor seperti gizi dan lingkungan sosial, usia pertama datangnya haid bisa terjadi lebih cepat misalnya 9 tahun. Dari pengamatan peneliti di lapangan yang melihat pengetahuan, sikap dan perilaku siswi kelas 7-9 SMP Negeri 7 Tambusai yang masih rendah. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan pengetahuan terhadap sikap dan perilaku (X) tentang kebersihan organ reproduksi pada saat menstruasi (Y). Penelitian menggunakan metode analitik yaitu menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Sampel jenuh, jumlah sampel terdiri dari 45 orang berjenis kelamin perempuan. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 siswi terdapat 42 siswi atau 89,33% memiliki pengetahuan yang baik, 3 siswi atau 10,67% memiliki pengetahuan kurang baik, 32 siswi atau 71,11% memiliki sikap yang positif, 13 siswi atau 28,89% memiliki sikap negatif dan 31 siswi atau 68,89% memiliki perilaku yang baik, 14 siswi atau 31,11% memiliki sikap yang kurang baik dalam menjaga kebersihan organ reproduksi pada saat menstruasi siswi SMP Negeri 7 Tambusai. Kepada pihak Institusi Pendidikan SMP Negeri 7 Tambusai  diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku tentang kebersihan organ reproduksi dengan mengadakan penyuluhan atau arahan tentang kebersihan organ reproduksi pada saat menstruasi.
PENGARUH SENAM DYSMENORHEA TERHADAP SKALA NYERI DYSMENORHEA REMAJA PUTRI SMPN 2 KUNTO DARUSSALAM Yuyun Bewelli Fahmi; Rika Herawati; Heny Sepduwiana; Richi Fitriani
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4446

Abstract

Dismenorea merupakan rasa nyeri atau tidak nyaman yang terjadi pada bagian bawah perut menjalar ke punggung hingga paha. Penanganan dismenorea dapat dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Penanganan nyeri dismenorea dengan terapi non farmakologi dapat dilakukan salah satunya adalah teknik relaksasi yaitu senam dismenorea. Senam dismenorea merupakan senam yang membantu peregangan otot perut, panggul dan pinggang. Angka kejadian dosmenorea di Provinsi Riau pada remaja putri mencapai 95,7% dengan rentang usia 15-16 tahun. Sementara itu angka kejadian dismenorea Pengaraian di Kabupaten Rokan Hulu berkisar 56.7%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam dismenorea terhadap skala nyeri dismenorea remaja putri SMPN 2 Kunto Darussalam. Metode penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain penelitian one group pre test and post test. Pengumpulan data menggunakan kuisioner sedangkan analisis data menggunakan uji t-dependent. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan skala nyeri dismenorea sebelum senam dysmenorrhea (pre-test) mayoritas nyeri berat dengan standar deviasi 0,736. Mayoritas intensitas nyeri dismenorea sesudah senam dysmenorrhea (post-test) adalah nyeri sedang dengan standar deviasi 0,736. Sedangkan hasil uji statistik T-dependent terhadap intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan diperoleh nilai p-value = 0.000 (P< 0,05) Maka dapat disimpulkan ada pengaruh senam dysmenorrhea terhadap penurunan intensitas nyeri dismenorea pada remaja putri SMPN 2 Kunto Darussalam pada saat menstruasi