Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Status Khuntsa Musykil Sebagai Ahli Waris (Studi Pemikiran Imam Abu Hanifah) Chaula Luthfia
Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum dan Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah 2

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.512 KB) | DOI: 10.56593/khuluqiyya.v1i1.14

Abstract

Allah Swt menciptakan manusia hanya dua jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan. Masing-masing jenisnya memiliki karakteristik dan ciri-ciri yang berbeda. Tetapi kenyataannya, terdapat sese­orang yang tidak mempunyai status yang jelas, bukan laki-laki dan bukan perempuan. Orang dengan ketidakjelasan status jenis kelaminnya ini disebut khuntsa, dalam dunia medis dikenal dengan istilah Hermaphrodite. Salah satu permasalahan khuntsa adalah dalam hal menentukan hak waris, serta bagian warisannya. Dalam Al-Qur’an jelas dikemukakan secara detail mengenai hukum kewarisan. Tapi belum ditemukan dalam Al-Qur’an mengenai hukum waris bagi khuntsa. Tulisan ini akan membahas serta menganalisis pendapat Imam Abu Hanifah dalam menentukan status dan bagian warisan yang diterima khuntsa musykil. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan normatif dan filosofis yaitu pendekatan yang didasarkan atas norma hukum dan konsep syarî’ah. Hasil penelitian ini mengemukakan ada dua sebab dalam melatar belakangi kewarisan khuntsa musykil menurut Imam Abu Hanifah. Pertama, orang yang mewaris tidak bisa mendapat hak warisnya, kecuali dengan ketentuan yang pasti dan meyakinkan tanpa adanya keragu-raguan di dalamnya. Kedua, pada dasarnya semua hukum itu tidak bisa dijalankan kecuali dengan yakin begitu pula mengenai ketentuan hukum waris tersebut haruslah dengan yakin.
Hermeneutika Heidegger dalam Memahami Perjanjian Perkawinan Chaula Luthfia
Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum dan Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah 2

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.777 KB) | DOI: 10.56593/khuluqiyya.v1i2.33

Abstract

Perjanjian perkawinan merupakan perjanjian pra-nikah yang biasadilakukan oleh calon pengantin, baik pihak laki-laki dan perempuan. Perjanjianperkawinan diatur dalam KUHP, UU Perkawinan dan KHI. Perjanjian perkawinanmenjadi langkah persuasif yang ditempuh dalam menghadapi berbagai tantangankeluarga seperti KDRT, pengaturan harta suami-isteri dll. Di satu sisi, perjanjianperkawinan dianggap dapat menjadi “pegangan” suami-isteri ketika dihadapkandengan problem keluarga, seperti tidak terpenuhinya terpenuhi hak-hak dalamrumah tangga. Dalam memahami keberadaan perjanjian perkawinan akanmenggunakan hermeuneutika Heidegger. Hermeneutika Heidegger mempelajaritentang pentingnya menemukan makna dari mempertanyakan peristiwa hinggamenjadi sejarah. Perjanjian perkawinan kemudian diusulkan untuk menjadipencegah kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi. Melihat efektifnyaperjanjian perkawinan karena sifatnya yang memiliki kekuatan hukum, makakekerasan dalam rumah tangga dapat dicegah. Selain itu perjanjian perkawinanjuga bisa sebagai sarana pendukung mewujudkan kehidupan rumah tangga yangsakinah, mawaddah, dan rahmah.
Peran Ganda Istri (Pencari Nafkah Wanita Di Pasar Tradisional) Chaula Luthfia
Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum dan Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah 2

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.024 KB) | DOI: 10.56593/khuluqiyya.v3i1.55

Abstract

Hak dan kedudukan isteri adalah seimbang dengan hak dan kedudukan suami dalam kehidupan rumahtangga. Adanya perkembangan zaman, pembangunan, dan teknologi memberikan ruang gerak isteri, salah satunya bekerja untuk mencari nafkah. Konsekuensi dari isteri yang ikut membantu mencari nafkah adalah bertambahnya peran. Pencari nafkah wanita di pasar tradisional salah satu contoh isteri bekerja bukan untuk aktualisasi diri, prestise, dan rasa jenuh, namun untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Namun pergeseran peran pencari nafkah wanita tidak diimbangi oleh pergeseran peran pada suami sehingga kedudukan suami isteri tidak seimbang atau sejajar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran ganda yang dihadapi para pencari nafkah wanita di pasar tradisional. Faktor apa saja yang melatarbelakangi isteri ikut berperan dalam wilayah publik sebagai pedagang dan tengkulak. Pembagian hak dan kewajiban suami isteri terutama dalam aspek pembagian peran dan tanggungjawab dalam keluarga. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya pembagian hak dan kewajiban khususnya dalam pembagian peran dan tanggungjawab yang tidak seimbang, dimana pembagian ini lebih berat pada isteri. Adapun faktor-faktor yang melatarbelakangi isteri ikut berperan sebagai pencari nafkah adalah pandangan masyarakat terhadap pernikahan, budaya dan keseimbangan sistem dominasi. Faktor- faktor ini menyebabkan isteri berperan ganda sehingga pola pembagian peran suami isteri tidak seimbang. Agar dapat terwujud hubungan suami isteri yang seimbang seharusnya pembagian kerja dalam keluarga mengutamakan kerjasama antara suami dan isteri.
Back Matter Vol. 2. No. 2. Desember 2022 chaula Luthfia
Yustisia Tirtayasa Vol. 2 No. 3 Desember 2022
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51825/yta.v2i3.18555

Abstract

KELUARGA BERENCANA DI MASA PANDEMI DITINJAU DARI HUKUM ISLAM Chaula Luthfia
Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum dan Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2021): Khuluqqiya: Kajian Hukum dan Studi Islam
Publisher : STAI Al-Hikmah 2

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The family planning program established by the Indonesian Family Planning Association (PKBI) since 1957 with its services, namely managing or managing pregnancies, treating infertility, and offering marriage counseling for married couples. In its development in the New Order Era, the family planning program was used as a solution to population problems in Indonesia. This family planning aims to regulate childbirth, regulate distance, the ideal age of childbirth, and regulate pregnancy through programs, protection and assistance in accordance with reproductive rights. Islam does not contain rules about family planning but in Islam it is known to exist azl. Here it is important to see how Islam views family planning law. During the Covid-19 pandemic, the government imposed new habits to prevent the transmission of Covid-19. One of them is the family planning program, where mothers give birth during Covid-19 have a higher risk of contracting it. Pregnant women have weaker immunity than non-pregnant women. Here it is important to see how Islam views family planning law during the Covid-19 pandemic. This research is a library research with a normative approach. With primary sources Presidential Decree Number 32 of 1969 concerning the Implementation of the Family Planning Program. The result of this study is a family planning program that aims to create a peaceful, prosperous family, not contrary to Islamic law. Where to protect the health of mothers and children and raise children who are morally straight, smart, and healthy, family planning programs are a solution. Moreover, the recommendation of the family planning program during the Covid-19 pandemic, where to protect the health of mothers and children, the family planning program is the right solution during the Covid-19 pandemic. But family planning is prohibited from using it if it has a terrible social impact and is done with bad intentions
Back Matter Vol. 3 No. 1 April 2023 chaula luthfia
Yustisia Tirtayasa : Jurnal Tugas Akhir Vol. 3 No. 1 January-April 2023
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51825/yta.v3i1.19619

Abstract

FRONT MATTER Vol. 3 No. 1 APRIL 2023 chaula luthfia
Yustisia Tirtayasa : Jurnal Tugas Akhir Vol. 3 No. 1 January-April 2023
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51825/yta.v3i1.19620

Abstract

Back Matter Vol. 3 No. 1 Juni 2023 Chaula Luthfia
Sultan Jurisprudence: Jurnal Riset Ilmu Hukum Vol. 3 No. 1 Juni 2023
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51825/sjp.v3i1.20273

Abstract

Front Matter Vol. 3 No. 1 Juni 2023 Chaula Luthfia
Sultan Jurisprudence: Jurnal Riset Ilmu Hukum Vol. 3 No. 1 Juni 2023
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51825/sjp.v3i1.20274

Abstract

FRONT MATTER V0L. 3 NO. 2 AGUSTUS 2023 Chaula Luthfia
Yustisia Tirtayasa : Jurnal Tugas Akhir Vol. 3 No. 2 May-August 2023
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51825/yta.v3i2.21743

Abstract