Joko Nugroho Riyono, Joko Nugroho
Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Jalan Daya Nasional Pontianak 78124

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA DI KAWASAN HUTAN MANGROVE EQUATOR PARK DESA JERUJU BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Ranggara, Dealit; Darwati, Herlina; Riyono, Joko Nugroho
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 3 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i3.51506

Abstract

The mangrove forest of Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, is still maintained and is still in natural condition. The mangrove forest vegetation in Equator Park is dominated by nipa palm, due to the influence of abrasion and tides in the mangrove forest, so that the vegetation is not diverse. This ecosystem has various types of flora and fauna, one of which is gastropods. This study aims to examine the main purpose diversity of gastropods in the mangrove forest area of Equator Park Jeruju Besar, Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. Data collection in the field is carried out in 3 lanes. Each lane consists of 10 plots measuring 1x1 meter. The distance between each plot is 30 meters long and the distance between lanes is 30 meters. The laying of lane 1 and the first plot was purposive based on the consideration of the presence of vegetation in the mangrove forest and the presence of gastropods. The next plot is carried out systematic. The gastropods found were 219 individuals. There are 5 different families of 8 species, namely Cassidula aurisfelis, Ellobium aurisjudae, Littoraria angulifera, Littoraria undulata, Malea pomum, Nerita pollita, Neritina violacea, and Polinices albumen. The diversity of H"™ Gastropods in each lane between 1.46-1.7 shows that the species diversity index value has moderate diversity. Keywords: Diversity, Equator Park Jeruju Besar Village, Gastropods Abstrak Hutan mangrove Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya masih terjaga keberadaan dan masih dalam kondisi alami. Vegetasi hutan mangrove di Equator Park didominasi oleh nipah, karena pengaruh abrasi dan pasang surut di hutan mangrove tersebut sehingga vegetasi sudah tidak beragam. Ekosistem ini memiliki berbagai jenis flora dan fauna, salah satunya gastropoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman jenis Gastropoda di kawasan hutan mangrove Equator Park Jeruju Besar Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan data di lapangan dilakukan dengan 3 jalur. Setiap jalur terdiri dari 10 plot berukuran 1x1 meter. Jarak antara tiap-tiap plot yaitu sepanjang 30 meter dan jarak antar jalur 30 meter. Peletakan jalur 1 dan plot pertama menggunakan purposive dengan dasar pertimbangan keberadaan vegetasi di hutan mangrove dan keberadaan gastropoda. Plot berikutnya dilakukan secara sistematis. Gastropoda yang ditemukan sebanyak 219 individu. Terdapat 5 famili berbeda dari 8 spesies yaitu Cassidula aurisfelis, Ellobium aurisjudae, Littoraria angulifera, Littoraria undulata, Malea pomum, Nerita pollita, Neritina violacea, dan Polinices albumen. Keanekaragaman jenis H"™ Gastropoda di setiap jalur antara 1,46-1,7 ini menunjukan nilai indeks keanekaragaman jenis memiliki keanekaragaman sedang. Kata kunci: Keanekaragaman, Equator Park Desa Jeruju Besar, Gastropoda
ANALISIS PERUBAHAN KERAPATAN VEGETASI HUTAN BERDASARKAN FUNGSI KAWASAN MENGGUNAKAN (NDVI) DI KECAMATAN ENTIKONG TAHUN 2013, 2017, 2023 Destiadi, Feniza; Riyono, Joko Nugroho; Lestariningsih, Siti Puji
JURNAL HUTAN LESTARI Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i4.85031

Abstract

AbstractEntikong is a sub-district in Sanggau Regency, West Kalimantan, Indonesia and has 4 regional functions. Entikong is a border that has abundant natural resources, the Entikong forest itself is an asset that must be protected because it is prone to illegal activities such as illegal logging, illegal hunting, and other natural resource exploitation that can threaten and damage the forest order. Therefore, it is necessary to analyze the density of forest vegetation to measure the quality of forests in Entikong District by analyzing changes in vegetation density based on regional functions with a span of 5 years, namely 2013, 2017, 2023. The procedure carried out is the collection and processing of image data and data in the field so that an accuracy value of 93.75% is obtained, where the accuracy of the landsat 8 OLI/TIRS image is quite good in the analysis stage carried out and can present the actual vegetation density in the field. Keywords: Density of vegetation, Entikong Distric, NDVI AbstrakEntikong adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Indonesia dan memiliki 4 fungsi kawasan. Entikong merupakan perbatasan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, hutan Entikong sendiri merupakan aset yang harus dijaga karena rawannya kegiatan "“ kegiatan ilegal seperti penebangan liar, pemburuan ilegal, serta ekploitasi sumber daya alam lainnya yang dapat mengancam dan merusak tatanan hutan. Maka perlunya analisis kerapatan vegetasi hutan untuk mengukur kualitas hutan yang ada di Kecamatan Entikong dengan menganalisis perubahan kerapatan vegetasi berdasarkan fungsi kawasan dengan rentang waktu 5 tahun yaitu tahun 2013, 2017, 2023. Prosedur yang dilakukan yaitu pengumpulan dan pengolahan data citra dan data dilapangan sehingga didapatkan nilai akurasi sebesar 93,75% yang dimana keakuratan citra landsat 8 OLI/TIRS cukup baik dalam tahapan analisis yang dilakukan dan dapat mempresentasikan kerapatan vegetasi yang sebenarnya dilapangan. Kata kunci: Kerapatan vegetasi, kecamatan Entikong, NDVI.