Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kepercayaan Diri Mahasiswa Prodi Bisnis Digital Universitas Yatsi Madani Regina Anggreni tarigan; Lastri Mei Winarni; Nuryanti
JMM (Journal of Midwifery Madani) Vol. 2 No. 2 (2025): JMM (Journal of Midwifery Madani)
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kepercayaan diri adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Tingkat kepercayaan diri mahasiswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pola asuh orang tua. Pola asuh sejak masa kanak-kanak membentuk cara individu menilai diri dan menghadapi tantangan. Tujuan Penelitian : Untuk Mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kepercayaan diri mahasiswa Prodi bisnis digital di universitas yatsi madani. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dengan total sampling sebanyak 94 responden. Analisis data dilakukan secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji Spearman’s Rho Hail Penelitian : Dari 94 responden, memiliki pola asuh demokratis sebanyak 76 responden (80.9 %). dan kepercayaan diri kategori tinggi sebanyak 60 responden (60.6%). hasil uji Spearman’s Rho Nilai koefisien korelasi (rho) sebesar 0,863 dan nilai signifikansi p-value sebesar 0,001 < 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. terdapat tingkat hubungan antara dua variabel dalam kategori tinggi. Kesimpulan : Terdapat Hubungan antara pola asuh orang tua dengan kepercayan diri mahasiswa prodi bisnis di universitas yatsi madani Saran : Diharapkan dapat menjadi masukan bagi institusi pendidikan dalam merancang program pembinaan karakter dan pengembangan kepercayaan diri seperti pelatihan public speaking, kepemimpinan, dan manajemen emosi, agar mahasiswa dapat terus mengembangkan potensi dirinya secara optimal. serta bagi orang tua untuk menerapkan pola asuh yang baik agar dapat mendorong tumbuhnya kepercayaan diri.
Pengaruh Prenatal Yoga Terhadap Nyeri Punggung Bawah Pada Ibu Hamil Di TPMB Bidan Acih Suarsih Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang A'isyah Aminah Syafyuddin Ali; Siti Haeriyah; Lastri Mei Winarni
JMM (Journal of Midwifery Madani) Vol. 2 No. 2 (2025): JMM (Journal of Midwifery Madani)
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan merupakan periode adaptasi yang kompleks bagi seorang wanita, ditandai dengan berbagai perubahan fisik, hormonal, dan emosional. Salah satu keluhan yang umum terjadi selama masa kehamilan, khususnya pada trimester kedua dan ketiga, adalah nyeri punggung bawah. Keluhan ini muncul akibat perubahan biomekanik tubuh, peningkatan berat janin, serta relaksasi ligamen yang memengaruhi kestabilan otot dan postur tubuh ibu hamil. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas tidur, bahkan kesehatan mental ibu. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi keluhan tersebut adalah dengan melakukan prenatal yoga, yaitu latihan fisik ringan yang dirancang khusus untuk ibu hamil guna meningkatkan fleksibilitas, memperkuat otot inti, dan memberikan relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prenatal yoga terhadap penurunan intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil di TPMB Acih Suarsih. Metode Penelitian: Metode penelitian menggunakan Quasi Eksperimen dengan pendekatan Pretest-posttest With Control Group Design. Sampel berjumlah 30 responden, 15 responden kelompok intervensi, 15 responden kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian lembar observasi dan SOP Prenatal Yoga. Analisis bivariat dengan menggunakan Uji Mann-Whitney. Hasil Penelitian: Hasil analisis yang di uji menggunakan Uji Mann-Whitney didapatkan nilai P value 0.012 dimana P value <0.05. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian terapi prenatal yoga terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada ibu hamil. Saran: Diharapkan ibu hamil dapat menerapkan pola hidup sehat dengan rutin melakukan aktivitas fisik ringan seperti prenatal yoga guna membantu mengurangi keluhan nyeri punggung bawah selama kehamilan.
Pengaruh Konsumsi Bubur Ketan Hitam Dalam Menjaga Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Remaja Putri Di SMKN 9 Kota Tangerang shafira putri anggraini; Nurry Ayuningtyas Kusumastuti; Lastri Mei Winarni
JMM (Journal of Midwifery Madani) Vol. 2 No. 2 (2025): JMM (Journal of Midwifery Madani)
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/jmm.v2i2.694

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus, terutama tipe 2, telah menjadi salah satu masalah kesehatan global yang semakin meningkat, termasuk di kalangan remaja. Remaja, sebagai kelompok usia yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, memerlukan perhatian khusus terhadap kebiasaan makan dan kesehatan metabolisme mereka.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui “Pengaruh Bubur ketan hitam dalam menjaga kadar gula darah pada remaja putri di SMKN 9 Tangerang”. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain two group pretest-posttest control group. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah remaja putri sebanyak 40 responden. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan berupa glikometer dan lembar observasi harian. Teknik analisis di atas menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji mann whitney. Hasil Penelitian: Hasil uji mann whitney didapatkan nilai p value 0.013 (<0.05) yang artinya terdapat pengaruh pemberian bubur ketan itam dalam menjaga kadar gula darah pada remaja di SMKN 9 Kota Tangerang.. Kesimpulan: Terlihat bahwa pemberian bubur ketan hitam berpengaruh dalam menjaga kadar gula darah pada remaja di SMKN 9 Kota Tangerang.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING AND ANEMIA IN PREGNANT WOMEN IN RURAL INDONESIA Lastri Mei Winarni; Nuryanti Nuryanti; Iim Sukmawati; Siti Haeriyah
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 10 No. 1 (2026): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, January 2026
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v10i1.2026.95-104

Abstract

Background: Anemia during pregnancy remains a major global health concern and associated with both physiological and psychological consequences for mothers. Psychological well-being (PWB) plays a vital role in maternal health, influencing emotional regulation, resilience, and health-seeking behaviors. This study aimed to analyze the relationship between psychological well-being and anemia among pregnant women in Tangerang District, Indonesia. Method: A case control study design was used involving 84 pregnant women in their first to third trimesters who visited the Midwife Independent Practice in Pejamuran Village. Purposive sampling was used to recruit 42 anemic and 42 non-anemic pregnant women based on hemoglobin (Hb) measurements. Psychological well-being was assessed using Ryff’s Psychological Well-Being Scale (18-item), previously validated with a reliability coefficient of 0.705. Data were collected through structured interviews and self-administered questionnaires. Chi-Square analysis and Odds Ratio (OR) calculations were performed to examine the association between anemia status and PWB. Result: A significant association was found between psychological well-being and anemia in pregnancy (p = 0.001). Low PWB was highly prevalent among anemic women (80.95%) compared with non-anemic women (28.57%). The odds of experiencing anemia were 10.62 times higher among women with low psychological well-being than those with high psychological well-being. Conclusion: Psychological well-being is strongly associated with anemia in pregnancy, indicating the need for integrated antenatal care strategies that address both nutritional and psychological factors. Strengthening mental health support, improving counseling services, and enhancing anemia prevention programs may reduce maternal health risks and improve pregnancy outcomes.
Hubungan Tingkat Kesejahteraan Psikologis Dan Body Image Dengan Kesehatan Mental Di SMAN 25 Kab Tangerang Nurhasanah; Lastri Mei Winarni; Ida Farida
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1521

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental akibat perubahan fisik, emosional, dan sosial yang dialami. Gangguan Kesehatan mental seperti kecemasan, stress dan depresi kian meningkat di kalangan remaja Indonesia. Kesejahteraan psikologis dan body image menjadi dua faktor yang sangat krusial tentunya mempengaruhi kondisi mental remaja. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat kesejahteraan psikologis dan body image dengan kesehatan mental di SMAN 25 Kab. Tangerang. Metode Penelitian : bersifat kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 195 siswa/I kelas XI yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa bivariat yaitu chi-square untuk menunjukkan ada atau tidaknya korelasi antara variable bebas dan terikat. Hasil : hasil hubungan tingkat kesejahteraan psikologis dengan kesehatan mental didapatkan p value (0,001) dan body image dengan Kesehatan mental diapatkan p value (0,001) kesimpulannya, kesejahteraan psikologis dan body image memiliki hubungan terhadap kesehatan mental remaja. Diharapkan hasil penelitian dapat bermanfaat bagi SMAN 25 Kab. Tangerang dan peneliti selanjutnya dimana hasil penelitian dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memperhatikan masalah terkait hubungan tingkat kesejahteraan psikologis dan body image dengan kesehatan mental pada remaja. Kata kunci: Kesejahteraan psikologis, body image, kesehatan mental, remaja ABSTRACT Background: Adolescents are an age group vulnerable to mental health disorders due to the physical, emotional, and social changes they experience. Mental health disorders such as anxiety, stress, and depression are increasing among Indonesian adolescents. Psychological well-being and body image are two crucial factors that undoubtedly influence adolescent mental health. Purpose : To determine the relationship between the level of psychological well-being and body image with mental health at SMAN 25 Tangerang Regency. Research Method : Quantitative with a descriptive correlation approach and cross-sectional design. The sample consisted of 195 students of grade XI selected using stratified random sampling. Data analysis in this study used bivariate analysis, namely Pearson chi-square, to show whether or not there is a correlation between the independent and dependent variables. Results: The relationship between psychological well-being and mental health obtained a p-value (0.00), and body image and mental health obtained a p- value (0.00). In conclusion, psychological well-being and body image are related to adolescent mental health. It is hoped that the results of this study will be useful for SMAN 25 Tangerang Regency and future researchers, where the rults of the study can be used as a consideration in addressing issues related to the relationship between psychological well-being and body image with mental health in adolescents. Keywords: Psychological well-being, body image, mental health, adolescen
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TINGKAT KEPARAHAN CAMPAK PADA BALITA Dita Nurkholifiyah; Lastri Mei Winarni; Nurry Ayuningtyas Kusumastuti
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7848

Abstract

Abstrak Campak merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan pada balita karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang meningkatkan keparahan penyakit. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan keparahan campak adalah status gizi karena berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan tingkat keparahan campak pada balita. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 305 balita usia 0–59 bulan yang didiagnosis campak dan dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan data rekam medis. Data dikumpulkan menggunakan lembar checklist dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi baik dan mengalami campak dengan komplikasi. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara status gizi dengan tingkat keparahan campak pada balita. Balita dengan status gizi kurang dan gizi buruk cenderung mengalami campak yang lebih berat dibandingkan balita dengan status gizi baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan tingkat keparahan campak. Oleh karena itu, pemantauan status gizi serta upaya pencegahan campak melalui peningkatan cakupan imunisasi dan edukasi kesehatan perlu terus ditingkatkan untuk menurunkan risiko komplikasi pada balita.   Kata kunci : balita; campak; komplikasi; status gizi; tingkat keparahan campak