Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Egaliter

Hubungan Komunikasi Interpersonal Pimpinan Dan Motivasi Kerja Pegawai Di Magistra Utama Cabang Semarang Najwa Khalida Kahani; Sinta Petri Lestari
Jurnal Egaliter Vol 3, No 4 (2019): Jurnal Egaliter Vol.3 No.4 Oktober 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.602 KB)

Abstract

Dasar komunikasi antara satu orang dengan orang lainnya, merupakankajian khusus dalam ilmu komunikasi yang disebut komunikasiinterpersonal. Untuk membangun komunikasi interpersonal individu harusmempunyai konsep dalam komunikasi, yaitu bagaimana mengkonsepkan diri danmembentuk komunikasi dua arah untuk menciptakan komunikasi yang baik.Lalu harus menjadi pendengar yang baik.Komunikasi interpersonal yang buruk dapat mengakibatkan sumberpermasalahan di dalam sebuah perusahaan. Motivasi kerja dapat menurundan dapat berdampak pada hasil kerja yang tidak maksimal. Motivasi tidakhanya datang dari diri sendiri, melainkan bisa datang dari orang lain dan untukmeningkatkan motivasi kerja, komunikasi antar karyawan dan pimpinan harusdi jaga dengan baikTujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruhkomunikasi interpersonal terhadap motivasi kerja pegawai pada Magistra UtamaSemarang. Data dikumpulkan dengan kuesioner pada 10 responden, dan studipustaka.Dari hasil pengolahan data kuesioner yang disebarkan kepadaseluruh responden, diperoleh hasil bahwa tingkat hubungan komunikasiinterpersonal pimpinan di Magistra Utama Semarang rendah, yaitu sebesar 60%dan dapat dikategorikan komunikasi interpersonal pimpinan belum efektif. Dantingkat motivasi kerja karyawan sebesar 70% dan dapat dikategorikansangat rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat agarpimpinan lebih menjaga komunikasi interpersonal agar dapat meningkatkanmotivasi kerja karyawan untuk mencapai taget perusahaan yang lebih baik lagi.Key Words: Interpersonal, Kerja, Komunikasi, Motivasi, Pimpinan
STRATEGI PUBLIC RELATIONS DALAM MEMBANGUN CITRA LPI ASSALAM GEDAWANG SEMARANG Sinta Petri Lestari; Elfa Puji Astuti
Jurnal Egaliter Vol 5, No 9 (2021): Jurnal Egaliter Vol.5 No.9 Oktober 2021
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.61 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi public relation dalam membangun citra pada Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Assalam di Gedawang. dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling, dengan menggunakan kuesioner sebagai pengumpulan data penelitian dengan jumlah responden sebanyak 132 anggota. Hasil dari penelitian didapat, tingkat responden terhadap Strategi Public Relation dalam membangun citra sebanyak 100% yaitu 20 orang atau66,67% dalam kategori tinggi, sedangngkan sisanya dalam kategori sedang sebanyak 10 orang atau sekitar 33,33% . Hasil perhitungan 2 variabel kategori yaitu menggunakan tabulasi silang diperoleh mayoritas sebanyak 100% ( 30orang) responden menyatakan strategi public relation dalam membangun citra dalam kategori tinggi.Kata Kunci : Strategi, Public Relation, Membangun, Citra
PENGARUH GAYA KOMUNIKASI PEMIMPIN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR NOTARIS DAN PEJABAT PEMBUATAN AKTA TANAH (PPAT) H. SUGENG BUDIMAN. SH., SpN, MH. Sinta Petri Lestari; Asriyani Asriyani
Jurnal Egaliter Vol 4, No 7 (2020): Jurnal Egaliter Vol.4 No.7 Oktober 2020
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja pegawai yang tinggi sangat diharapkan oleh perusahaan untukmempengarui kinerja pegawai yang lainnya. Semakin banyak pegawai yangmempunyai kinerja tinggi, maka perusahaan secara keseluruhan akan meningkatsehingga perusahaan akan bertahan dalam persaingan yang ketat. Pemimpindituntut untuk dapat menyelesaikan target yang diinformasikan dari kantor pusatdan dapat menghandle pegawai yang akan membantu menyelesikan tugas denganbaik, sehingga gaya kepemimpinan disinyalir mampu menstimuli pegawai untukbekerja dengan prima guna menyelesaikan serta melaksanakan tugas dantanggung jawab dengan efisien. Berdasarkan penelitian Pengaruh Gaya Komunikasi Pemimpin terhadapKinerja Pegawai pada kantor Notaris Pejabat Pembuatan Akta Tanah (PPAT)H. Sugeng Budiman, SH., SpN., MH. Dapat ditarik simpulan bahwa VariabelGaya Komunikasi (X) sebanyak 53,84% dalam kategori sangat tinggi sedangkan,46,16% dalam kategori tinggi. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa semakinbaik gaya komunikasi pemimpin, maka komunikasi tersebut dapat meningkatkankinerja pegawai menjadi lebih baik. Sementara Variabel Kinerja Pegawai (Y)sebanyak 100% yaitu 13 orang responden dalam kategori tinggi. Maka dalam halini dapat disimpulkan kinerja pegawai merupakan aspek penting dalam sebuahperusahaan karena dapat menentukan maju tidaknya perusahaan, apabila kinerjapegawai baik maka yang terjadi adalah kemajuan yang positif bagi perusahaan Sedangkan pengaruh variabel X terhadap Variabel Y sejumlah 46,16% (6orang) responden menyatakan pengaruh gaya komunikasi terhadap kinerjapegawai dalam kategori tinggi dan 53,84% (7 orang) responden menyatakanpengaruh gaya komunikasi terhadap kinerja pegawai dalam kategori sangat tinggi,dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh positif dari gayakomunikasi kepemimpinan terhadap kinerja pegawai, karena gaya komunikasipemimpin sangat berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Dengan adanyakomunikasi yang baik terhadap pegawainya maka menimbulkan jalinan perhatianantara pemimpin dan pegawai dan yang dikomunikasikan dapat di pahami,dimengerti kemudian dilaksanakan tanpa adanya keterpaksaan dan dapatmendorong pegawai bekerja lebih produktif dalam melaksanakan suatu pekerjaan.Kata Kunci: Gaya, Kepemimpinan, Kinerja, Pegawai
Hubungan Frekuensi Menonton Tayangan Budaya Korea (K-Pop) Dan Pengimitasian Sikap Pada Pelajar Di SMP Eka Sakti Banyumanik Semarang Tahun 2019 Endang Siswanti; Sinta Petri Lestari
Jurnal Egaliter Vol 3, No 5 (2019): Jurnal Egaliter Vol.3 No.5 Januari 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyebarnya budaya Korea disebut juga dengan Korean wave (gelombangkorea) atau yang sering dikenal dengan hallyu. Gelombang Korea menampilkanberbagai jenis budaya Korea mulai dari film, video, musik, fashion dan segalapernak-pernik Korea (Yuanita 2012: 3). Pop culture yang saat ini tengah melandaberbagai negara terutama Negara-negara di Asia adalah Pop culture yang berasaldari Korea Selatan. Korea saat ini tengah membentuk mainstream baru diberbagai negara melalui K-pop (musik pop Korea), serial drama, film dan videogame. Korean wave di Indonesia bermula dari masuknya film-film dan dramaKorea pada tahun 2002. Produk budaya Korea telah berhasil mengemas nilai-nilaiAsia yang dipasarkan dengan gaya modern. Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Tayangan Budaya Korea ( K-pop )Terhadap Pengimitasian Sikap Pada Pelajar. Tipe penelitian yang dilakukanpenulis adalah deskriptif kuantitatif dimana metode ini menganalisis danmenyajikan fakta secara sistematik sehingga dapat lebih mudah dipahami dandisimpulkan. Teori yang digunakan adalah Teori Kultivasi, yaitu teori yangmemperkirakan dan menjelaskan pembentukan persepsi, pengertian, dankepercayaan mengenai dunia sebagai hasil dari mengonsumsi pesan media dalamjangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tayanganbudaya korea ( K-POP ) terhadap perilaku imitasi pelajar. Populasi dalampenelitian ini adalah siswa kelas 7 dan 8 dengan jumlah sampel 100 siswa.Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel independent(X) dan variabel dependent (Y). Variabel independent (X) merupakan tayanganbudaya Korea dan variabel dependent (Y) merupakan perilaku imitasi. Data yangdiperoleh adalah hasil kuesioner. Dalam penelitian ini menggunakan jenispenelitian kuantitatif, dimana penelitian kuantitatif menekankan analisisnya padadata-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika. Hasil analisisdata menunjukan bahwa menonton tayangan budaya Korea termasuk dalamkategori rendah sebesar 25 %, pengaruh terhadap perilaku imitasi anak termasukdalam kategori tinggi sebesar 58 %.Key Words:Budaya Korea, Imitasi, Kultivasi
PENGARUH TINGKAT KEPERCAYAAN BERKOMUNIKASI DI JEJARING SOSIAL (SOCIAL MEDIA) INSTAGRAM TERHADAP PERILAKU BELI MAHASISWA JURUSAN ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PANDANARAN SEMARANG Sinta Petri Lestari
Jurnal Egaliter Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Egaliter, Volume 1 No. 1 Juli 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find a significant relationship between the variables of marketing communication in social media Instagram (X) with the purchase decision variable (Y) in Pandanaran University Semarang. This research is descriptive quantitative research with survey method and questionnaire with tools. Respondents of this research is the students of Social Science And Political Science at Pandanaran University Semarang . Sampling technique using the census as many as 78 respondents . Sources of data used primary data and secondary data. The technique of collecting data using questionnaires and literature. Data were analyzed using cross tabulation. The analysis showed that there is a significant relationship, it is characterized a positive correlation coefficient, namely 1) the relationship between the variables of marketing communication (X) with purchase decision variable (Y) is 42%Keywords : marketing communication , mass communication, social media, consumer behavior
HUBUNGAN TAYANGAN KARTUN UPIN DAN IPIN DENGAN PERILAKU IMITASI ANAK Nunuk Werdiningsih; Sinta Petri Lestari
Jurnal Egaliter Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Egaliter, Volume 1 No. 1 Juli 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.418 KB)

Abstract

Pada zaman sekarang ini, televisi merupakan media elektronik yang mampu menyebarkan berita secara cepat dan memiliki kemampuan mencapai khalayak dalam jumlah tak terhingga pada waktu yang bersamaan. Televisi dengan berbagai acara yang ditayangkan telah mampu menarik minat pemirsanya dan membuat pemirsanya ketagihan untuk selalu menyaksikan acara-acara yang ditayangkan. Penelitian ini membahas hubungan tayangan kartun Upin Ipin terhadap perilaku imitasi anak. Tipe penelitian yang dilakukan penulis adalah deskriptif kuantitatif diamana metode ini menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga dapat lebih mudah di pahami dan di simpulkan. Teori yang digunakan adalah Teori Kultivasi, yaitu teori yang memperkirakan dan menjelaskan pembentukan persepsi, pengertian, dan kepercayaan mengenai dunia sebagai hasil dari mengonsumsi pesan media dalam jangka panjang.Tujuan dadi penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tayangan film kartun Upin Ipin terhadap perilaku imitasi anak. Upin dan Ipin adalah sebuah film animasi anak-anak yang di rilis pada 14 September 2007 di Malaysia dan di siarkan di TV9. Film ini diproduksi oleh Les’ Copaque.Keywords: Komunikasi Massa, Perilaku Imitasi
HUBUNGAN TAYANGAN KARTUN UPIN DAN IPIN TERHADAP PERILAKU IMITASI ANAK Sinta Petri Lestari; Fitriyani Fitriyani
Jurnal Egaliter Vol 6, No 11 (2022): Jurnal Egaliter Vol.6 No.11 Oktober 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada zaman sekarang ini, televisi merupakan media elektronik yang mampu menyebarkan berita secara cepat dan memiliki kemampuan mencapai khalayak dalam jumlah tak terhingga pada waktu yang bersamaan. Televisi dengan berbagai acara yang ditayangkan telah mampu menarik minat pemirsanya dan membuat pemirsanya ketagihan untuk selalu menyaksikan acara-acara yang ditayangkan. Penelitian ini membahas hubungan tayangan kartun Upin Ipin terhadap perilaku imitasi anak. Tipe penelitian yang dilakukan penulis adalah deskriptif kuantitatif diamana metode ini menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga dapat lebih mudah di pahami dan di simpulkan. Teori yang digunakan adalah Teori Kultivasi, yaitu teori yang memperkirakan dan menjelaskan pembentukan persepsi, pengertian, dan kepercayaan mengenai dunia sebagai hasil dari mengonsumsi pesan media dalam jangka panjang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa PAUD Tunas Harapan dengan jumlah 35 siswa.Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel independent (X) dan variabel dependent (Y). Variabel independent (X) merupakan tayangan kartun Upin Ipin dan variabel dependent (Y) merupakan perilaku imitasi. Data yang di peroleh adalah hasil kuesioner. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dimana penelitian kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang di olah dengan metode statistika. Hasil analisis data menunjukan bahwa menonton tayangan kartun Upin Ipin termasuk dalam kategori sangat tinggi sebesar 40 %, pengaruh terhadap perilaku imitasi anak termasuk dalam kategori tinggi sebesar 40%.Keywords: Tayangan Kartun, Perilaku Meniru Anak, Teori Kultivasi, Media Elektronik