Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FUNGSI PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN PERTANIAN DI KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES M. Teguh Faris Zulhak; Ivan Akmal Nur; Wahyu Febriyono
Jurnal Ilmiah Media Agrosains Vol 6 No 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community counseling is a strategic activity in order to increase the productivity of the agricultural development. The goal of the counseling is to increase the knowledge and skills to encourage farmers to be better. The purpose this research to know the role of agricultural counselor in agricultural development at Bumiayu district, what the counselor do in the community, the obstacle faced by the counselor in the agricultural counseling at Bumiayu sub-district, and the response from the farmer about the agricultural counseling in Bumiayu district. The method used in this research was mix method with direct observation or field research. From this research found that there are seven role of agricultural counselor. The obstacle faced by the counselor in the field are the low knowledge and skills of available human resources, limited agriculture information resources, hesitancy of the farmers to adopt new technique in agriculture, the mindset of the farmer that are get use to farming without counseling, and low budget. Meanwhile, the counseling get a good respond because the farmers feel helped by this kind activity and they can get to accessed seeds, machinery, and government administration aids. Kata kunci : fungsi, penyuluhan, pertanian, pengembangan Abstrak Penyuluhan merupakan kegiatan yang strategis dalam upaya mencapai tujuan pembangunan pertanian yang menjadikan petani lebih produktif. Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan yang memacu petani untuk menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam pengembangan pertanian di Kecamatan Bumiayu. Kendala yang dihadapi penyuluh di lapangan dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Kecamatan Bumiayu dan respon yang diterima petani terhadap adanya penyuluhan pertanian di Kecamatan Bumiayu. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes menggunakan metode gabungan atau mix. Teknik yang digunakan adalah metode observasi langsung atau penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian ini diketahui ada tujuh peran dalam kegiatan penyuluh Kecamatan Bumiayu yaitu peran sebagi motivator, edukator, monitoring, fasilitator, konsultan, komunikator, dan evaluator. Kendala yang dihadapi penyuluh Kecamatan Bumiayu diantaranya sumber daya manusia di Bumiayu masih rendah, terbatasnya sumber informasi untuk pertanian, petani yang masih ragu melakukan teknik adopsi dan inovasi, pemikiran petani tanpa adanya penyuluhan mereka sudah terbiasa melakukan kegiatan pertanian, dan anggaran kegiatan yang terbatas. Penyuluhan direspon dengan baik karena petani merasa terbantu dengan kehadiran penyuluh. Seperti pengadaan bantuan benih, alat mesin pertanian ataupun berkaitan dengan surat menyurat kepada dinas pemerintahan.
PENGEMBANGAN KLASTER INOVASI KOPI UNTUK MENJADI PRODUKUNGGULAN DAERAH KABUPATEN BREBES Sutarmin; Aqib Ardiansyah; Arief Adhy Kurniawan; Undri Rastuti; Siti Badiatul Umroh; Eka Septiani Putri; Ivan Akmal Nur
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya strategis dalam mendukung pengembangan industri kopi rakyat di Kabupaten Brebes menjadi produk unggulan daerah adalah melalui pengembangan klaster inovasi kopi. Melalui pengembangan klaster inovasi diharapkan secara akan terjadi inovasi primer dan inovasi sekunder pada produk kopi yang pada akhirnya menghasilkan produk yang kompetitif. Untuk mencapai tujuan di atas perlu dilakukan kajian pengembangan klaster inovasi kopi agar menjadi produk unggulan daerah sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih maksimal dalam peningkatan pendapatan petani dan produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Brebes dari sektor perkebunan. Kajian dilakukan di semua wilayah Kabupaten Brebes terutama di 4 kecamatan penghasil kopi, yaitu Salem, Bantarawung, Paguyangan dan Sirampog. Metode pengambilan data dengan menggunakan kuisioner, wawancara, observasi serta diskusi kelompok mendalam. Berdasarkan kajian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa (a) Budaya inovasi pada petani kopi di Kabupaten Brebes sudah mulai berjalan. (b) Para pelaku bisnis kopi di Brebes kebanyakan belum bisa menyajikan data volume produksi dan penjualannya. (c) Volume produksi sangat penting ditingkatkan karena akan membawa dampak bagi peningkatan kesejahteraan para pelaku bisnis kopi yang ada di Kabupaten Brebes. (d) Inovasi kualitas produk masih terbatas dan didominasi oleh Kecamatan Sirampog, terutama dari daerah Guci Dawuhan. (e) Dalam model pengembangan klaster inovasi, klaster inovasi tersusun atas subklaster yang terdiri dari subklaster petani, subklaster inovasi primer, subklaster inovasi sekunder dan subklaster lain-lain. (f) Dalam mengembangkan klaster inovasi berbasis managemen diperlukan SDM yang memiliki jiwa agen perubahan. (g) Aspek keuangan atau permodalan, pengetahuan dan pemasaran adalah kendala utama yang dirasakan oleh para pelaku usaha dalam menjalankan bisnis proses kopi di Kabupaten Brebes.