Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES Aqib Ardiansyah; Aswhar Anis
Jurnal El-Hamra : Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal el-hamra: Kependidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : CV. Amerta Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kualitas Pelayanan Publik Pada Kantor Kecamatan Bumiayu Kabupaten BREBES. Kualitas pelayanan ini diukur menggunakan indikator yang terdiri dari Bukti Fisik (Tangible), Kehandalan (Reliability), Tanggapan (Responsiveness), Jaminan (Asurance) dan Empati (Empathy). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Dimana teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Adapun informan dalam penelitian ini dipilih secara purposive sampling. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan publik pada kantor kecamatan berdasarkan kantor Kecamatan Bumiayu sudah cukup memadai. Kehandalan (Reliability) dari segi ketepatan waktu atau kecepatan layanan sudah baik dan cepat sesuai dengan yang dijanjikan. Tanggapan (Responsiveness) seperti respon atau tanggapan yang diberikan oleh petugas sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jaminan (Assurance) terkait dengan pengetahuan serta sopan santun petugas dirasa sudah baik dan keamanan juga dirasa aman dan dapat memberikan rasa percaya dari masyarakat. Dan Empati (Empathy) petugas berempati dalam membantu kebutuhan masyarakat yang membutuhkan informasi.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN E-KTP DI BREBES Aqib Ardiansyah; Aswhar Anis
AMERTA Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 1 (2022): Amerta Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Amerta Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the public perception of E-KTP servants in Brebes city. The indicators in this study are the simplicity of service procedures, clarity of services (from requirements, work units and service fees), the timeliness of completion of services, product and process safety, facilities and services, as well as access to places and locations of services. The research method uses qualitative descriptive. The source of primary data is obtained by using purposive sampling technique, to determine some people who are consifered to really master the problem related to this research. The study illustrate that public perceptions of E-KTP servants in Brebes city from the simplicity of procedures are not easily understood by the community. Clear service clarity of clear requirements, responsive work units, and free service fees. in accordance with the determined schedule. Product and process safety. Insufficient infrastructure facilities. As well as the place and location of services that are easily accessible in the E-KTP service in the Brebes city. Keywoards: community perception, E-KTP service, Brebes City
KAJIAN DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP PENDAPATANASLI DAERAH DAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT Sutarmin; Yulis Maulidia Bernis; Aqib Ardiansyah; Kurniawan
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 1 No No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The tourism sector is one sector that has a multiplier effect on the economic growth of a region.One area that is aware of the importance and strategic of the tourism sector is Brebes Regency.Although it has a lot of potential and interesting, the tourism potential in Brebes has notcontributed Locally-generated revenue (PAD) as expected. Required research that aims to (1)know the impact of tourism development on socio-economic society; (2) to know the impact oftourism development on Locally-generated revenue (PAD) of Brebes Regency; (3) to know thepotential of tourism market; (4) to know the level of tourism visitors absorption and (5) to knowalternative of tourism development strategy in Brebes Regency. Data collection method of thisresearch is through literature study, interview and observation. The results of this study are: (1)For ease of development, Brebes Regency is divided into 3 tourism zones, which is the 1sttourism zone (North Brebes) focusing on marine tourism theme, 2nd tourism zone (CentralBrebes) focusing on adventure tourism and zone 3 (South Brebes) that focus on resting; (2) Tokeep pace, the tourism sector of Brebes Regency must grow exponentially through variousstrategic breakthroughs. Strategic breakthroughs that can be done by Brebes Local Governmentinclude (a) ticket price adjustment, (b) change of manager from Pemda to Perusda or purelyprivate (c) tax imposition on tourism object not managed by local government (d) adding newtourism object with various interesting themes. 
PENGEMBANGAN KLASTER INOVASI KOPI UNTUK MENJADI PRODUKUNGGULAN DAERAH KABUPATEN BREBES Sutarmin; Aqib Ardiansyah; Arief Adhy Kurniawan; Undri Rastuti; Siti Badiatul Umroh; Eka Septiani Putri; Ivan Akmal Nur
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya strategis dalam mendukung pengembangan industri kopi rakyat di Kabupaten Brebes menjadi produk unggulan daerah adalah melalui pengembangan klaster inovasi kopi. Melalui pengembangan klaster inovasi diharapkan secara akan terjadi inovasi primer dan inovasi sekunder pada produk kopi yang pada akhirnya menghasilkan produk yang kompetitif. Untuk mencapai tujuan di atas perlu dilakukan kajian pengembangan klaster inovasi kopi agar menjadi produk unggulan daerah sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih maksimal dalam peningkatan pendapatan petani dan produk domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Brebes dari sektor perkebunan. Kajian dilakukan di semua wilayah Kabupaten Brebes terutama di 4 kecamatan penghasil kopi, yaitu Salem, Bantarawung, Paguyangan dan Sirampog. Metode pengambilan data dengan menggunakan kuisioner, wawancara, observasi serta diskusi kelompok mendalam. Berdasarkan kajian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa (a) Budaya inovasi pada petani kopi di Kabupaten Brebes sudah mulai berjalan. (b) Para pelaku bisnis kopi di Brebes kebanyakan belum bisa menyajikan data volume produksi dan penjualannya. (c) Volume produksi sangat penting ditingkatkan karena akan membawa dampak bagi peningkatan kesejahteraan para pelaku bisnis kopi yang ada di Kabupaten Brebes. (d) Inovasi kualitas produk masih terbatas dan didominasi oleh Kecamatan Sirampog, terutama dari daerah Guci Dawuhan. (e) Dalam model pengembangan klaster inovasi, klaster inovasi tersusun atas subklaster yang terdiri dari subklaster petani, subklaster inovasi primer, subklaster inovasi sekunder dan subklaster lain-lain. (f) Dalam mengembangkan klaster inovasi berbasis managemen diperlukan SDM yang memiliki jiwa agen perubahan. (g) Aspek keuangan atau permodalan, pengetahuan dan pemasaran adalah kendala utama yang dirasakan oleh para pelaku usaha dalam menjalankan bisnis proses kopi di Kabupaten Brebes.