Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Optimalisasi Budaya Kerja 5S dan Standar Operasional Prosedur Praktikum Sarwi Asri
JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional) Vol 7, No 1 (2021): JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.658 KB) | DOI: 10.24036/jtev.v7i1.111441

Abstract

This study aims to determine the optimization of the application of 5S work culture and standard operating procedures for practicum in the Mechanical Engineering Education Study Program, Universitas Negeri Semarang. The research method used is an experimental method by comparing the conditions before and after implementing the 5S work culture and standard operational practicum procedures. The instrument used in this study was a questionnaire. This study shows that there is an increase in the performance aspect of 43.4%. Hypothesis testing shows that there is a better effect of the implementation of 5S work culture and standard operating procedures for practicum in the Mechanical Engineering Education Study Program, Universitas Negeri Semarang.
PELATIHAN PERAWATAN KENDARAAN DENGAN APLIKASI SMART SERVICE UNTUK DRIVER ONLINE DI KOTA SEMARANG Abdurrahman Abdurrahman; Andri Setiyawan; Lelu Dina Apristia; Sarwi Asri; Doni Yusuf F; Rizal Alvindo; Muhammad Syamsuddin N.I
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 9: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan moda transportasi yang instan dan dapat diandalkan semakin tinggi. Dalam periode 5 tahun terakhir perkembangan driver online sangat cepat seperti hadirnya Gojek, Grab, dan Maxim. Perlunya pengetahuan tentang service kendaraan bagi driver online untuk kesehatan kendaraan yang digunakan sehari hari. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi secara langsung. Hasil yang didapat dalam pelaksanaan pengabdian ini, terdapat 10 driver online dari mitra yang berbeda yang mengikuti pelatihan perawatan kendaraan. Driver Online mendapatkan pelatihan terkait dasar service kendaraan atau Basic Knowledge of Service sebagai saran meningkatkan awareness terhadap kendaraan. Terdapat peningkatan sebesar 83% pada aspek pengetahuan dasar service kendaraan
Design of Wireless Engine Diagnostic Tool with Raspberry Pi for Learning Media Vocational Education Teacher Candidates Andri Setiyawan; Suwahyo Suwahyo; Febri Budi Darsono; Sarwi Asri; Fitria Eka Rini; Faizal Agil Arief Setyadi; Doni Puji Laksono; Janahtan Firdaus
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/vanos.v8i1.19097

Abstract

Practical learning is an important activity to improve the skills of prospective vocational education teachers. Supporting facilities have an essential role in the implementation of the practice. This study aims to analyze the learning media's needs for making wireless engine diagnostic tools with raspberry pi. The method used in this research is ADDIE. This research only reached the design stage. This study focuses on the needs analysis used in the development process. The research sample is in the form of an application layout design that will be developed. The instrument in this study was an assessment sheet in the form of a questionnaire regarding the feasibility of the design. Experts in the field of application development assess designs. Developing a wireless engine diagnostic tool with raspberry pi is needed to support learning for prospective vocational teachers. The design of learning media Design of the Wireless Engine Diagnostic Tool with Raspberry Pi can be developed for practical learning of vocational students. The results of the media feasibility test by media experts can be categorized as "very feasible" to continue at the development stage.
Pengenalan Metode Ecoprint pada Siswa Siswi SDN 4 Butuh sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Sarwi Asri; Nur Afni Farhannida; Kholifatul Imro’ah
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 2 (2023) : Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v5i2.41931

Abstract

Desa Butuh Kidul merupakan salah satu kawasan yang berada di Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Rata-rata penduduk desa Butuh Kidul bekerja sebagai petani kopi dan sayur seperti cabai, kubis, labu siam, dan sawi. Sayur menjadi prioritas tanaman utama penunjang mata pencaharian masyarakat desa Butuh Kidul. Kawasan Butuh kidul merupakan Kawasan dataran tinggi dimana desa ini merupakan desa yang tertinggi di Wonosobo. Desa ini berbatasan langsung dengan desa Butuh dan desa Bowongso.  Karena berada di dataran tinggi banyak tumbuhan-tumbuhan yang belum pernah ditemui di dataran rendah. Banyaknya tumbuhan-tumbuhan tersebut kurang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Melihat banyaknya tumbuhan-tumbuhan memberikan alternatif pembuatan ecoprint. Ecoprint merupakan teknik mencetak, mewarnai dan membuat produk dengan menggunakan bahan-bahan alami. Dalam pembuatan ecoprint membutuhkan media berupa tumbuhan, seperti daun dan bunga. Kegiatan ecoprint ini ditujukan kepada siswa kelas 4 di SDN 4 Butuh. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih para siswa dan siswi agar memiliki kemampuan dalam memanfaatkan tumbuhan sekitar melalui ecoprint sejak kecil. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan ecoprint. Hasil dari program kerja tim UNNES GIAT 3 menunjukkan bahwa siswa dan siswi SDN 4 Butuh memperoleh pengetahuan dan keterampilan tentang pemanfaatan tumbuhan sekitar dalam pembuatan ecoprint sebagai bahan pencetakan alami yang ramah lingkungan.
EDUKASI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: PENGENALAN PENGOLAHAN LIMBAH KULIT DURIAN MENJADI SABUN PADAT Nadya Alfa Cahaya Imani; Maharani Kusumaningrum; Sarwi Asri; Hanif Ardhiansyah; Bagus Yuliono; Meidwiarta Cahya Pribadi; Athiya Rihadatul; Aisy Qothrun Nada; Muhamad Zakky Irsyada
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.19358

Abstract

Limbah kulit durian yang masih mengandung berbagai vitamin, flavonoid, saponin, selulosa, lignin, pati, dan kandungan lain sangat berpotensi untuk di olah menjadi berbagai produk diversifikasi. Kulit durian diketahui mengandung selulosa yang tinggi (50-60%) dan lignin (5%) serta pati (5%). Bagian dengan porsi 60-75% dari keseluruhan buah ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal dan hanya dibiarkan menjadi limbah atau dibakar begitu saja. Salah satu produk olahan yang dapat bermanfaat untuk digunakan sehari-hari ataupun menjadi produk yang dapat dijual adalah sabun. Kandungan flavonoid dan saponin yang dimiliki kulit durian merupakan bahan yang biasanya dibutuhkan dalam pembuatan sabun sebagai bahan anti bakteri dan aditif pembuat busa sabun. Dengan adanya vitamin dan bahan organik lain yang terkandung, sabun hasil olahan juga berguna untuk memberikan nutrisi pada kulit. Metode yang digunakan pada produksi sabun adalah metode cold process dimana metode ini memiliki kelebihan, yaitu mudah untuk dilakukan dan dapat membuat sabun dengan ketahanan lama. Berkaitan dengan permasalahan tersebut maka dilakukanlah upaya inovasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang yang merupakan salah satu sentra produsen durian di Semarang. Upaya inovasi tersebut diprioritaskan pada: pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah yang baik dan potensi dari limbah kulit durian, pelatihan keterampilan pada masyarakat mengenai teknologi pembuatan produk sabun berbahan dasar limbah kulit durian menggunakan metode cold process, pembekalan wawasan kewirausahaan terkait produk sabun.
Effectiveness of Peer Teaching Learning Models in Lathe Machinery Practice Courses for Mechanical Engineering Education Program Students Sarwi Asri; Hanif Hidayat; Muhammad Fariz Nasrullah
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/vanos.v9i1.25842

Abstract

The peer teaching learning model provides an opportunity for students to give each other knowledge to their peers. Peer teaching is a student-centred learning method. The purposes of this study are (1) to learn about the competence of students’ lathe practice after applying the learning model of peer teaching and (2) to know about the improvement of the competency of students’ lathe practice after applying the peer-teaching learning model. The method used in this research is quasi-experimental. The sample used in this research was 41 students of the Practical Class from the Mechanical Engineering Education Study Program. The data analysis used is normality test, homogeneity test, t-test, and N-Gain test. The results of the research show that (1) the competence of lathe practice of the students who apply a peer teaching learning model is in moderate categorized and (2) the application of a peer learning model is effective to improve the lathe practical competence of the students.
Peningkatan kualitas hasil pengecatan melalui penerapan mesin rotary polisher di bengkel Yunex Paint desa Gesing Temanggung Hanif Hidayat; Sarwi Asri; Ranu Iskandar; Febri Budi Darsono; Febrian Arif Budiman; R. Ambar Kuntoro Mursit Gendroyono; Wiji Ninggar Waskito; Siti Thoifatun Najiah; Dimas Iqbal Ramadhan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25737

Abstract

Abstrak Tingginya jumlah penjualan kendaraan bermotor di Indonesia yang mencapai 94.067 unit pada tahun 2023 dapat menyebabkan berbagai permasalahan seperti kemacetan dan kecelakaan. Selain menimbulkan korban jiwa kecelakaan lalu lintas juga menyebabkan kerugian materi berupa kerusakan pada kendaraan seperti goresan atau penyok pada panel bodi mobil. Kerusakan tersebut dapat diperbaiki melalui proses pengecatan ulang untuk mengembalikan ke kondisi semula. Kualitas hasil pengecatan yang baik dapat dilihat dari nilai lekat dan nilai kilapnya. Nilai kilap menandakan kualitas hasil pengecatan yang dapat meningkatkan estetika dari sebuah kendaraan. Bengkel Yunex Paint yang beralamat di Desa Gesing Temanggung dipilih menjadi mitra pengabdian karena bergerak di perbaikan bodi dan pengecatan yang setiap minggunya mampu mengerjakan 2 unit mobil dengan total waktu pengerjaan 4-6 hari untuk pengecatan ulang panel bumper maupun kap mesin. Bengkel ini masih banyak menghadapi berbagai permasalahan pada  proses produksi seperti hasil pengecatan yang kurang mengkilap karena finishing masih dilakukan secara manual sehingga jumlah mobil yang dikerjakan tidak mengalami peningkatan menyebabkan perkembangan usahanya kurang signifikan. Mengatasi permasalahan tersebut maka diusulkan penerapan mesin rotary polisher yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu dan kualitas hasil pengecatan, sehingga meningkatkan daya saing dan produktivitas Bengkel Yunex Paint. Pengabdian ini melibatkan 11 orang termasuk dengan pekerja bengkel. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung serta pendampingan, dan pengambilan data. Data hasil ukur daya kilap yang didapatkan yaitu 24,7 sebelum finishing, 85,3 sesudah finishing manual dan 94,1 sesudah finishing menggunakan mesin rotary polisher. Dari data yang didapatkan mesin rotary polisher dapat menambah nilai kilap hasil finishing pengecatan. Kata kunci: kualitas pengecatan; nilai kilap; mesin rotary polisher. Abstract The high number of motor vehicle sales in Indonesia, which reached 94,067 units in 2023, can cause various problems such as congestion and accidents. In addition to causing casualties, traffic accidents also cause material losses in the form of damage to vehicles such as scratches or dents on car body panels. The damage can be repaired through the repainting process to restore it to its original condition. The quality of good painting results can be seen from the adhesion value and gloss value. The gloss value indicates the quality of the painting results that can improve the aesthetics of a vehicle. The Yunex Paint workshop located in Gesing Village, Temanggung, was chosen as a service partner because it is engaged in body repair and painting which every week is able to work on 2 units of cars with a total processing time of 4-6 days for repainting bumper panels and hoods. This workshop still faces many problems in the production process such as painting results that are less shiny because finishing is still done manually so that the number of cars being worked on has not increased causing insignificant business development. Overcoming these problems, the application of a rotary polisher machine is proposed which is expected to increase the efficiency of time and quality of painting results, thereby increasing the competitiveness and productivity of the Yunex Paint Workshop. This service involved 11 people including workshop workers. The implementation method includes lectures, demonstrations, hands-on practice and mentoring, and data collection. The gloss measurement data obtained were 24.7 before finishing, 85.3 after manual finishing and 94.1 after finishing using a rotary polisher machine. From the data obtained, the rotary polisher machine can increase the gloss value of the painting finishing results. Keywords: painting quality; gloss value; rotary polisher machine.
Inovasi alat press dan cetak tahu pada UKM tahu Ngaran Prima Astuti Handayani; Widhi Mahatmanti; Sarwi Asri; Masni Maksiola; Raihan Madanii; Galih Muhammad Falefi; Mohamad Fiqih Sa'ari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29966

Abstract

Abstrak UKM Tahu Ngaran berlokasi di Kelurahan Pakintelan Kecamatan Gunungpati Semarang dan memproduksi tahu secara mandiri mulai tahun 2002. Tahu Ngaran setiap proses produksi membutuhkan 10 kg kedelai dan menghasilkan 6 peniris tahu, dimana setiap tahu dijual dengan harga Rp. 40.000,- per peniris. Tahu Ngaran setiap harinya mampu produksi 5-10 kali proses produksi, yang dipasarkan ke daerah Bangetayu Semarang.  Permasalahan mitra yaitu 1) UKM belum menggunakan teknologi, 2) Alat cetak tahu masih terbuat dari anyaman bambu, 3) Pemasaran tahu belum menggunakan kemasan. Solusi yang ditawarkan meliputi; 1). Pembuatan alat press dan cetak tahu terbuat stainless steel, 2). Tahu dikemas sehingga produk tetap higienis dan pemberian label kemasan. Tujuan dari kegiatan PkM meningkatkan produktivitas dan higienitas tahu pada Tahu Ngaran, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan perajin serta masyarakat Pakintelan Kecamatan Gunungpati pada umumnya. Metode yang dilakukan meliputi 1). koordinasi tim dengan mitra pelaksanaan kegiatan PkM; 2). Sosialisasi proses pembuatan tahu yang higienis ;3). Fasilitasi alat press dan cetak tahu berbahan stainless steel ;4). Pembuatan label kemasan; 5). Praktek penggunaan alat press dan cetak tahu hasil PkM; 6). Pendampingan; 7). Evaluasi pelaksanaan  dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan PkM yaitu modifikasi alat press dan cetak tahu berbahan stainless steel, sehingga mudah dibersihkan dan mempercepat proses cetak tahu. Alat cetak tahu sebelumnya menggunakan pemberat batu yang membutuhkan waktu sekitar 35 menit, sedangkan dengan alat hasil PkM dapat mempersingkat waktu menjadi 15 menit. Dengan demikian dengan alat hasil PkM dapat meningkatkan produksi Tahu Ngaran. Kata kunci: tahu; cetak tahu; higienis; stainless steel. AbstractUKM Tahu Ngaran, located in Pakintelan Village, Gunungpati District, Semarang, has been independently producing tofu since 2002. Each production cycle requires 10 kg of soybeans and yields six trays of tofu, with each tray sold for Rp. 40,000. Tahu Ngaran conducts 5 to 10 production cycles per day, distributing its products to the Bangetayu area in Semarang. Several challenges have been identified in the production process: (1) the absence of modern technology adoption, (2) the use of woven bamboo as the primary material for tofu molding equipment, and (3) the lack of proper packaging in the marketing strategy. To address these issues, the proposed solutions include: (1) the development of stainless steel tofu pressing and molding equipment to enhance hygiene and efficiency and (2) the implementation of hygienic packaging with labeling to improve product quality and marketability. This community program (PkM) aims to enhance the productivity and hygiene of tofu production at Tahu Ngaran, thereby contributing to the well-being of tofu artisans and the broader community in Pakintelan Village, Gunungpati District. The methodology employed in this study consists of several stages: (1) coordination between the research team and SME partners, (2) dissemination of information on hygienic tofu production processes, (3) provision of stainless steel tofu pressing and molding equipment, (4) development and application of product labeling, (5) training in the use of the improved tofu press and mold, (6) continuous mentoring, and (7) evaluation of program implementation and sustainability. The outcomes of this PkM initiative include the successful modification of tofu pressing and molding equipment using stainless steel, which facilitates cleaning and enhances production efficiency. The traditional tofu molding process relied on stone weights, requiring approximately 35 minutes per cycle. In contrast, the newly developed equipment reduces processing time to 15 minutes. This technological improvement significantly increases production capacity and contributes to the overall enhancement of the tofu manufacturing process at Tahu Ngaran. Keywords: tofu; tofu mold; hygienic; stainless steel.