Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Telaah Tafsir Marah Labid Karya Nawawi al-Bantani Anas Mujahiddin; Muhammad Asror
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2021): Ulumul Qur'an: Maret 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.102 KB)

Abstract

Marah Labid is one of Tafsir which written by Nusantara Mufassir. Many boarding schools study about this tafsir. Nawawi al-Bantani wrote this book after seeing and interacting with his community directly. This research will expose how Nawawi al-Bantani has written this book. This research conducted the library research which did not only focus in studying Marah Labid but also the comments of others about this book. The result of this research is that Nawawi al-Bantani used Tahlili Method in interpreting al-Qur’an.
Corak Isyari dalam Tafsir Ruh al-Ma’ani Karya al-Alusi Anas Mujahiddin
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2022): Ulumul Qur'an: March 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.96 KB)

Abstract

This article aims to find out the isyari style contained in this interpretation of Ru>h al-Ma'a>ni> by Imam al-Alu>si. This article also aims to state that this Ru>h al-Ma'a>ni> interpretation is an isya>ri style interpretation. The methodology used in this article is a literature study, by reviewing and analyzing the literature related to the style of Sufi interpretation, the method of Sufi interpretation, and the interpretation of Ru>h al-Ma'a>ni itself. The finding in this article is that this interpretation of Ru>h al-Ma'a>ni> has a Sufi tendency so that this interpretation is classified into the interpretation of the isya>ri style.
ANALISIS KARAKTER MUSHLIH DALAM AL-QUR’AN Anas Mujahiddin; Muti’ah Mardhiyyah
Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2023): Available online since 24 Februari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Al Multazam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57163/almuhafidz.v3i1.64

Abstract

Di beberapa surah dalam al-Qur’an, Allah menyebutkan tentang beberapa karakter Mushlih agar dapat mengambil pelajaran dan dapat meneladani karakter terpuji tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penafsiran mufassir tentang karakter Mushlih dalam al-Qur’an dan memahami relevansi tentang karakter Mushlih pada zaman Rasulullah dengan zaman sekarang. Jenis penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan metode tematik. Metode tematik yang dimaksud yaitu penafsiran Al-Qur’an dengan menentukan tema tertentu kemudian mengumpulkan ayat yang berkaitan dengan tema, kemudian dibahas dan dianalisis. Data diperoleh melalui sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer pada penelitian ini yaitu Kitab Tafsir Fii Zhilalil Qur’an karya Sayyid Quthb, Kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, dan Kitab Tafsir Al-Munir karya Wahbah al-Zuhaili. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga karakter Mushlih yang disebutkan secara garis besar dalam beberapa ayat yang telah dipilih. Ketiga karakter tersebut yaitu: pertama, mengadakan perbaikan (Al-Baqarah ayat 220); kedua, berpegang teguh pada al-Quran dan mendirikan shalat (Al-A’raf ayat 170); dan ketiga, mengadakan perdamaian antar manusia (Al-Qasas ayat 19).
PERNIKAHAN USIA MUDA DI DESA BAGIK PAYUNG SELATAN, LOMBOK TIMUR Anas Mujahiddin
AL-RASYAD: JURNAL HUKUM DAN ETIKA BISNIS SYARIAH Vol. 2 No. 01 (2023): JURNAL AL-RASYAD
Publisher : Prodi. Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, IAI Hamzanwadi Pancor Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines young marriages in Bagik Payung Selatan Village, Suralaga District, East Lombok. There are two main problems studied, namely the causes of the rise of easy marriages in the region and the factors that cause them. In collecting data, the writer used interview, observation and documentation techniques as primary data and took important data from books, journals and other scientific works related to the main theme of this research. After going through these series of steps, the authors found (1) The implementation of young marriages in Bagik Payung Selatan Village occurred because neither counseling nor socialization had been carried out regarding the issue of young marriage and customs from the past until now are still valid in society. (2) In detail, the occurrence of young marriages is caused by several factors including the low education of the bride and groom, low parental education, parents' economic situation, environmental factors or promiscuity and lack of youth activities. The impact caused by marriage at a young age is the frequent occurrence of disputes between husband and wife which include disharmony in the family, marriage at a young age not only has an impact on the health of the husband and wife but also has an impact on infant mortality and family resilience.
Konsep Tartil dan Pengaruh Penerapannya dalam Membaca Al-Qur’an Mujahiddin, Anas; Annas, Muhamad
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2023): Ulumul Qur'an: September 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umat Islam yang membaca al-Qur’an tidak selalu memperhatikan bacaan yang baik dan benar, sehingga tidak mendapatkan apa-apa dari apa yang dibacanya itu. Artikel ini akan membahas kata tarti>l dengan tujuan untuk mengetahui penjelasan konsep dan penerapan Tartil menurut para mufassir, juga untuk mengetahui pengaruh Tartil di dalam membaca Al-Qur’an. Kajian ini ditulis menggunakan pendekatan metode penulisan kepustakaan (library research). Berdasarkan hasil dari pengolahan data yang dijadikan dari kajian ini, ditemukan beberapa hasil penemuan. Di antaranya, kata Tartil di dalam Al-Qur’an diartikan dengan: membaca Al-Qur’an dengan pelan, terorganisir dan tersusun dengan baik, sebaik-baik perkataan dan tulisan karena diucapkan dengan jelas dan indah, membacanya dengan penjelasan. Ditemukan juga konsep Tartil yang memberikan pemahaman bagaimana membaca Al-Qur’an yang baik, ditemukan bagaimana penerapan dalam mempelajari Al-Qur’an ataupun mengajarkannya.
THE ONTOLOGY OF LETTERS IN THE SUFISM TRADITION: A STUDY OF RŪZBIHĀN BAQLĪ’S INTERPRETATION OF FAWĀTIḤ AL-SUWAR Mujahiddin, Anas; Asror, Muhammad
Tanzil: Jurnal Studi Al-Quran Vol. 8 No. 2 (2026): April
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20871/tjsq.v8i2.589

Abstract

This research is motivated because the meaning of the Qur’an is divided into two, namely textual meaning and contextual meaning; The meaning of ẓāhir and the meaning of bāṭin or commonly referred to as explicit meaning and implicit meaning. Therefore, the Qur’an, which contains many diamonds, gems hidden in the ocean of letters, words, and sentences in each of its verses, is open and provides opportunities for new interpretations. This study examines the interpretation of Rūzbihān Baqlī in the style of ishāri’s in Tafsīr ‘Arā’is al-Bayān fī Ḥaqā’iq al-Qur’ān. In addition, this study seeks to answer whether, in its interpretation of the letter al-muqaṭṭa‘ah, there is a dimension of Sufism. In its interpretation, there are variants of interpretation of an object or verse. This research focuses more on the interpretation of the repeated letters al-muqaṭṭa‘ah in the opening of the surahs in the Qur’an. This study is a descriptive-analytical literature study by comparing the interpretation of a series of letters al-muqaṭṭa‘ah that are repeated in one surah with another. As a Sufi, Rūzbihān Baqlī could not avoid his Sufi traits when interpreting the Qur’an, including in interpreting the letters al-muqaṭṭa‘ah. The dimensions of Sufism are found in its interpretation; among these dimensions are ma‘rifah, sitr, tajallī, fanā’, baqā’, shawq, ‘ishq, mushāhadah, ittiḥād, sirr, maḥabbah, and ḥaqīqah.