Articles
HUBUNGAN LITERASI DIGITAL IBU DENGAN AKTIVITAS SHARENTING DI MEDIA SOSIAL
Qarunia Fitri Zahari;
Adriani Rahma Pudyaningtyas;
Vera Sholeha
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 3 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/ecedj.v5i3.102322
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara literasi digital ibu dengan aktivitas sharenting di media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan studi korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Ngabeyan, Kartasura, Sukoharjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan jenis purposive sampling dengan kriteria (1) ibu milenial usia 26-42 tahun, (2) memiliki anak usia 0-8 tahun, (3) aktif menggunakan setidaknya 1 media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram dan Tiktok. Jumlah sampel penelitian sebanyak 197 ibu. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup untuk mengukur tingkat literasi digital ibu dan aktivitas sharenting. Uji hipotesis menggunakan korelasi Pearson Product Moment yang menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 berarti terdapat hubungan anatara literasi digital ibu dengan aktivitas sharenting di media sosial. Nilai Pearson Correlation sebesar -0,452, tergolong dalam kategori sedang, serta menunjukan tanda negatif (-) yang berarti memiliki arah hubungan negatif atau dapat diartikan semakin tinggi literasi digital ibu, maka semakin rendah aktivitas sharenting yang dilakukan.
PENGARUH METODE ROLE PLAYING TERHADAP TINGKAT SELF-AWARENESS ANAK USIA DINI
Virdania Amelinda Untayana;
Adriani Rahma Pudyaningtyas;
Nurul Kusuma Dewi
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 2 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/ecedj.v5i2.102356
Kesadaran diri atau self-awareness adalah kemampuan anak untuk mengenali perasaan dan mengetahui alasan merasakan hal tersebut serta pengaruh perilakunya terhadap orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengukur ada atau tidaknya dampak yang ditimbulkan dari penerapan metode role playing terhadap tingkat self-awareness anak usia 4-5 tahun di TK Kristen Kerten. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian pre experiment dengan tipe desain one group pre-test post-test design. Subjek penelitian sebanyak 15 anak usia 4-5 tahun. Analisis data dengan menggunakan uji prasyarat analisis dengan uji normalitas dan uji homogenitas serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan tingkat self-awareness berkembang dalam kategori rata-rata anak sudah berkembang sesuai harapan ditunjukkan dengan kemampuan anak mampu mengungkapkan emosi diikuti ekspresi tindakan yang sesuai, anak memiliki pengendalian perasaan yang baik, anak mampu menyatakan pendapatnya, anak memiliki sikap gigih dan tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan pekerjaannya secara mandiri, memahami dan menaati peraturan permainan, anak mampu menunjukkan rasa percaya diri dengan berani tampil di depan kelas, anak memiliki sikap mau berbagi dan menolong teman serta dapat bekerja sama dalam tugas kelompok. Sehingga tingkat self-awareness anak dikatakan meningkat.
PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENGENALAN LIERASI DIGITAL ANAK USIA DINI
Anita Handayani;
Siti Wahyuningsih;
Adriani Rahma Pudyaningtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 1 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/ecedj.v6i1.102470
Literasi digital anak usia dini menjadi salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh generasi saat ini. Kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan serta pemanfaatan teknologi yang tepat. Untuk dapat memberikan pemahaman tersebut, perlu adanya partisipasi dari orangtua. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat partisipasi orangtua dalam pengenalan literasi digital anak usia dini. penelitian ini merupakan penelitian survei. Sampel penelitian sebanyak 44 orangtua di kelurahan wonotolo dengan teknik purposive sampling dimana pengambilan sampel menggunakan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan satu persatu pada orangtua. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan menyajikan histogram dan persentase. Partisipasi orangtua dalam pengenalan literasi digital anak usia 5-6 tahun ini memiliki 4 indikator yaitu, (1) menyesuaikan usia anak dengan kebutuhan terhadap akses teknologi (2) memasang aplikasi yang mendukung perkembangan anak (3) melakukan kegiatan edukasi dan asistensi terhadap perangkat teknologi (4) mengajarkan anak membuat konten. berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, partisipasi orangtua dalam pengenalan literasi digital anak usia 5-6 tahun dengan rincian 4,5% (2 orangtua) berada dalam kategori tinggi, 81,8% (36 orangtua) dalam kategori sedang, 13,6% dalam kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi orangtua dalam pengenalan literasi digital dalam kategori sedang. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya frekuensi pengenalan yang dilakukan orangtua.
ANALISIS ANGKA PARTISIPASI PAUD DI TINJAU DARI FAKTOR ORANG TUA
Enggi Ria Ristama;
Adriani Rahma Pudyaningtyas;
Nurul Kusuma Dewi
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 2 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/ecedj.v5i2.102299
Angka Partisipasi Kasar PAUD (APK PAUD) merupakan alat untuk mengukur keberhasilan program pembangunan pendidikan yang diselenggarakan pada jenjang pendidikan formal anak usia dini dalam rangka memperluas kesempatan bagi penduduk di berbagai daerah Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui APK PAUD Desa Kaliwuluh yang di tinjau dari faktor orang tua. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua anak usia 4-6 tahun yang berjumlah 210 dan sampel sebesar 68 responden. Sample pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling, dengan metode simple random sampling. pengambilan anggota sampel dari populasi yang dilakukan secara acak. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Uji validitas kuesioner menggunakan bantuan software IBM SPSS statistics 26. Analisis data penelitian menggunakan statistik deskriftif. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Angka partisipasi kasar PAUD di Desa Kaliwuluh sebesar 87% (2) faktor orang tua yang mempengaruhi APK PAUD meliputi: faktor lokasi sekolah 59,5%. Fator presepsi orang tua sebesar 61%, dan Faktor ekonomi keluarga sebesar 46,3%.
IDENTIFIKASI KEMANDIRIAN FISIK ANAK USIA DINI PASCA PEMBELAJARAN DARING
Aisyah Nur Hidayah;
Warananingtyas Palupi;
Adriani Rahma Pudyaningtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 1 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/ecedj.v6i1.102466
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemandirian fisik pada anak usia 5-6 tahun pasca pembelajaran daring. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Responden yang dipilih yaitu dua guru kelas dan empat wali murid. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini bersifat interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemandirian fisik anak usia 5-6 tahun di TK 02 Nglegok Kecamatan Tawangmangu masih kurang optimal dalam lima indikator dari enam indikator yang telah ditetapkan dan diadaptasi dari para ahli. Indikator yang kurang optimal pencapaiannya yaitu makan dan minum, melepas dan memakai sepatu, melepas dan mengancingkan baju, merapikan pakaian serta mandi dan ke toilet. Sedangkan indikator yang sudah tercapai secara optimal adalah mengaitkan resleting.
HUBUNGAN ANTARA PERHATIAN ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN MENGELOLA EMOSI PADA ANAK
Khusnul Khotimah;
Upik Elok Endang Rasmani;
Adriani Rahma Pudyaningtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 3 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/ecedj.v5i3.102332
Salah satu aspek perkembangan yang penting untuk dikembangkan bagi anak usia dini adalah aspek emosional. Dalam aspek emosional terdapat beberapa sub aspek salah satunya adalah kemampuan mengelola emosi. Kemampuan mengelola emosi mencakup kemampuan mengenali, mengatur dan mengekspresikan emosi kepada lingkungan luar. Kemampuan ini bermanfaat bagi anak dalam pengembangan kemampuan intrapersonal, kemampuan akademis dan kemampuan interpersonal. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kemampuan ini adalah perhatian orang tua. Perhatian orang tua kepada anak terdiri dari; menyediakan lingkungan yang nyaman bagi anak, menjadi pelindung bagi anak, memberikan apresiasi bagi prestasi anak dan memberikan bimbingan dan nasihat. Banyak literatur yang membahas terkait perhatian orang tua, namun sedikit yang menghubungkannya dengan kemampuan mengelola emosi anak, untuk itulah penelitian ini dilakukan. Penelitian menggunakan anak berusia 5-6 tahun dan orang tua sebagai responden. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif korelasi. Pengujian hipotesis menggunakan rumus korelasi product moment dengan uji normalitas dan uji linieritas sebagai uji prasyarat. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa nilai rhitung 0,437 > rtabel 0,227 dengan taraf hubungan sedang. Nilai pearson correlation pada kedua variabel berada pada angka 0,437 yang berarti hubungan antara perhatian orang tua dengan kemampuan mengelola emosi berada pada taraf sedang dan memiliki hubungan yang positif. Â Sehingga disimpulkan bahwa perhatian orang tua berhubungan dengan kemampuan mengelola emosi anak dengan tingkat pengaruh yang sedang.
PENGARUH METODE ROLE PLAYING TERHADAP TINGKAT SELF-AWARENESS ANAK USIA DINI
Virdania Amelinda Untayana;
Adriani Rahma Pudyaningtyas;
Nurul Kusuma Dewi
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 2 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/ecedj.v5i2.102300
Kesadaran diri atau self-awareness adalah kemampuan anak untuk mengenali perasaan dan mengetahui alasan merasakan hal tersebut serta pengaruh perilakunya terhadap orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mengukur ada atau tidaknya dampak yang ditimbulkan dari penerapan metode role playing terhadap tingkat self-awareness anak usia 4-5 tahun di TK Kristen Kerten. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian pre experiment dengan tipe desain one group pre-test post-test design. Subjek penelitian sebanyak 15 anak usia 4-5 tahun. Analisis data dengan menggunakan uji prasyarat analisis dengan uji normalitas dan uji homogenitas serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan tingkat self-awareness berkembang dalam kategori rata-rata anak sudah berkembang sesuai harapan ditunjukkan dengan kemampuan anak mampu mengungkapkan emosi diikuti ekspresi tindakan yang sesuai, anak memiliki pengendalian perasaan yang baik, anak mampu menyatakan pendapatnya, anak memiliki sikap gigih dan tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan pekerjaannya secara mandiri, memahami dan menaati peraturan permainan, anak mampu menunjukkan rasa percaya diri dengan berani tampil di depan kelas, anak memiliki sikap mau berbagi dan menolong teman serta dapat bekerja sama dalam tugas kelompok. Sehingga tingkat self-awareness anak dikatakan meningkat.
PEMBELAJARAN ANAK TUNA RUNGU DENGAN METODE KOMUNIKASI VISUAL
Naning Juniarti;
Adriani Rahma Pudyaningtyas;
Nurul Kusuma Dewi
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 1 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/ecedj.v5i1.102293
Komunikasi visual diartikan sebagai proses penyampaian informasi menggunakan elemen-elemen visual, seperti gambar, grafik, diagram, peta, simbol, warna, dan elemen visual lainnya, tanpa ketergantungan pada kata-kata atau teks. Tujuan dari komunikasi visual adalah untuk menyampaikan pesan atau informasi dengan jelas, efektif, dan mudah dipahami melalui elemen-elemen visual. Penelitian ini meneliti komunnikasi visual yang digunakan untuk pembelajaran anak tuna rungu di KB Smart Preshool Solo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkann data dari anak tuna rungu, guru dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Uji validitas penelitian ini meggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi teori. Hasil dari penelitian ini yaitu implementasi meode komunikasi visual di KB Smart Preschool Solo sangat membantu anak tuna rungu untuk memahami materi pembelajaran dan meningkatkan kemampuan bahasa, kognitif dan soaial anak.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS TPACK TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA EKSPRESIF ANAK USIA DINI
Adinda Rohadati Aisy;
Warananingtyas Palupi;
Adriani Rahma Pudyaningtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 3 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/ecedj.v5i3.102338
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis TPACK terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak usia 5-6 tahun di TK Al-Islam 4 Surakarta. Pendekatan penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experimental design tipe non equivalent control group design. Penelitian ini dilakukan di TK Al-Islam 4 Surakarta dengan 14 anak sebagai kelompok eskperimen dan 14 anak sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes. Uji validitas menggunakan validitas isi. Uji reliabilitas menggunakan alpha cronbach’s. Uji normalitas menggunakan teknik analisis shapiro wilk, sedangkan uji homogenitas menggunakan teknik analisis levene statistics. Uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata posttest kelompok eksperimen 3,600 dan kelompok kontrol 3,093 dengan nilai signifikasi 0,000. Hasil tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, yang artinya pembelajaran berbasis TPACK berpengaruh terhadap kemampuan bahasa ekspresif anak usia 5-6 tahun. Hal tersebut terlihat ketika anak mengungkapkan ide, pendapat, atau perasaan saat diminta untuk mengamati tentang materi yang diberikan, menjawab pertanyaan dari guru yang lebih kompleks saat kegiatan tanya jawab, dan menceritakan kembali cerita yang sudah didengarkan dari media teknologi yang diberikan.
PERBEDAAN KEMANDIRIAN ANAK DITINJAU DARI STATUS PEKERJAAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU
Anita Dwi Rahmawati;
Adriani Rahma Pudyaningtyas;
Nurul Shofiatin Zuhro
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 2 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/ecedj.v5i2.102363
Kemandirian dapat terbentuk dikarenakan kebiasaan, sehingga kemandirian penting sekali diajarkan kepada anak sejak usia dini agar nantinya anak terbiasa mandiri hingga dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemandirian anak usia 4-6 tahun ditinjau dari status pekerjaan dan tingkat pendidikan ibu di Kecamatan Tirtomoyo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner tertutup. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 113 orang dan sampel yang digunakan sebanyak 53 responden. Uji hipotesis menggunakan two way annova. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang positif dan signifikan antara variable status pekerjaan dan tingkat pendidikan ibu dengan kemandirian anak usia 4-6 tahun di Kecamatan Tirtomoyo. Hal itu dapat dilihat dari signifikansinya yaitu < 0,05. Artinya perbedaan waktu kebersamaan yang dimiliki ibu bekerja dengan ibu tidak bekerja serta tingkat kemandirian ibu yang beragam mempengaruhi kemandirian anak. Berkaitan dengan hal tersebut orang tua khususnya ibu diharapkan dapat menambah kesadaran, kepedulian dan pengetahuan mengenai pentingnya peran lingkungan dalam menstimulus perkembangan kemandirian anak sejak usia dini.