Ruli Hafidah
PG PAUD FKIP UNS

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH ARTICULATE STORYLINE 3 TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN ANAK USIA DINI Aulia Fadhilah Indrawan; Anayanti Rahmawati; Ruli Hafidah
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 3 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i3.102324

Abstract

Pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk dasar pengembangan anak sejak usia dini. Melalui pendidikan ini, anak dapat belajar mengenai keterampilan kognitif, sosial, fisik, dan emosional yang akan membantu mereka tumbuh dan berkembang dengan baik di masa depan. Mengenal lambang bilangan merupakan salah satu keterampilan pada aspek kognitif, penggunaan media pembelajaran sangat berpengaruh dalam penyampaian materi ketika di dalam kelas. Sehingga dapat menghasilkan keaktifan serta ketertarikan anak dan hasil belajar dapat meningkat. Articulate storyline 3 merupakan salah satu media interaktif yang dapat digunakan untuk mengenalkan lambang bilangan kepada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah: meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak usia 4-5 tahun melalui penggunaan media interaktif, yaitu articulate storyline pada anak kelompok A TK Aisyiyah 32 Karangasem Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan jenis pre eksperimen dengan pendekatan kuantitatif serta desain penelitian One Group Pretest-Postest. Pengumpulan data menggunakan test dan analisis data menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) 25 teknik shapiro wilk dengan nilai signifikansinya >0,01. Populasi dalam penelitian ini adalah anak kelompok A1 TK Aisyiyah 32 Karangasem, Surakarta dengan jumlah sampel yang diambil yaitu 16 anak. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan antara hasil pretest dan posttest terdapat peningkatan sebesar 26,72% dari nilai rata-rata berkaitan dengan penggunaan media articulate storyline 3 terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan anak usia 4-5 tahun di TK Aisyiyah 32 Karangasem, Surakarta.
KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN ANAK USIA DINI DI KECAMATAN POLANHARJO KABUPATEN KLATEN Febriasti Larasati; Ruli Hafidah; Nurul Kusuma Dewi
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 1 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i1.102290

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada anak usia dini di kecamatan Polanharjo kabupaten Klaten. Penelitian ini berangkat dari kegiatan wawancara kepada ketua TK dan beberapa guru di kecamatan Polanharjo kabupaten Klaten yang menunjukan terdapat persoalan pembelajaran pengenalan matematika, terutama pada tahap awal pengenalan berhitung. Penelitian ini dirancang untuk menilai kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun. di kecamatan polanharjo kabupaten Klaten. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan survei anak usia 5-6 tahun yang dilaksanakan pada bulan Januari 2022 dengan menggunakan sampel sebanyak 80 anak. Teknik pengambilan data melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil survey menunjukkan bahwa tingkat pencapaian berhitung permulaan anak usia 5 – 6 tahun di TK sekecamatan Polanharjo kabupaten Klaten yaitu 90% anak sudah mampu dalam berhitung permulaan dan 10% belum mampu dalam berhitung permulaan.
ANALISIS KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI PADA ANAK USIA DINI Ayu Putri Nurjanah; Ruli Hafidah; Vera Sholeha
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 3 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i3.102336

Abstract

Kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia dini adalah kemampuan anak mengenal, menunjuk, menyebut serta mengumpulkan benda yang ada di sekitar anak berdasarkan bentuk geometri. Kemampuan mengenal bentuk geometri dapat dikembangkan dimulai dari kemampuan mengenali bentuk, menyelidiki bangunan, memisahkan gambar, serta belajar konsep spasial atau letak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 4-5 tahun serta menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Penelitian ini termasuk kategori deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di TK Gugus Matahari Colomadu Karanganyar pada anak usia 4-5 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling total atau sensus. Populasi dan sampel penelitian adalah anak usia 4-5 tahun dengan jumlah 36 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi, dan wawancara dengan guru dan orang tua. Teknik uji validitas instrumen penelitian menggunakan validitas isi dan konstruk berupa uji validitas dan reliabilitas instrumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif persentase yaitu untuk mendeskripsikan status variabel kemudian menyajikannya dalam bentuk persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 4-5 tahun di TK Gugus Matahari Colomadu Karanganyar termasuk pada kriteria BSH (Berkembang Sesuai Harapan) namun terdapat perbedaan skor antara data kuesioner guru dan orang tua. persentase data guru 74.04% dan data orang tua 71.03%.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN DI MASA COVID-19 Latifah Andriyani; Ruli Hafidah; Adriani Rahma Pudyaningtyas
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 1 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i1.102287

Abstract

Pendidikan anak usia dini saat belajar di rumah di masa pandemi Covid-19 terlihat kurang bersemangat, anak inginnya bermain dan bermain, malas mengerjakan tugas dari yang diberikan oleh guru. Guru harus memiliki strategi yang tepat untuk membelajarkan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan strategi pembelajaran pada anak usia dini di masa pandemi Covid-19, kendala yang dihadapi dan solusinya. Penelitian ini dilaksanakan di TK Pertiwi 1 Cepokosawit Boyolali. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif yang dilaksanakan di lapangan. Sumber data primer diperoleh dari narasumber atau informan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang dimulai dari proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan strategi pembelajaran pada anak usia dini di masa pandemi Covid-19 di kelas B TK Pertiwi 1 Cepokosawit adalah dengan strategi pembelajaran daring dan luring. Strategi pembelajaran daring dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi Zoom dan Whatsapp. Zoom digunakan untuk menjelaskan materi pelajaran, Whatsapp digunakan untuk berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua mengenai jadwal, koordinasi, dan informasi lainnya. Selanjutnya guru menggunakan video pembelajaran yang diupload dan dibagikan melalui Whatsapp grup kelas. Penerapan strategi pembelajaran luring adalah dengan home visit yaitu kunjungan rumah yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu dengan menerapkan protokol kesehatan; 2) Kendala yang dihadapi guru dalam penerapan strategi pembelajaran pada anak usia dini di masa pandemi dibagi menjadi dua yaitu kendala internal dan kendala eksternal. Kendala internal adalah kendala yang ada pada peserta didik, antara lain peserta didik malas belajar dan sering terlambat mengikuti pembelajaran daring dan pengumpulan tugas serta kendala dalam melaksanakan penilaian. Kendala eksternal datang dari luar sekolah yaitu: jaringan internet dan peran orang tua yang kurang maksimal. Solusi untuk mengatasi kendala yang muncul antara lain adalah: Solusi atas kendala internal: dengan memaksimalkan fungsi guru dan orang tua dalam menjalankan perannya sebagai motivator. Solusi atas kendala eksternal: meminta peserta didik bergabung dengan peserta didik lainnya lain yang daerahnya memiliki jaringan internet yang bagus kemudian berkomunikasi dengan orang tua agar tidak hanya menyerahkan tanggungjawab pendidikan anak kepada sekolah, namun bekerja sama dengan guru dalam mendampingi dan mengarahkan peserta didik untuk belajar.