Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLEMENTASI KESEPAKATAN KELAS DALAM UPAYA MEMBANGUN KEDISIPLINAN SISWA DI SMP NEGERI KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2023 Jatim Desiyanto; Rohisotul laily; Ainul Fajar
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i1.1

Abstract

Kedisiplinan tidak terlepas dari perkembangan moral siswa, kemorosotan nilai moral pada anak ditingkat pendidikan menengah dipengaruhi oleh lingkungan kelas yang kurang kondusif. Tujuan Penelitian ini adalah: 1) Mengetahui implementasi kesepakatan kelas; 2) Mendeskripsikan efektivitas kesepakatan kelas dalam membangun kedisiplinan siswa; 3) memeparkan kendala dan solusi yang dihadapi dalam pelaksanaan kesepakatan kelas dalam membangun kedisiplinan siswa, metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) implementasi kebijakan kesepakatan kelas dilihat dari waktu pelaksanaan, indikator keberhasilan, kepatuhan terhadap peraturan dan indikator keberhasilan sudah terlaksana namun hasil yang diperoleh belum maksimal dipengaruhi oleh keterlibatan siswa masih rendah 2) efektivitas kebijakan kesepakatan kelas berdasarkan aspek fungsi, rencana dan ketentuan sudah berjalan dengan semestinya namun menemui hambatan pada tahap evaluasi, guru selaku evaluator kebijakan seharusnya melakukan penyelidikan terhadap kebijakan yang sudah ditetapkan 3) kendala yang ditemukan; minimnya antusiasme siswa, sumberdaya kurang memadai, kurangnya koordinasi antar guru, evaluasi kebijakan belum berlaku. Solusi yang harus dilakukan sekolah adalah; memberi rangsangan khusus kepada siswa tentang pentingnya kebijakan, memberdayakan sumberdaya yang ada, kepala sekolah mengadakan rapat dengan wali kelas, guru harus melakukan evaluasi secara rutin dan membuat laporan.
Literature Review: Musik Daul Sebagai Identitas Lokal Kesenian Di Kabupaten Sampang Ainul Fajar; Asri Bariqoh
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i1.6

Abstract

Musik Daul merupakan sebuah kesenian lokal yang sudah menjadi ciri khas di Kabupaten Sampang sejak tahun 1980-an  namun dengan seiring berjalannya waktu kesenian musik daul itu sendiri sudah mengalami kemerosotan yang dipengaruhi oleh masuknya kesenian modern yang sudah mulai digandrungi oleh anak muda, maka dari itu diperlukan sebuah pembaharuan dari semua lini baik dari kontribusi Pemerintah setempat, elemen masyarakat serta para pegiat musik daul agar kesenian musik daul di Kabupaten Sampang tetap terjaga dan menjadi sebuah ikon yan dapat dibanggakan. Tujuan penulisan ini adalah: 1). mengetahui implementasi kesenian musik daul di Kabupaten Sampang; 2). mengetahui upaya pemerintah Kabupaten Sampang dalam menjadikan kesenian musik daul sebagai identitas lokal yang dapat dibanggakan. Hasil penulisan menunjukkan bahwa; 1). Implementasi dapat diwujudkan melalui kegiatan Festival Musik daul setiap tahunnya baik acara formal atau non-formal, melalui bentuk kegiatan inilah diharapkan mampu meningkatkan dan mengembangkan promosi dan pemasaran pariwisata di Kabupaten Sampang terhadap daerah lain; 2). Pemerintah harus memberikan support penuh baik berupa pembinaan, fasilitas, akomodasi, alat transporatasi dan konsumsi terhadap penyelenggaraan parade dan pegiat musik daul yang diadakan secara intensif sehingga terjadi timbal balik antara dua belah pihak sehingga kesenian tersebut dapat terus berkembang dan menjadi ikon yang dapat dibanggakan oleh masyarakat.
IMPLEMENTASI KESEPAKATAN KELAS DALAM UPAYA MEMBANGUN KEDISIPLINAN SISWA DI SMP NEGERI KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2023 Jatim Desiyanto; Rohisotul laily; Ainul Fajar
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i1.1

Abstract

Kedisiplinan tidak terlepas dari perkembangan moral siswa, kemorosotan nilai moral pada anak ditingkat pendidikan menengah dipengaruhi oleh lingkungan kelas yang kurang kondusif. Tujuan Penelitian ini adalah: 1) Mengetahui implementasi kesepakatan kelas; 2) Mendeskripsikan efektivitas kesepakatan kelas dalam membangun kedisiplinan siswa; 3) memeparkan kendala dan solusi yang dihadapi dalam pelaksanaan kesepakatan kelas dalam membangun kedisiplinan siswa, metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) implementasi kebijakan kesepakatan kelas dilihat dari waktu pelaksanaan, indikator keberhasilan, kepatuhan terhadap peraturan dan indikator keberhasilan sudah terlaksana namun hasil yang diperoleh belum maksimal dipengaruhi oleh keterlibatan siswa masih rendah 2) efektivitas kebijakan kesepakatan kelas berdasarkan aspek fungsi, rencana dan ketentuan sudah berjalan dengan semestinya namun menemui hambatan pada tahap evaluasi, guru selaku evaluator kebijakan seharusnya melakukan penyelidikan terhadap kebijakan yang sudah ditetapkan 3) kendala yang ditemukan; minimnya antusiasme siswa, sumberdaya kurang memadai, kurangnya koordinasi antar guru, evaluasi kebijakan belum berlaku. Solusi yang harus dilakukan sekolah adalah; memberi rangsangan khusus kepada siswa tentang pentingnya kebijakan, memberdayakan sumberdaya yang ada, kepala sekolah mengadakan rapat dengan wali kelas, guru harus melakukan evaluasi secara rutin dan membuat laporan.
Literature Review: Musik Daul Sebagai Identitas Lokal Kesenian Di Kabupaten Sampang Ainul Fajar; Asri Bariqoh
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i1.6

Abstract

Musik Daul merupakan sebuah kesenian lokal yang sudah menjadi ciri khas di Kabupaten Sampang sejak tahun 1980-an  namun dengan seiring berjalannya waktu kesenian musik daul itu sendiri sudah mengalami kemerosotan yang dipengaruhi oleh masuknya kesenian modern yang sudah mulai digandrungi oleh anak muda, maka dari itu diperlukan sebuah pembaharuan dari semua lini baik dari kontribusi Pemerintah setempat, elemen masyarakat serta para pegiat musik daul agar kesenian musik daul di Kabupaten Sampang tetap terjaga dan menjadi sebuah ikon yan dapat dibanggakan. Tujuan penulisan ini adalah: 1). mengetahui implementasi kesenian musik daul di Kabupaten Sampang; 2). mengetahui upaya pemerintah Kabupaten Sampang dalam menjadikan kesenian musik daul sebagai identitas lokal yang dapat dibanggakan. Hasil penulisan menunjukkan bahwa; 1). Implementasi dapat diwujudkan melalui kegiatan Festival Musik daul setiap tahunnya baik acara formal atau non-formal, melalui bentuk kegiatan inilah diharapkan mampu meningkatkan dan mengembangkan promosi dan pemasaran pariwisata di Kabupaten Sampang terhadap daerah lain; 2). Pemerintah harus memberikan support penuh baik berupa pembinaan, fasilitas, akomodasi, alat transporatasi dan konsumsi terhadap penyelenggaraan parade dan pegiat musik daul yang diadakan secara intensif sehingga terjadi timbal balik antara dua belah pihak sehingga kesenian tersebut dapat terus berkembang dan menjadi ikon yang dapat dibanggakan oleh masyarakat.
Pendidikan Orang Tua terhadap Pernikahan Dini Akibat Pemalsuan Umur Jatim Desiyanto; Ainul Fajar; Rukmania Risqi; Mawaddah
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.243 KB) | DOI: 10.56855/jpr.v1i2.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan orang tua terhadap pernikahan dini akibat pemalsuan umur di Desa Pangelen Kec, Sampang. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan studi kasus instrumental yang melibatkan empat informan di desa pangelen kec, Sampang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Fenomena pernikahan dini terjadi di Desa Pangelen yang pertama dipengaruhi oleh faktor orang tua yang mendukung anaknya menikah karena dikhawatirkan tidak mendapatkan jodoh, dan pemalsuan umur dalam pernikahan tidak dilakukan melainkan dengan melaksanakan pernikahan secara siri, atau menikah secara agama dan faktor yang kedua yaitu kondisi lingkungan seperti budaya masyarakat yang sudah menjadi tradisi melangsungkan pernikahan diusia dini; 2) Dampak yang ditimbulkan akibat pernikahan dini yaitu putus sekolah dan memberikan pengaruh negatif terhadap lingkungan dan teman yang lain; 3) Pendidikan orang tua terhadap fenomena pernikahan dini memiliki pengaruh yang kuat dimana pasangan melakukan pernikahan dini berasal dari orang tua yang berpendidikan rendah.
desiyanto, jatim Tradisi “Jhuduen” Dalam Sistem Kekerabatan (Studi Kasus Di Desa Pangtonggal Kabupaten Pamekasan Madura) Jatim Desiyanto; Ainul Fajar
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v2i3.397

Abstract

Tradisi merupakan sebuah adat atau kebiasaan yang sudah turun-temurun dilestarikan oleh masyarakat, begitu pula dengan tradisi perjodohan “jhuduen” di kalangan masyarakat Madura. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan tujuan dari tindak “jhuduen” serta alur tindak “jhuduen” di Desa Pangtonggal Kabupaten Pamekasan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang melibatkan empat informan di Desa Pangtonggal Kabupaten Pamekasan, hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat atau orang tua beranggapan bahwa perjodohan dalam sistem kekerabatan merupakan sebuah tradisi yang tidak bisa dihilangkan disebabkan pernikahan antar anggota keluarga diyakini dapat memelihara, mempertahankan serta melestarikan hubungan-hubungan kekerabatan yang sudah terjalin sebelumnya yang didasari oleh faktor sosial, ekonomi, komunikasi serta keyakinan para leluhur. Alur dari tindak “jhuduen” dimulai dari: (1). “pangadhek” atau disebut (perantara)  mengenalkan anaknya ke orang tua calon tunangannya; (2). “masang ngin-angin” (mengikat pembicaraan); (3).“nacer” (pemberian tanda/simbol); (4). Proses lamaran “tunangan” dilakukan setalah ada izin dari sesepuh dari kedua calon pasangan.  Namun dengan demikian tradisi perjodohan di kalangan masyarakat Madura sudah mulai berkurang untuk daerah perkotaan, akan tetapi untuk daerah pedesaan tradisi ini masih sangat membudaya.