Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Sistem Poin Pelanggaran Dalam Upaya Membentuk Siswa Berkarakter SMA Islam Yakin Tutur Pasuruan Desiyanto, Jatim; Pantiwati, Yuni; Tinus, Agus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.719 KB) | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11532

Abstract

Abstract: The study aims to 1) describe the implementation of point system policies to form students with character; 2) describe the effectiveness of the point system policy to form students with character; 3) describe the constraints and solutions in implementing the point system policy. This research uses descriptive qualitative method, with a qualitative approach. The results showed that: 1) The implementation of the point system policy of planning, implementation, and evaluation had been carried out according to stages and had an impact on changing the character of students, but the results obtained were not optimal because it was influenced by the existence of supporting resources that did not meet; 2) The effectiveness of the point system policy is seen based on the results of the policy performance which includes the tasks of the implementing component, the achievement of policy objectives, the implementation of policy rules, and the achievement of results, which are already quite effective. This is measured through the achievement of policy program objectives that have been achieved, such as a decrease in the number of violators each semester and changes in the character of students, although not all character values are met through a point system policy; 3) Constraints faced by schools in implementing policies, namely: the lack of concern for some teachers towards disciplinary violators, the lack of supporting resources, the existence of a number of guardians of students not supporting them, weak coordination between teachers, and weak supervision. The solutions made by the school, by giving direction to the teacher through regular meetings, making maximum use of available resources, giving direction to the guardians of students, making evaluation studies by holding special meetings and requiring each board of teachers involved to make a report.Keywords: Violation Points System, Effectiveness, Character Abstrak:Tujuan Penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan implementasikebijakansistem poin dapat membentuk siswa berkarakter; 2) Mendeskripsikan efektivitas kebijakan sistem poin membentuk siswa berkarakter; 3) Mendeskripsikan kendala dan solusi dalam mengimplementasikankebijakan sistem poin.Penelitian ini menggunakan metodedeskriptifkualitatif, dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi kebijakan sistem poin dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sudah terlaksana sesuai tahapan serta berdampak terhadap perubahan karakter siswa, namun hasil yang diperoleh belum maksimal hal tersebut dipengaruhi keberadaan sumber daya pendukung yang kurang memenuhi; 2) Efektivitas kebijakan sistem poindilihat berdasarkan hasil kinerja kebijakan yang meliputi tugas dari komponen pelaksana, ketercapaian tujuan kebijakan, keterlaksanaan aturan kebijakan, dan pencapaian hasil, sudah cukup efektif. Hal tersebut diukur melalui  pencapaian tujuan program kebijakan yang sudah tercapai, seperti penurunan jumlah pelanggar setiap semesternya serta perubahan karakter pada diri siswa, meskipun tidak semua nilai karakter terpenuhi melalui kebijakan sistem poin; 3) Kendala yang dihadapi sekolah dalam menjalankan kebijakan yaitu: kurang pedulinya sebagian guru terhadap pelanggar tata tertib, minimnya sumber daya pendukung, adanya beberapa wali murid kurang mendukung, lemahnya koordinasi antar guru, dan lemahnya pengawasan. Solusi yang dilakukan sekolah, dengan memberikan arahan terhadap guru melalui rapat rutin, memberdayakan sumber daya yang ada secara maksimal, memberikan pengarahan terhadap wali murid, membuat kajian evaluasi dengan mengadakan rapat khusus dan mewajibkan setiap dewan guru yang terlibat membuat laporan.Kata kunci: Sistem Poin Pelanggaran, Efektivitas, Karakter.
Implementasi Kebijakan Sistem Poin Pelanggaran Dalam Upaya Membentuk Siswa Berkarakter SMA Islam Yakin Tutur Pasuruan Jatim Desiyanto; Yuni Pantiwati; Agus Tinus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i1.11532

Abstract

Abstract: The study aims to 1) describe the implementation of point system policies to form students with character; 2) describe the effectiveness of the point system policy to form students with character; 3) describe the constraints and solutions in implementing the point system policy. This research uses descriptive qualitative method, with a qualitative approach. The results showed that: 1) The implementation of the point system policy of planning, implementation, and evaluation had been carried out according to stages and had an impact on changing the character of students, but the results obtained were not optimal because it was influenced by the existence of supporting resources that did not meet; 2) The effectiveness of the point system policy is seen based on the results of the policy performance which includes the tasks of the implementing component, the achievement of policy objectives, the implementation of policy rules, and the achievement of results, which are already quite effective. This is measured through the achievement of policy program objectives that have been achieved, such as a decrease in the number of violators each semester and changes in the character of students, although not all character values are met through a point system policy; 3) Constraints faced by schools in implementing policies, namely: the lack of concern for some teachers towards disciplinary violators, the lack of supporting resources, the existence of a number of guardians of students not supporting them, weak coordination between teachers, and weak supervision. The solutions made by the school, by giving direction to the teacher through regular meetings, making maximum use of available resources, giving direction to the guardians of students, making evaluation studies by holding special meetings and requiring each board of teachers involved to make a report.Keywords: Violation Points System, Effectiveness, Character Abstrak:Tujuan Penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan implementasikebijakansistem poin dapat membentuk siswa berkarakter; 2) Mendeskripsikan efektivitas kebijakan sistem poin membentuk siswa berkarakter; 3) Mendeskripsikan kendala dan solusi dalam mengimplementasikankebijakan sistem poin.Penelitian ini menggunakan metodedeskriptifkualitatif, dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi kebijakan sistem poin dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sudah terlaksana sesuai tahapan serta berdampak terhadap perubahan karakter siswa, namun hasil yang diperoleh belum maksimal hal tersebut dipengaruhi keberadaan sumber daya pendukung yang kurang memenuhi; 2) Efektivitas kebijakan sistem poindilihat berdasarkan hasil kinerja kebijakan yang meliputi tugas dari komponen pelaksana, ketercapaian tujuan kebijakan, keterlaksanaan aturan kebijakan, dan pencapaian hasil, sudah cukup efektif. Hal tersebut diukur melalui  pencapaian tujuan program kebijakan yang sudah tercapai, seperti penurunan jumlah pelanggar setiap semesternya serta perubahan karakter pada diri siswa, meskipun tidak semua nilai karakter terpenuhi melalui kebijakan sistem poin; 3) Kendala yang dihadapi sekolah dalam menjalankan kebijakan yaitu: kurang pedulinya sebagian guru terhadap pelanggar tata tertib, minimnya sumber daya pendukung, adanya beberapa wali murid kurang mendukung, lemahnya koordinasi antar guru, dan lemahnya pengawasan. Solusi yang dilakukan sekolah, dengan memberikan arahan terhadap guru melalui rapat rutin, memberdayakan sumber daya yang ada secara maksimal, memberikan pengarahan terhadap wali murid, membuat kajian evaluasi dengan mengadakan rapat khusus dan mewajibkan setiap dewan guru yang terlibat membuat laporan.Kata kunci: Sistem Poin Pelanggaran, Efektivitas, Karakter.
Assistance in Administrative Transformation Through (One Stop Service) to Create an Independent Village Eriyana, Rina; Desiyanto, Jatim; Naim, Mahin Ainun
Digulis: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2, No 2 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/djpkm.v2i2.85853

Abstract

In the current era of globalization, advances in information technology are developing very rapidly. This affects every existing agency, both village governments and regional governments. Moreover, village governments urgently need administrative transformation so that services to the community can be more effective and efficient. One effort to transform village administration is to implement one-stop integrated village services (one-stop service). This service activity aims to assist the village government and the people of Ragung Village in implementing one-stop integrated village services, so that an independent village can be realized. The method used is a mentoring method through the stages of forming an executive committee, training, and implementation. The results of this service activity show that the implementation of one-stop integrated village services in Ragung Village has gone well. The community can handle various administrative needs in one place, making the time and costs required for their administrative needs more efficient. Based on the results of this service activity, it can be concluded that implementing one-stop integrated village services is an effective effort to improve the quality of village administration services. One-stop integrated village services can provide benefits for the community, village government, and regional government. Additionally, community satisfaction with village administration services has also increased. In conclusion, implementing one-stop integrated village services is an effective effort to improve the quality of village administration services.
Persepsi dan Pengalaman Kepemimpinan Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Ivan Riyadi; Noval Maliki; Jatim Desiyanto; Fajar Man; Afiq Fikri Almas; Mahin Ainun Naim; Wulan Kurnia Sari
PAI RAFAH Vol 6 No 4 (2024): Jurnal PAI Raden Fatah
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/pairf.v6i4.24295

Abstract

This research is entitled Perceptions and Experiences of Educational Leadership in Improving Service Quality. This research aims to explore the perceptions and experiences of educational leadership in controlling educational services. Using qualitative methods, this research involved interviews. The data obtained was analyzed using thematic analysis techniques to identify main themes related to educational customer satisfaction, challenges and expectations for service quality. The research results show that the majority of customers are educational. The number of educational institutions that do not provide good service affects educational customer satisfaction. As a result, the acceptance of new students continues to decline, leading to schools being merged or closed because the number of students does not meet the ceiling. For this reason, it is necessary to improve the quality of service in educational marketing management in educational institutions   
MODIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN SMART CARD GAME SEBAGAI UPAYA PENGUATAN BAHASA DAERAH (STUDI KASUS PADA ANAK SEKOLAH DASAR KABUPATEN SAMPANG) Desiyanto, Jatim; Laily, Rohisotul
Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/refleksi.v2i1.18085

Abstract

Bahasa daerah perlu dijaga dan dilestarikan, tetapi anak-anak semakin kehilangan minat dalam mempelajarinya. Faktor seperti globalisasi, pendidikan formal, teknologi, dan kurangnya kesadaran anak menjadi penyebab rendahnya penggunaan bahasa daerah di kalangan siswa SD. Bahasa daerah diakui penting dalam pendidikan nasional berdasarkan UU Sisdiknas 2013. Rendahnya penggunaan bahasa daerah dapat diatasi dengan penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan komunikatif. Smart Card Game merupakan solusi yang efektif untuk memperkuat pemahaman bahasa daerah. Selain sebagai media pembelajaran, smart card game juga memberikan hiburan yang menarik dan menyenangkan dalam belajar bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk terciptanya media smart card came yang  relevan/layak sebagai media pembelajaran dan penerapannya dapat meningkatkan pengetahuan siswa dalam bahasa daerah (Bahasa Madura) di SD Kabupaten Sampang. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan pendekatan kuantitatif untuk menguji efektivitas media dengan metode uji analisis Wilcoxon. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model smart card game dan variabel terikat adalah pengetahuan bahasa daerah yang dimiliki oleh siswa. Prosedur penelitian dan pengembangan terdiri dari lima tahap utama, yaitu: (a) pengumpulan informasi/persiapan, (b) rancangan bangun model, (c) validasi ahli, (d) uji coba model, dan (e) evaluasi dan hasil produk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terciptanya  media pembelajaran smart card game relevan/ layak terhadap penguatan bahasa daerah dengan nilai p-value = 0.000 dan efektif terhadap peningkatan pengetahuan siswa dalam bahasa daerah yang ditunjukkan dari hasil data pengetahuan didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,00 yang mana dapat disimpulkan terdapat perubahan dari sebelum ke sesudah dilakukan tindakan  dengan menggunakan smart card game di SD Kabupaten Sampang.
Ekspedisi Senyum Desa Indonesia (ESI) Gerak Sehat Bersama Masyarakat Dusun Merak Situbondo Umar Faruk; Jatim Desiyanto
FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/fundamentum.v2i1.45

Abstract

Merak Hamlet is a hamlet located on the north coast in the forest area of Baluran National Park. The distance from the city center takes ± 2 hours. Facilities that are less suitable for use such as health facilities. With this community service, the government can see the back of the peacock hamlet which only controls sunlight for electricity, and can feel routine health checks. With the results of the service uploud in the mass media, the government sees the condition and situation of the peacock hamlet during the day and night. With the motivation of the class all children will not be broken and adults feel free health checks. Polindes became the main target to create a health post with the help of the health center medical team in the city. After the service activity, thank God there was a continuation for Electricity from the government and the merak hamlet is now bright like the city. The return of enthusiasm for learning and public health is now improving with the health check.
IMPLEMENTASI P5 (PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA) SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KEMANDIRIAN SISWA DI SMP NEGERI 3 SAMPANG Melinda, Melinda Ayu Lucianing; Desiyanto, Jatim; Adhianata, Heni
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6902

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) as an effort to develop student independence at SMP Negeri 3 Sampang. The study focuses on the planning process and implementation strategies for P5, the types of activities that support student independence, and the impact of P5 implementation on the development of student independence in learning and daily life at school. This study used a qualitative approach with a descriptive study. Data collection techniques included in-depth interviews with the principal, P5 implementing teachers, and students, direct observation of P5 activities, and documentation in the form of photographs and activity archives. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was achieved through source triangulation. The results indicate that P5 implementation was carried out through systematic and collaborative planning among teachers, with adjustments to student characteristics. The activities implemented were contextual and based on direct practice, such as vegetable planting, food bazaars, and creative gymnastics, which encouraged students to be responsible, collaborative, and make independent decisions. As a result, students show a significant increase in independence, both in academic and social aspects, such as increased self-confidence, initiative, and responsibility in completing group and individual assignments. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai upaya dalam mengembangkan sikap kemandirian siswa di SMP Negeri 3 Sampang. Fokus kajian mencakup proses perencanaan dan strategi implementasi P5, bentuk kegiatan yang mendukung kemandirian siswa, serta dampak implementasi P5 terhadap perkembangan kemandirian siswa dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru pelaksana P5, dan siswa, observasi langsung terhadap pelaksanaan kegiatan P5, serta dokumentasi berupa foto dan arsip kegiatan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 dilaksanakan melalui perencanaan yang sistematis dan kolaboratif antar guru dengan penyesuaian terhadap karakteristik siswa. Bentuk kegiatan yang diterapkan bersifat kontekstual dan berbasis praktik langsung, seperti tanam sayur, bazar makanan, dan senam kreasi, yang mendorong siswa untuk bertanggung jawab, bekerja sama, serta mengambil keputusan secara mandiri. Dampaknya, siswa menunjukkan peningkatan kemandirian yang signifikan, baik dalam aspek akademik maupun sosial, seperti meningkatnya rasa percaya diri, inisiatif, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas kelompok maupun individu.
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN MORALITAS SOSIAL SISWA MTS ASH- SHAHIHIYAH ROSEP BLEGA BANGKALAN Tamam, Badrud; Wibowo, Moh. Ari; Desiyanto, Jatim
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7080

Abstract

Civic Education (PKn) plays a strategic role in shaping citizens who are characterized, have integrity, and actively participate in community life. However, in many schools, PKn learning still tends to emphasize cognitive aspects so that character values are not optimally internalized. This study aims to describe character-based Civic Education learning strategies and their impact on students’ social morality at MTs Ash-Shahihiyah Rosep Blega Bangkalan. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects consisted of one Civic Education teacher, the principal, and six students as key informants. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed using Miles & Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that active, creative, and innovative learning strategies were consistently implemented through group discussions, case studies, contextual media usage, and ice-breaking activities. The cultivation of values such as mutual cooperation, integrity, and independence significantly improved students’ social awareness, discipline, and sense of responsibility. Students’ social morality developed through the habituation of honesty, fairness, and responsibility, modeled by teachers and supported by the school environment. This study affirms that character-based PKn learning is effective in shaping students’ moral behavior and fostering a participatory classroom climate. The implication of this research is that schools must provide adequate facilities and encourage teachers’ innovation in designing character-based learning strategies to ensure that learning outcomes are not only cognitive but also character-building, in line with the Profile of Pancasila Students. ABSTRAKPendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran strategis dalam membentuk warga negara yang berkarakter, berintegritas, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, di beberapa sekolah, pembelajaran PKn masih cenderung menekankan aspek kognitif sehingga nilai-nilai karakter belum terinternalisasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pembelajaran PKn berbasis karakter dan dampaknya terhadap moralitas sosial siswa di MTs Ash-Shahihiyah Rosep Blega Bangkalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru PKn, kepala sekolah, dan enam siswa sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran aktif, kreatif, dan inovatif diterapkan secara konsisten melalui diskusi kelompok, studi kasus, penggunaan media kontekstual, dan ice breaking. Penerapan nilai gotong royong, integritas, dan kemandirian terbukti meningkatkan kepedulian sosial, kedisiplinan, serta tanggung jawab siswa. Moralitas sosial siswa berkembang melalui pembiasaan nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab yang diteladankan guru dan didukung lingkungan sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran PKn berbasis karakter efektif membentuk perilaku moral siswa dan menciptakan suasana kelas yang partisipatif. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya sekolah menyediakan dukungan fasilitas dan mendorong inovasi guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran karakter sehingga hasil belajar tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga membangun karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.
IMPLEMENTASI KESEPAKATAN KELAS DALAM UPAYA MEMBANGUN KEDISIPLINAN SISWA DI SMP NEGERI KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2023 Jatim Desiyanto; Rohisotul laily; Ainul Fajar
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i1.1

Abstract

Kedisiplinan tidak terlepas dari perkembangan moral siswa, kemorosotan nilai moral pada anak ditingkat pendidikan menengah dipengaruhi oleh lingkungan kelas yang kurang kondusif. Tujuan Penelitian ini adalah: 1) Mengetahui implementasi kesepakatan kelas; 2) Mendeskripsikan efektivitas kesepakatan kelas dalam membangun kedisiplinan siswa; 3) memeparkan kendala dan solusi yang dihadapi dalam pelaksanaan kesepakatan kelas dalam membangun kedisiplinan siswa, metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) implementasi kebijakan kesepakatan kelas dilihat dari waktu pelaksanaan, indikator keberhasilan, kepatuhan terhadap peraturan dan indikator keberhasilan sudah terlaksana namun hasil yang diperoleh belum maksimal dipengaruhi oleh keterlibatan siswa masih rendah 2) efektivitas kebijakan kesepakatan kelas berdasarkan aspek fungsi, rencana dan ketentuan sudah berjalan dengan semestinya namun menemui hambatan pada tahap evaluasi, guru selaku evaluator kebijakan seharusnya melakukan penyelidikan terhadap kebijakan yang sudah ditetapkan 3) kendala yang ditemukan; minimnya antusiasme siswa, sumberdaya kurang memadai, kurangnya koordinasi antar guru, evaluasi kebijakan belum berlaku. Solusi yang harus dilakukan sekolah adalah; memberi rangsangan khusus kepada siswa tentang pentingnya kebijakan, memberdayakan sumberdaya yang ada, kepala sekolah mengadakan rapat dengan wali kelas, guru harus melakukan evaluasi secara rutin dan membuat laporan.
EFEKTIVITAS EFEKTIVITAS GERAKAN LITERASI DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA KELAS VII MTs TARBIYATUL AULAD TEBANAH: EFEKTIVITAS GERAKAN LITERASI DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA KELAS VII MTs TARBIYATUL AULAD TEBANAH Abdul Azis; Moh. Ari Wibowo; Jatim Desiyanto
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i2.18

Abstract

Reading expands knowledge. The more reading activities, the deeper the knowledge you gain. Reading is an activity to extract meaning from text whose aim is to develop knowledge and potential. The aims of this research are: 1) To determine teachers' efforts to overcome or foster interest in reading through the literacy movement at Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatul Aulad Tebanah Banyuates Sampang; 2) To determine the effectiveness of the literacy movement at Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatul Aulad Tebanah Banyuates Sampang; 3) To find out the advantages and disadvantages of the literacy movement at Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatul Aulad Tebanah Banyuates Sampang. This research uses qualitative research with a descriptive analysis approach because this research is aimed at obtaining the factors that occur in the history of the history of the problem. Effectiveness of the Literacy Movement to Increase the Quality of the Language of MTs Talrbiyaltul Alulald Tebalnalh Students. The targets of this research were school principals, teachers and class VII students at MTs Tarbiyatul Aulad. Data collection techniques include observation, preliminary analysis and documentation. The results of the researchers revealed that this movement of verbal literacy was one of the reasons behind the changes regarding the legal education of students at MTs Talrbiyaltul Alulald. Based on the research that has been carried out, the current translation program at MTs Talrbiyaltul Alulald is effective in increasing the number of natural minerals, this signal has been used to encourage students to return to the school and even outside the school which has active students. always reading books to the amusement of students' bullying.