Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Training and Utilization of "Ekobela" as a Smart Box Learning Media for The Project to Strengthen Pancasila Learners' Profiles for Primary School Children Jatim Desiyanto; Rohisotul Laily; Asri Bariqoh; Moh. Ari Wibowo
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i2.84850

Abstract

Minimnya kreativitas guru dalam menggunakan media pembelajaran di sekolah dasar, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Pancasila dalam mengimplementasikan kurikulum Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  (P5). Pendampingan ini memberikan solusi inovatif untuk mengatasi kendala atau akses pada media pembelajaran di pedesaan melalui program Ekobela. Program Ekobela hadir dengan tujuan melatih kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran dengan pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran anak di tingkat sekolah dasar untuk mengintegrasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Metode pendekatan berbasis ABCD dengan langkah siklus 5-D yaitu (Define, Discovery, Dream, Design, Deliver/Destiny). Subjek pemberdayaan di UPTD SDN Dulang II Torjun, Sampang. Teknik analisis data kualitatif, dengan melakukan analisis terhadap isu-isu yang muncul, memahami pemikiran partisipan dan menginterpretasikan makna dari data tersebut, dan selanjutnya menarik kesimpulan. Program Ekobela dengan Smart Box sebagai media pembelajaran berhasil mengembangkan keterampilan dan kreativitas profesional guru dalam pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran. Program ini dapat secara efektif diintegrasikan pada progam P5 sehingga menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis dan menghasilkan dampak positif pada peningkatan kreativitas siswa dalam pemahaman materi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
HAMBATAN DALAM PEMBELAJARAN MAMACA DI STKIP PGRI SAMPANG Bariqoh, Asri
Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/refleksi.v2i1.18083

Abstract

AbstrakMamaca merupakan salah satu tradisi lisan yang ada di Madura. Namun tradisi ini mulai dilupakan oleh masyarakat, khususnya masyarakat Sampang. Oleh sebab itu tradisi mamaca perlu untuk dihidupkan kembali melalui pembelajaran Sastra Lama di STKIP PGRI Sampang. Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mendeskripsikan hambatan dalam pembelajaran mamaca melalui mata kuliah Sastra Lama di STKIP PGRI Sampang, dan 2) untuk mendeskripsikan solusi atas hambatan dalam pembelajaran mamaca melalui mata kuliah Sastra Lama di STKIP PGRI Sampang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara secara mendalam kepada dosen pengampu mata kuliah dan mahasiswa. Hasilnya diketahui bahwa pembelajaran mamaca pada praktiknya mengalami hambatan. Hal ini ditunjukkan dengan 60% mahasiswa yang mengikuti pembelajaran mamaca mendapatkan nilai kurang memuaskan. Hambatan pembelajaran mamaca berasal dari internal dosen dan mahasiswa serta dari eksternal seperti keterbatasan sumber belajar, layang yang dipelajari, serta durasi belajar yang terbatas. Selain hambatan, terdapat solusi yang  dapat dilakukan diantaranya adalah: 1) bergabung dengan kelompok mamaca di sekitar Sampang, 2) memilih layang berbahasa Madura, 3) mengadakan pelatihan mamaca, dan 4) tampil dalam kegiatan atau acara kampus. Abstract Mamaca is an oral tradition in Madura. However, this tradition is starting to be forgotten by the people, especially the people of Sampang. Therefore, the mamaca tradition needs to be revived through the study of Old Literature at STKIP PGRI Sampang. The aims of this research are: 1) to describe the obstacles in learning mamaca through the Old Literature course at STKIP PGRI Sampang, and 2) to describe solutions to the obstacles in learning mamaca through the Old Literature course at STKIP PGRI Sampang. This research is a qualitative descriptive study. Data collection was carried out through observation, documentation, and in-depth interviews with course lecturers and students. The results show that in practice learning mamaca experiences obstacles. This is shown by 60% of students who took part in the Mamaca study getting unsatisfactory grades. Mamaca's learning obstacles come from internal lecturers and students as well as from external sources such as limited learning resources, courses being studied, and limited learning duration. Apart from the obstacles, some solutions can be done, including 1) joining a mamaca group around Sampang, 2) choosing Madurese language kites, 3) holding mamaca training, and 4) appearing in campus activities or events. 
Pengabdian Masyarakat Berbasis Lingkungan melalui Pembangunan Taman Eco Green di Desa Taman Sareh Omben Sampang Kurniawan, Yayak; Desiyanto, Jatim; Bariqoh, Asri
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v4i3.1721

Abstract

Community Service Program (KKN) is a form of student service to the community that integrates theory with practice in the field. The KKN program in Taman Sareh Village was implemented to address the issue of declining environmental quality due to the reduction of green open spaces and increased development activities. The solution offered is the construction of Eco Green Park as a green open space that has ecological, social, and educational functions. The main objectives of this activity are to improve environmental quality, raise public awareness of the importance of biodiversity, and encourage community involvement in environmental conservation. The implementation methods included preparation (condition analysis, socialization, location determination), implementation (land clearing, planting of 25 types of native plants, and maintenance training), and maintenance (watering, fertilizing, and routine evaluation). The results of the activity showed an improvement in air quality, an increase in local biodiversity, and the creation of a space for social interaction that strengthened community cohesion.In addition, the park serves as an educational tool for residents and students on the importance of greening. Despite facing obstacles such as limited types of adaptive plants and pest infestations, the program still managed to achieve its main objectives. Thus, the development of Eco Green Park can serve as a model for community-based environmental management to support sustainable village development.
Strategi Pemasaran dan Packaging Produk Olahan Ikan Bandeng melalui Program UMKM IKBAN Tahun 2024 Moh. Ari Wibowo; Bariqoh, Asri; Rukmania Risqi; Afnan
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v3i1.973

Abstract

The 2024 IKBAN MSME Program is a strategic initiative in developing marketing and packaging for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in the milkfish sector. This program aims to increase the competitiveness and market penetration of milkfish products through a holistic and integrated approach. The marketing strategy is carried out through digital platforms and developing marketing campaigns through the use of social media by providing descriptions and advantages and benefits of milkfish. The IKBAN MSME program combines innovative digital marketing strategies and improving packaging quality. Attractive packaging designs are developed to increase the attractiveness of the product in the packaging. This program is expected to provide significant encouragement for MSMEs in the milkfish sector to achieve sustainable growth and expand their market share. The success of this program can have a positive impact not only on MSMEs but also on the fishing industry as a whole, encouraging local economic growth and increasing the competitiveness of milkfish products in domestic and international markets.
EKRANISASI NOVEL HOME SWEET LOAN KARYA ALMIRA BASTARI KE DALAM FILM HOME SWEET LOAN KARYA SABRINA ROCHELLE KALANGIE Labiba, Silvi Putri; Bariqoh, Asri; Naim, Mahin Ainun
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6737

Abstract

This study aims to analyze the narrative transformation in the adaptation process of Almira Bastari’s novel Home Sweet Loan into a film directed by Sabrina Rochelle Kalangie. The research focuses on the addition, omission, and varied changes of intrinsic narrative elements, namely plot, character, and setting. A qualitative descriptive method with a comparative approach was used, with data collected through reading the novel, watching the film, analyzing dialogue transcripts, and classifying narrative changes based on Eneste’s theory of adaptation. Data validity was ensured through source triangulation. The findings reveal 38 plot additions, 32 omissions, and 20 varied plot changes; 17 character additions, 17 omissions, and 1 varied change; as well as 13 setting additions, 13 omissions, and 3 varied changes. These findings indicate that the plot underwent the most transformations in the adaptation process, reflecting the necessity to adjust narrative structure to the visual nature and time constraints of the film medium while still preserving the core meaning of the story. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi naratif dalam proses ekranisasi novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari ke dalam film adaptasinya yang disutradarai oleh Sabrina Rochelle Kalangie. Fokus penelitian diarahkan pada aspek penambahan, pengurangan, dan perubahan bervariasi terhadap unsur intrinsik cerita, yaitu alur, tokoh, dan latar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif, dengan data yang dikumpulkan melalui pembacaan novel, penontonan film, analisis transkrip dialog, dan klasifikasi perubahan naratif berdasarkan teori ekranisasi dari Eneste. Validitas data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 38 penambahan alur, 32 pengurangan alur, dan 20 perubahan bervariasi alur; 17 penambahan dan 17 pengurangan tokoh serta 1 perubahan bervariasi tokoh; serta 13 penambahan dan 13 pengurangan latar serta 3 perubahan bervariasi latar. Temuan tersebut menunjukkan bahwa alur merupakan unsur yang paling banyak mengalami transformasi dalam proses ekranisasi. Hal ini mencerminkan kebutuhan penyesuaian struktur cerita terhadap karakteristik media film yang bersifat visual dan memiliki keterbatasan durasi, namun tetap mempertahankan makna utama cerita.
KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA SEBAGAI BENTUK KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA DI SMK DARUL IJTIHAD PARAJIN BANYUMAS SAMPANG Asri Bariqoh; Ajeng Ananda Putri Lestari
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i1.3

Abstract

Listening skills are important for students which must be developed to sharpen memory and responsiveness in learning in the classroom and to train a student's focus. This research is a qualitative research. While the method used in data collection is the method of interviews, observation and documentation. The data analysis used is data reduction to choose focus, simplicity, abstracting and transforming data that emerges from field notes, then proceed with presenting data, then the data will be organized, arranged in a relationship pattern, so that it is easier to understand and then Verification or conclusion. The results of the research according to the focus of the research found: (1) from the video given by the researcher to class X students of SMK Darul Ijtihad Parajin Banyumas Sampang, only 60% were said to be proficient or 15 students could be said to be superior with a score of 578-640 and 40% could be said to be intermediate with score 482-577 (2) Factors supporting students' listening skills as a form of Indonesian language proficiency in class X at SMK Darul Ijtihad Parajin Banyumas Sampang are physical, psychological, motivational, gender, and community roles. (3) The inhibiting factor for students' listening skills as a form of Indonesian language proficiency is the students themselves who play an important role in listening skills in learning Indonesian.
PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR ‎BAHASA INDONESIA SISWA KELAS X SMA KHAIRUL ULUM KECAMATAN ‎TAMBELANGAN KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2022/2023‎ Asri Bariqoh; Milatul Qutbiyah
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i1.5

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan hal memperlihatkan kesadaran akan martabat orang lain dalam berbahasa, baik saat menggunakan bahasa lisan maupun bahasa tulis. Etika dalam berbahasa berkaitan dengan norma-norma sosial dan sistem budaya yang berlaku dalam suatu masyarakat. Etika berbahasa ini mengatur apa yang harus dikatakan seorang lawan tutur pada waktu dan keadaan tetentu. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain Hasil penelitian ini sesuai rumusan masalah yang ditemukan. Deskripsi jenis penyimpangan yang terjadi dalam interaksi belajar mengajar ‎bahasa Indonesia siswa kelas X SMA Khairul Ulum, penyimpangan yang paling banyak ditemukan yakni maksim kesimpatian dengan jumlah 4 tuturan siswa yang menyimpang. Sedangkan alasan terjadinya penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa dalam interaksi belajar mengajar bahasa ‎Indonesia siswa kelas X SMA Khairul Ulum, menganggap guru sebagai teman sehingga siswa berkomunikasi selakyatnya berbicara dengan teman, kondisi geografis siswa yang mengakibatkan siswa terbawa nada bicara yang keras, dan kemajuan teknologi.
Literature Review: Musik Daul Sebagai Identitas Lokal Kesenian Di Kabupaten Sampang Ainul Fajar; Asri Bariqoh
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i1.6

Abstract

Musik Daul merupakan sebuah kesenian lokal yang sudah menjadi ciri khas di Kabupaten Sampang sejak tahun 1980-an  namun dengan seiring berjalannya waktu kesenian musik daul itu sendiri sudah mengalami kemerosotan yang dipengaruhi oleh masuknya kesenian modern yang sudah mulai digandrungi oleh anak muda, maka dari itu diperlukan sebuah pembaharuan dari semua lini baik dari kontribusi Pemerintah setempat, elemen masyarakat serta para pegiat musik daul agar kesenian musik daul di Kabupaten Sampang tetap terjaga dan menjadi sebuah ikon yan dapat dibanggakan. Tujuan penulisan ini adalah: 1). mengetahui implementasi kesenian musik daul di Kabupaten Sampang; 2). mengetahui upaya pemerintah Kabupaten Sampang dalam menjadikan kesenian musik daul sebagai identitas lokal yang dapat dibanggakan. Hasil penulisan menunjukkan bahwa; 1). Implementasi dapat diwujudkan melalui kegiatan Festival Musik daul setiap tahunnya baik acara formal atau non-formal, melalui bentuk kegiatan inilah diharapkan mampu meningkatkan dan mengembangkan promosi dan pemasaran pariwisata di Kabupaten Sampang terhadap daerah lain; 2). Pemerintah harus memberikan support penuh baik berupa pembinaan, fasilitas, akomodasi, alat transporatasi dan konsumsi terhadap penyelenggaraan parade dan pegiat musik daul yang diadakan secara intensif sehingga terjadi timbal balik antara dua belah pihak sehingga kesenian tersebut dapat terus berkembang dan menjadi ikon yang dapat dibanggakan oleh masyarakat.
Efektivitas Efektivitas Metode Pembelajaran SQ4R Dalam Menyimpulkan Isi Teks Pidato Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di SMPN 2 Tambelangan : Efektivitas Shodiqin; Asri Bariqoh; Amirul Mukminin
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i2.15

Abstract

Aiming to find out how active the speech writing ability of class VII students at SMPN 2 Tambelangan semester 1 is, this research uses quantitative research. The variables of this research are the use of the SQ4R learning method as the independent variable and concluding the content of the text of the speech in class VII SMPN 2 Tambelangan after the learning process takes place as the dependent variable. The learning results concluded that the content of the pinato text in the experimental class had increased greatly. The normality test results obtained a value of p= 0.841 for the experimental class and p= 0.573 for the control class. Provided that if the p value > α= 0.05 then the data comes from normally distributed data. Data from SPSS analysis shows a p value= 0.841 > α= 0.05 in the experimental class and a p value= 0.573 > α= 0.05 in the control class. This shows that the use of the SQ4R learning method is effective in learning Indonesian in particular on the basic reading competency of students at SMPN 2 Tambelangan Birem Tambelangan SPSS data analysis.
ANALISIS ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM PELAFALAN DAN DIKSI DI INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS VII SMP AL-ISMAILIYAH: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM PELAFALAN DAN DIKSI DI INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS VII SMP AL-ISMAILIYAH Hawatib; Asri Bariqoh; Amirul Mukminin
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i2.17

Abstract

Students' use of language still contains errors, including aspects of pronunciation (speech), diction (word choice), and sentence structure. One of the occurrences of language errors is that during discussion learning situations, students interact with non-standard language. Based on the description above, it is necessary to conduct research with the title Analysis of Language Errors in Pronunciation and Diction in Indonesian Language Learning Interactions in Class VII Al-Ismailiyah Middle School Students. The aim of this research is to describe the forms of pronunciation and diction errors in the Indonesian language learning process for Class VII students at Al-Ismailiyah Middle School. This research is qualitative research. There are three activities in data analysis, namely: 1. Data reduction 2. Data presentation 3. Drawing conclusions 4. Data collection. The results of the research showed that there were forty-five pronunciation errors in the Indonesian language learning process for class VII Al-Ismailiyah Middle School, which were caused by changes in phonemes. There were twenty errors in diction or word choice in the Indonesian language learning process for class VII Al-Ismailiyah Middle School which were caused by inappropriate word choice. Pronunciation errors are influenced by the use of regional dialects, namely regional languages ​​in communication, some of which originate from West Kalimantan where Malays live. Diction errors are also influenced by regional dialects that are often used, so that students become accustomed to them and prefer to use regional languages ​​that they have mastered first