Fahruddin Hanafi
Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KEMAMPUAN SISWA KELAS XII SMA NEGERI 3 KULISUSU UTARA DALAM MENULIS SURAT LAMARAN PEKRJAAN Jeni; Fahruddin Hanafi; Sumiman Udu
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i1.141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi siswa kelas XII SMA Negeri 3 Kulisusu Utara dalam menulis surat lamaran pekerjaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dalam kelas yakni dilakukan dalam kelas XII dan di SMA Negeri 3 Kulisusu Utara sebagai tempat penelitian untuk memperoleh data penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantutatif dan kualitatif.Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas XII SMA Negeri 3 Kulisusu Utara tahun ajaran 2019/2020. Populasi tersebut terbagi dalam dua kelas yaitu MIA dan IIS. Maka penarikan populasi dalam penelitian ini adalah 13 orang atau secara keseluruhan atau Total Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes menulis. Hasil penelitian menunjukan bahawa secara individual terdapat 12 (92,30%) siswa untuk kategori mampu, dan 1 orang siswa (7,69%) tergolong kategori tidak mampu. Secara klasikal persentase kemampuan siswa dikategorikan mampu karena telah mencapai kriteria ketuntasan klasikal yang telah dittetapkan yaitu 85%. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa kelas XII SMA Negeri 3 Kulisusu Utara Hal itu disebabkan dari tingkat pemahaman siswa, yang dimana tingkat pemahaman dari masing-masing siswa itu sendiri berbeda-beda. Ada siswa yang cepat memahami materi yang disampaikan dan ada pula siswa yang membutuhkan waktu lama untuk bisa memahami materi yang disampaikan serta siswa sering kurang fokus.
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL BIRU KARYA FARADILASUCI RASTICA.S Nofitasari Hairul L; Fahruddin Hanafi; La Ode Akhiri Zulzaman
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i1.145

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakter tokoh dalam novel Surat Biru Karya Faradilasuci Rastica.S. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah novel Biru Karya Faradilasuci Rastica.S. Sumber penelitian ini adalah teks novel Biru Karya Faradilasuci Rastica.S, tahun 2018 cetakan pertama yang diterbitkan oleh Ellunar Publish, di Bandung. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Analisis yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan struktural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Deskriptifberarti menjabarkan atau mengambarkan data secara sistematis, akurat, dan apa adanya sesuai dengan kenyataan yang objektif sesuai dengan data yang terdapat dalam novel Biru Karya Faradilasuci Rastica.S. Selanjutnya kualitatif adalah menguraikan konsep-konsep pemahaman yang berkaitan satu sama lain yang disampaikan secara verbal dan berpendoman pada teori-teori yang relevan dengan sebagai objek kajian dalam penelitian ini. Hasil penelitian yang di peroleh dari karakter tokoh dalam novel Biru Karya Faradilasuci Rastica.S adalah: (1) Biru mempunyai karakter yang peduli sesama, bersahabat, rasa ingin tahu, kejujuran, dan religius. (2) Lala mempunyai karakter yang mandiri, gigih, dan rasa ingin tahu. (3) Dokter Vian mempunyai karakter peduli. (4) Nani mempunyai karakter disipilin, dan peduli (5) Ayah Lala mempunya karakter penyayang, dan rasa ingin tahu. (6) Pak Budi mempunyai karakter yang peduli, dan penyayang.
KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR TEKS DRAMA “HIDUP ITU KOMEDI” SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BUNTAO’ TORAJA UTARA Marlin Foresta; Fahruddin Hanafi; La Yani Konisi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI-MARET 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.994 KB) | DOI: 10.36709/bastra.v7i1.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur teks drama “Hidup Itu Komedi” siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buntao’ Toraja Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, maka kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur teks drama “Hidup Itu Komedi” siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buntao’ Toraja Utara aspek tema mencapai 67,5%, aspek tokoh dan penokohan mencapai 95%, aspek amanat mencapai 37,5%, aspek latar mencapai 90%, aspek alur mencapai 90%, aspek dialog mencapai 55%, aspek bahasa mencapai 70%. Sedangkan total keseluruhan aspek mencapai 37,5%. Dari pernyataan tersebut, maka dapat disimpulkan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buntao’ Toraja Utara bahwa kemampuanmengidentifikasi unsur-unsur teks drama “Hidup Itu Komedi” siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buntao’ Toraja Utara secara klasikal masuk dalam kategori tidak mampu, karena tidak mencapai 85% siswa yang mempunyai kemampuan >80%. Kesimpulan - Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pembelajaran drama sebaiknya dilaksanakan secara proporsional antara teori dan praktik dalam menulis dan membaca drama. Dengan demikian secara intensif siswa akan terbiasa dan memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi drama. Dari tujuh aspek mengidentifikasi unsur-unsur drama siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buntao’ Toraja Utara pada aspek amanat memperoleh persentase kemampuan paling rendah. Untuk itu, perlu adanya latihan dan penjelasan materi yang intensif bagi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran drama, sehingga siswa dapat lebih mengerti mengenai unsur-unsur drama.
KEMAMPUAN MENULIS CERPEN BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI SISWA KELAS IX SMP NEGERI 13 KENDARI Hikma Munahar; Fahruddin Hanafi; La Ode Adili
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 4 (2022): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER-DESEMBER 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v7i4.127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi siswa kelas IX SMP Negeri 13 Kendari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode penelitian deskritif kuantitatif bertujuan untuk menjelaskan suatu fenomena dengan menggunakan angka yang menggambarkan karakteristik subjek yang diteliti. Penelitian kuantitatif dibatasi untuk mendeskripsikan karakteristik sebagaimana adanya. Hasil analisis data yang telah diperoleh dari hasil menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi siswa kelas IX6 SMP Negeri 13 Kendari tahun ajaran 2021/2022 sebanyak 28 orang siswa yaitu 9 orang siswa dikategorikan mampu dengan rincian 1 orang siswa baik (B) dan 8 orang siswa cukup (C) sedangkan 19 orang siswa lainnya dikategorikan kurang (D) atau kurang mampu. Kemampuan menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi siswa SMP Negeri 13 Kendari pada hasil tes yang dilakukan terhadap siswa kelas IX6 data menujukan bahwa: (1). Siswa yang memiliki kemampuan baik dalam menulis cerpen terdiri dari 1 orang atau 3,57% dengan akumulasi nilai 86,66 berada pada kategori sudah mampu. (2). Siswa yang memiliki kemampuan cukup terdiri dari 8 orang atau 28,57% dengan akumulasi nilai berkisar 76,66-80 berada pada kategori sudah mampu. (3). Siswa yang memiliki kamapuan kurang terdiri dari 19 orang atau 67,85% dengan akumulasi nilai berkisar 56,66-70 berada pada kategori belum mampu.