Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI PETERNAK TERHADAP PENANGANAN KESEHATAN TERNAK DAN PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI TERNAK DI DESA KETINDAN, KABUPATEN MALANG intan galuh bintari
Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 3 (2020): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.591 KB)

Abstract

Keberhasilan pembangunan peternakan akan sangat ditentukan oleh sumberdaya manusia peternak sebagai pelaku utama dari kegiatan peternakan itu sendiri. Program Pengabdian Kepada Masyarakat dimaksudkan untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang bersifat komperehensif, multi sektoral, yang mampu menuntun masyarakat Desa kearah kehidupan yang lebih sejahtera, mewujudkan masyarakat yang dinamis, membantu dan meningkatkan kondisi sosial ekonomi warga dan mempermudah akses warga terhadap informasi dan ilmu pengetahuan. Tujuan penyelenggaraan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah membantu memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi oleh Kelompok Tani dalam hal ini adalah peternak kambing dalam mengelola unit usahanya. Pelaksanaan pengabdian masyarakat terdiri dari 3 kegiatan yaitu koordinasi dan perencanaan kegiatan, pelatihan dan evaluasi hasil pelatihan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan pada bulan Desember 2019 di desa Ketindan. Peserta dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah petani kambing yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Rejeki Sebanyak 25 Orang. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan masyarakat dapat menerapan ilmu yang telah diberikan yaitu mengenai penanganan kesehatan ternak dan pembuatan pakan fermentasi (silase) yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pakan ternak di Desa Ketindan Kabupaten Malang. Kata kunci : Peternak Desa Ketindan, peningkatan kompetensi, kesehatan ternak, pakan ternak, silase.
Fertility and hatchability of KUB chicken eggs results from artificial insemination using liquid semen with carrot juice supplementation Bintari, Intan Galuh; Iswati, Iswati; Udrayana, Setya B. Udrayana; Bakar, Abu
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 14 No. 4 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v14i4.475

Abstract

Fertility is the success of spermatozoa in fertilizing an egg cell, while hatchability is a number that shows an egg's high or low ability to hatch. This research aims to determine the fertility and hatchability of KUB chicken eggs that have been stored cold by adding carrot juice to the basic diluent Ringer Lactate Egg Yolk. There were 60 KUB chickens divided into two treatment groups, each comprising 30 KUB hens. The group of eggs resulting from artificial insemination used fresh semen with Ringer Lactate diluent (P0), and eggs resulting from artificial insemination used liquid semen, which had been stored for 2 days with carrot juice supplemented with RLKT diluent (P1). The parameters observed were fertility and egg hatchability. Data were analyzed using descriptive analysis. The results showed that spermatozoa fertility at P0 was 87.11% while P1 was 56.09%. While the average percentage of hatchability shows a PQ result of 75.69 while P2 is 93.91%, it can be concluded that the fertility of KUB chickens using fresh semen is better than using liquid semen, but the hatchability of KUB chicken eggs using liquid semen is better than that of fresh semen. Further research is needed on the success of using liquid semen in AI applications in KUB chickens.
Semen Quality of KUB Chicken in Ringer Lactate-Egg Yolk Diluent with Carrot Extract Supplementation During Cold Storage Udrayana, Setya Budhi; Iswati, Iswati; Bintari, Intan Galuh; Bakar, Abu
Buletin Peternakan Vol 49, No 2 (2025): BULETIN PETERNAKAN VOL. 49 (2) MAY 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v49i2.99638

Abstract

This study aimed to determine the quality of chicken semen from Kampung Unggulan Balitbangtan (KUB) in Ringer lactate-egg yolk diluent with carrot extract supplementation during cold storage. A total of 6 KUB males were selected for the experiment and each of them was subjected to 5 collections of semen. The experiment was performed using a Randomized Block Design (RBD) with 4 treatments. These treatments included P0 (100% Ringer lacate-egg yolk without carrot extract), P1 (80% Ringer lacate-egg yolk + 20% carrot extract), P2 (60% Ringer lacate-egg yolk + 40% carrot extract), P3 (Ringer lactate yolk 40% + 60% carrot extract). The research variables consisted of motility, viability, abnormalities of spermatozoa, and plasma membrane integrity. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) followed by Duncan's test. It was discovered that the percentage of motility and viability up to 48 hours of storage showed significant differences (p<0.05) between treatments. The best results were in group P2, with motility and viability being 40.33 ± 6.60% and 60.86 ± 7.84%, respectively. Abnormalities of spermatozoa up to 24 hours of storage showed significant differences (p<0.05) between treatments, and not significantly different (p>0.05) at 48 hours of storage. Furthermore, plasma membrane integrity failed to show a significant difference between groups at 1 hour of storage and was significantly different (p<0.05) at 24 and 48 hours of storage. The best or the highest result is in the P2 group, with plasma membrane integrity being 71.89 ± 2.40%. It was concluded that the use of 40% carrot extract supplementation in Ringer lacate-egg yolk diluent tends to maintain the quality of KUB chicken semen in cold storage for up to 48 hours and was suitable for the application of artificial insemination.
Efektivitas Ekstrak Daun Mimba sebagai Antiparasit Skabies pada Kelinci Hias Rex Pujiningtyas, Arum Tira Swara Ratna; Utami, Kartika Budi; Bintari, Intan Galuh
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.4.1.1-7

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, umum menyerang kelinci dan berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas spray ekstrak daun mimba (Azadirachta indica) sebagai antiparasit alami untuk pengobatan skabies pada kelinci hias Rex di usaha peternakan rakyat Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan: kontrol, spray mimba dosis 5%, 15%, 25%, serta obat kimia sebagai pembanding, masing-masing dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi prevalensi skabies, pertambahan bobot badan, pertumbuhan rambut, pengurangan area kerak, lama penyembuhan, dan analisis biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spray mimba dosis 15% paling efektif, meningkatkan bobot badan, mempercepat pertumbuhan rambut, mengurangi area kerak, dan lebih ekonomis dibandingkan obat kimia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa spray ekstrak daun mimba dosis 15% merupakan alternatif alami yang efektif dan aman untuk menangani skabies pada kelinci hias Rex.
Deteksi Aeromonas hydrophila pada Ginjal Mencit Mus musculus dengan Teknik Imunohistokimia Intan Galuh Bintari; M Gandul Atik Yuliani
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 19 No. 2 (2020): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.719 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v19i2.935

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Aeromonas hydrophila dapat dideteksi dengan menggunakan teknik imunohistokimia. Imunohistokimia adalah suatu proses untuk mendeteksi antigen (protein, karbohidrat, dll.) Terhadap sel jaringan dengan prinsip reaksi antibodi yang berikatan dengan antigen di dalam jaringan. Parameter penelitian ini adalah interaksi antigen dan antibodi yang divisualisasikan dengan munculnya warna coklat pada ginjal yang diinfeksi Aeromonas hydrophila. Mencit (Mus musculus) umur tiga bulan seberat 30 gram diinfeksi Aeromonas hydrophila dengan dosis 106 CFU / ml. Setelah seminggu, ginjal disiapkan untuk preparat histopatologi dengan pewarnaan imunohistokimia. Antibodi primer yang digunakan adalah antibodi kelinci (New zealand white) dengan dua perlakuan (P1 dan P2). P1 diinfeksi dengan menggunakan protein spesifik Aeromonas hydrophila 30 kDa dan P2 diinfeksi dengan menggunakan protein utuh Aeromonas hydrophila. Hasilnya ditunjukkan dengan membandingkan P1 dan P2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan warna coklat yang lebih banyak melalui P2 dibandingkan dengan P1. Kata kunci—Aeromonas hydrophila, Mencit (Mus musculus), Antigen, Teknik Imunohistokimia. ABSTRACT This research was aimed to determine whether the Aeromonas hydrophila can be detected by using immunohistochemistry technique. Immunohistochemistry was a process to detect antigens (proteins, carbohydrates, etc.) towards the cells of the tissues with antibodies reaction principle that binded to antigen in the tissues. The parameter of this research was an interaction between antigens and antibodies which were visualized by the appearance of brown color in the kidneys which were infected by Aeromonas hydrophila. The three-month old mice (Mus musculus) with 30 grams of weight were infected by Aeromonas hydrophila with 106 CFU/ml of doses. After a week, the kidneys were prepared for histopathology preparation by using immunohistochemistry staining. The primary antibodies used were rabbits’ antibodies (New zealand white) with two treatments (P1 and P2). P1 was infected by using spesific proteins of Aeromonas hydrophila 30 kDa and P2 was infected by using the whole proteins of Aeromonas hydrophila. The results were showed by comparing P1 and P2. The results showed that there was a difference in the brown color which was more through in P2 compared to P1. Keywords—Aeromonas hydrophila, Mice (Mus Musculus), Antigens, Immunohistochemistry Technique.
Tingkat Adopsi Pengawetan Pakan Sapi Potong oleh Gabungan Kelompok Tani "Dharma Tani" di Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar Dhienisa Rahmadianti; Sunarto Sunarto; Intan Galuh Bintari
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 23 No. 1 (2024): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v23i1.3179

Abstract

Sektor peternakan berpotensi dalam pemenuhan kebutuhan protein masyarakat, khususnya ternak sapi potong sebagai penghasil utama daging. Akan tetapi, rendahnya produksi hijauan pakan ternak seringkali menjadi permasalahan terutama saat musim kemarau. Maka, pengembangan usaha dengan penggunaan teknologi dalam pakan ternak, sangat penting untuk mendukung aspek efisiensi usaha. Upaya perkembangbiakkan sapi potong salah satunya dilakukan oleh Gapoktan Dharma Tani di Kecamatan Srengat, Blitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berpengaruh dalam tingkat adopsi pengawetan pakan sapi potong. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif, pengujian instrument menggunakan expert judgement. Teknik pengumpulan data dikakukan dengan survei dan wawancara. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan sampel sejumlah 30 anggota GAPOKTAN Dharma Tani. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Penelitian dimulai dengan mengetahui karakteristik dan kondisi adopsi peternak, yang kemudian digunakan sebagai sasaran penyuluhan untuk mengetahui tingkat adopsi. Hasil penelitian diketahui bahwa peternak berada pada tingkat “Sangat Kurang Adopsi” sebelum dilakukan penyuluhan. Rancangan penyuluhan dibuat sebagai skema kegiatan dalam pengawetan pakan dari limbah tongkol jagung dan indigofera zollingeriana. Tingkat adopsi setelah dilakukan penyuluhan berada pada Cukup Adopsi. Indikator adopsi dengan peningkatan tertinggi yaitu Tahap Mencoba. Pentingnya teknologi pengawetan dinilai efektif agar peternak dapat menyimpan pakan lebih lama, sehingga produktivitas peternakan lebih optimal.
Evaluating sperm quality characteristics obtained through the female teaser method in native chicken breeds Udrayana, Setya Budhi; Kasianto, Kasianto; Iswati, Iswati; Bintari, Intan Galuh
Livestock and Animal Research Vol 21, No 3 (2023): Livestock and Animal Research
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/lar.v21i3.66495

Abstract

Objective: The quality and quantity of chicken sperm are critical factors influenced by the semen collection method. Therefore, this study aims to evaluate the sperm quality obtained from three native chicken breeds using the female teaser method.Methods: These three native chicken breeds are Arabic, Birma, and Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) chickens. Each breed comprised a group of three roosters, and the semen collection was performed ten times. Macroscopic and microscopic evaluations were conducted to assess the chicken sperm. The collected data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) followed by Duncan's multiple range test (DMRT).Result: The results of this study showed significant differences (P<0.05) in the sperm volume among the chicken breeds, with Birma (0.51 ml) and KUB chickens (0.60 ml) exhibiting distinct volumes compared to Arabic chicken (0.25 ml). Generally, the chicken sperm exhibited a milky white color and thick consistency. Microscopic evaluation yielded a mass motility rating of 3+. Meanwhile, individual motility and viability did not exhibit significant differences (P>0.05) among the three native chicken breeds. Abnormalities displayed significant variations (P<0.05), with Birma chicken showing the highest abnormality rate at 9.77%± 0.28. Sperm concentration did not exhibit significant differences (P>0.05), with the highest concentration observed in Arabic chicken at 4265.33±59.84 (x106 cells/ml). However, total sperm count and total motile sperm count exhibited significant variations (P<0.05), with the highest values recorded in KUB chicken at 2241.82±264.13 (x106 cells) and 1936.27±169.85 (x106 cells), respectively.Conclusions: In conclusion, the semen collection method using the female teaser yielded native chicken sperm with high quality and quantity and meets the required standards for successful insemination. This method holds potential and is recommended for application in native chicken breeding programs.