Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penyuluhan Pembuatan MoL Bonggol Pisang Berbasis Tingkat Adopsi dan Faktor-Faktor Mempengaruhi di Gapoktan Tani Makmur Faridha Diyana Kusumaningrum; Wahyu Windari; R Riyanto
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v9i3.661

Abstract

Gapoktan Tani Makmur is an association of farmer groups in Kartoharjo Village. The main product of Gapoktan is semi-organic fertilizer, namely organic NPK super granule with the trademark was ASLI (Alami Subur Lestari Indonesia). The problem faced is that Gapoktan is very dependent on factory microbes that were no longer produced in Purbalingga. There are many potential sources of beneficial local microorganisms, one of which comes from banana weevils. The purpose of this study was to describe the level of adoption and to analyze the factors that influence the adoption rate as the basis for the design of education about the manufacture of banana weevil MOL in Gapoktan Tani Makmur. Also, to determine the implementation, evaluate education based on the level of adoption and the factors that influence it. The method used is a quantitative approach with a survey method for data collection. The sampling technique uses random cluster sampling. The results showed that the measurement of the adoption rate before counseling was in the very high category of 82.9%, with the regression line equation Y = -2.695 + 0.124X1 - 0.558X2 + 2.182X3 + 1.958X4, with a determination coefficient of 0.829 or 82.9% . It means that the variable age (X1), an education level (X2), attitude towards change (X2), and courage at risk (X2) simultaneously affect the innovation adoption variable (Y) by 82.9%. Simultaneously, the rest is influenced by other variables or variables not studied. The extension's design follows the measurement of adoption rate and its influencing factors. The extension material includes the meaning, benefits, advantages, and MOL content of banana weevils for super organic NPK fertilizer. Real-life media outreach, PPT slides, and leaflets with adjuncts, lectures, and demonstrations. Evaluation of the extension design application, namely, evaluating the adoption rate of 38 target people with a very high category of 86.4%.
Rancangan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos Dengan Bioaktivator Mol Limbah Sayur di Kecamatan Bumiaji Kota Batu Arum Sumawi Citra Nurhadi; Riyanto Riyanto; Setya Handayani
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembuatan pupuk kompos dengan bioaktivator mol limbah sayur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data penelitian yang diperoleh kemudian diolah menggunakan analisis deskriptif untuk mendeskripsikan hasil pembuatan pupuk kompos dengan bioaktivator mol limbah sayur dan tingkat pengetahuan, sikap, serta keterampilan peternak. Pembuatan pupuk kompos dapat dilihat dari kualitas fisik untuk mengatahui apakah pembuatan pupuk itu berhasil atau tidak. Ciri-ciri pupuk kompos yang baik adalah dapat ditandai dengan bau yang harum, warna coklat sampai kehitaman, dan bau yang harum. Penyuluhan dilakukan sebanyak dua tahap secara online dan secara langsung. Sasaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kelompok Ternak Margirahayu VI sebanyak 20 orang. Materi yang digunakan adalah pembuatan pupuk kompos dengan bioaktivator mol limbah sayur. Metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi dan demonstrasi cara. Media yang digunakan yaitu alat bantu grup WhatsApp, folder dan video tutorial. Untuk mengukur tingkat pengetahuan dan keterampilan peternak menggunakan teori Taksonomi Bloom serta sikap peternak diukur menggunakan Skor T.
PERBANDINGAN KUALITAS BIOGAS DARI BERBAGAI JENIS FESES TERNAK YANG DIPRODUKSI DENGAN DIGESTER PORTABLE Yendri Junaidi; Luki Amar Hendrawati; Riyanto Riyanto
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 19 No. 2 (2020): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.955 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v19i2.943

Abstract

ABSTRAK Penggunaan energi oleh sektor transportasi yang mencapai lebih dari 30 persen dari total penggunaan energi nasional yang hampir seluruhnya (92%) bersumber dari bahan bakar minyak (BBM) selain masalah pada pasokan BBM juga berdampak buruk bagi lingkungan, sehingga harus ada upaya dalam mencari energi alternatif baru terbarukan, salah satunya adalahbiogas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kualitas biogas dari bebegai feses ternak seperti feses, sapi perah, sapi potong, kambing, domba, ayam broiler, ayam petelur dan feses keclinci. Pengamatan meliputi nilai pH dan temperatur harian, lama waktu pembentukan gas dalam masa fermentasi, lama produktivitas gas dari pembentukan gas pertama kali serta lama nyala api dalam dari hasi pembentukan gas harian. Biogas di produksi menggunakan digester portable dengan total waktu pengamatan selama 30 hari masa fermentasi dan produksi gas. Hasil Penetlitian menunjukan rata-rata nilai pH yang diapatkan dalam waktu 30 hari dari pH 6,2- pH 8. Temperatur rata-rata hasil pengamatan berada di angka 23-36 OC. Hasil uji ANOVA pada pada masing masing pengamatan yaitu pada lama pembentukan gas, lama produktifitas gas dan lama nyala api di dapatkan hasil yang signifikan yaitu f hitung <0,05. Hasil uji lanjut Tukey’S B pada masing-masing pengamatan di dapatkan hasil terbaik pada limbah feses sapi perah dengan data lama pembentukan gas (11,2 ± 1,3) hari, lama produktifitas gas (10,8± 1,9) dan lama nyala api adalah (20,6± 1,9) menit. Kata kunci: Feses, Biogas, alternatif, energi, kulitas ABSTRACT The use of energy by the transportation sector which reaches more than 30 percent of the total national energy use which is almost entirely (92%) comes from fuel oil (BBM) in addition to problems with fuel supply it also has a negative impact on the environment, so efforts must be made to find alternative energy. new renewables, one of which is biogas. This study aims to determine the quality of biogas from various animal feces such as feces, dairy cows, beef cattle, goats, sheep, broilers, laying hens and small animal feces. The observations included daily pH and temperature values, the length of time for gas formation during the fermentation period, the length of gas productivity from the first gas formation and the length of the internal flame from the daily gas formation. Biogas is produced using a portable digester with a total observation time of 30 days during fermentation and gas production. The results showed that the average pH value obtained within 30 days was from pH 6.2 to pH 8. The average temperature observed was 23-36 OC. The results of the ANOVA test on each observation, namely the duration of gas formation, the duration of gas productivity and the duration of the flame, obtained significant results, namely f count <0.05. Tukey'S B continued test results for each observation obtained the best results on dairy cow feces with data on the length of gas formation (11.2 ± 1.3) days, long gas productivity (10.8 ± 1.9) and duration of flame fire was (20.6 ± 1.9) minutes. Keywords: Feces, Biogas, alternatives, energy, quality
Pupuk Organik Cair Limbah Kotoran Kambing dengan Penambahan Mikroorganisme EM4, PGPR, dan Mol Air Leri Riyanto Riyanto; nurlaili nurlaili; Andi Idhil Ramadhan
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 20 No. 2 (2021): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.983 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v20i2.1874

Abstract

Dalam usaha peternakan rakyat masih perlu dalam pengembangan dalam mengelola hasil peternakan baik berupa daging yang dapat dijadikan olahan makan maupun limbah yang dapat di jadikan pupuk padat atau cair organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kandungan terbaik dalam pembuatan POC dari limbah feses kambing dengan penambahan Mikroorganisme EM4, PGPR dan Mol Air Leri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan untuk pengujian kandungan pH, C-Organik, N, P,dan K pupuk organik. Hasil kajian pemanfaatan limbah ternak kambing dalam pembuatan pupuk organik cair yaitu terdapat perbandingan perlakuan terbaik dari hasil uji laboratorium, yaitu Perlakuan P2 menggunakan Mol Air Leri (Air Cucian Beras) dengan kadar kandungan terbaik yaitu pH : 5,95, C-organik : 4,46, N : 0,58, P : 0,66, K : 0,85. In the community livestock business, it is still necessary to develop managing livestock products in the form of meat that can be used as processed food and waste that can be used as solid fertilizer or organic liquid. This study aims to compare the best content in making POC from goat fecal waste with the addition of EM4 Microorganisms, PGPR, and Leri Water Mole. The method used in this study was a Complete Randomized Design (RAL) with three treatments and six tests for testing the pH, C-Organic, N, P, and K content of organic fertilizers. The results of the study on the use of goat waste in the manufacture of liquid organic fertilizer are that there is a comparison of the best Treatment from the effects of laboratory tests, namely P2 Treatment using Mol Leri Water (Rice Washing Water) with the best content, namely pH: 5.95, C-organic: 4.46, N: 0.58, P: 0.66, K: 0.85.
Peningkatan Kompetensi Peternak dalam Pembuatan Silase Daun Nanas di Desa Bacem Kecamatan Ponggok Krisna Mukti Dwiprasetyo; Riyanto Riyanto; Sunarto Sunarto
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 22 No. 1 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v22i1.2618

Abstract

Perkembangan populasi masyarakat membutuhkan kecukupan gizi, salah satunya protein hewani. Upaya memenuhi kecukupan protein ini, juga perlu dilakukan pemantapan kompetensi peternak dalam berinovasi, salah satunya dengan pembuatan silase dari daun nanas untuk pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kompetensi peternak dalam pembuatan silase dengan pemanfaatan limbah daun nanas (Ananas Comosus L. Merr) sebagai pakan ternak sapi potong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai persentase tingkat kompetensi peternak. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan dasar peternak sapi potong aktif, pendidikan minimal tamat SD, pengalaman beternak minimal 1 tahun, jumlah ternak minimal 4 ekor, dan tergabung dalam kelompok, sehingga jumlah sampel sebanyak 15 orang. Penelitian dilakukan di Desa Bacem Kecamatan Ponggok Penelitian dimulai dengan pengukuran kondisi kompetensi peternak yang kemudian digunakan sebagai sasaran penyuluhan untuk mengetahui peningkatan kompetensi. Hasil penelitian diketahui bahwa semua peternak sebelum penyuluhan yakni belum kompeten. Rancangan penyuluhan dibuat sebagai skema kegiatan pembuatan silase dari limbah daun nanas. Peningkatan kompetensi peternak setelah dilakukan penyuluhan mendapatkan hasil sebesar 53%. Pentingnya peningkatan kompetensi yakni agar nutrisi pakan ternak sapi potong terpenuhi dengan memanfaatkan potensi limbah dan dapat menekan biaya yang dikeluarkan pada usaha ternaknya.