Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Systematic Review Pemilihan Obat Asam Urat untuk Peradangan pada Persendian Mohammad Usman Nur
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.095 KB) | DOI: 10.52365/jond.v2i1.412

Abstract

Systematic review adalah suatu metode penelitian sistematis untuk mengidentifikasi, menilai dan interpretasi dari literatur yang relevan dengan topik tertentu. Tujuan penelitian menggunakan metode systematic review ini yaitu untuk mengetahui pemilihan obat yang tepat pada penyakit asam urat yang mengalami peradangan sendi. (1) Latar Belakang : Asam urat adalah suatu penyakit peradangan pada sendi yang disebabkan oleh pengendapan serum urat yang diubah menjadi kristal monosodium urat (MSU) di dalam maupun di sekitar sendi. Kristal ini menyebabkan terjadinya radang sendi yang ditandai dengan munculnya pembengkakan sendi, kemerahan, nyeri, panas, dan kaku pada persendian yang biasanya terjadi pada sendi metatarsophalangeal (2) Metode : Metode yang digunakan systematic review menggunakan studi RCT (Randomized Control Trial). Basis data elektronik menggunakan PUBMED untuk artikel yang diterbitkan antara tahun 2012 dan 2022. Pengumpulan data didasarkan pada kriteria inklusi dan eksklusi. (3) Hasil : Terapi lini pertama; semua NSAID sama-sama efektif; efek samping termasuk pendarahan lambung dan cedera ginjal (Indometasin 50 mg tiga kali sehari, alopurinol dosis awal yang rendah ≤100 mg/hari atau febuxostat (<40 mg/hari)). Lini kedua colchicine 1.0 mg sebagai dosis awal, diikuti oleh 0,5 mg 1 jam kemudian, dan kemudian diikuti, sebagai diperlukan, setelah 12 jam, dengan kolkisin lanjutan (sampai 0,5 mg 3 kali sehari) sampai serangan akut sembuh. Tidak ada sifat analgesik; efek samping gastrointestinal yang umum; hindari penggunaan pada pasien dengan insufisiensi ginjal dan hati; kontraindikasi pada pasien yang menerima klaritromisin. Kortikosteroid rute oral, intramuskular, atau intra-artikular, dosis variabel (misalnya, prednison, 40 mg selama empat hari, kemudian 20 mg selama empat hari, kemudian 10 mg selama empat hari). (4) Kesimpulan : Terapi lini pertama adalah alopurinol dosis awal yang rendah ≤100 mg/hari atau febuxostat (<40 mg/hari). Lini kedua colchicine 1.0 mg sebagai dosis awal, diikuti oleh 0,5 mg 1 jam kemudian. Lini terakhir kortikosteroid rute oral seperti prednison 40 mg.
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK ETANOL 70% PELEPAH PISANG AMBON (Musa paradisiaca Var. Sapientum) DARI KABUPATEN SORONG, PAPUA BARAT Mohammad Usman Nur; Ratih Arum Astuti; Angga Bayu Budiyanto; Irwandi Irwandi
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 1 No. 02 (2022): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v1i02.1727

Abstract

Penelitian terkait pemanfaatan limbah sudah banyak dilakukan, salah satunya pelepah pisang ambon. Ekstrak etanol pelepah pisang ambon terbukti memiliki efek farmakologi salah satunya sebagai penyembuh luka. Untuk mengetahui tingkat keamanan dan efektivitas sediaan ekstrak pelepah pisang ambon, maka perlu dilakukan beberapa uji spesifik dan non spesifik sebagai upaya untuk menjaga kualitas mutu. Penelitian ini bertujuan mengetahui parameter spesifik yaitu penetapan kadar total fenol ekstrak etanol pelepah pisang ambon dari Kabupaten Sorong, Papua Barat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian non eksperimental. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji parameter spesifik berupa kadar fenolik total dengan analisis kualitatif menggunakan uji tabung dan uji KLT serta analisis kuantitatif menggunakan Spektrofotometer UV-Vis masing-masing dengan pereaksi Folin-Ciocalteu. Hasil penelitian parameter spesifik ekstrak etanol pelepah pisang ambon dari kabupaten Sorong, Papua Barat adalah sebagai berikut: hasil uji tabung dan uji KLT menunjukkan bahwa ekstrak etanol pelepah pisang ambon mengandung senyawa fenolik, flavonoid, tanin, dan saponin ; hasil penetapan kadar berupa kadar fenolik total sebesar 15,42 ± 0,159 mg GAE/g ekstrak. Parameter standar umum ekstrak tanaman obat berupa parameter spesifik uji kandungan kimia ekstrak pada penelitian ini secara umum telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Farmakope Herbal Indonesia.