Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Association between Occupational Stress and Psychopathological Symptoms Among Nurses in Cardiovascular Hospital During COVID-19 Pandemic Ayu Munawaroh; Herqutanto; Khamelia Malik; Ambar W. Roestam; Astrid B. Sulistomo
The Indonesian Journal of Community and Occupational Medicine Vol. 1 No. 3 (2022): ijcom
Publisher : ILUNI MKK FKUI and PRODI MKK FKUI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53773/ijcom.v1i3.34.129-36

Abstract

Introduction: Occupational stress is known to be one of the factors that are often found in nursing professionals. Occupational stress can affect a person both physically and mentally. Moreover, the COVID-19 pandemic has brought additional workload for healthcare professionals, including nurses. This study aimed to analyze the association between occupational stress and psychopathological symptoms among nurses in Cardiovascular Hospital during the Covid-19 pandemic. Methods: This cross-sectional study involved 108 nurses in Cardiovascular Hospital X. Samples were taken by simple random sampling based on inclusion and exclusion criteria. Occupational stress was assessed by Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) and psychopathological symptoms were assessed by Symptom Checklist 90 (SCL-90). Results: The mean ENSS total score was 88,17 ± 32,24 (maximum score of ENSS was 228). 19,4% of nurses had psychopathological symptoms. Somatization, obsessive-compulsive, and psychoticism had higher t-score values than other SCL-90 subscales. There was a strongly significant association between occupational stress and psychopathological symptoms (p<0,001). Conclusion: Its highly recommend early diagnosis and prompt treatment for psychopathological symptoms among nurses. Monitor and evaluation of occupational stress and psychopathology in nurses are recommended as periodic medical check-up program in hospital.
QEEG as a Novel Parameter of Neuroplasticity in Elderly with Mild Cognitive Impairment Martina Wiwie Setiawan Nasrun; La Febry Andira Rose Cynthia; Nurhadi Ibrahim; Zenik Kusrini; Khamelia Malik; Wanarani Alwin
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Informatics (IJEEI) Vol 10, No 3: September 2022
Publisher : IAES Indonesian Section

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52549/ijeei.v10i3.3555

Abstract

Neuroplasticity is the ability of the brain to change structurally and functionally in compensation for changes related to age or disease. In elderly people, the most common neuroplasticity problem is mild cognitive impairment (MCI). MCI is a syndrome defined as a decrease in cognitive function that is not appropriate for a person's age and educational level. One way to minimize the progress of deterioration in MCI is by doing physical exercise, such as walking. In this study, participants did physical activity by walking at least 4000 steps/day for 3 months. Cognitive function was measured by brain wave parameters with Quantitative Electroencephalography (QEEG). Electroencephalography (EEG) signals were recorded before and after the intervention. The EEG results showed that the QEEG wave parameters after the intervention increased in the alpha frequency band and decreased in the delta frequency band. 
KOMORBIDITAS GANGGUAN TIDUR PADA ANAK DENGAN GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVTAS Evi Evi; Tjhin Wiguna; Khamelia Malik
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v1i1.12086

Abstract

Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan kesulitan dalam mempertahankan atensi, disorganisasi dan atau perilaku psikomotor yang hiperaktif. Patofisiologi dan etiologi GPPH sangat kompleks, bersifat multiaksial dan multifaktorial, melibatkan faktor genetik, lingkungan, berbagai perubahan pada struktur, fungsi dan biokimia dari otak. Sebagai konsekuensinya, GPPH umumnya tidak berdiri sendiri melainkan sering disertai oleh satu atau lebih kondisi komorbid di mana salah satu di antaranya adalah gangguan tidur. Gangguan tidur memang dapat terjadi pada setiap orang, akan tetapi prevalensi gangguan tidur pada GPPH kira-kira 5 kali lebih banyak dari pada tanpa GPPH. Hubungan antara gangguan tidur dan GPPH bersifat kompleks dan multidireksional. Gangguan tidur dapat merupakan gejala dari GPPH, dapat diperburuk oleh GPPH, atau sebaliknya membuat gejala seperti GPPH, dan menambah gejala GPPH bertambah berat. Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan kesulitan dalam mempertahankan atensi, disorganisasi dan atau perilaku psikomotor yang hiperaktif. Patofisiologi dan etiologi GPPH sangat kompleks, bersifat multiaksial dan multifaktorial, melibatkan faktor genetik, lingkungan, berbagai perubahan pada struktur, fungsi dan biokimia dari otak. Sebagai konsekuensinya, GPPH umumnya tidak berdiri sendiri melainkan sering disertai oleh satu atau lebih kondisi komorbid di mana salah satu di antaranya adalah gangguan tidur. Gangguan tidur memang dapat terjadi pada setiap orang, akan tetapi prevalensi gangguan tidur pada GPPH kira-kira 5 kali lebih banyak dari pada tanpa GPPH. Hubungan antara gangguan tidur dan GPPH bersifat kompleks dan multidireksional. Gangguan tidur dapat merupakan gejala dari GPPH, dapat diperburuk oleh GPPH, atau sebaliknya membuat gejala seperti GPPH, dan menambah gejala GPPH bertambah berat.