Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH BATANG PISANG MENJADI KRIPIK DI RT.59 KELURAHAN BATU AMPAR, BALIKPAPAN Fadli Robiandi; Meidi Arisalwadi; Rahmania Rahmania; Agus Rifani; Swastya Rahastama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10542

Abstract

ABSTRAKPada wilayah RT. 59 kelurahan Batu Ampar Balikpapan terdapat perkebunan pisang yang cukup luas milik warga setempat. Pada saat panen, pohon pisang biasanya ditebang dan dibuang begitu saja. Proses ini menghasilkan limbah batang pisang, jika batang tersebut tidak dimanfaatkan. Batang pisang dapat diolah menjadi produk yang lebih bernilai seperti bahan makanan. Salah satu contoh bentuk pemanfaatan batang pisang sebagai bahan makanan adalah pemanfaatan batang pisang menjadi kripik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada warga RT.59 Kelurahan Batu Ampar terkait pemanfaatan limbah batang pisang menjadi kripik melalui kegiatan pelatihan. Rangkaian kegiatan PkM yang dilakukan adalah Survei dan persiapan, kegiatan sosialisasi, pelatihan pembuatan kripik batang pisang dan pengisian kuesioner. Peserta kegiatan ini adalah warga RT.59 Kelurahan Batu Ampar. Berdasarkan hasil kuesioner, peserta menilai pelaksanaan pelatihan pembuatan kripik batang pisang mudah dipahami, langkah dalam proses pembuatan kripik batang pisang mudah  diterapkan dan kripik batang pisang hasil pelatihan menarik dan enak untuk dikonsumsi. Kegiatan PkM ini mampu meningkatkkan wawasan masyarakat RT.59 Kelurahan Batu Ampar Balikpapan, dalam memanfaatkan limbah batang pisang menjadi produk yang lebih bernilai seperti kripik.   Kata kunci: pelatihan; pemanfaatan; kripik; limbah; batang pisang.  ABSTRACTIn the RT area. In 59 villages in Batu Ampar Balikpapan, there are banana plantations that are quite large owned by local residents. At harvest time, banana trees are usually cut down and thrown away. This process produces banana stem waste, if the stem is not utilized. Banana stems can be processed into more valuable products such as foodstuffs. One example of the use of banana stems as food is the use of banana stems into chips. This community service activity (PkM) aims to provide knowledge to residents of RT.59 Batu Ampar Village regarding the utilization of banana stem waste into chips through training activities. The series of PkM activities carried out were surveys and preparations, socialization activities, training on making banana stem chips and filling out questionnaires. The participants of this activity are residents of RT.59 Batu Ampar Village. Based on the results of the questionnaire, participants assessed that the training on making banana stem chips was easy to understand, the steps in the process of making banana stem chips were easy to apply and the training results were interesting and delicious to eat. This PkM activity was able to increase the insight of the people of RT.59 Batu Ampar Village, Balikpapan, in utilizing banana stem waste into more valuable products such as chips.   Keywords: training; utilization; chips; waste; banana stems.
Penyediaan air bersih bagi masyarakat Sei Wain Balikpapan melalui pembangunan rain water harvesting system terintegrasi filter air Swastya Rahastama; Muhammad Rizal Fajar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27121

Abstract

Abstrak Ketersediaan air bersih merupakan hal yang sangat krusial untuk menunjang kebutuhan manusia sehari-hari. Pada beberapa lokasi di Balikpapan, kondisi air tanah terkontaminasi dan memerlukan proses khusus untuk mengubahnya menjadi air bersih. Berdasarkan peninjauan lapangan, daerah RT 36 Sei Wain Kelurahan Karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara memiliki permasalahan terkait air tanah yang berwarna dan berbau. Terjadinya kekeringan waduk akibat efek El Nino juga menimbulkan turunnya pasokan air bersih dari pemerintah. Pembuatan sistem tadah air hujan terintegrasi filter air dapat menjadi solusi bagi warga sekitar untuk mendapatkan cadangan air bersih. Air hujan sebagai sumber utama air bersih dapat ditampung dan dilakukan filtrasi agar layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, banyak masyarakat belum mengetahui pentingnya proses filtrasi air untuk memastikan kelayakan dari air hujan yang ditampung. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk membangun sistem tadah air hujan yang terintegrasi oleh filter air, sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan wawasan tentang penggunaan filter air dan pentingnya menampung air hujan. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari peninjauan lapangan, persiapan, pelaksanaan, dan sosialisasi hasil kegiatan. Instalasi sistem tadah air hujan dilakukan pada sebuah masjid sehingga dapat digunakan oleh seluruh warga. Air hujan hasil tampungan diuji dengan melihat kondisi mikrobiologis, pH, dan TDS. Dari hasil kegiatan pengabdian ini, masyarakat merasakan manfaat langsung air baku dari tampungan air hujan yang difiltrasi serta mendapatkan wawasan baru tentang efek penggunaan filter air. Kata kunci: air bersih; edukasi;filter air; RWHS; Sei Wain. AbstractThe availability of clean water is crucial for meeting daily human needs. In some areas of Balikpapan, groundwater is contaminated and requires special treatment to convert it into clean water. Based on field observations, the RT 36 area of Sei Wain in Karang Joang Village, North Balikpapan District, faces issues with groundwater that is discolored and has an unpleasant odor. The occurrence of reservoir droughts due to the El Niño effect has also led to a decrease in the clean water supply from the government. The construction of a rainwater harvesting system integrated with water filters could be a solution for local residents to obtain a reserve of clean water. Rainwater, as the primary source of clean water, can be collected and filtered to make it suitable for daily use. However, many residents are not yet aware of the importance of the filtration process to ensure the quality of collected rainwater. This community service activity aims to build a rainwater harvesting system integrated with water filters, while also educating the community to raise awareness about the use of water filters and the importance of collecting rainwater. The stages of this community service activity include field observation, preparation, implementation, and socialization of the results. The rainwater harvesting system was installed at a local mosque so that it could be used by all residents. The collected rainwater was tested by examining its microbiological condition, pH, and TDS levels. As a result of this community service activity, the community directly benefited from the filtered rainwater and gained new insights into the effects of using water filters. Keywords: clean water; education; RWHS; Sei Wain; RWHS; water filter.