Roby Firmandil Diharjo
Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : LaGeografiA

Analisis Faktor Minat Belajar Geografi Jurusan IPS di MAN 1 Probolinggo Roby Firmandil Diharjo; Syamsunardi Syamsunardi
LaGeografia Vol 21, No 3 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v21i3.44591

Abstract

Learning continues to be applied to increase student knowledge. Learning strategies are ways to attract students' attention to education. Students who have an interest in education will get a more conducive and active learning atmosphere. The purpose of this study was to find out one of the factors of students' interest in geography subjects majoring in social studies. The method used in this research is descriptive qualitative. Subjects who were targeted in data collection were students majoring in social studies. The results of the research show that students who are interested in taking geography subjects are optimistic because the lessons are carried out full of creativity. Students respond better to each geography subject given by the teacher. The teacher provides creativity that makes students interested in following the lesson. Teacher professionalism is important in attracting students' interest in learning and making the learning atmosphere more enjoyable. This description becomes a reference for the future, education should have a lot of creativity, not only focusing on a theory but collaborating with practicum. The amount of literacy from teachers in managing learning in class will generate interest in student learning, especially in all subjectsAbstrakBelajar terus di terapkan guna peningkatan pengetahuan siswa. Strategi belajar adalah cara dilakukan untuk menarik perhatian siswa di dalam pembelajaran. Siswa yang memiliki minat belajar akan mendapatkan suasan belajar lebih kondusif dan aktif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui salah satu faktor minat peserta didik terhadap mata pelajaran geografi jurusan IPS. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini berupa deskriiptif kualitatif. Subyek yang menjad sasaran dalam pengambilan data adalah siswa jurusan IPS. Hasil penelitian di dapat bahwasannya siswa yang minat mengikuti mata pelajaran geografi bersifat postif di karenakan pelajaran di laksanakan penuh dengan kreativitas. Siswa lebih merespon baik setiap mata pelajaran geografi yang di berikan oleh guru. Guru memberikan kreativitas yang menjadikan siswa minat mengikuti pelajaran. Profesionalitas guru berperan penting untuk menarik perhatian minat belajar siswa dan membuat suasana belajar lebih menyenangkan. Gambaran ini menjadi rujukan untuk masa yang akan datang seharusnya pembelajaran memiliki banyak kreatifitas bukan hanya berfokus pada sebuah teori melainkan mengkolaborasikan dengan praktikum. Banyaknya literasi dari guru dalam mengatur pembelajaran di kelas akan menghasilkan minat belajar siswa khususnya semua mata pelajaran. 
Penerapan Pembelajaran KKL (Kuliah Kerja Lapangan) untuk Meningkatkan Keaktifan Mahasiswa Tadris IPS Roby Firmandil Diharjo; Syamsunardi Syamsunardi
LaGeografia Vol 22, No 1 (2023): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i1.52899

Abstract

Learning IPS is essentially to teach students to recognize various aspects of social symptoms that occur in life. Various symptoms of life must be introduced and conveyed during learning. Good learning invites students to take an active part in learning. Learning conditions that are dominated by educators make students passive. The lack of activeness of students in taking part in learning. This study aims to shape the character of students during learning to increase learning activeness. The declining activeness of students during learning makes the selection of KKL as an alternative to improve the development of students. Observing activities while in the field involves learner activeness so that they can develop their learning activeness. This research covers the KKL activities of Tadris IPS students at Zainul Hasan Islamic University Genggong with climatology meteorology courses conducted at BMKG Malang. The results showed high percentage indicators of 80%, 70%, 90%, and a good percentage of 60%. This research method is qualitative. Learning from time to time must continue to be improved. This research will have a high influence, one of which is as a solution to learning problems, especially increasing the learning activeness of students in the future.AbstrakPembelajaran ips hakekatnya untuk mengajarkan peserta didik mengenal berbagai aspek gejala sosial yang terjadi pada kehidupan. Beragam gejala kehidupan harus di kenalkan dan di sampaikan selama pembelajaran berlangsung. Pembelajaran yang baik mengajak peserta didik untuk ikut andil aktif selama pembelajaran. Kondisi pembelajaran yang banyak di kuasai oleh pendidik menjadikan peserta didik pasif. Kurangnya keaktifan peserta didik dalam ikut andil selama pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik selama pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan belajar. Keaktifan peserta didik yang menurun selama pembelajaran menjadikan pemilihan KKL sebagai alternatif memperbaiki pengembangan peserta didik. Kegiatan mengamati selama di lapangan melibatkan keaktifan peserta didik sehingga bisa mengembangkan keaktifan belajarnya. Penelitian ini mencakup kegiatan KKL mahasiswa Tadris IPS Universitas Islam Zainul Hasan Genggong dengan matakuliah meteorologi klimatologi yang dilaksanakan di BMKG Malang. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Pembelajaran dari masa ke masa harus terus ada pembenahan. Hasil penelitian menunjukkan indikator persentase tinggi sebesar 80%, 70%, 90% dan persentase baik sebesar 60%. Penelitian ini akan memberikan pengaruh yang tinggi salah satunya sebagai solusi dari permasalahan pembelajaran kususnya meningkatkan keaktifan belajar peserta didik di masa yang akan datang.