Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Kajian Kearifan Lokal Kelompok Budaya Dani Lembah Baliem Wamena Papua Albaiti, Albaiti
JURNAL PENDIDIKAN NUSANTARA INDONESIA Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Nusantara Indonesia
Publisher : Office of International Affairs (OIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnopedagogi merupakan praktik pendidikan berbasis kearifan lokal dan bersumber dari nilai-nilai kultural suatu etnis dan menjadi standar perilaku. Sebagaimana kelompok-kelompok budaya pedalaman Papua lainnya, umumnya tingkat pendidikan (formal) dan kesadaran untuk menimba ilmu kelompok budaya Dani masih rendah. Oleh karena itu, pengkajian mendalam mengenai kelompok budaya Dani perlu dilakukan untuk mengungkap kearifan lokal atau nilai pendidikan yang ada dalam kelompok budaya ini (indigenous science) yang diharapkan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat setempat betapa pentingnya pendidikan untuk kemajuan peradaban dan tingkat kesejahteraan hidup manusia. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa nilai-nilai yang terdapat dalam kearifan lokal kelompok budaya Dani antara lain masyarakat Dani hidup dalam kebersamaan yang dipimpin oleh seorang pemimpin adat. Orang Dani memandang dunia mereka sebagai suatu “alam semesta yang hidup” yang harus diperlakukan dengan rasa hormat yang besar. Orang Dani selain menjunjung tinggi kebersamaan, juga menjunjung tinggi gotong-royong, saling membantu dan rasa kekerabatan yang tinggi yang terlihat pada kegiatan bakar batu dan peristiwa potong jari. Kelompok budaya Dani memanfaatkan lingkungan alamnya untuk keberlangsungan hidupnya dengan mengelompokkan tanam-tanaman sesuai dengan kegunaannya. Banyak istilah (pelebelan) yang digunakan masyarakat Dani untuk merujuk pada tumbuhan maka semakin menunjukkan nilai penting tumbuhan tersebut bagi masyarakat setempat sekaligus memperlihatkan adanya penekanan budaya pada area tersebut. Masyarakat Dani memiliki kesadaran untuk menjaga keseimbangan alam yaitu usaha untuk konservasi tanah kebun di lereng bukit yang memang sensitif terhadap erosi dan longsor. Terdapat pula pengetahuan masyarakat setempat (indigenous science) yang memanfaatkan tumbuhan sebagi bahan obat misalnya buah merah dan sayur lilin. Akhirnya, melalui kajian ini, diharapkan dapat memberi masukan bagi pendidik maupun pemerintah daerah di kabupaten Wamena dan sekitarnya untuk dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Dani dengan mengangkat nilai-nilai positif yang sudah dibangun dan diwariskan secara turun-temurun di dalam kelompok budaya ini.Kata Kunci— Kearifan Lokal, Kelompok Budaya Dani, Lembah Baliem, Papua
THE STUDY OF MENTAL MODEL ON N-HEXANE-METHANOL BINARY SYSTEM (THE VALIDATION OF PHYSICAL CHEMISTRY PRACTICUM PROCEDURE) Albaiti, Albaiti; Liliasari, Liliasari; Sumarna, Omay
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v5i1.5783

Abstract

N-hexane and methanol systen is one example of a binary system that shows the solubility properties of reciprocity. This study aimed to assess the mental model of a n-hexane-methanolbinary system. Interaction at the submicroscopic level between n-hexane and methanol molecules is described in the form of mental model. Penelitian ini menggunakan cloud point method untuk memperoleh data kesetimbangan cair-cair sistem n-heksana-metanol. This study used a cloud point method to obtain data on liquid-liquid equilibrium on the system of n-hexane-methanol. Research data showed the maximum critical temperature (above the consolute temperature) of this system was at 42.95 °C with Xmethanol = 0.475 (P= 715 mmHg). Data from the laboratory observations was representedas a symbolic level in the form of the curve of correlation between mole fraction of methanol with temperature in a phase diagram system of n-hexane-methanol. The curve that was formed was asymmetric. It indicated that the solubility of n-hexane in methanol was relatively small compared to the solubility of methanol in n-hexane. Mental model of the binary system of n-hexane-methanol in four curve areasin the form of visualization of the interaction between n-hexane and methanol molecules through London force. In thermodynamics, each component had the same chemical potential inboth phases at equilibrium state. This study results could have a contribution to form a mental model on the student as the prospective chemistry subject teachers.
THE STUDY OF MENTAL MODEL ON N-HEXANE-METHANOL BINARY SYSTEM (THE VALIDATION OF PHYSICAL CHEMISTRY PRACTICUM PROCEDURE) Albaiti, A.; Liliasari, L.; Sumarna, O.
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v5i1.5783

Abstract

N-hexane and methanol systen is one example of a binary system that shows the solubility properties of reciprocity. This study aimed to assess the mental model of a n-hexane-methanolbinary system. Interaction at the submicroscopic level between n-hexane and methanol molecules is described in the form of mental model. Penelitian ini menggunakan cloud point method untuk memperoleh data kesetimbangan cair-cair sistem n-heksana-metanol. This study used a cloud point method to obtain data on liquid-liquid equilibrium on the system of n-hexane-methanol. Research data showed the maximum critical temperature (above the consolute temperature) of this system was at 42.95 °C with Xmethanol = 0.475 (P= 715 mmHg). Data from the laboratory observations was representedas a symbolic level in the form of the curve of correlation between mole fraction of methanol with temperature in a phase diagram system of n-hexane-methanol. The curve that was formed was asymmetric. It indicated that the solubility of n-hexane in methanol was relatively small compared to the solubility of methanol in n-hexane. Mental model of the binary system of n-hexane-methanol in four curve areasin the form of visualization of the interaction between n-hexane and methanol molecules through London force. In thermodynamics, each component had the same chemical potential inboth phases at equilibrium state. This study results could have a contribution to form a mental model on the student as the prospective chemistry subject teachers.
DEVELOPMENT OF STEM-BASED THERMODYNAMICS E-MODULES INTEGRATED WITH PROBLEM SOLVING TO IMPROVE CRITICAL THINKING SKILLS AND LEARNING OUTCOMES Parwiti, Endang; Siregar, Tiurlina; Albaiti, Albaiti
Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia Vol 12 No 3 (2024): JURNAL ILMU PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Master of Science Education Program, Postgraduate Program of Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jipi.v12i3.4058

Abstract

Abstract: This study aims to determine how to create, develop and feasibility of STEM-based thermodynamics e-modules integrated with problem solving in improving critical thinking skills and learning outcomes of class XI students of SMA YPK Bintuni. The research method is research and development (R&D) by adopting five stages of the ADDIE model (analyze, design, develop, implement and evaluate). The instruments used in the study were e-module feasibility test sheets, learning outcome tests and critical thinking ability test results for the trial use of e-modules. E-modules were analyzed empirically using the SPSS version 20 application. The developed e-modules have been validated using a Likert scale on aspects of content feasibility, language feasibility and presentation feasibility. The sampling technique was purposive sampling, with a research sample of class XI IPA SMA YPK Bintuni with a total of 20 people. The results showed that the developed STEM-based Thermodynamics e-module integrated with problem solving was very feasible to be used in learning with an average validator assessment of 90%. The Thermodynamics e-module is practical to use and effective in improving critical thinking skills and student learning outcomes, obtaining n-Gain of 0.53 in the medium category and 0.71 in the high category respectively.   Keywords:   E-module, Thermodynamics, critical thinking skills, problem solving, STEM.             Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara membuat, mengembangkan dan kelayakan e-modul termodinamika berbasis STEM terintegrasi problem solving dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik kelas XI SMA YPK Bintuni. Metode penelitian ini adalah research and devolopment (R&D) dengan mengadopsi lima tahapan model ADDIE (analyze, design, devolopmnet, implemention dan evaluation). Instrumen yang digunakan pada penelitian adalah lembar uji kelayakan e-modul, tes hasil belajar dan tes hasil kemampuan berpikir kritis peserta didik untuk uji coba penggunaan e-modul. E-modul dianalisis secara empirik menggunakan aplikasi SPSS versi 20. E-modul yang dikembangkan telah divalidasi menggunakan skala likert pada aspek kelayakan isi, kelayakan bahasa dan kelayakan penyajian.  Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, dengan sampel penelitian kelas XI IPA SMA YPK Bintuni dengan jumlah 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul Termodinamika berbasis STEM terintegrasi problem solving yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran dengan rata-rata penilaian validator sebesar 90%. E-modul Termodinamika tersebut praktis digunakan, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik memperoleh n-Gain masing-masing 0,53 kategori sedang dan 0,71 kategori tinggi.   Kata kunci: E-modul, Termodinamika, kemampuan berpikir kritis, problem solving, STEM
Penerapan Manajemen Kesiswaan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Di SMA Negeri 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Wenda, Miletus; Lumbantobing, Happy; Kusdianto, Kusdianto; Tanta, C.; Mataputun, Yulius; Albaiti, Albaiti
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2138

Abstract

Kedisiplinan siswa merupakan indikator penting keberhasilan pendidikan karena menciptakan iklim belajar yang tertib, kondusif, dan efektif. Di SMA Negeri 1 Tiom, pengamatan awal menunjukkan masih adanya perilaku indisipliner, seperti keterlambatan, ketidakpatuhan terhadap aturan berpakaian, dan rendahnya partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis penerapan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di sekolah tersebut. Fokus penelitian meliputi pengelolaan absensi, pengawasan kepatuhan berpakaian, pembinaan ketepatan waktu, pembinaan disiplin melalui kegiatan ekstrakurikuler, faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya terhadap perilaku siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, yang melibatkan kepala sekolah, guru, wali kelas, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan diuji melalui triangulasi. Hasil menunjukkan manajemen kesiswaan diterapkan secara terencana, terorganisasi, dan konsisten melalui pengawasan kehadiran, penegakan disiplin berpakaian, pembiasaan ketepatan waktu, serta keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler. Faktor pendukung meliputi komitmen pimpinan, kerja sama guru, dan dukungan orang tua, sedangkan penghambat mencakup keterbatasan sarana, kondisi geografis, dan keberagaman latar siswa. Penerapannya berdampak positif terhadap kehadiran, kepatuhan, dan tanggung jawab siswa, membentuk budaya disiplin serta lingkungan belajar yang tertib dan efektif.
Penerapan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Menggunakan Teknik Kelompok Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru Yahya, Yahya; Mataputun, Yulius; Masreng, Robert; C. Tanta, C. Tanta; Gultom, Monika; Albaiti, Albaiti
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8221

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada diskrepansi tajam antara proyeksi anggaran tunjangan profesi guru nasional sebesar Rp110 triliun dengan rendahnya kinerja riil di lapangan, serta kondisi sosiogeografis dan keamanan ekstrem di wilayah Papua yang memerlukan model kepemimpinan instruksional yang adaptif dan humanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan supervisi akademik kepala sekolah menggunakan teknik kelompok untuk meningkatkan profesionalisme guru di SD Negeri Guninggame, Kabupaten Lanny Jaya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, waktu, dan teknik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan supervisi akademik teknik kelompok secara sistematis yang mencakup empat tahap, yaitu: (1) perencanaan, dengan menyusun program supervisi berdasarkan kebutuhan guru dan kondisi sekolah; (2) pelaksanaan, melalui kegiatan kelompok seperti diskusi kelompok, observasi teman sejawat, dan demonstrasi mengajar yang dilaksanakan secara partisipatif dan humanis; (3) evaluasi, dengan melakukan penilaian terhadap proses dan hasil pelaksanaan supervisi untuk mengetahui tingkat keberhasilan serta kendala yang dihadapi; dan (4) tindak lanjut, melalui pembinaan lanjutan berupa pelatihan internal yang dilaksanakan secara kolaboratif. Di samping itu, pelaksanaan supervisi akademik teknik kelompok masih menghadapi beberapa hambatan, yaitu keterbatasan waktu, perbedaan tingkat pemahaman guru, serta keterbatasan sarana pendukung. Namun demikian, program ini didukung oleh komitmen kepala sekolah yang tinggi dan motivasi guru yang kuat. Secara keseluruhan, penerapan supervisi akademik teknik kelompok memberikan dampak positif terhadap peningkatan profesionalisme guru, terutama dalam penguatan kompetensi pedagogik, pengembangan profesional secara berkelanjutan, peningkatan kedisiplinan kerja, serta penguatan etika dan tanggung jawab profesi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bidang manajemen pendidikan, khususnya pada penguatan praktik supervisi akademik di sekolah dasar.
Implementasi Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dalam Menciptakan Budaya Sekolah Suparman, Suparman; Mataputun, Yulius; Tanta, C.; Albaiti, Albaiti; Hutabarat, Ida M.; Wahyudin, Urip
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8255

Abstract

Kompetensi manajerial kepala sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya sekolah yang kondusif, disiplin, dan berkarakter, terutama pada sekolah di wilayah dengan keterbatasan sarana, prasarana, serta kondisi geografis yang menantang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menciptakan budaya sekolah di SMP Negeri 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode partisipatif. Subjek penelitian terdiri dari 12 informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, siswa, orang tua, dan tokoh masyarakat. Instrumen utama adalah peneliti (human instrument) yang didukung pedoman wawancara terstruktur, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, waktu, serta peningkatan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mengimplementasikan kompetensi manajerial melalui enam aspek utama. Pertama, perencanaan sekolah dilakukan secara sistematis dan partisipatif dengan melibatkan guru dan tenaga kependidikan. Kedua, penciptaan budaya dan iklim sekolah yang kondusif melalui pembiasaan disiplin, keteladanan, serta penanaman nilai kebersamaan dan tanggung jawab. Ketiga, pengelolaan guru dan staf dilakukan secara optimal melalui pembagian tugas, pembinaan, dan motivasi kerja. Keempat, pengelolaan kurikulum dan pembelajaran diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan. Kelima, pengelolaan sistem informasi dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Keenam, pemanfaatan teknologi informasi digunakan untuk mendukung pembelajaran dan manajemen sekolah. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas, sumber daya manusia, dan dukungan teknologi, implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah secara umum memberikan kontribusi positif dalam membentuk budaya sekolah yang tertib, harmonis, berkarakter, serta mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Berwawasan Multikultural Dalam Pencegahan Intoleransi Di Lingkungan Sekolah Swarso, Edi; Mataputun, Yulius; Masreng, Robert; Tanta, C.; Albaiti, Albaiti; Gultom, Monika
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8256

Abstract

  Tantangan intoleransi saat ini menjadi ancaman serius bagi integritas pendidikan nasional, di mana realitas empiris menunjukkan adanya peningkatan jumlah pelajar yang terpapar paham eksklusivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dalam pencegahan intoleransi dengan fokus spesifik pada SMAN 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus tunggal, di mana data primer digali melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan kunci yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data diintegrasikan melalui observasi partisipatif dan studi dokumentasi, sementara keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah SMAN 1 Tiom telah menerapkan kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dengan membawa perubahan, menginspirasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan yang diwujudkan melalui pemberian contoh dan sikap dalam bertindak sehari-hari. Melalui penerapan visi multikultural dan kecerdasan budaya ke dalam gaya kepemimpinan yang inklusif, partisipatif dan integrasi antara keteladanan personal, komunikasi organisasi yang terbuka, dan penegakan keadilan yang non-diskriminatif, kepala sekolah berhasil menciptakan budaya sekolah yang harmonis dan inklusif dengan saling menghargai, menerapkan persamaan hak laki-laki dan perempuan serta memberikan kesempatan yang sama. Dengan melibatkan siswa secara konsultif, kolaboratif dan dipimpin oleh anak dalam pengambilan kebijakan sekolah maupun pelaksanaan kegiatan sekolah mampu mencegah intoleransi di sekolah. Faktor pendukung kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dari iklim organisasi, kurikulum, dan sarana sekolah yang memadai sedangkan faktor penghambatnya aspek kognitif, sikap individu dan kurangnya sosialiasi pendidikan multikultural ditengah masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam kajian kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dalam pencegahan intoleransi dari perspektif Papua Pegunungan.
PENGUATAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS PESERTA DIDIK SMA MELALUI BIMBINGAN PRAKTIKUM PADA MATERI TERMOKIMIA DAN PENURUNAN TITIK BEKU LARUTAN Albaiti, Albaiti; Aryesam, Agnes; Kwamtagai, Clara Esterlina; Sawaki, Celine Dion Ayu Naema
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/bumir.v9i1.10288

Abstract

Keterampilan generik sains merupakan kemampuan berpikir kritis dan analitis, berkontribusi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia yang diperlukan di era abad 21. Salah satu SMA YPK di Kabupaten Jayapura memiliki tantangan tersendiri dalam mewujudkan tujuan ini karena keterbatasan fasilitas laboratorium dan rendahnya pengalaman peserta didik dalam melaksanakan kegiatan praktikum. Materi termokimia dan pemahaman tentang penurunan titik beku larutan merupakan aspek penting dalam pelajaran kimia yang mengintegrasikan pemahaman konseptual dengan keterampilan praktis. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah penguatan keterampilan generik sains peserta didik melalui kegiatan praktikum terstruktur pada materi termokimia dan penurunan titik beku larutan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi (1) Praktikum terstruktur tentang Termokimia dan Penurunan Titik Beku Larutan menggunakan pendekatan demonstrasi, eksperimen kelompok, dan diskusi hasil eksperimen. (2) Pendampingan langsung dan evaluasi kegiatan praktikum untuk memastikan penguasaan keterampilan generik sains peserta didik. Bimbingan praktikum berbasis keterampilan generik sains mengembangkan kemampuan pengamatan, penalaran kausal, bahasa simbolik, dan pemodelan matematis peserta didik. Berdasarkan hasil penilaian keterampilan generik sains peserta didik maka kegiatan ini dikatakan berhasil karena telah memenuhi kriteria minimal dari indikator keberhasilan yaitu minimal 50% peserta didik memperoleh kriteria penilaian baik.Kata Kunci: Keterampilan generik sains, praktikum, termokimia, penurunan titik beku larutan.
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Di SMP Negeri 1 Poga Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Kogoya, Eita; W. Mangolo, Ewendi; Sampebua, Mingsep Rante; Albaiti, Albaiti; Gultom, Monika; M. Hutabarat, Ida
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2276

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat di SMP Negeri 1 Poga Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan dengan tujuan penelitian untuk menganalisis peran orang tua dan komite sekolah memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar, mensinergikan program pada lingkungan akademisi dan giat pendidikan LSM, faktor pendukung dan penghambat serta dampak implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.. Informan sebanyak 15 orang terdiri dari kepala sekolah, guru, tata usaha, masyarakat, siswa orang tua, komite sekolah dan LSM dari LMA Kabupaten Lanny Jaya. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara dan melakukan keabsahan data melalui kecermatan data penelitian dan triangulasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat di SMP Negeri 1 Poga 1) melibatkan peran orang tua dan komite sekolah dalam penguatan pendidikan karakter telah berjalan dan menunjukkan dampak positif melalui sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya terprogram secara sistematis dan berkelanjutan. 2) Memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar dengan pemanfaatan potensi lingkungan, kolaborasi dengan akademisi serta LSM, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan telah meningkatkan partisipasi orang tua dan masyarakat, menciptakan iklim serta budaya sekolah yang lebih tertib, nyaman, dan kondusif, serta membentuk perilaku positif dan disiplin siswa. 3) Penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat dengan mensinergikan program pada lingkungan akademisi dan giat pendidikan LSM berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, baik pada proses pembelajaran maupun perkembangan karakter dan akademik siswa secara menyeluruh. 4) Faktor pendukung keberhasilan implementasi didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, kerja sama warga sekolah, komunikasi yang baik, serta dukungan orang tua dan masyarakat, sementara kendala masih ditemui pada keterbatasan waktu, sarana prasarana, pemerataan partisipasi orang tua, dan koordinasi program. Oleh karena itu, keberlanjutan penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat memerlukan perencanaan yang lebih matang, dukungan kebijakan, ketersediaan sumber daya, serta komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan.