Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Kajian Kearifan Lokal Kelompok Budaya Dani Lembah Baliem Wamena Papua Albaiti, Albaiti
JURNAL PENDIDIKAN NUSANTARA INDONESIA Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Nusantara Indonesia
Publisher : Office of International Affairs (OIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnopedagogi merupakan praktik pendidikan berbasis kearifan lokal dan bersumber dari nilai-nilai kultural suatu etnis dan menjadi standar perilaku. Sebagaimana kelompok-kelompok budaya pedalaman Papua lainnya, umumnya tingkat pendidikan (formal) dan kesadaran untuk menimba ilmu kelompok budaya Dani masih rendah. Oleh karena itu, pengkajian mendalam mengenai kelompok budaya Dani perlu dilakukan untuk mengungkap kearifan lokal atau nilai pendidikan yang ada dalam kelompok budaya ini (indigenous science) yang diharapkan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat setempat betapa pentingnya pendidikan untuk kemajuan peradaban dan tingkat kesejahteraan hidup manusia. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa nilai-nilai yang terdapat dalam kearifan lokal kelompok budaya Dani antara lain masyarakat Dani hidup dalam kebersamaan yang dipimpin oleh seorang pemimpin adat. Orang Dani memandang dunia mereka sebagai suatu “alam semesta yang hidup” yang harus diperlakukan dengan rasa hormat yang besar. Orang Dani selain menjunjung tinggi kebersamaan, juga menjunjung tinggi gotong-royong, saling membantu dan rasa kekerabatan yang tinggi yang terlihat pada kegiatan bakar batu dan peristiwa potong jari. Kelompok budaya Dani memanfaatkan lingkungan alamnya untuk keberlangsungan hidupnya dengan mengelompokkan tanam-tanaman sesuai dengan kegunaannya. Banyak istilah (pelebelan) yang digunakan masyarakat Dani untuk merujuk pada tumbuhan maka semakin menunjukkan nilai penting tumbuhan tersebut bagi masyarakat setempat sekaligus memperlihatkan adanya penekanan budaya pada area tersebut. Masyarakat Dani memiliki kesadaran untuk menjaga keseimbangan alam yaitu usaha untuk konservasi tanah kebun di lereng bukit yang memang sensitif terhadap erosi dan longsor. Terdapat pula pengetahuan masyarakat setempat (indigenous science) yang memanfaatkan tumbuhan sebagi bahan obat misalnya buah merah dan sayur lilin. Akhirnya, melalui kajian ini, diharapkan dapat memberi masukan bagi pendidik maupun pemerintah daerah di kabupaten Wamena dan sekitarnya untuk dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Dani dengan mengangkat nilai-nilai positif yang sudah dibangun dan diwariskan secara turun-temurun di dalam kelompok budaya ini.Kata Kunci— Kearifan Lokal, Kelompok Budaya Dani, Lembah Baliem, Papua
THE STUDY OF MENTAL MODEL ON N-HEXANE-METHANOL BINARY SYSTEM (THE VALIDATION OF PHYSICAL CHEMISTRY PRACTICUM PROCEDURE) Albaiti, Albaiti; Liliasari, Liliasari; Sumarna, Omay
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v5i1.5783

Abstract

N-hexane and methanol systen is one example of a binary system that shows the solubility properties of reciprocity. This study aimed to assess the mental model of a n-hexane-methanolbinary system. Interaction at the submicroscopic level between n-hexane and methanol molecules is described in the form of mental model. Penelitian ini menggunakan cloud point method untuk memperoleh data kesetimbangan cair-cair sistem n-heksana-metanol. This study used a cloud point method to obtain data on liquid-liquid equilibrium on the system of n-hexane-methanol. Research data showed the maximum critical temperature (above the consolute temperature) of this system was at 42.95 °C with Xmethanol = 0.475 (P= 715 mmHg). Data from the laboratory observations was representedas a symbolic level in the form of the curve of correlation between mole fraction of methanol with temperature in a phase diagram system of n-hexane-methanol. The curve that was formed was asymmetric. It indicated that the solubility of n-hexane in methanol was relatively small compared to the solubility of methanol in n-hexane. Mental model of the binary system of n-hexane-methanol in four curve areasin the form of visualization of the interaction between n-hexane and methanol molecules through London force. In thermodynamics, each component had the same chemical potential inboth phases at equilibrium state. This study results could have a contribution to form a mental model on the student as the prospective chemistry subject teachers.
THE STUDY OF MENTAL MODEL ON N-HEXANE-METHANOL BINARY SYSTEM (THE VALIDATION OF PHYSICAL CHEMISTRY PRACTICUM PROCEDURE) Albaiti, A.; Liliasari, L.; Sumarna, O.
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v5i1.5783

Abstract

N-hexane and methanol systen is one example of a binary system that shows the solubility properties of reciprocity. This study aimed to assess the mental model of a n-hexane-methanolbinary system. Interaction at the submicroscopic level between n-hexane and methanol molecules is described in the form of mental model. Penelitian ini menggunakan cloud point method untuk memperoleh data kesetimbangan cair-cair sistem n-heksana-metanol. This study used a cloud point method to obtain data on liquid-liquid equilibrium on the system of n-hexane-methanol. Research data showed the maximum critical temperature (above the consolute temperature) of this system was at 42.95 °C with Xmethanol = 0.475 (P= 715 mmHg). Data from the laboratory observations was representedas a symbolic level in the form of the curve of correlation between mole fraction of methanol with temperature in a phase diagram system of n-hexane-methanol. The curve that was formed was asymmetric. It indicated that the solubility of n-hexane in methanol was relatively small compared to the solubility of methanol in n-hexane. Mental model of the binary system of n-hexane-methanol in four curve areasin the form of visualization of the interaction between n-hexane and methanol molecules through London force. In thermodynamics, each component had the same chemical potential inboth phases at equilibrium state. This study results could have a contribution to form a mental model on the student as the prospective chemistry subject teachers.
DEVELOPMENT OF STEM-BASED THERMODYNAMICS E-MODULES INTEGRATED WITH PROBLEM SOLVING TO IMPROVE CRITICAL THINKING SKILLS AND LEARNING OUTCOMES Parwiti, Endang; Siregar, Tiurlina; Albaiti, Albaiti
Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia Vol 12 No 3 (2024): JURNAL ILMU PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Master of Science Education Program, Postgraduate Program of Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jipi.v12i3.4058

Abstract

Abstract: This study aims to determine how to create, develop and feasibility of STEM-based thermodynamics e-modules integrated with problem solving in improving critical thinking skills and learning outcomes of class XI students of SMA YPK Bintuni. The research method is research and development (R&D) by adopting five stages of the ADDIE model (analyze, design, develop, implement and evaluate). The instruments used in the study were e-module feasibility test sheets, learning outcome tests and critical thinking ability test results for the trial use of e-modules. E-modules were analyzed empirically using the SPSS version 20 application. The developed e-modules have been validated using a Likert scale on aspects of content feasibility, language feasibility and presentation feasibility. The sampling technique was purposive sampling, with a research sample of class XI IPA SMA YPK Bintuni with a total of 20 people. The results showed that the developed STEM-based Thermodynamics e-module integrated with problem solving was very feasible to be used in learning with an average validator assessment of 90%. The Thermodynamics e-module is practical to use and effective in improving critical thinking skills and student learning outcomes, obtaining n-Gain of 0.53 in the medium category and 0.71 in the high category respectively.   Keywords:   E-module, Thermodynamics, critical thinking skills, problem solving, STEM.             Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara membuat, mengembangkan dan kelayakan e-modul termodinamika berbasis STEM terintegrasi problem solving dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik kelas XI SMA YPK Bintuni. Metode penelitian ini adalah research and devolopment (R&D) dengan mengadopsi lima tahapan model ADDIE (analyze, design, devolopmnet, implemention dan evaluation). Instrumen yang digunakan pada penelitian adalah lembar uji kelayakan e-modul, tes hasil belajar dan tes hasil kemampuan berpikir kritis peserta didik untuk uji coba penggunaan e-modul. E-modul dianalisis secara empirik menggunakan aplikasi SPSS versi 20. E-modul yang dikembangkan telah divalidasi menggunakan skala likert pada aspek kelayakan isi, kelayakan bahasa dan kelayakan penyajian.  Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, dengan sampel penelitian kelas XI IPA SMA YPK Bintuni dengan jumlah 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul Termodinamika berbasis STEM terintegrasi problem solving yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran dengan rata-rata penilaian validator sebesar 90%. E-modul Termodinamika tersebut praktis digunakan, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik memperoleh n-Gain masing-masing 0,53 kategori sedang dan 0,71 kategori tinggi.   Kata kunci: E-modul, Termodinamika, kemampuan berpikir kritis, problem solving, STEM
Penerapan Manajemen Kesiswaan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Di SMA Negeri 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Wenda, Miletus; Lumbantobing, Happy; Kusdianto, Kusdianto; Tanta, C.; Mataputun, Yulius; Albaiti, Albaiti
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2138

Abstract

Kedisiplinan siswa merupakan indikator penting keberhasilan pendidikan karena menciptakan iklim belajar yang tertib, kondusif, dan efektif. Di SMA Negeri 1 Tiom, pengamatan awal menunjukkan masih adanya perilaku indisipliner, seperti keterlambatan, ketidakpatuhan terhadap aturan berpakaian, dan rendahnya partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis penerapan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di sekolah tersebut. Fokus penelitian meliputi pengelolaan absensi, pengawasan kepatuhan berpakaian, pembinaan ketepatan waktu, pembinaan disiplin melalui kegiatan ekstrakurikuler, faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya terhadap perilaku siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, yang melibatkan kepala sekolah, guru, wali kelas, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan diuji melalui triangulasi. Hasil menunjukkan manajemen kesiswaan diterapkan secara terencana, terorganisasi, dan konsisten melalui pengawasan kehadiran, penegakan disiplin berpakaian, pembiasaan ketepatan waktu, serta keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler. Faktor pendukung meliputi komitmen pimpinan, kerja sama guru, dan dukungan orang tua, sedangkan penghambat mencakup keterbatasan sarana, kondisi geografis, dan keberagaman latar siswa. Penerapannya berdampak positif terhadap kehadiran, kepatuhan, dan tanggung jawab siswa, membentuk budaya disiplin serta lingkungan belajar yang tertib dan efektif.
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Di SMP Negeri 1 Poga Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Kogoya, Eita; W. Mangolo, Ewendi; Sampebua, Mingsep Rante; Albaiti, Albaiti; Gultom, Monika; M. Hutabarat, Ida
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2276

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat di SMP Negeri 1 Poga Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan dengan tujuan penelitian untuk menganalisis peran orang tua dan komite sekolah memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar, mensinergikan program pada lingkungan akademisi dan giat pendidikan LSM, faktor pendukung dan penghambat serta dampak implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.. Informan sebanyak 15 orang terdiri dari kepala sekolah, guru, tata usaha, masyarakat, siswa orang tua, komite sekolah dan LSM dari LMA Kabupaten Lanny Jaya. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara dan melakukan keabsahan data melalui kecermatan data penelitian dan triangulasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat di SMP Negeri 1 Poga 1) melibatkan peran orang tua dan komite sekolah dalam penguatan pendidikan karakter telah berjalan dan menunjukkan dampak positif melalui sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya terprogram secara sistematis dan berkelanjutan. 2) Memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar dengan pemanfaatan potensi lingkungan, kolaborasi dengan akademisi serta LSM, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan telah meningkatkan partisipasi orang tua dan masyarakat, menciptakan iklim serta budaya sekolah yang lebih tertib, nyaman, dan kondusif, serta membentuk perilaku positif dan disiplin siswa. 3) Penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat dengan mensinergikan program pada lingkungan akademisi dan giat pendidikan LSM berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, baik pada proses pembelajaran maupun perkembangan karakter dan akademik siswa secara menyeluruh. 4) Faktor pendukung keberhasilan implementasi didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, kerja sama warga sekolah, komunikasi yang baik, serta dukungan orang tua dan masyarakat, sementara kendala masih ditemui pada keterbatasan waktu, sarana prasarana, pemerataan partisipasi orang tua, dan koordinasi program. Oleh karena itu, keberlanjutan penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat memerlukan perencanaan yang lebih matang, dukungan kebijakan, ketersediaan sumber daya, serta komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Pengelolaan Pendidikan Kesetaraan Berbasis Kebutuhan Pasar Kerja (Studi Kasus Pada PKBM Imanuel Jibama Distrik Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan) Kogoya, Lesman; Tanta, C.; Masreng, Robert; Kusdiyanto, Kusdiyanto; Albaiti, Albaiti; Waromi, Juliana
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2361

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Pengelolaan Pendidikan Kesetaraan Berbasis Kebutuhan Pasar Kerja (Studi Kasus Pada PKBM Imanuel Jibama Distrik Makki Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan). Tujuan penelitian untuk menganalisis perencanaan program pendidikan, pelaksanaan proses pembelajaran, pengelolaan tenaga pendidik, pengelolaan sarana prasarana, serta evaluasi hasil belajar warga belajar serta faktor pendukung dan penghambat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan sebanyak 8 yaitu Kepala Sekolah/Ketua, Tenaga pendidik/Tutor 1 orang, Tenaga kependidikan 2 orang, Koordinator program pendidikan kesetaraan 1 orang dan 3 orang peserta warga bepalajar. Data diperoleh menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi melalui keabsahan data dan dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh pengelolaan pendidikan kesetaraan berbasis kebutuhan pasar kerja pada tahap perencanaan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pendidikan masyarakat serta kondisi lingkungan setempat. Namun lebih berorientasi pada pemenuhan standar program pendidikan kesetaraan secara administratif dan belum sepenuhnya berbasis pada analisis kebutuhan pasar kerja secara sistematis. Pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan mengacu pada kurikulum pendidikan kesetaraan yang lebih menekankan pada pencapaian kompetensi akademik, sementara integrasi pembelajaran berbasis keterampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja masih belum optimal. Pengelolaan tenaga pendidik menunjukkan komitmen dalam melaksanakan pembelajaran serta membimbing warga belajar selama proses pendidikan berlangsung. Namun pengembangan kompetensi tutor dalam melaksanakan pembelajaran berbasis keterampilan kerja masih terbatas karena minimnya kesempatan pelatihan dan pengembangan profesional bagi tutor. Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di PKBM Imanuel Jibama masih menghadapi berbagai keterbatasan. Fasilitas pembelajaran yang tersedia masih terbatas pada sarana dasar seperti ruang belajar dan buku pelajaran. Evaluasi hasil belajar warga belajar dilaksanakan melalui berbagai bentuk penilaian, seperti penilaian tugas, ujian, dan evaluasi akhir pembelajaran sesuai dengan ketentuan program pendidikan kesetaraan namun lebih berfokus pada pencapaian kompetensi akademik, sementara evaluasi terhadap penguasaan keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja masih belum menjadi bagian utama dalam sistem penilaian. Faktor pendukung komitmen tutor dalam melaksanakan pembelajaran, dukungan masyarakat terhadap program pendidikan, serta adanya koordinasi antara pengelola PKBM, tutor, dan tenaga kependidikan. Faktor penghambat keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran, keterbatasan kompetensi tutor dalam mengembangkan pembelajaran berbasis keterampilan kerja, minimnya program pelatihan keterampilan bagi warga belajar, serta terbatasnya kemitraan antara PKBM dengan dunia usaha dan dunia kerja.