Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISA NUMERIK TSUNAMI PANGANDARAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MITIGASI BENCANA Lulut Alfaris; Arif Baswantara; Suhernalis Suhernalis
Marlin : Marine and Fisheries Science Technology Journal Vol 1, No 1 (2020): (Februari, 2020)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.048 KB) | DOI: 10.15578/marlin.V1.I1.2020.39-45

Abstract

Lempeng Eurasia adalah lempeng tektonik terbesar ketiga yang berada di daerah Eurasia, daratan yang terdiri dari benua Eropa dan Asia. Lempeng Sunda merupakan bagian dari Lempeng Eurasia yang rumit secara tektonik dan aktif secara seismik.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakterisik pola patahan akibat gempabumi tanggal 17 Juli 2006 di Laut Selatan Jawa dengan sumber data dari katalog gempa bumi USGS. Analisis bola fokus bahwa gempa tanggal 17 Juli 2006 dengan koordinat 9.3° S dan 107.4° E adalah kombinasi sesar mendatar dan sesar naik atau jenis sesar ini disebut juga oblique. Hasil analisis 3D Focal Mechanism dan perhitungan rumus empiris menunjukkan bahwa terjadinya penjalaran gelombang tsunami (Tsunami Travel Time) kedaerah pantai dipesisir Jawa selatan mempunyai waktu sekitar 30 menit, sehingga diperlukan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. The Eurasian Plate is the third largest tectonic plate in the Eurasia region, a land consisting of Europe and Asia. The Sunda Plate is part of the Eurasian Plate which is complicated by tectonics and seismically active. The purpose of this study is to determine the characteristics of the fault patterns due to the earthquake on 17 July 2006 in the South Sea of Java with data sources from the USGS earthquake catalog. Focus ball analysis that the earthquake on July 17, 2006 with coordinates 9.3° S and 107.4° E is a combination of horizontal faults and rising faults or this type of fault is also called oblique. The results of the 3D Focal Me chanism analysis and the calculation of empirical formulas indicate that the occurrence of tsunami wave propagation in the coastal areas of South Java approximately 30 minutes, so that preparedness is needed in the face of disasters.
Rancang Bangun Alat Destilasi Air Laut yang Dilengkapi Pemanas Air Sederhana Raihan Natawisastra; Rikha Bramawanto; Ma’muri Ma’muri; Lulut Alfaris; Suhernalis Suhernalis
Jurnal Kelautan Nasional Vol 17, No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.149 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v17i2.11382

Abstract

Penduduk Indonesia yang tinggal di kawasan pesisir belum seluruhnya mendapatkan akses air tawar yang bersih dan layak konsumsi. Bantuan Pemerintah berupa alat desalinasi air laut berteknologi tinggi seperti sea water reverse osmosis, seringkali terkendala dalam pengoperasiannya. Salah satu alat desalinasi air laut paling sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat pesisir adalah solar water distiller. Project ini mengaplikasikan konsep passive solar still konvensional yang ditambahkan alat pemanas air sederhana untuk meningkatkan laju evaporasi. Makalah ini menyajikan proses pembuatan alat tersebut mulai dari desain, pemilihan bahan, fabrikasi hingga pengujiannya. Hasil riset menunjukkan bahwa alat destilasi air laut dengan penambahan pemanas air sederhana efektif meningkatkan suhu air laut/brine secara signifikan. Kondisi tersebut memicu efisiensi peningkatan laju evaporasi (>300% pada kondisi optimum) sehingga dapat meningkatkan kecepatan produksi air suling. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa air suling yang dihasilkan memiliki nilai rata rata TDS=11 mg/L, pH=7,3, tidak berbau dan tidak berasa. Dengan demikian berdasarkan standar baku mutu yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, air hasil destilasi tersebut layak untuk keperluan higiene sanitasi dan dapat dikonsumsi setelah melalui proses pemanasan untuk mematikan bakteri. Alat penyulingan air laut ini berbiaya murah dan dapat diaplikasikan dengan mudah oleh masyarakat di kawasan pesisir, baik dalam pengoperasian maupun penggantian suku cadang
KAJIAN HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN DI PANTAI UTARA DAN PANTAI SELATAN JAWA BARAT Suhernalis Suhernalis; Abdul Rahman; Nadya Rizky Amelia; Basuki Rachmad; Nunung Sabariyah; Effi A. Thaib
Marlin : Marine and Fisheries Science Technology Journal Vol 1, No 2 (2020): (Agustus, 2020)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V1.I2.2020.65-74

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu crustasea hasil laut yang mempunyai nilai ekonomis penting. Namun banyaknya penangkapan yang tidak sesuai mengakibatkan sumberdaya rajungan menurun. Penelitian  ini dilakukan di Perairan Provinsi Jawa Barat sejak bulan September hingga Oktober 2018. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya  growth overfishing rajungan (Portunus pelagicus) yang meliputi beberapa aspek biologi seperti lebar-berat rajungan, sex ratio, TKG (Tingkat Kematangan Gonad), ukuran pertama kali tertangkap (Lc), ukuran pertama kali matang gonad (Lm) dan upaya pengelolaan rajungan. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode survey dan metode Analisis PSA. Hasil penelitian sementara menunjukkan bahwa hubungan lebar-berat bersifat allometrik negatif. Perbandingan jantan dan betina menunjukan kondisi tidak seimbang. TKG yang dominan adalah TKG III. Nilai Lc = Jantan  7,51 cm; Betina  8,36 cm dan nilai Lm = Jantan  7,30 cm; Betina 6,40 cm, dapat diketahui populasi rajungan jantan lebih cepat mengalami penurunan dibandingkan betina. Berdasarkan analisis PSA, rajungan (Portunus pelagicus) yang ada di Perairan Jawa Barat berada di tingkat kerentanan rendah dan produktivitas rendah.
Pengaruh Variasi Salinitas dan Kalsium Karbonat (CaCO3) dalam Menumbuhkan Alga pada Artificial Live Rock Sembiring, Kennedi; Victoria, Kanya Claudia; Prabowo, Yoga; Suhernalis, Suhernalis
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.6444

Abstract

Live rock adalah batuan hidup alami yang umumnya digunakan sebagai karang hias, habitat bagi biota serta penambah estetika pada akuarium. Eksploitasi besar-besaran live rock alam dapat mengancam kelestarian dan kestabilan ekosistem perairan. Artificial live rock adalah salah satu alternatif atau solusi untuk menggantikan live rock alami. Artificial live rock adalah batuan hidup buatan manusia yang biasanya terbuat dari bahan ramah lingkungan seperti batu apung, semen dan pasir dan merupakan salah satu produk bernilai ekonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula dan komposisi  bahan dasar yang paling sesuai dalam membuat artificial live rock serta menganalisa pengaruh variasi kalsium karbonat dan salinitas dalam menumbuhkan alga pada artificial live rock. Eksperimen dilakukan selama 2 (dua) bulan menggunakan metode kuantitatif experimental. Variabel yang diamati antara lain laju pertumbuhan alga, observasi perubahan warna serta monitoring kualitas air (suhu, salinitas dan pH). Variasi konsentasi kalsium karbonat (CaCO3) menggunakan 5 (lima) jenis formula; 0%, 10%, 25%, 50%, dan 75%. Pengujian variasi salinitas menggunakan 3 (tiga) perlakuan; salinitas rendah (10 ppt), salinitas sedang (30 ppt) dan salinitas tinggi (50 ppt). Hasil eksperimen menunjukkan konsentrasi kalsium karbonat berpengaruh terhadap perubahan warna produk artificial live rock, semakin tinggi konsentrasi kasium karbonat, maka semakin cerah artificial live rock yang dihasilkan. Hasil eksperimen juga menunjukkan konsentrasi kalsium karbonat tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat pertumbuhan alga. Sementara itu eksperimen penggunaan variasi salinitas menunjukkan kadar salinitas memengaruhi laju pertumbuhan alga. Artificial live rock di akuarium bersalinitas 10 ppt dan 30 ppt lebih cepat ditumbuhi alga dibandingkan dengan artificial live rock di akuarium bersalinitas 50 ppt.
Rancang Bangun Wahana Unmanned Surface Vehicle (USV) Berbahan Fiberglass Dengan Pengendali Wireless Remote Control Baswantara, Arif; Kusdinar, Afriana; Wahyudi, Andri; ., Suhernalis; Firdaus, Anas Noor; Ramdani, Fuzi
JURNAL MEGAPTERA Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v2i2.14453

Abstract

Teknologi Unmanned Surface Vehicle (USV) sesungguhnya telah berkembang, akan tetapi mendesain dan membuat suatu USV yang mudah untuk diikuti menjadi penting. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan menghasilkan rancang bangun wahana USV dengan tipe katamaran dan berbahan dasar fiberglass yang ringan. Sistem kendali wahana USV menggunakan wireless remote control 2,4 Ghz. Wahana USV yang telah berhasil didesain dan dibangun, selanjutnya dilakukan pengujian untuk melihat kemampuan kecepatan dan manuvernya. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, diperoleh wahana USV mampu bergerak lurus dengan kecepatan rata-rata 1,3 m/s, dan berputar 360° dengan kecepatan rata-rata 1,03 m/s dan 1,07 m/s. Wahana USV yang dihasilkan masih memerlukan beberapa perbaikan pada pengatur kecepatan, sehingga di masa yang akan datang dapat digunakan dalam aktivitas survei baik itu di danau atau di perairan pesisir.Unmanned Surface Vehicle (USV) technology has actually developed, but designing and making a USV that is easy to be followed is important. Based on this case, this research aims to design a USV with a catamaran type and made from lightweight fiberglass. The USV control system uses a 2.4 Ghz wireless remote control. USV vehicles that have been successfully designed and built are then tested to see their speed and maneuverability. Based on the test results, the USV vehicle was able to move straight with an average speed of 1.3 m/s, and rotate 360° with an average speed of 1.03 m.s and 1.07 m/s. The result of the USV vehicle still needs some improvements to the speed regulator, so that in the future it can be used in survey activities either in lakes or in coastal waters.
ANALISIS DAYA DUKUNG KAWASAN DAN POTENSI EKOWISATA BAHARI DI PROVINSI BANTEN Rahman, Abdul; Suhernalis, Suhernalis; Aditia, Nadia Hema; Rachmad, Basuki; Syamsuddin, Awaludin
MARLIN Vol 2, No 2 (2021): (Agustus, 2021)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V2.I2.2021.121-127

Abstract

Potensi wisata di Provinsi Banten yang menarik minat wisatawan diantaranya adalah pada wisata bahari (Pantai Anyer, Tanjung Lesung, Pantai Sawarna, Pulau Peucang, dan Pulau Burung). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Daya Dukung Kawasan (DDK), Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) ekowisata bahari dan untuk menganalisis potensinya di Provinsi Banten. Penelitian ini dilakukan di 4 Kabupaten dan 1 kota, dengan 11 lokasi objek wisata yang dijadikan sampel. DDK di 11 lokasi pantai tertinggi yaitu 180 orang/50 m2 panjang pantai yaitu di Pantai Sawarna (Lebak), di Pantai Pulau dua (Serang) dengan DDK 20 orang/50 m2 per hari. DDK wisata mangrove didapat dari dua lokasi yaitu PRPM Kronjo (Tangerang) dengan 72 orang/50 m2 dan Cagar Alam Pulau Dua (Serang) dengan 32 orang/50 m2  per hari. Sedangkan untuk DDK wisata snorkeling yang tertinggi yaitu; Spot Ciapus 8 orang/50 m2, dan terendah di Pulau Badul 3 orang/50 m2 per hari. Pantai Pulau Peucang (Uj. Kulon) memiliki nilai IKW tertinggi yaitu 96.67% dan yang terendah di Pantai Pulau Cangkir (Tangerang) yaitu 55.6%, Kategori rekreasi mangrove terdapat di dua lokasi yaitu; ekowisata mangrove PRPM Kronjo dengan nilai IKW 55.55% dan ekowisata mangrove Cagar Alam Pulau Dua dengan nilai IKW tertinggi 81.25%. Kategori rekreasi snorkeling tertinggi yaitu; Spot Legon Sumino dengan Nilai IKW 91.23% dan terendah di Pulau Badul dengan Nilai IKW 80.7%.
Pemanfaatan Teknologi Monitoring Kualitas Air pada Sektor Budidaya di Desa Cintakarya, Kabupaten Pangandaran: Penelitian Wahyudi, Andri; Muhammad Romdonul Hakim; Yuni Ari Wibowo; Lulut Alfaris; Afriana Kusdinar; Anas Noor Firdaus; Arif Baswantara; Kennedi Sembiring; Suhernalis
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3916

Abstract

Desa Cintakarya telah menjadi mitra Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran sejak 2021. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis pembudidaya dalam pemantauan kualitas air melalui penerapan teknologi monitoring serta mengevaluasi efektivitas pelatihan dan distribusi alat ukur. Metode pelaksanaan terdiri dari enam tahapan terstruktur meliputi perencanaan, survei lokasi, persiapan, penyampaian materi dan demonstrasi alat (pengukuran suhu dan TDS), monitoring lapangan, serta evaluasi akhir; pendekatan melibatkan pelatihan teknis, demonstrasi, kuisioner evaluatif, dan FGD. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman praktis peserta terhadap penggunaan alat monitoring dan penerapan parameter kualitas air; penyerahan alat kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Tirta Kahuripan memperkuat kapasitas operasional lapangan. Analisis kuisioner mengindikasikan 74% responden menilai kegiatan berhasil, 15% sangat berhasil, dan 11% netral. Observasi juga mengidentifikasi bahwa intervensi teknologi monitoring efektif untuk meningkatkan kapabilitas pembudidaya, namun keberlanjutan dampak memerlukan penguatan materi berbasis praktik dan peningkatan sarana pelatihan untuk mendukung adopsi teknologi secara luas.