Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA PEMBELAJARAN EKONOMI BERBASIS KONSTRUKTIVIS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Amaludin, Asep
Dinamika Pendidikan Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning is a process of changing the behavior through experience and training. The changing of behavior involves knowledge, skills, attitudes and even all aspects of the organism or individual himself. Unfortunately, many students have difficulty in understanding the abstract concepts of a subject. Therefore, we need the alternative learning model to overcome the difficulties in learning. One of the learning models is Student Team Achievement Division (STAD) learning model. STAD model is a cooperative learning model encouraging students to actively discover knowledge through the skills process. The objective of this study is to determine the average difference of students’ learning outcomes through cooperative learning model with STAD type and the expository model on the subject material of Market Price Formation. The population of this study was all VIII Classes of SMP Negeri 1 Randudongkal in the academic year of 2007/2008. There were 7 classes consisted of 292 students. Samples are taken randomly, the first group was VIIIC students as the experimental group using STAD learning model, whereas the second group was students in VIIID class as the control group. Data was collected by test method, and then analyzed by the mean difference test. The results showed that there was a significant mean difference in students’ learning outcomes. The average score for experimental group was 75.93 and for the control group was only 71.36. Based on this study, it is suggested to use STAD learning model based on constructivism in teaching and learning process because it can encourage students to be active with their own skills. 
Conflict Management from a Spiritual Leadership Perspective Amaludin, Asep; Rizky, Arfiani; Fintani, Pubita Sasti
Journal of Social Research Vol. 2 No. 12 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v2i12.1580

Abstract

Changes in conditions that are so fast demand a shift in management, as well as mosques, mosques are an entity that has the opportunity to follow a shift in management model, this triggers conflict. This study aims to determine conflict management in the perspective of transformational leadership (a case study of the Al-Musthofa Bogor mosque) conducted by DKM Al-Musthofa Bogor City. The type of research used is descriptive qualitative. The results of the research and analysis that have been carried out can be concluded that conflicts occur between young people and old people regarding the issue of contributions that do not agree between young people and old people. This is based on the main source of conflict, namely communication jammed between the two parties. The results of this conflict management The conflict manager in this case by using a transformational leadership style is able to collaborate on ideas, roles and performance from old people and young people so that both parties can contribute side by side so as to obtain a win-win conflict solution. Both parties benefited and managed to get what they wanted.
Manajemen Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan melalui Pendekatan Holistik dan Integratif Amaludin, Asep; Aris, Muhammad Rizqie
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat sebagai strategi penting dalam pembangunan berkelanjutan yangmenekankan keterpaduan antara dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Namun, praktik dilapangan masih menghadapi tantangan berupa fragmentasi program, keterbatasan partisipasimasyarakat, serta kurangnya integrasi antar-aspek pembangunan. Penelitian ini bertujuanmerumuskan pendekatan holistic dalam pemberdayaan masyarakat berkelanjutan, melalui studiliteratur dengan mengkaji teori, praktik, dan best practices dari berbagai sumber ilmiah dalamsepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemberdayaan yang berorientasi padakeberlanjutan harus mengedepankan sinergi antara peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat,penguatan kohesi sosial, dan pelestarian lingkungan hidup. Pendekatan yang diusulkanmenekankan pentingnya peran budaya lokal dan pemanfaatan teknologi sebagai katalis dalammempercepat transformasi. Integrasi ini mampu menghasilkan kerangka manajemen yangholistik, partisipatif, dan adaptif terhadap dinamika global. Penelitian ini menyimpulkan bahwakeberhasilan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan tidak hanya diukur dari pertumbuhanekonomi, tetapi juga dari terbangunnya kesadaran kolektif, keadilan sosial, serta keberlanjutanekologi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembanganilmu pemberdayaan masyarakat, sekaligus menawarkan rekomendasi praktis bagi pemerintah,lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal dalam merancang strategi pembangunanyang inklusif dan berkelanjutan.
Transformasi Manajemen SDM di Pondok Pesantren: Antara Tradisi dan Inovasi Amaludin, Asep; Adaniyah, Sofianatul
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan Vol 7, No 2 (2025): TADBIR: JURNAL MANAJEMEN DAKWAH FDIK IAIN PADANGSIDIMPUAN
Publisher : FDIK IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tadbir.v7i2.17084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi manajemen sumber daya manusia (SDM) di Pondok Pesantren Alhikmah Mereng, Kecamatan Warungpring, dengan menyoroti dinamika antara tradisi dan inovasi. Penelitian berangkat dari realitas bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki sistem manajemen berbasis tradisi, namun dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan SDM di pesantren masih berakar kuat pada tradisi, terutama dalam rekrutmen, pembinaan santri, dan sistem kepemimpinan. Namun, telah terjadi upaya integrasi melalui penggunaan sistem administrasi sederhana, pelatihan pedagogi, dan pemberian insentif bagi tenaga pendidik. Arah inovasi terlihat dari keterlibatan teknologi, peningkatan kesejahteraan pendidik, serta kolaborasi dengan lembaga eksternal. Transformasi berlangsung secara bertahap dan dipengaruhi oleh faktor budaya organisasi, peran kiai, serta dukungan santri senior. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi manajemen SDM di pesantren merupakan proses evolutif yang menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempertahankan identitas pesantren
The The nexus of management model and social transformation: A case study of da'wah strategy at the Jogokariyan mosque Arsam, Arsam; Majid, Nik Suhaida Nik Abdul; Amaludin, Asep
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.2.28483

Abstract

Purpose – This study aims to analyze the da'wah strategy implemented by the Jogokariyan Mosque management in driving social transformation within the community of Mantrijeron, Yogyakarta. Method – Using a qualitative approach with a case study design, the research explores the Mosque's da'wah strategy in depth through interviews, participatory observation, and documentation studies. Result  –  These findings reveal that the success of the Mosque lies in synergizing modern management with da’wah through a comprehensive strategy that integrates three main approaches: sentimental, rational, and sensory-based. This approach is built upon three core pillars: transparent financial management using a ‘zero-balance’ principle, community economic empowerment through business capital programs and food assistance, and the restoration of the Mosque’s function as a diverse community activity center. Implication – The study implies that Mosques can serve as effective and sustainable catalysts for socioeconomic development. The research result demonstrates that religious institutions can be relevant and solution-oriented agents of change in the modern era. Originality/Value – This research addresses a gap in the existing literature regarding the Mosque's role as an agent of holistic change, especially given the persistent structural challenges, such as poverty and destructive social behaviors, prevalent in the area. Its originality lies in the integrated. *** Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah yang diterapkan oleh pengurus Masjid Jogokariyan dalam mendorong transformasi sosial di lingkungan masyarakat Mantrijeron, Yogyakarta. Metode - Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi strategi dakwah Masjid secara mendalam melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil - Temuan ini mengungkapkan bahwa keberhasilan Masjid adalah mensinergikan antara manajemen modern dan dakwah dan strategi dakwah komprehensif yang mengintegrasikan tiga pendekatan utama: sentimental, rasional, dan berbasis sensorik. Pendekatan ini dibangun di atas tiga pilar inti: pengelolaan keuangan yang transparan dengan prinsip 'zero-balance', pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program modal usaha dan bantuan pangan, serta restorasi fungsi Masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat yang beragam Implikasi - Studi ini menyiratkan bahwa Masjid dapat berfungsi sebagai katalis yang efektif dan berkelanjutan untuk pembangunan sosial-ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga keagamaan dapat menjadi agen perubahan yang relevan dan berorientasi pada solusi di era modern. Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini membahas kesenjangan dalam literatur yang ada mengenai peran Masjid sebagai agen perubahan holistik, terutama mengingat tantangan struktural yang terus-menerus seperti kemiskinan dan perilaku sosial yang merusak yang lazim di daerah tersebut. Orisinalitasnya terletak pada yang terintegrasi.