Ersanghono Kusumo, Ersanghono
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang Gedung D6 Lantai 2 Kampus Sekaran Gunungpati Semarang, 50229, Telp. (024)8508035

Published : 54 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN BIOETANOL DARI JERAMI PADI DENGAN BANTUAN ENZIM SELULASE DARI JAMUR TIRAM Setiawan, Hery; Kusumo, Ersanghono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi fosil di Indonesia seperti bensin kian meningkat, sementara itu ketersediaan energi fosil berbanding terbalik dengan kebutuhannya, sehingga dibutuhkan sumber energi alternatif terbarukan seperti bioetanol. Indonesia merupakan penghasil beras besar di dunia yang memberikan limbah padat jerami padi yang sangat besar yaitu 180 juta ton bahan kering per tahun. Jerami padi ini mengandung sekitar 40% selulosa, 30% hemiselulosa dan 15% lignin. Kadar selulosa yang cukup tinggi ini dapat dikonversi menjadi bioetanol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas rasio enzim selulase dari jamur tiram dengan jerami padi dalam proses hidrolisis untuk menghasilkan glukosa yang dapat dikonversi menjadi bioetanol. Jerami padi dijadikan serbuk kemudian dilakukan delignifikasi dengan larutan NaOH 0,01 M. Selanjutnya hidrolisis selulosa menjadi glukosa dengan variasi rasio substrat (gram) dengan enzim (mL) sebesar 0,06 g/mL, 0,08 g/mL, 0,10 g/mL, dan 0,20 g/mL diinkubasi 2 jam pada suhu 50 ºC. Hidrolisat paling baik pada rasio sebesar 0,10 g/mL menghasilkan kadar 0,2738 mg/20g substrat dianalisis glukosa dengan spektrofotometer UV-Vis serta dilanjutkan proses fermentasi dengan variasi waktu 3, 6, 9, dan 12 hari kemudian didestilasi. Hasil destilat hari ke-6 menghasilkan kadar etanol yang paling tinggi yaitu sebesar 1,7793%.
PERANAN KATALIS Fe3+-ZEOLIT BETA PADA REAKSI SIKLISASI-ASETILASI SITRONELAL MENJADI ISOPULEGIL ASETAT Saputri, Indri; Cahyono, Edy; Kusumo, Ersanghono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi tentang aktivitas dan selektivitas katalis Fe3+-zeolit beta pada reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal menjadi isopulegil asetat telah dipelajari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dan selektivitas katalis Fe3+-zeolit beta terhadap reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal menjadi isopulegil asetat. Katalis yang digunakan adalah Fe3+-zeolit beta yang dipreparasi dengan metode yang meliputi aktivasi H-zeolit beta, pertukaran ion dengan FeCl3 0,1 M, dan kalsinasi. Karakterisasi katalis meliputi kristalinitas katalis dengan X Ray Diffraction (XRD) dan porositas katalis dengan Surface Area Analyzer (SAA). Sitronelal adalah salah satu senyawa monoterpena yang dapat mengalami reaksi siklisasi-asetilasi dengan katalis homogen dan heterogen. Reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal dengan katalis Fe3+-zeolit beta menjadi isopulegil asetat menggunakan anhidrida asam asetat di refluks selama 9 jam pada suhu 29 oC dan 80 oC yang diambil cuplikannya pada waktu 3, 6, dan 9 jam. Produk yang dihasilkan dianalisis menggunakan Gas Chromatography (GC) dan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). Hasil analisis GC menunjukkan aktivitas dan selektivitas katalis terbesar dihasilkan oleh Fe3+-zeolit beta pada temperatur 80 oC waktu 9 jam dengan menghasilkan aktivitas dan selektivitas sebesar 38,58% dan 8,64% sedangkan analisis GC-MS menunjukkan bahwa terbentuk produk isopulegil asetat.
KARAKTERISASI ANTIMICROBIAL FILM DARI EKSTRAK KEDELAI DAN TAPIOKA SEBAGAI BAHAN PENGEMAS MAKANAN Rachmayanti, Widya Putri; Kusumo, Ersanghono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengemas makanan merupakan bahan yang berfungsi untuk mempertahankan kualitas suatu bahan. Edible film merupakan solusi kemasan pangan berkualitas. Penambahan antimikroba ekstrak kayu manis(v/v) dan ekstrak bawang putih(v/v) pada edible film dapat sebagai nilai tambah pengemas makanan. Antimicrobial film tersebut diuji karakterisasinya dengan FS/SPAG 01/2650 texture analyser. Kadar air edible film ekstrak kayu manis dan ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 1% dan 1,5% berkisar antara 9,07% - 13,01%. Densitas antimicrobial film berkisar antara 2,16 g/cm3 – 3,42 g/cm3. Nilai modulus young berkisar antara 2,101 Mpa – 2,872 Mpa. Nilai tensile strength didapat 2,354 N/mm2 – 3,808 N/mm2. Extension at maximum sebesar 4,626 mm – 6,880 mm. Pengujian antimikroba paling efektif sebagai penghambat mikroba Escherichia coli adalah edible film ekstrak bawang putih 1,5%.
IDENTIFIKASI BETASIANIN DAN UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH BIT MERAH (Beta vulgaris L) Mutiara, Stephanie; Kusumo, Ersanghono; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bit merah merupakan salah satu bahan pangan yang bermanfaat. Salah satu manfaatnya yaitu sebagai antioksidan. Pigmen yang berperan sebagai antioksidan di dalam buah bit merah adalah betasianin. Dalam penelitian diuji kadar betasianin dan aktivitasnya sebagai antioksidan sehingga dapat bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar betasianin di dalam buah bit merah dan mengetahui aktivitasnya sebagai antioksidan. Tahap pertama adalah preparasi sampel kemudian ekstraksi betasianin yang menggunakan pelarut etanol 70 %. Tahap kedua yaitu menguji sampel ekstrak etanol buah bit merah dengan menggunakan HPLC dan uji aktivitasnya sebagai antioksidan. Tahap ketiga yaitu menganalisis hasil HPLC dengan membandingkan dari penelitian sebelumnya dan menghitung aktivitasnya sebagai antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan kadar betasianin dalam buah bit merah sebesar 37,64 mg/100 gram dengan aktivitasnya sebagai antioksidan sebesar 79,73 bpj.  Dapat disimpulkan bahwa buah bit merah memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
Perbandingan Daya Antibakteri Ekstrak dan Minyak Piper betle L. terhadap Bakteri Streptococcus mutans Pangesti, Rizki Dwi; Cahyono, Edy; Kusumo, Ersanghono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Piper betle has been known as against gram positif and gram negatif bacterial including Streptococcus mutans. S. mutans is the main cause of periodental desease. The purpose of this study is to compare antibacterial power between extract and piper betle oil against S. mutans. Amoxcicilin is used as positive control and ethanol 96% for the negative one. The result show that piper betle oil is more effective than its extract against S. mutans. to know the chemical component Piper betle oil analys by GC-MS while extract screen by fitochemical. Then piper betle oil distillation fractionation was done to produce fraction I, fraction II and fraction III. Each fraction beeing tested antibacterial and analysing by GC. Second fraction is more potential to be antibacterial because it has chavicol compounds (15.039%) which is the one of the phenol group that stronger than the other phenol
Anti Bacterial Activity of Fungi TIF-1 as Saponin Producer Eden, Willy Tirza; Kusumo, Ersanghono; Susatyo, Eko Budi; Kasmui, Kasmui
Journal Of Natural Sciences And Mathematics Research Vol 2, No 2 (2016): Volume 2, Nomor 2, 2016
Publisher : Faculty of Science and Technology, State Islamic University Walisongo Central Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.559 KB) | DOI: 10.21580/jnsmr.2016.1.2.1660

Abstract

Treatment of microbial resistance is one of humankinds greatest challenges in terms of fight against infectious diseases. One way to overcome microbial resistance is discovery of potent new antimicrobial compounds against variety of microbial pathogens. Land is one potential source of microorganisms. This study aims to screen in order to get a fungal strains isolated from soil exposed to waste the pharmaceutical industry which possess antibacterial activity. Antibacterial activity test conducted on two types of bacteria, namely Staphylococcus aureus as Gram-positive bacteria and Escherichia coli as Gram-negative bacteria. The test results can be known isolates of fungi which has potential as an antibacterial, for then these are fermented for 10 days. Fermented then partitioned by using ethyl acetate. Initial screening showed that the fungi code TIF-1 as the most active fungi. Ethyl acetate soluble fraction was then identified the active compounds using thin layer chromatography method with various reagent spray. Bioautografi test results show that the saponins which play role in the antibacterial activity. ©2016 JNSMR UIN Walisongo. All rights reserved.
INOVASI BAHAN AJAR REDOKS DENGAN PENDEKATAN MULTIREPRESENTASI DAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING Lastri, Lastri; Kusumo, Ersanghono; Susilaningsih, Endang
Chemistry in Education Vol 7 No 1 (2018): Terbit April 2018
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu sarana pendukung keberhasilan pembelajaran. Bahan ajar harus memiliki karakteristik tertentu supaya dapat memberikan hasil yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan dan keefektifan bahan ajar. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D). Desain penelitian yang digunakan yaitu model pengembangan Sugiyono yang dimodifikasi. Metode pengambilan data yang dilakukan yaitu metode wawancara, angket, tes dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil validasi kelayakan isi, penyajian, bahasa, kegrafisan dan kepraktisan berturut-turut mendapat rerata skor 17.8/20, 25.2/28, 35.6/40, 17.3/20 dan 18.7/20. Kepraktisan bahan ajar juga ditinjau dari angket tanggapan siswa. Bahan ajar yang dikembangkan memberikan tanggapan positif dengan 8 siswa memberikan tanggapan sangat baik dan 28 siswa memberikan tanggapan baik. Keefektifan bahan ajar ditinjau dari ketuntasan klasikal siswa. Ketuntasan klasikal siswa yaitu sebanyak 28 siswa tuntas dari 36 siswa atau sebesar 77.78%. Bahan ajar yang dikembangkan layak, praktis dan efektif. Kata Kunci: Bahan Ajar; contextual teaching learning; Multirepresentasi
Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 7E Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Pokok Larutan Penyangga (Buffer) Kelas XI SMA Khasanah, Nimatul; Kusumo, Ersanghono; Jumaeri, Jumaeri
Chemistry in Education Vol 7 No 2 (2018): Terbit bulan Oktober 2018
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaan learning cycle 7E terhadap hasil belajar peserta didik. Metode penelitian eksperimen menggunakan posttest-only control design. Populasi penelitian ini terdiri dari 6 kelas. Sampel diambil melalui teknik cluster random sampling terpilih kelas MIA 5 dan MIA 6 masing-masing sebagai kelas eksperimen dan kontrol. Teknik pengambilan data untuk hasil belajar dengan model learning cycle 7E melalui tes bentuk objektif pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar kognitif dan lembar observasi untuk mengukur hasil belajar afektif dan hasil belajar psikomotorik di akhir pertemuan. Analisis dilakukan untuk menghitung reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha. Hasil analisis korelasi biserial diperoleh bahwa model pembelajaran learning cycle 7E berpengaruh positif terhadap hasil belajar peserta didik ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,60 dan koefisien determinasi sebesar 36,00%. Berdasarkan hasil analisis tersebut disimpulkan bahwa model learning cycle 7E terhadap hasil belajar peserta didik mencapai ketuntasan secara klasikal sebesar 88,89% dan model pembelajaran learning cycle 7E berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik pada materi pokok larutan penyangga (buffer).
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Daun Murbei (Morus alba Linn) Mabruroh, Eva Qomariyah; Mursiti, Sri; Kusumo, Ersanghono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mulberry leaves are used as traditional medicine because they contain secondary metabolites. Mulberry leaves are used as traditional medicine because they contain secondary metabolites. The purpose of this research is to know determine isolation method, identification, and class of flavonoid compounds from mulberry leaves. Sample were isolated using maceration method, liquid partition, gravitation column chromatography (GCC) technical, compound identification using FTIR and UV-Vis. Extraction of 3000 g dry powder of mulberry leaves using maceration method with n-hexane and ethanol solvent during 3x24 hours yielded 82.3538 g dark green ethanol extract, the phytochemical test showed that contained flavonoid compound. The ethanol extract was extracted with liquid partition using ethyl acetate: aquades (1 : 1) yielded 38.4253 g ethyl acetate extract, that was TLC test eluted with n-hexane : ethyl acetate was obtained by the best eluent of  8:2. Isolation using column chromatography with silica gel and n-hexane: ethyl acetate eluent (9:1), (8:2), (7:3), and (6:4) gave 7 fractions, the phytochemical test showed that contained strong intensity flavonoid compound. Analysis of fraction 7 isolate using FTIR and UV-Vis. Infrared analysis showed that the isolate had bound -OH, CH aliphatic, C=O carbonil, C=C aromatic, CO alcohol, and CH aromatic groups. Analysis of fraction 7 isolate using UV-Visible gained 2 peaks at λ 324 nm (band I) and λ 291 nm (band II) which indicated the flavonoide groups of flavanone or dihydroflavonol. By using shifting reagent the fraction 7 isolate was suggested to contain dihydroflavonol group with substituent of ortho-dihydroxyl group on C-6 and C-7, ortho-dihydroxyl group on C-4 'and C-5', and hydroxyl group on C-3.
ANALISIS MISKONSEPSI MATERI LARUTAN PENYANGGA DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF Setiawan, Aput; Kusumo, Ersanghono; Kasmui, Kasmui; Rahayu, Surti
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 13, No 2 (2019): July (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the misconceptions of the students through a posttest after interactive learning with a model of Problem Based Learning. The study was conducted in SMA N 1 Batang with sampling research done by purposive sampling was XI MIA-G in even semester with the subject matter of the Buffer Solution. The research designed by descriptive analysis with data collection through the documentation, written tests, questionnaires, and interviews. The result of overall analysis concept gained 300 kinds of the students from the posttest result. The result of concept patterns in XI MIA-G showed that most of the students understand the concept was 83%, a small percentage of the students which experienced misconceptions was 15,33% and which didn’t understand the concept was 1,67%.