Ersanghono Kusumo, Ersanghono
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang Gedung D6 Lantai 2 Kampus Sekaran Gunungpati Semarang, 50229, Telp. (024)8508035

Published : 54 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN VISUALIZATION, AUDITORY, KINESTHETIC TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA Putri, Mita Megah Kurni; Kusumo, Ersanghono; Sumarni, Woro
Chemistry in Education Vol 6 No 1 (2017): Terbit bulan April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran visualization, auditory, kinesthetic (VAK) terhadap aktivitas dan hasil belajar kimia. Model VAK dipilih karena mampu menjangkau setiap gaya pembelajaran siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling, terpilih kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas IPA 1 sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji kesamaan dua varians, uji perbedaan rerata, dan uji ketuntasan belajar klasikal. Hasil uji t-test memperlihatkan thitung posttest adalah 3,84 dan thitung aktivitas adalah 3,94 lebih besar dari ttabel yaitu 1,70. Hasil uji ketuntasan belajar diperoleh persentase ketuntasan belajar klasikal kelas eksperimen sebesar 87,50 % dan kelas kontrol sebesar 76,67 %. Hasil observasi aspek afektif, psikomotorik, dan aktivitas menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki rerata nilai yang lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hasil analisis angket tanggapan siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa tertarik dan senang dengan diterapkannya model VAK. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran visualization, auditory, kinesthetic (VAK) efektif terhadap aktivitas dan hasil belajar kimia.
Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 7E Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Pokok Larutan Penyangga (Buffer) Kelas XI SMA Khasanah, Ni'matul; Kusumo, Ersanghono; Jumaeri, Jumaeri
Chemistry in Education Vol 7 No 2 (2018): Terbit bulan Oktober 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaan learning cycle 7E terhadap hasil belajar peserta didik. Metode penelitian eksperimen menggunakan posttest-only control design. Populasi penelitian ini terdiri dari 6 kelas. Sampel diambil melalui teknik cluster random sampling terpilih kelas MIA 5 dan MIA 6 masing-masing sebagai kelas eksperimen dan kontrol. Teknik pengambilan data untuk hasil belajar dengan model learning cycle 7E melalui tes bentuk objektif pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar kognitif dan lembar observasi untuk mengukur hasil belajar afektif dan hasil belajar psikomotorik di akhir pertemuan. Analisis dilakukan untuk menghitung reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha. Hasil analisis korelasi biserial diperoleh bahwa model pembelajaran learning cycle 7E berpengaruh positif terhadap hasil belajar peserta didik ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,60 dan koefisien determinasi sebesar 36,00%. Berdasarkan hasil analisis tersebut disimpulkan bahwa model learning cycle 7E terhadap hasil belajar peserta didik mencapai ketuntasan secara klasikal sebesar 88,89% dan model pembelajaran learning cycle 7E berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik pada materi pokok larutan penyangga (buffer).
SINTESIS ESTER-C MELALUI REAKSI TRANSESTERIFIKASI DENGAN KATALIS ENZIM LIPASE Erviana, Wienda; Kusumo, Ersanghono; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v3i3.4109

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan senyawa ester C melalui reaksi trensesterifikasi dengan katalis enzim lipase. Reaksi dilakukan dengan variasi pelarut dan lama reaksi. Produk dianalisis menggunakan HPLC dan IR. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh pelarut yang terbaik untuk penelitian ini adalah aseton dengan respon pada luas area 6448859 dan kondisi operasi terbaik dari analisis menggunakan HPLC pada lama waktu reaksi 48 jam dengan respon waktu retensi keluarnya ester C yaitu 3,020 dengan puncak area 695703 dan luas area 5791431.
PENGARUH KONSENTRASI KOH DAN ZEOLIT TERHADAP METIL ESTER PRODUK MINYAK AMPAS KELAPA Budiman, Hendry Oktaviyanto; Sudarmin, Sudarmin; Kusumo, Ersanghono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v4i1.4765

Abstract

Biodiesel dari minyak ampas kelapa dapat diperoleh melalui reaksi esterifikasi dan transesterifikasi. Reaksi transesterifikasi menghasilkan biodiesel kotor yang mengandung metil ester, gliserol dan pengotor lain berupa sisa reaktan dan katalis yang akan mempengaruhi kualitas dari biodiesel sehingga harus dihilangkan dari produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan hasil katalis yang terbaik pada produk biodiesel melalui reaksi transesterifikasi minyak ampas kelapa dengan metanol menggunakan variasi katalis KOH, ZA, ZA kering, Z-KOH, Z-KOH kering. Hasil perhitungan rendemen menunjukkan bahwa persentase rendemen tertinggi diperoleh pada penambahan ZA (59,17%), KOH (56,57%), ZA kering (58,88%), Z-KOH (59,06%), dan Z-KOH kering (57,27%). Berdasarkan data kromatogram GC, persentase produk metil ester yang terbentuk pada penambahan ZA diperoleh hasil yang paling tinggi (58,01%), KOH (36,46%), ZA kering (56,14%), Z-KOH (47,52%), dan Z-KOH kering (56,59%).
identifikasi betasianin dan uji antioksidan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhiyus Romdonah, Febri Siti; Kusumo, Ersanghono; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i1.10958

Abstract

Red dragon fruit leather is the waste not utilized anymore, whereas dragon fruit contain pigmen betacyanin. The study aim to know pigmen betacyanin and antioxidant activity from the red dragon fruit leather extracts. The reasearch methode is extraction of dragon fruit leather with n-hexsane solvent and ethanol solvent. Identification of betacyanin and analyse antioxidant activity with HPLC and UV-Vis. The research obtained that betacyanin compound on the peak with retention time 2,77 and that was compared with the standard appears on retentiom time 2,85. Tested of antioxidant activity on vitamin C has a IC50 value is 2,54 µg/mL, whereas the IC50 value of extract dragon fruit is 59,12 µg/mL. Vitamin C have the antioxidant activity more powerful than red dragon fruit as the antioxidant activity. The calculation levels of betacyanin 36,67 mg/100g.
IDENTIFIKASI BETASIANIN DAN UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUAH BIT MERAH (Beta vulgaris L) Mutiara, Stephanie; Kusumo, Ersanghono; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v5i3.13942

Abstract

Bit merah merupakan salah satu bahan pangan yang bermanfaat. Salah satu manfaatnya yaitu sebagai antioksidan. Pigmen yang berperan sebagai antioksidan di dalam buah bit merah adalah betasianin. Dalam penelitian diuji kadar betasianin dan aktivitasnya sebagai antioksidan sehingga dapat bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar betasianin di dalam buah bit merah dan mengetahui aktivitasnya sebagai antioksidan. Tahap pertama adalah preparasi sampel kemudian ekstraksi betasianin yang menggunakan pelarut etanol 70 %. Tahap kedua yaitu menguji sampel ekstrak etanol buah bit merah dengan menggunakan HPLC dan uji aktivitasnya sebagai antioksidan. Tahap ketiga yaitu menganalisis hasil HPLC dengan membandingkan dari penelitian sebelumnya dan menghitung aktivitasnya sebagai antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan kadar betasianin dalam buah bit merah sebesar 37,64 mg/100 gram dengan aktivitasnya sebagai antioksidan sebesar 79,73 bpj. Dapat disimpulkan bahwa buah bit merah memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.
Perbandingan Daya Antibakteri Ekstrak dan Minyak Piper betle L. terhadap Bakteri Streptococcus mutans Pangesti, Rizki Dwi; Cahyono, Edy; Kusumo, Ersanghono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.16898

Abstract

Piper betle has been known as against gram positif and gram negatif bacterial including Streptococcus mutans. S. mutans is the main cause of periodental desease. The purpose of this study is to compare antibacterial power between extract and piper betle oil against S. mutans. Amoxcicilin is used as positive control and ethanol 96% for the negative one. The result show that piper betle oil is more effective than its extract against S. mutans. to know the chemical component Piper betle oil analys by GC-MS while extract screen by fitochemical. Then piper betle oil distillation fractionation was done to produce fraction I, fraction II and fraction III. Each fraction beeing tested antibacterial and analysing by GC. Second fraction is more potential to be antibacterial because it has chavicol compounds (15.039%) which is the one of the phenol group that stronger than the other phenol
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Daun Murbei (Morus alba Linn) Mabruroh, Eva Qomariyah; Mursiti, Sri; Kusumo, Ersanghono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i1.23035

Abstract

Mulberry leaves are used as traditional medicine because they contain secondary metabolites. Mulberry leaves are used as traditional medicine because they contain secondary metabolites. The purpose of this research is to know determine isolation method, identification, and class of flavonoid compounds from mulberry leaves. Sample were isolated using maceration method, liquid partition, gravitation column chromatography (GCC) technical, compound identification using FTIR and UV-Vis. Extraction of 3000 g dry powder of mulberry leaves using maceration method with n-hexane and ethanol solvent during 3x24 hours yielded 82.3538 g dark green ethanol extract, the phytochemical test showed that contained flavonoid compound. The ethanol extract was extracted with liquid partition using ethyl acetate: aquades (1 : 1) yielded 38.4253 g ethyl acetate extract, that was TLC test eluted with n-hexane : ethyl acetate was obtained by the best eluent of 8:2. Isolation using column chromatography with silica gel and n-hexane: ethyl acetate eluent (9:1), (8:2), (7:3), and (6:4) gave 7 fractions, the phytochemical test showed that contained strong intensity flavonoid compound. Analysis of fraction 7 isolate using FTIR and UV-Vis. Infrared analysis showed that the isolate had bound -OH, CH aliphatic, C=O carbonil, C=C aromatic, CO alcohol, and CH aromatic groups. Analysis of fraction 7 isolate using UV-Visible gained 2 peaks at λ 324 nm (band I) and λ 291 nm (band II) which indicated the flavonoide groups of flavanone or dihydroflavonol. By using shifting reagent the fraction 7 isolate was suggested to contain dihydroflavonol group with substituent of ortho-dihydroxyl group on C-6 and C-7, ortho-dihydroxyl group on C-4 'and C-5', and hydroxyl group on C-3.
Identifikasi Senyawa Kimia Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan Uji Aktivitas Antioksidannya dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1- Pikrilhidrasil) Asbanu, Yoseanno Widi Anugrah; Wijayati, Nanik; Kusumo, Ersanghono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v8i3.29330

Abstract

Metode maserasi bertingkat dengan variasi pelarut bertujuan untuk mengekstraksi komponen senyawa kimia simplisia berdasarkan kepolarannya. Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa asetogenin dan flavonoid. Senyawa golongan flavonoid diketahui mempunyai kemampuan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa utama ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dan aktivitas antioksidannya terhadap radikal bebas 2,2-Difenil-1-Pikrilhidrasil (DPPH). Metode ekstraksi daun sirsak (Annona muricata L.) menggunakan metode maserasi bertingkat dengan variasi pelarut n-heksana (non polar), etil asetat (semi polar), metanol (polar). Identifikasi senyawa kimia ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dianalisis menggunakan spektrofotometer FTIR, UV-Vis, dan GC-MS, kemudian uji antioksidannya menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukan ekstrak metanol daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung 12 senyawa dengan persen area yang besar diantaranya kaempferol, asam heksadekanoat, isopulegol, 5-metil-2-(1-metiletenil) sikloheksanol, asam oktadekanoat. Senyawa yang berperan sebagai antioksidan seperti kaempferol, asam oktadekanoat, asam heksadekanoat, metil 9-oksononanoat, propil 2,3-dihidroksi 9- oktadekenoat, dan etil 2-hidroksi-1-(hidroksimetil) heksadekanoat. Ekstrak etil asetat dan metanol daun sirsak (Annona muricata L.) memiliki aktivitas antioksidan dengan IC50 masing masing sebesar 56,894 ppm dan 24,895 ppm.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berpendekatan Inkuiri Terbimbing pada Konsep Kelarutan Riyani, Annisa Fajar; Kusumo, Ersanghono; Harjito, Harjito
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 16, No 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v16i1.9415

Abstract

Penelitian Research and Development (RD) ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Siswa berpendekatan inkuiri terbimbing pada materi kelarutan yang layak, berkualitas baik, dan efektif. Metode penelitan dilakukan melalui 4 tahap yakni pendahuluan, perencanaan, penyusunan dan evaluasi mengacu pada Teknis Pengembangan Bahan Ajar yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar validasi, angket tanggapan dan tes. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan, kualitas dan keefektifan produk pengembangan. Komponen isi dan penyajian dinyatakan sangat layak sedangkan komponen Bahasa dan kegrafikan dinyatakan layak. Berdasarkan hasil penilaian maka kualitas Lembar Kerja Siswa menurut para ahli adalah sangat baik sesuai dengan kriteria BNSP dengan rata-rata skor yang diperoleh sebesar 87,5 %. Keefektifan LKS ditinjau dari ketuntasan klasikal yakni sebesar 3,1 % yang menunjukkan bahwa LKS tidak efektif. Berdasarkan data yang telah dihimpun dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan empat tahap pengembangan yakni pendahuluan, perencanaan, penyusunan dan evaluasi dapat menghasilkan LKS yang layak dan berkualitas baik namun agar LKS tersebut efektif perlu dilakukan koordinasi dengan guru kimia SMA pada tahap penyusunannya.