Ririn Arminsih Wulandari
Universitas Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMODELAN FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI TERHADAP STUNTING PADA BADUTA DI WILAYAH PKGBM KALIMANTAN BARAT TAHUN 2017 Zakiah Dianah; Laila Fitria; Ririn Arminsih Wulandari
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 1 No 01 (2021): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v1i01.1174

Abstract

jangka panjang dan dapat menyebabkan 20% kematian anak balita. Sanitasi menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan stunting. Provinsi Kalimantan Barat mempunyai capaian yang buruk untuk akses sanitasi dasar yaitu 55,55%. Tujuan penelitian: menganalisis faktor yang berkontribusi terhadap stunting pada baduta di wilayah PKGBM (Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat) Provinsi Kalimantan Barat. Desain penelitian: cross sectional menggunakan data sekunder dengan jumlah sampel 375 baduta dan dianalisis dengan regresi logistik multivariat. Hasil penelitian didapatkan hubungan signifikan antara kasus stunting dengan akses sanitasi dasar (2,24; 1,39 – 3,59) dan berat lahir anak (4,88; 2,51–9,51). Faktor lain yang berhubungan yaitu Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) (1,66; 0,90–3,06), infeksi cacing (1,38; 0,74 – 2,58), diare (1,32; 0,83 – 2,10), ISPA (1,44; 0,86–2,43), dan kunjungan ke Posyandu (1,40; 0,75 – 2,59). Model akhir dari penelitian ini adalah akses sanitasi dasar, berat lahir anak, dan CTPS berkontribusi terhadap stunting.
Faktor Determinan Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Masyarakat di Provinsi Papua Tengah Tahun 2023 (Analisis Data SKI 2023) Anifa Dhiya Rifqiya; Ririn Arminsih Wulandari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49206

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Papua Tengah. Berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, Provinsi Papua Tengah mencatat prevalensi Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 3,90%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor Determinan Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Masyarakat di Provinsi Papua Tengah Tahun 2023. Studi cross sectional menggunakan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 di Provinsi Papua Tengah dengan total 5.408 responden. Variabel dependen adalah kejadian DBD. Variabel independen adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan tempat tinggal, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Pencegahan Gigitan Nyamuk (PGN). Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square serta analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian diperoleh pekerjaan (OR=3,36), umur (OR=0,56), tempat tinggal (OR=0,40) dan PGN (OR=0,38). Didapatkan pekerjaan merupakan variabel yang paling dominan terhadap kejadian DBD di Provinsi Papua Tengah, dimana memiliki hasil 3,36 kali lebih besar terhadap terjadinya DBD. Kata Kunci: DBD, Faktor Risiko, Papua Tengah.
Analisis Faktor Lingkungan Rumah dan Karakteristik Balita Terhadap Pneumonia pada Balita di Papua Pegunungan: Data SKI 2023 Wiwin Kurniawati; Ririn Arminsih Wulandari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50365

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang menjadi penyakit berbasis lingkungan yang ditularkan melalui udara (airborne disease), menjadi penyebab utama kedua morbiditas serta mortalitas pada balita di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi Pneumonia pada balita di Indonesia mencapai 15,0%, sementara Provinsi Papua Pegunungan mencapai 37,9% jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor karakteristik balita dan faktor lingkungan rumah terhadap kejadian Pneumonia. Studi cross sectional dengan data sekunder SKI 2023 yang melibatkan 664 balita dari 4.196 responden di Provinsi Papua Pegunungan. Variabel independen meliputi karakteristik balita (jenis kelamin, usia, berat badan lahir) dan faktor lingkungan rumah (jenis plafon, dinding, lantai, bahan bakar memasak, kebiasaan membakar sampah). Variabel dependen adalah kejadian Pneumonia pada balita. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square, serta multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan tiga faktor yang signifikan, yaitu penggunaan bahan bakar memasak yang tidak memenuhi syarat memiliki risiko 6,61 kali lebih besar untuk mengalami pneumonia, sementara kebiasaan membakar sampah berisiko 2,91 kali lebih tinggi terhadap kejadian Pnuemonia pada balita. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menyusun program komprehensif dalam menurunkan angka Pneumonia dan mengendalikan faktor lingkungan yang berperan terhadap kejadiannya.