Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan massa lemak dengan keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Tarumanagara angkatan 2013 Benita Arini Kurniadi; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3826

Abstract

Siklus menstruasi adalah keadaan fisiologis yang akan dialami semua perempuan secara rutin dari awal masa pubertas hingga menurunnya masa kesuburan (menopause). Salah satu masalah terkait siklus menstruasi adalah ketidakteraturan siklus menstruasi yang dapat dipengaruhi beberapa faktor antara lain komposisi tubuh terutama massa lemak tubuh. Massa lemak mempunyai peran penting dalam sistem hormonal. Massa lemak (ML) memengaruhi kadar kolesterol yang merupakan prekursor hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron. Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain potong lintang dengan tujuan untuk mengetahui hubungan massa lemak dengan keteraturan siklus menstruasi. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Tarumanagara dengan rentang waktu April-Mei 2016. Berdasarkan rumus analitik kategorik tidak berpasangan, didapakan besar sampel sebesar 66 subjek. Penilaian asupan makanan dan siklus menstruasi dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner serta pengukuran komposisi tubuh dilakukan menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 31,8% subjek mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi, 57,6% subyek mempunyai ML dalam kategori lebih, 28,8% subjek termasuk dalam kategori normal dan 13,6% subjek dalam kategori kurang. Berdasarkan uji Chi-Square didapatkan hubungan antara massa lemak dengan keteraturan siklus menstruasi yang signifikan dengan p-value<0,05, di mana subyek dengan massa lemak berlebih mempunyai risiko sebesar 8,08 kali lebih besar mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa massa lemak mempunyai peran dalam ketidakteraturan siklus menstruasi.
Pemetaan konsumsi produk cokelat dan kejadian akne vulgaris pada dewasa muda mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Callista Harlim; Meilani Kumala; Sukmawati Tansil
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5839

Abstract

Akne vulgaris (AV) atau jerawat adalah suatu penyakit yang sering terjadi pada usia remaja hingga dewasa muda dan sangat sering mengakibatkan gangguan psikososial seperti kurangnya percaya diri, tidak mau bersosialisasi karena malu, depresi bahkan hingga dapat menyebabkan pengangguran. Konsumsi cokelat semakin meningkat dan saat ini hampir seluruh tempat makan maupun minum menghidangkan cokelat dalam daftarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sebaran konsumsi produk cokelat dan kejadian akne vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional.  Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling dengan jumlah subyek penelitian sebesar 58 orang. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar subjek mengalami akne derajat berat (43,1%), diikuti dengan akne derajat sedang (39,7%) dan sisanya diikuti oleh akne derajat sangat berat dan ringan. Sebesar 58,6% subjek mengonsumsi cokelat dalam satu minggu terakhir, mayoritas subjek (75,86%) telah rutin mengonsumsi cokelat lebih dari lima tahun. Jenis cokelat yang paling sering dikonsumsi subjek adalah jenis cokelat lainnya (67,6%) diikuti milk chocolate (26,5%) dan hanya sebagian kecil 5,9% subjek mengonsumsi dark chocolate. Seluruh subjek yang mengonsumsi dark chocolate mengalami akne derajat ringan, subjek yang mengonsumsi milk chocolate paling banyak mengalami akne derajat berat (55,55%), diikuti akne derajat sangat berat (33,33%) dan terakhir akne derajat sedang (11,11%). Subjek yang mengonsumsi cokelat jenis lainnya, mayoritas mengalami akne derajat sedang (43,48%), diikuti oleh akne derajat berat (39,13%) kemudian akne derajat sangat berat (17,39%). Pada penelitian ini terlihat bahwa konsumsi cokelat tidak memperparah akne, akan tetapi komposisi lainnya pada produk cokelat seperti susu yang memperparah akne.
Hubungan derajat aktivitas fisik terhadap massa lemak pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Timmy Yonatan Nangoy; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5848

Abstract

Komposisi tubuh terdiri dari massa lemak dan massa bebas lemak yaitu otot, tulang, dan cairan. Pada proses penuaan, terjadi penurunan massa bebas lemak dan peningkatan massa lemak. Massa lemak dipengaruhi berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, genetik, asupan makanan dan aktivitas fisik. Penurunan fungsi fisiologis dan neuromuskular dapat menyebabkan kelemahan pada lansia. Studi ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap massa lemak. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan 50 subjek yang terdiri dari 23 laki-laki dan 27 perempuan. Berdasarkan aktifitas fisik rendah, 12 (24%) subjek mempunyai massa lemak berlebih, dan 5 (1%) subjek dengan massa lemak kurang/normal. Berdasarkan aktivitas aktif sampai sangat aktif, 9 (18%) subjek dengan massa lemak berlebih dan 24 (48%) subjek dengan massa lemak kurang/normal. Berdasarkan uji statistik didapatkan terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan massa lemak dengan nilai p-value 0,003 (p-value < 0,05) dan nilai PR 2,58  memperlihatkan subjek dengan aktivitas fisik rendah memiliki resiko sebesar 2,58 kali lebih besar mengalami massa lemak berlebih dibandingkan dengan subjek dengan aktivitas fisik aktif.
Hubungan asupan magnesium dengan kejadian dismenorea pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2015 - 2016 Michell Michell; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5869

Abstract

ABSTRAK Dismenorea merupakan nyeri perut bagian bawah yang dirasakan saat awal menstruasi dan dirasakan sebagian besar perempuan terutama di usia muda. Ketidakhadiran di sekolah maupun kerja akibat dismenorea sering terjadi karena nyeri berat yang dirasakan. Pemahaman dan penanganan dismenorea sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup perempuan. Nutrisi seperti magnesium diketahui dapat membantu mengurangi keluhan nyeri saat menstruasi. Asupan magnesium dengan kejadian dismenorea masih menjadi hal yang kontroversial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan magnesium dengan dismenorea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Jenis penelitian berupa analitik cross-sectional terhadap 184 subjek penelitian. Data diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner dismenorea dan data asupan nutrisi menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), Food Recall 24 hour, serta pengukuran berat badan dan tinggi badan. Analisis data menggunakan uji statistik Fisher Exact Test diperoleh hasil signifikan dengan p-value < 0,001 dan prevalence risk (PR) 2,448. Sebanyak 166 (90,22%) subjek penelitian mengalami dismenorea. Subjek penelitian dengan asupan magnesium kurang yang mengalami dismenorea sebanyak 157 (95,2%). Subjek dengan asupan magnesium kurang memiliki risiko 2,448 kali lebih tinggi untuk mengalami dismenorea. Kesimpulan dari penelitian ini adalah asupan magnesium memiliki pengaruh terhadap kejadian disemenorea.
Hubungan aktivitas fisik dengan komposisi tubuh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2013 Devin Valerian Jaya; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7833

Abstract

Berat badan berlebih dan obesitas saat ini menjadi masalah epidemi dengan jumlah melebihi 250 juta atau sekitar 7% dari populasi orang dewasa di dunia dan diperkirakan akan terus meningkat. Pada umumnya dalam menentukan status gizi seseorang digunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), namun IMT tidak dapat membedakan antara massa lemak dan massa bebas lemak. Massa lemak mempunyai hubungan dengan berbagai penyakit non-communicable disease. Tujuan studi ini untuk melihat gambaran pola aktivitas fisik dan komposisi tubuh pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2013 dan mengetahui hubungan antara pola aktivitas fisik dengan komposisi tubuh. Studi ini merupakan studi analitik dengan desain potong lintang dan dilakukan pengambilan 61 subyek secara judgemental. Hasil studi dengan menggunakan Physical Activity Level Questionnaire untuk mengetahui pola aktivitas fisik dan Bioelectrical Impedance Analysis untuk mengetahui komposisi tubuh, didapatkan 31,1% mempunyai pola aktivitas fisik rendah dan masing-masing 34,4% dengan pola aktivitas fisik aktif dan sangat aktif. Subjek dengan pola aktivitas fisik rendah memiliki massa lemak terbanyak di kategori berlebih (45%) dan pola aktivitas fisik aktif dan sangat aktif terbanyak di kategori kurang (43,9%). Hasil uji hipotesis dengan Chi-square didapatkan nilai p-value 0,135 (>0,05) dan nilai PR 1,97, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pola aktivitas fisik dengan komposisi tubuh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2013. Namun, subjek dengan aktivitas fisik rendah memiliki risiko sebesar 1,97 kali lebih besar mengalami massa lemak berlebih dibandingkan dengan subjek dengan aktivitas fisik yang aktif.
Perbedaan rerata tekanan darah antara guru dengan pola diet vegetarian dan non-vegetarian di Sekolah Tri Ratna dan Cinta Kasih Tzu Chi tahun 2018 Sherly Puspitasari; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7854

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia, salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi tidak selalu menimbulkan gejala, sehingga penderita tidak menyadari dan tidak mendapatkan pengobatan. Untuk mengurangi risiko hipertensi, dapat dilakukan dengan modifikasi pola hidup dengan diet sehat yaitu  makan dengan kalori seimbang, perbanyak buah dan sayur, mengonsumsi produk rendah lemak jenuh, rendah kolesterol, juga rendah garam dan gula. Diet vegetarian sebagian besar, rendah ataupun tidak mengandung produk hewani, juga lebih rendah lemak total, lemak jenuh dan kolesterol dibandingkan diet non vegetarian. Studi ini berupa analitik cross-sectional yang dilakukan terhadap 68 subjek dengan tujuan untuk melihat adanya perbedaan rerata tekanan darah antara kelompok vegetarian dan non-vegetarian. Data diperoleh menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan Food Recall 24 hour serta pengukuran tekanan darah. Studi ini memperoleh hasil secara statistik signifikan dengan p-value 0,0001 bahwa terdapat perbedaan tekanan darah yang bermakna antara kelompok vegetarian dan non-vegetarian, dengan hasil tekanan darah pada kelompok non vegetarian lebih tinggi dibandingkan kelompok vegetarian.
Hubungan antara durasi tidur dengan status gizi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara angkatan 2018 Vania Vania; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.16749

Abstract

Prevalensi berat badan berlebih dan kegemukan pada masyarakat usia di atas 18 tahun baik di dunia dan Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Berat badan berlebih dan obesitas merupakan faktor risiko terjadinya berbagai penyakit tidak menular. Berbagai faktor berperan dalam pertambahan berat badan, salah satunya adalah durasi tidur. Studi ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang untuk mengetahui hubungan antara durasi tidur dengan status gizi pada kalangan mahasiswa Fakultas Teknik. Hasil data yang diperoleh dilakukan pengolahan dan dianalisis menggunakan uji chi square. Studi ini memiliki jumlah sampel sebanyak 126 subjek dengan karakteristik subjek lebih banyak pada kelompok umur 20 tahun (86 orang; 68,2%) dan berjenis kelamin perempuan (72 orang; 57,1%). Studi ini menunjukkan lebih banyak sebaran pada status gizi normal, yaitu sebanyak 54 subjek (42.9%) dan pada durasi tidur dominan pendek sebanyak 113 subjek (89.7%). Berdasarkan hasil analisis statistik, tidak didapatkan hubungan statistik yang signifikan antara durasi tidur dengan status gizi pada mahasiswa (p-value­ 0.60) dengan rasio prevalensi adalah 1.130 dimana durasi tidur merupakan faktor risiko terhadap perubahan status gizi. Durasi tidur tidak mempunyai hubungan dengan status gizi pada subjek studi secara statistik, namun durasi tidur merupakan faktor risiko terjadinya perubahan status gizi.
Pengaruh sarapan terhadap tingkat konsentrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Ines Melania Benga Ola; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.23431

Abstract

Sarapan dengan komposisi meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral penting sebelum beraktivitas. Di Indonesia menunjukkan bahwa 16,9%-59% anak dan remaja, serta 31,2% dewasa tidak sarapan. Tingkat konsentrasi yang baik berarti dapat memberikan perhatian penuh dalam suatu informasi yang diperoleh dan salah satunya dipengaruhi oleh asupan nutrisi di pagi hari. Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan sarapan dengan tingkat konsentrasi mahasiswa kedokteran. Studi ini bersifat analitik dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan 141 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner melalui google forms. Pengumpulan data menggunakan kuesioner hubungan sarapan dengan tingkat konsentrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Data tingkat konsentrasi menggunakan concentration grid test. Studi ini didapatkan responden yang melakukan sarapan sebanyak  99 (70,2%) dan  tidak sarapan sebanyak  42 (29,8%). Sebanyak 79 (56%) responden memiliki tingkat konsentrasi baik dan 62 (44%) responden memilki tingkat konsentrasi kurang. Hasil analisis bivariat didapatkan responden yang melakukan sarapan dan memiliki tingkat konsentrasi baik sebanyak 53 (53,5%) responden dan tingkat konsentrasi kurang sebanyak 46 (46,5%) responden dengan nilai p-value 0,360. Hasil ini menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara sarapan dengan tingkat konsentrasi.